Rumah Jurnal STAIN Majene
Not a member yet
395 research outputs found
Sort by
Pembentukan Masyarakat Madani Melalui Pendidikan Islam: Jurnal el-Fakhru Vol.1, No. 1, Desember 2021
Keunggulan yang dimilki suatu bangsa dan negara tidak terlepas dari kemajuan masyarakatnya. Masyarakat yang berperadaban tinggi dan modern memiliki perbedaan dengan masyarakat primitif, tidak berbudaya dan awam. Masyarakat madani tidak muncul sekedar wacana saja, melainkan ada beberapa hal yang melatarbelakangi munculnya masyarakat madani. Disinilah pendidikan agama Islam mengambil peran dalam pembentukannya. Seiring dengan berkembangnya zaman fenomena baru mulai bermunculan di masyarakat, hal ini dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan Islam ditengah persaingan pendidikan masyarakat, tetap saja berusaha untuk eksis dengan beberapa perkembangan serta inovasi untuk kemajuannya dalam melaksanakan perubahan adat, budaya serta pola masyarakat dengan tetap menjaga toleransi antar umat beragama, hidup saling menghargai serta tolong menolong dalam membentuk masyarakat yang beriman, berilmu dan memiliki daya saing dalam hal teknologi. Sehingga yang menjadi perhatian bagi kita adalah peran pendidikan agama Islam, masyarakat madani dan pendidikan karakter
Korelasi Nilai Indeks Prestasi Kumulatif dengan Jumlah Hafalan Juz 30 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Majene: Studi Kasus: Data Mahasiswa Aktif Prodi PAI angkatan 2017 Jurusan Tarbiyah dan Keguruan STAIN Majene
Abstract
The purpose of the research that will be studied is to describe the close correlation between the Grade Point Average and the total memorization of juz 30 students of the Islamic Religious Education Study Program (PAI) STAIN Majene. The method used in this study to collect data is by means of direct interviews with students who will be used as research samples. Analysis of the data used to describe the close correlation between the two variables is using Pearson correlation analysis. The results obtained in this study that the close correlation between the grade point average and the number of memorizations juz 30 of students of PAI STAIN Majene obtained a positive correlation. So, the higher the GPA value, the higher the memorization of Juz 30 students while the correlation coefficient value was 0.187, which means the relationship between the two the variable is very weak, it means that the academic achievement value does not have much contribution with the large number of juz memorization obtained by the 2017 PAI study program students.
Keywords: Description of correlation, Grade Point Average
PERSPEKTIF AL-QUR’AN TENTANG KONTEN TARIAN VIRAL PARA MUSLIMAH PADA APLIKASI TIK TOK
Artikel ini membahas tentang perspektif Al-Qur’an terhadap konten tarian viral para muslimah di aplikasi Tik Tok. Disimpulkan bahwa banyak faktor penyebab para msulimah melakukan tarian tersebut yakni eksistensialisme yang ingin ditonjolkan oleh para muslimah, faktor gaya hidup yang membuat muslimah mudah mengikuti hal yang sedang viral, faktor lemahnya pengetahuan agama, dlln. Sedangkan dampak yang diterima para Muslimah yakni aurat mereka menjadi terbuka, mudah dilihat oleh lelaki non-mahram , memicu muslimah lain untuk mengikutinya dan dapat menyebabkan fitnah bagi muslimah itu sendiriDiperspektifkan kepada Al-Qur’an diantaranya Surat An-Nur ayat 31, Surat Al-Ahzab ayat 33 dan Surat Al-Ahzab ayat 59
Al-Ishlah Perspektif al-Qur’an
Al-Qur’an telah menyatakan dirinya sebagai kitab petunjuk yang dapat menuntun umat manusia menuju ke jalan yang benar. Selain itu, al-Qur’an juga berfungsi sebagai pemberi penjelasan terhadap segala sesuatu dan pembeda antara kebenaran dan kebatilan. Sejumlah pakar dan ulama yang berkompeten sejak awal telah melakukan penafsiran untuk mengungkap petunjuk dan penjelasan dari al-Qur’an. Namun demikian, keindahan dan kedalaman maknanya serta keragaman temanya membuat pesan-pesannya tidak pernah berkurang, apalagi habis meski telah dikaji dari berbagai aspeknya. Dalam interaksi sosial, konflik sering kali muncul dan sulit untuk dihindari. Hal tersebut timbul karena adanya konflik kepentingan antara individu dalam masyarakat. Bahaya dan dampak yang ditimbulkan dari konflik itu sangat buruk, dapat mempengaruhi dan bahkan menghancurkan berbagai sendi-sendi kehidupan masyarakat.[1] Untuk mencegah dampak buruk tersebut, maka Al-Qur’an memerintahkan kepada pihak-pihak yang berkonflik secara langsung atau tidak, agar mengadakan al-Ishlah
Konsep Amthāl dalam al-Qur’an
Amthāl (perumpamaan) merupakan salah satu cara Alquran untuk menyampaikan pesan dalam sebuah ungkapan yang indah. Amthāl juga salah satu bentuk kemukjizatan Alquran yang sruktur bahasanya menakjubkan. Ayat-ayat amthāl Alquran mampu menyampaikan suatu makna abstrak kepada fenomena yang konkret melalui penggunaan bahasa yang berupa kiasan. Allah memberikan berbagai macam perumapamaan dalam Alquran, di antaranya yaitu perumpamaan tentang cahaya, air, debu, tanah, surga, neraka dan lain-lainya. Salah satu fungsi amthāl yaitu untuk mengambil ‘ibrah, i’tibar dan hikmah. Untuk memahami ayat-ayat Amthāl dibutuhkan ilmu bayān, ma’āni dan badī’
Problematika Pembelajaran Bahasa Arab Via Daring di Indonesia
Di era saat ini, sistem pembelajaran yang diterapkan di Indonesia adalah sistem pembelajaran via daring (dalam jaringan) atau yang biasa disebut sistem pembelajaran online. Hal ini terjadi karena hadirnya sebuah jenis wabah baru di Indonesia yang bernama wabah Covid-19. Keberadaan wabah ini memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap seluruh bidang kehidupan, mulai dari bidang politik, pemerintahan, sosial, ekonomi, kesehatan, bahkan merambah ke bidang pendidikan juga. Dalam bidang pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa Arab saat ini mengharuskan untuk dilakukan secara daring atau secara online. Pembelajaran sistem daring ini memiliki banyak sekali kekurangan di dalam prosesnya. Khususnya dalam pembelajaran bahasa Arab tentu lebih sulit daripada pembelajaran bahasa Indonesia bagi kita, karena bahasa Arab adalah bahasa asing yang membutuhkan proses yang panjang untuk bisa menguasainya tidak seperti dengan bahasa Indonesia. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Arab via daring akan lebih sulit lagi karena harus melalui jaringan, bukan secara langsung (sistem tatap muka). Maka dari itu, penulis berusaha menyajikan berbagai problematika yang terdapat dalam pembelajaran bahasa Arab via daring di masa pandemi Covid-19 ini, beserta dengan solusi untuk menyelesaikan segala problem tersebut. Berdasarkan rujukan dari para ahli di bidangnya serta merujuk dari makalah, jurnal, serta buku-buku yang berkaitan dengan judul karangan ini. Dalam karangan ini pula penulis juga akan membahas tentang berbagai macam metode dan aplikasi pembelajaran bahasa Arab via daring yang digunakan di Indonesia serta kelebihan dan kekurangan dalam pelaksanaannya. Berikut akan kami bahas secara spesifik dalam karangan ini.
Kata kunci : problematika, pembelajaran, bahasa arab, darin
STRATEGI PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENYIMAK BAHASA ARAB
Keterampilan berbahasa Arab merupakan suatu hal yang wajib dikuasai oleh mahasiswa di program persiapan bahasa Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar. Salah satu keterampilan yang patut dikuasai adalah keterampilan menyimak, sehingga peran pengajar sangat penting dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif dan efisien dalam menunjang pencapaian kompetensi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pembelajaran keterampilan menyimak bahasa Arab. Metode penelitian menggunakan field research dengan pendekatan fenomenologi. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, prosedur pembelajaran yang dilakukan di program ini menggunakan metode Herbert (ekspository) perpaduan dengan metode al-sam’iyyah al-syafawiyyah (aural-oral) dan analisis masalah (tahlil-al-musykilah). Metode yang digunakan adalah metode al-mubasyarah (direct method), al-sam’iyyah al-syafawiyyah (aural-oral) dan al-ittisaliyyah al-tawas}uliyyah (komunikatif); Kedua, Teknik-teknik pembelajaran yang dipakai ada dua, yaitu teknik penyajian materi (teknik qira’ah al-nas}, syarh al-nass, al-istintaj, dan al-isti’ab) yang memfokuskan pada pembelajaran induktif (khusus ke umum) dengan menjadikan teks bacaan/dialog sebagai pusat pembelajaran bahasa dan latihan-latihan; dan teknik penyajian latihan menggunakan tiga teknik, yaitu tadribat al-anmat, al-dalaliyyah dan al-ittisaliyyah (ta’bir syafawiy dan muhadasah); Ketiga, Strategi evaluasi pembelajaran di Program ini ada tiga jenis evaluasi, yaitu evaluasi formatif test dilakukan pada saat berlangsungnya pembelajaran di kelas melalui latihan-latihan, sub sumatif dan sumatif test diberikan di tengah dan akhir semester. Jenis instrument penilaian adalah instrument tes berupa tes lisan, yaitu ta’bir syafawiy atau muhadasah dan tes tulisan, yaitu tes essay dan tes objektif. Kriteria penilaian berupa kemampuan mahasiswa dalam menyimak dan berbicara dengan kosa kata/kalimat-kalimat yang popular dan sederhana, serta dapat membaca dan menulis kalimat yang standar
Teaching Simple Past Tense Using Numbered Head Together (NHT) Strategy to Teenagers
This paper is intended to find out the effectiveness of Numbered Head Together (NHT) strategy in teaching Simple Past Tense to Teenagers. This study is experimental study which applied the pre-experimental design in one group pre-test and post-test design. The writer collected data by giving pre-test and post-test which are formulated in multiple-choice items contained 10 items. The data collected through pre-test and post-test which were firstly tabulated and analyzed in percentage. The sample of the research was the students from different high school in Masamba categorized as a teenager aged 15-16 years old consisting of 10 students. This study revealed that the use of numbered head together strategy is effective in teaching simple past tense for teenagers. It is proved by the result of the data indicating that there was a significant difference between the pre-test and post-test. The mean score in the pre-test was 39,00 and the mean score in the post-test was 82,00. The value of t0 (tcount) = 7,435, the value of tt (ttable) = 1,833 at the level of significance 5% (0,05) with degree of freedom (df) = 9. Based on the result, t0 (tcount) was higher than tt (ttable), it means that the numbered head together strategy is effective in teaching simple past tense to teenagers
PERAN KOMUNIKASI HUMAS DALAM PENYEBARLUASAN INFORMASI PEMBANGUNAN DAERAH: (Studi pada Humas Pemerintah Daerah Kabupaten Jeneponto)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran humas pemerintah daerah dalam penyebarluasan informasi pembangunan daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan penelitian adalah sekda, kabag humas, kasubag humas, staf kantor dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan, untuk mengukur efektivitas komunikasi terdapat 3 aspek yaitu: komunikator, pesan dan audiens. Komponen dari komunikator yaitu kredibilitas dan konteks yang dapat menimbulkan kepercayaan kepada komunikan. Pada komponen ini komunikator mampu menyampaikan informasi dengan baik dengan memberikan penjelasan yang mudah dipahami kepada masyarakat. Sedangkan komponen pesan yaitu content, clarity, channel, continuitas dan concitency. Pada komponen pesan, penyebaran informasi dengan memberikan data dengan menggunakan kata-kata yang mudah dipahami dan disebar melalui media secara konsisten dan terus menerus. Sedangkan audiens bisa dikatakan baik karena masyarakat puas karena informasi yang diperoleh sesuai dengan kemampuan masyarakat. Faktor pendukung berupa tersedianya sarana prasarana, kerja sama dan dukungan berbagai media sedangkan faktor penghambat yaitu terbatasnya anggaran untuk belanja media.
 
Epistimologi Teks dan Konteks dalam Memahami Al-Qur’an
Artikel ini membahas tentang diskursus antara teks dan konteks dalam memahami al-Qur’an. Disimpulkan bahwa upaya interpretasi dan pemaknaan al-Qur’an yang selalu berkutat dan bersembunyi di balik lafadh-lafadh teks akan menimbulkan kegamangan tersendiri. Hal ini akan tampak pada arus dinamika produksi makna al-Qur’an yang selalu kembali pada kedigdayaan teks. Sementara itu, upaya tekstualisasi atau penundukan al-Qur’an atas konteks tidak berarti dimaksudkan untuk mengeliminasi kesakralannya sebagai sabda Allah, tetapi justru dengan begitu, relevansi fungsi-fungsi al-Qur’an akan selalu hidup di tengah dinamika sosial historis manusia