Dialog (E-Journal)
Not a member yet
283 research outputs found
Sort by
DEMOKRATISASI PARTISIPASI PUBLIK DALAM PEMELIHARAAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA
Publik telah banyak berpartisipasi dalam upaya pemeliharaan kerukunan umat beragama di Indonesia yang menjadi isu kebijakan publik. Partisipasi publik itu beragam jenis dan tingkat kontribusinya, mulai dari sekadar diundang, terlibat hingga inisiatif mengerjakan sendiri suatu isu publik. Pertanyaannya, sejauhmana kualitas partisipasi publik telah dilakukan? Dengan menggunakan kerangka teori partisipasi publik, penelitian kualitatif dengan deskriptif-analitik ini menunjukkan bahwa partisipasi kolaboratif dan pemberdayaan lebih sejalan dengan upaya demokratisasi kehidupan publik. Penelitian ini mendorong partisipasi publik yang lebih luas dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama
TRADISI MAHAR DAN ANTAR HARTA PADA PERKAWINAN MASYARAKAT MUSLIM DI KOTA MANADO (SUATU TINJAUAN SOSIAL KULTURAL)
Tradisi masyarakat musim Kota manado seringkali mengalami kegagalan dalam pernikahan karena tidak ada kesepakatan tentang mahar dan antar harta. Hal ini disebabkan karena gaya hidup masyarakat Kota Manado yang semakin tinggi, sehingga melalui para Kiyai, Ustad, tokoh agama diharapkan dapat merubah pola pikir masyarakat tentang mahar dan antar harta. Hasil penelitian menunjukkan tingginya mahar dan antar harta, disebabkan: a) Penghargaan terhadap seorang calon Istri; artinya dengan adanya mahar dan antar harta memberikan pengertian bahwa calon suami bersungguh-sungguh untuk meminang calon Istri, sehingga pihak keluarga calon Istri dapat menerima baik calon suami tersebut. b) Status sosial (bahasa manado adalah “gengsiâ€); dengan mahar dan antar harta yang tinggi maka keluarga beranggapan bahwa akan mengangkat status sosial keluarga di mata masyarakat tempat di mana mereka tinggal. c) Ada kecenderungan lebih penting antar harta dibandingkan dengan uang mahar, hal ini terjadi karena berkembang di masyarakat yang selalu ditanyakan adalah berapa antar harta. Jadi ketika ada proses peminangan di tengah-tengah masyarakat yang ditanyakan adalah berapa antar hartanya. d) Strata sosial; Kecenderungan tinggi rendahnya mahar dan antar harta tergantung pada strata sosial yang melekat pada calon pengantin
INDEKS LAYANAN KEDIKLATAN BALAI DIKLAT KEAGAMAAN MEDAN
Tulisan ini diangkat dari hasil survei untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat dalam hal ini peserta diklat terhadap kinerja unit pelayanan publik Balai Diklat Keagamaan (BDK) Medan dan untuk mendapatkan informasi tentang indeks layanan kediklatan dari pengguna layanan di BDK Medan sebagai bahan untuk menetapkan kebijakan dalam rangka peningkatan kualitas layanan secara berkesinambungan. Responden pada Survei ini adalah peserta diklat yang telah menerima pelayanan/alumni diklat BDK Medan dari Tahun 2016-2018 dan dipilih sesuai dengan pemetaan yang dilakukan berdasarkan teknik cluster random sampling. Secara teknis penyampaian kuesioner dilakukan dengan menyurati stakeholder BDK Medan dan menyepakati pertemuan tersebut di Aula Hotel/Rumah Makan dalam pengisian kuesioner. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa seluruh unsur pelayanan publik BDK Medan dalam kategori “BAIKâ€, dengan nilai Indeks Layanan Kediklatan BDK Medan sebesar 86,17 yang berada pada interval (76,61-88,30). Hal ini menyatakan bahwa secara mutu aspek-aspek pelayanan publik BDK Medan dalam kategori “BAIK†namun perlu dioptimalkan dengan mencari metode pelayanan yang paling efektif dan efesien sehingga pelayanan terhadap peserta diklat lebih baik lagi. Indeks ini mengalami peningkatan dari Survei IKM Periode I pada Bulan Mei Tahun 2018 sebesar 83,46
MEMBACA FENOMENA BARU GERAKAN SALAFI DI SOLO
Salafi merupakan paham dan gerakan yang bersifat transnasional, yaitu terkoneksi dengan dinamika paham keagamaan di Timur Tengah. Melalui penelitian dengan pendekatan kualitatif, artikel ini mendeskripsikan eksistensi kelompok tiga jenis Salafi yang berkembang di Solo yaitu, pertama, Salafi Puritanis yaitu Ma\u27had Imam Bukhari. Kedua, Salafi Haraki yaitu Pesantren Al-Mukmin Ngeruki dan Ma\u27had ‘Isy Karima. Ketiga, Salafi Jihadis yaitu Jamaah Anshoru Tauhid (JAT) dan beberapa jaringan radikal di Solo. Dakwah eksklusif yang dikembangkan kelompok Salafi Puritanis, menimbulkan konflik horizontal karena meresahkan masyarakat. Sementara Salafi Haraki dan Jihadis yang mengusung gagasan pendirian negara Islam dan penerapat syariat Islam secara formal, menimbulkan konflik vertikal dengan penguasa. Kajian ini berhasil menemukan fenomena baru, bahwa dakwah Salafi Puritanis dapat terus berkembang di beberapa tempat, ini menunjukkan Salafi Puritanis dapat berkoeksistensi dengan paham keagamaan lainnya di masyarakat. Selain itu, Salafi Puritanis juga ternyata mulai membuka diri terhadap beberapa program pemerintah. Sedangkan Salafi Haraki dan Jihadis masih menunjukkan sikap penolakannya terhadap dasar negara dan konstitusi, sehingga terus berhadapan dengan penegak hukum atau pemerintah. Kelompok Salafi Haraki dan Jihadis belum mengalami perubahan orientasi, bahkan berhasil melakukan regenerasi, fakta ini sekaligus menunjukkan penanggulangan radikalisme yang selama ini dilakukan pemerintah kurang efektif
The Sharia Hotels In Surakarta And Yogyakarta For World Citizens: A Linguistic Analysis: Hotel Syariah Di Surakarta Dan Yogyakarta Untuk Warga Dunia: Sebuah Analisis Kebahasaan
Linguistic qualitative research using appraisal theory is descriptively undertaken on the English websites of the sharia hotels in Surakarta and Yogyakarta. The data are analyzed on the basis of Appraisal Theory coined by Martin & White (2005) relating to kinds of attitude reflected by language that are negotiated in the texts, level of engaged feelings, and social values. This research investigates the kinds of attitude reflected by language on the data sources available on the websites of the sharia hotels in Surakarta and Yogyakarta. Using document analysis technique, the research data are analyzed in the level of words in the clauses and sentences. The research found various language attitude implemented in the sharia hotels in Surakarta and Yogyakarta in attracting customers\u27 attention. This research does not only limit itself in finding the dominant factors, but also analyzing meanings of using those attitudes.
Penelitian kualitatif bahasa dengan teori appraisal ini dilakukan pada berbagai situs hotel syariah berbahasa Inggris di Surakarta dan Yogyakarta secara deskriptif. Data dianalisis dengan Teori Appraisal yang dikemukakan oleh Martin & White (2005) terkait beragam jenis sikap yang direfleksikan dengan bahasa yang dinegosiasikan dalam teks, kekuatan perasaan yang terlibat, dan nilai sosial. Penelitian ini bertujuan menemukan jenis sikap yang direfleksikan pada bahasa pada sumber data yaitu berbagai situs hotel syariah di Surakarta dan Yogyakarta. Dengan teknik analisis dokumen, data penelitian dianalisis pada tingkat kata pada klausa dan kalimat. Hasil dari penelitian ini adalah menemukan beragam sikap berbahasa yang dibangun oleh hotel-hotel syariah di Surakarta dan Yogyakarta dalam menarik perhatian konsumen. Penelitian ini tidak hanya terbatas pada memperoleh mana yang dominan, tetapi juga menganalisis makna dari penggunaan sikap itu
POTRET PLURALISME AGAMA DALAM MASYARAKAT DI KOTA KUPANG
Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk menemukan potret pluralisme agama dalam masyarakat Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kota Kupang memiliki pemahaman yang baik akan pluralisme agama. Hal ini tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat yang menghargai perbedaan dan kemajemukan agama, suku, dan ras. Kerukunan umat bergama juga terjalin dengan baik. Hal ini dapat terjadi oleh karena peran pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat yang membangun dialog dalam menyelesaikan konflik yang terjadi antar umat beragama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi pustakan dan observasi lapangan.
Abstract - This study aims to find a portrait of religious pluralism in the people of Kupang City, East Nusa Tenggara. The results showed that the people of Kupang City had a good understanding of religious pluralism. This is reflected in the daily lives of people who respect the diversity and diversity of religious, ethnicities, and races. Religious harmony is also well established. This can happen because of the role of government, religious leaders, and the community that builds dialogue in resolving conflicts that occur between religious communities. The method used in this study is a qualitative method with a library study and field observation approach
Kapasitas Alumni Jurusan Pai Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan Uin Sunan Gunung Djati Bandung
Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung sejak pendiriannnya telah mengeluarkan lulusan yang tersebar di berbagai macam lembaga dan profesi. Permasalahnya, sampai saat ini pendataan (tracer study) terhadap alumni belum terselenggara dengan baik. Padahal tracer study ini memiliki peran startegis dalam melacak alumni, merekam hasil pelacakan, dan menggunakan hasil pelacakan tersebut untuk perbaikan secara akademik maupun non-akademik. Pertanyaannya, kemana dan bagaimana kiprah alumni tersebut di masyarakat? Penelitian ini bertujuan untuk menghimpun dan mendata alumni yang berkarir di lembaga pemerintahan, swasta dan lembaga lainnya. Disamping itu untuk mengetahui kesesuaian kurikulum jurusan PAI dengan karir alumni dan mengetahui pandangan alumni terhadap integritas ilmu-ilmu pendidikan agama Islam di masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, melalui: pertama, teknik studi dokumentasi dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen resmi, dokumen yang keabsahannya terkait dengan keberadaan dan proses penyelenggaraan pelacakan alumni jurusan PAI. Kedua, teknik wawancara mendalam agar permasalahan menjadi jelas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) alumni jurusan PAI sebagian besar menjadi guru PAI di sekolah dan madrasah baik negeri maupun swasta dan hanya sebagian kecil yang berprofesi sebagai karyawan, politikus, wartawan, LSM, pekerja seni dan lain-lain; 2) penilaian stakeholder terhadap alumni pada aspek Integritas, profesionalisme, Kerjasama tim dan pengembangan diri berkategori baik; 3) rendahnya kemampuan bahasa Inggris, bahasa Arab dan penggunaan Teknologi Informasi (TI) di kalangan alumni Jurusan/Prodi PAI. Maka direkomendasikan: 1) perlu review kurikulum Bahasa Inggris dan Bahasa Arab berdasarkan kebutuhan mahasiswa Jurusan PAI; 2) perlu peningkatan kemampuan berbahasa Arab dan Inggris secara berkesinambungan, dengan memfokuskan kegiatan pembelajaran bahasa Arab dan Inggris pada mahasiswa awal, tengah dan akhir studi; 3) perlu pengembangan teknologi informasi dalam perkuliahan dan pelatihan ICT bagi mahasiswa baru
Angesthi Sampurnaning Kautaman (ASK) : Sebuah Sistem Kebudayaan di Kota Yogyakarta
Ikatan Bathin Keluarga atau paguyuban “Angesthi Sampurnaning Kautaman†(ASK) di Kota Yogyakarta adalah salah satu sistem kemasyarakatan (organisasi) yang bergerak dalam bidang budaya spiritual (sistem kepercayaan), atau lebih dikenal dengan istilah “Aliran/Penghayat Kepercayaanâ€. Penelitian Studi Kasus dengan pendekatan Deskriptif Kualitatif ini bermaksud mendeskripsikan sejarah lahir ASK, perkembangannya, sumber ajarannya, serta isi dari ajaran tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagai sebuah organisasi yang bergerak dalam bidang budaya spiritual (sistem kepercayaan), Ikatan Bathin Keluarga ASK telah memenuhi empat syarat/fungsi penting sebuah sistem kemasyarakatan, yakni: Adaptasi (adaptation), Pencapaian tujuan (goal attainment), Integrasi (integration), dan Latensi/pemeliharaan pola-pola yang ada (latency/pattern maintenance) yang dalam teori Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons disebut dengan istilah AGIL. Keempat fungsi tersebut terlihat dengan sangat jelas, baik dari AD/ART, maupun ajaran yang ada
Evaluasi Program 5000 Doktor Kementerian Agama RI di Sekolah Pascasarjana UPI Bandung
Program 5000 doktor Kementerian Agama RI bertujuan meningkatkan kapasitas, kapabilitas, dan kualitas sumber daya manusia (SDM) pada Kementerian Agama secara umum dan SDM pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam secara khusus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif pada Program Pascasarjana (SPs) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Hasil penelitian menunjukkan seluruh mahasiswa penerima beasiswa di SPs UPI merupakan beasiswa penuh (full scholarship), masih terjadi ketidaksesuaian antara peraturan dengan pelaksanaan di lapangan. Pada SK No. 226 Tahun 2015 tentang pedoman pemberian beasiswa untuk calon dosen, dosen, dan tenaga kependidikan pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam pada bab iii tercantum biaya penulisan disertasi, batas waktu pemberian beasiswa, dan pada bab iv poin b beasiswa program doktor diberikan pada waktu 8 semester atau 4 tahun dan diperpanjang 1 tahun. Namun, dalam kenyataan di lapangan mahasiswa hanya diberikan uang semester dan biaya hidup saja tidak pembiayaan untuk pembelian buku, penulisan disertasi, publikasi (jurnal internasional), dan transport bagi mahasiswa yang berasal dari luar kota. Dan pemberian beasiswa hanya 6 semester. Jumlah beasiswa yang diterima mahasiswa belum memadai karena belum termasuk biaya pembelian buku, riset, penyusunan disertasi, kursus Toefl, publikasi (jurnal internasional), dan transport domisili. Dijanjikan oleh pengelola program bagi mahasiswa yang memiliki IPK terbaik tiga orang dalam setiap angkatan dapat mengikuti program sandwich kenyataannya tidak ada tindak lanjut. Direkomendasikan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam tidak membatasi program beasiswa pada prodi-prodi tertentu akan tetapi didasarkan kepada kebutuhan prodi dari masing masing PTKI. Perlu penambahan nominal beasiswa untuk biaya pembelian buku, riset, penyusunan disertasi, kursus Toefl, transport domisili, dan publikasi (jurnal internasional). Perlu perpanjangan beasiswa dari 6 (enam) semester menjadi 8 (delapan) semester. Perlu direalisasikan program sandwich bagi mahasiswa penerima beasiswa yang berprestasi
Dialog Inklusif: Dari Kebenaran Subjektif Menuju Kebenaran Objektif (Tinjauan Semiotik-Hermeneutik Al-Quran Surat Al-Baqarah Ayat 30-33)
Tulisan ini akan mengurai tentang dialog inklusif dalam al-Quran. Kebutuhan untuk mengetahui hal tersebut sangat mendesak terutama dalam situasi sosial belakangan yang serba timpang. Penelitian terfokus pada analisis surat al-Baqarah ayat 30-33, dengan melihat aspek linguistik, isi dan interpretasinya. Melalui pendekatan Semiotik-Hermeneutik, dapat disimpulkan prinsip-prinsip komunikasi dialogis, yaitu: upaya memulai suatu dialog, adanya sikap terbuka dalam memahami lawan dialog, adanya kepercayaan (trust) antar pelaku dialog, rasionalisasi atas argumentasi yang diungkapkan, tidak simplikatif, saling menghargai pendapat, dan tentunya ada sikap kritis dalam menanggapi wacana yang digulirkan. Berbagai temuan tersebut pada prinsipnya merupakan komponen-komponen yang mesti ada dalam membangun dialog yang terbuka (inklusif). Hakikat dari melakukan dialog inklusif adalah menggeser paradigma dari kebenaran subjektif menuju kebenaran objektif. Proses komunikasi yang mengedepankan kebenaran objektif akan meminimalisir konflik argumentatif terutama dalam dunia maya (cyber space) seperti nyinyir, bulying dan debat kusir. Dialog inklusif adalah cara untuk melihat perbedaan bukan sebagai pemicu konflik tetapi alat untuk saling memahami dan mendorong untuk menuju kebenaran objektif