Dialog (E-Journal)
Not a member yet
    283 research outputs found

    MADRASAH DENGAN SISTEM BELAJAR MOVING CLASS

    Full text link
    Penelitian Madrasah dengan sistem belajar moving class bertujuan mengetahui penyelenggaraan sistem belajar moving class di MTsN Andalan Kota Pekanbaru Propinsi Riau dengan metode kualitatip. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (a)  penyelenggaraan  sistem belajara moving class  memungkinkan proses pembelajaran lebih variatif, dinamis dan tidak jenuh serta menghasilkan mutu lulusan yang berkualitas, (b) faktor  pendukung sistem belajar moving class adalah ruang kelas yang representatif dengan berbasis multimedia, dan  dukungan kepala madrasah, pendidik, dan peserta didik terhadap peningkatan kualitas pendidikan, (c) faktor penghambatnya yakni kurangnya ketersediaan loker (almari/rak tas), kurang maksimalnya ketersediaan media belajar sesuai dengan mata pelajaran, dan ketidakdisiplinan peserta didik. Rekomendasi penelitian adalah: (a) dalam pelaksanaan pembelajaran, guru dianjurkan memvariasikan  metode pembelajaran dan desain kelas agar peserta didik tidak jenuh dengan suasana kelas, (b) madrasah perlu melengkapi ruang   kelas   dan   alat   bantu pembelajaran berbasis multimedia di setiap kelas, (c) Direktorat madrasah, perlu melakukan sosialisasi dan monitoring yang  intensif  untuk  memberikan  gambaran  yang  jelas tentang sistem moving class di madrasah, sehingga sistem ini dapat benar-benar dilaksanakan sebagai upaya mengoptimalkan pembelajaran di kelas dan  menghasilkan out put yang berkualitas

    Kata Pengantar

    No full text

    Muhammadiyah dan Pemberdayaan Masyarakat: Habitus, Modal, Dan Arena

    Full text link
    Artikel ini akan mengulas paradigma dari praktik gerakan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Muhammadiyah. Dengan menggunakan pendekatan teori praktik sosial Pierre Bourdieu, studi kualitatif ini akan mengemukakan beberapa hal: pertama, apa yang mendorong lahirnya gerakan pemberdayaan masyarakat dalam Muhammadiyah. Kedua, bagaimana model praksis pemberdayaan masyarakat ini dilakukan Muhammadiyah. Penelitian ini menemukan bahwa praksis pemberdayaan masyarakat Muhammadiyah didorong oleh teologi Alma\u27un (ajaran) pendiri gerakan ini yaitu KH. Ahmad Dahlan, yang direinterpretasi oleh Moeslim Abdurrahman menjadi “Islam Transformatif†sebagai paradigm Islam yang memihak kepada kaum lemah. Teologi sosial ini kemudian melahirkan praksisme sosial yang dilakukan oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) untuk menggempur kemiskinan gaya baru di abad ke-21

    KEKERABATAN BAHASA HALOBAN, BAHASA ALAS, DAN BAHASA GAYO: KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekerabatan bahasa Haloban dengan bahasa Alas dan bahasa Gayo yang termasuk ke dalam rumpun Austronesia atau Melayu Polinesia. Asumsi mengenai kekerabatan ketiga bahasa tersebut yakni pada kenyataan adanya kesamaan dan kemiripan dalam bentuk dan makna yang merupakan pantulan dari warisan sejarah yang sama.  penelitian ini dikaji dengan menggunakan metode kuantitatif dengan teknik leksikostatistik. Metode yang digunakan dalam penyediaan data ini adalah metode referensial, sedangkan teknik yang digunakan adalah teknik catat.Instrumen penelitian yang digunakan adalah daftar 300 kosakata dasar Swadesh.Hasil penelitian menunjukan bahwa bahasa Haloban, bahasa Alas, dan bahasa Gayo termasuk dalam kategori keluarga (family) bahasa. Persentase kata kerabat bahasa Haloban dan bahasa Alas sebesar 53%, bahasa Haloban dan bahasa Gayo sebesar 57%, bahasa Alas dan bahasa Gayo sebesar 62%. Bahasa Haloban dan bahasa Alas merupakan bahasa tunggal pada 1590-1336 tahun yang lalu, diperkirakan mulai berpisah dari bahasa Proto kira-kira tahun 422-676 M. Bahasa Haloban dan bahasa Gayo merupakan bahasa tunggal pada 1411-1177 tahun yang lalu, diperkirakan mulai berpisah dari bahasa Proto kira-kira tahun 601-835 M. Bahasa Alas dan bahasa Gayo merupakan bahasa tunggal pada 1207-995 tahun yang lalu, diperkirakan mulai berpisah dari bahasa Proto kira-kira tahun 805-1023 M (dihitung pada tahun 2018)

    Survei Kepuasan Masyarakat Pada Pelayanan Publik Penyelenggara Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Medan

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah 1. untuk mengetahui sejauh mana tingkat kepuasan peserta diklat dapat menggambarkan mutu pelayanan publik BDK Medan, 2. untuk mengetahui adanya hubungan yang positif dan signifikan antara kemampuan penyelenggara diklat (panitia diklat, widyaiswara dan petugas) terhadap kecepatan penyelenggara diklat dalam memberikan pelayanan publik BDK Medan. Adapun jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Responden pada Survei IKM BDK Medan dipilih secara acak dengan menggunakan teknik convenience sampling. Secara teknis penyampaian kuesioner dilakukan dengan menggunakan aplikasi google form yang alamatnya dibagikan kepada peserta diklat melalui group whatsapp. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa 1. mutu pelayanan publik BDK Medan dalam kategori “Baik†dengan nilai IKM BDK Medan sebesar 83,46 yang berada pada interval (76,61-88,30); 2. Terdapat hubungan positif dan  signifikan antara kemampuan penyelenggara diklat (panitia diklat, widyaiswara dan petugas) terhadap kecepatan penyelenggara diklat dalam memberikan pelayanan publik BDK Medan. Adapun rekomendasi pada aspek-aspek pelayanan publik BDK Medan dalam kategori “Baik†namun perlu dioptimalkan dengan mencari metode pelayanan yang paling efektif dan efesien

    MUALAF DI MINAHASA : KESALEHAN BERAGAMA DAN PILIHAN POLITIK

    No full text
    This article discusses the mualaf groups in North Minahasa as a Christian bastion : Islam (37,934)  and Christians  (200,213). Minahasa and Christianity are inseparable from ideology. Islam has inspiring Mualaf life since the beginning of hijrah movement on television. This article employs a qualitative descriptive method with sociological approach. Participatory observations, in-depth interviews and literature studies were conducted at Desa Warisa. The result of research shows that the majority of mualaf groups comes from Minahasan ethnic  (Tonsea) and Sanger. They live as farmers, housewives and laborers. They convert from Christianity to Islam because of marriage system. They got Islamic teachings from Insan Kawanua with Ronald Lambey (Muhammad Hamzah). Mualaf is a form of piety to go to heaven by implementing the shari\u27a as well as being mubaligh in Minahasa. They are not willing to choose political leaders from Christianity because of the injustice problems. They used Majelis Taklim and social media like facebook and whatsapp in order to have a prime position in identity politics battles in Minahasa.                &nbsp

    Islamic Acculturation In The Ancestors\u27 Legacy Of Nanga Suhaid Village, West Kalimantan: Akulturasi Islam Pada Tradisi Nenek Moyang di Desa Nanga Suhaid, Kalimantan Barat

    No full text
    This paper attemps to describe how Islamic acculturation was formed in the tradition of Nanga Suhaid Village, West Kalimantan. This paper shed light on community activities in relation to religious interactions, especially in the inner part of the West Kalimantan region, namely Suhaid Sub-district Nanga Suhaid village, Kapuas Hulu district. This study utilized observation, interview, and documentation for data collection through the lens of an anthropological perspective. The results of the study showed: 1) practice of the tradition in the Suhaid village that has long been carried out is a means to maintain the existing traditions. 2) the expression of Islamic Da\u27wah values could be seen from "buang-buang", plain flour, circumcision, customary law, fruit and da\u27wah values. 3) The tradition of maintained tolerance within the community to create peace and harmony in the community. Makalah ini berupaya mendeskripsikan akulturasi Islam pada tradisi nenek moyang di desa Nanga Suhaid, Kalimantan Barat. Makalah ini berfokus pada kegiatan-kegiatan masyarakat dan interaksi agama yang saling mendukung khususnya daerah pendalaman kepulauan Kalimantan Barat kecematan Suhaid, desa Nanga Suhaid kabupaten Kapuas Hulu. Penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi serta pendekatan antropologis pada masyarakat. Hasil penelitian 1) penerapan tentang tradisi-tradisi desa Suhaid yang telah dilaksanakan sebagai gambaran budaya setempat untuk mempertahankan tradisi yang telah ada. 2) mengambil nilai-nilai dakwah Islam yang ada pada tradisi seperti buang-buang, tepung tawar, sunatan/ khitanan, hukum adat, beruah dan nilai-nilai dakwah. 3) Akulturasi Islam pada tradisi nenek moyang yang selalu menjaga toleransi sesama agar terciptanya kedamaian dan ketentraman pada masyarakat

    Kata Pengantar

    No full text

    HUBUNGAN KEBERMAKNAAN HIDUP DAN SIKAP TOLERANSI BERAGAMA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS BERBASIS KEAGAMAAN DI PALANGKA RAYA

    Full text link
    Salah satu hal yang sangat berperan dalam perkembangan individu adalah latar belakang pendidikan atau di mana individu tersebut bersekolah. Terkait dengan hal tersebut, toleransi dan kebermaknaan hidup sangat terkait erat dengan pengalaman individu dalam lingkungan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebermaknaan hidup dan toleransi beragama pada siswa sekolah menengah atas berbasis keagamaan di Kota Palangka Raya. Penelitian dilakukan pada enam sekolah berbasis keagamaan di Kota Palangka Raya, yaitu 1) SMA Kristen Palangka Raya; 2) SMA Katolik Santo Petrus Kanisius; 3) SMA IT Hasanka; 4) MAN Kota Palangka Raya; 5) SMA Muhammadiyah 1; dan 6) SMA NU Palangka Raya. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan, bahwa 1) terdapat hubungan antara kebermaknaan hidup dan toleransi beragama pada siswa SMA berbasis keagamaan di Palangka Raya. Hubungan yang terjadi tersebut bersifat positif yang berarti tingginya kebermaknaan hidup ditandai juga dengan tingginya toleransi beragama; 2) kekuatan hubungan antara kebermaknaan hidup dan toleransi beragama pada siswa SMA berbasis keagamaan di Palangka raya termasuk dalam kategori hubungan yang lemah

    DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DAN SELF-EFFICACY DALAM PENYESUAIAN DIRI SANTRI BARU

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial teman sebaya dan self-efficacy terhadap penyesuaian diri santri baru di pondok pesantren. Pengambilan sampel yang dilakukan menggunakan non probability sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari Psychological Adjustment Scale (PAS), yang dikembangkan oleh Haber dan Runyon (dalam Mahmood dkk., 2015), The Social Provision Scale (SPS) yang dikembangkan oleh Cutrona dan Russel (1987), dan General Self-Efficacy Scale 12 (GSES-12), yang dikembangkan oleh Bosscher dan Smit (1998). Uji validitas alat ukur menggunakan teknik Confirmatory Factor Analysis (CFA) dan teknik analisis data menggunakan teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dukungan sosial teman sebaya dan self-efficacy terhadap penyesuaian diri sebesar 35.4%. Artinya, proporsi varians dari penyesuaian diri yang dijelaskan secara bersama-sama oleh dukungan sosial teman sebaya dan self-efficacy adalah sebesar 35.4% sementara 64.6% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini

    109

    full texts

    283

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Dialog (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇