Rumah Jurnal STAIN Majene
Not a member yet
395 research outputs found
Sort by
A Morphological Analysis of Derivational Affixes in the Video of Barack Obama’s Speech
This research analyzes the derivational affixes found in the video of Barack Obama's speech about education in 2016. This research was to find out the types of derivational affixes and to know the number of derivational affixes including prefixes and suffixes found in the video of Barack Obama's speech about education in 2016. This research used the descriptive qualitative method. The instruments used in this research were observation and documentation. The research finding of the last result showed that the total data of prefixes are 16 data, it consists of prefix ac-, re-, im-, pre- (1), in- (2), a- (2), un- (3). Meanwhile, the total data of suffixes are 47 data, they consist of suffix -ion (3), -ful (3), -ice (1), -ly (10), -ity (3), -ment (5), -ition (1), -ation (2), -ize (2), -y (3), -able (3), -al (1), -ial (1), -ible (1), -hood (1), -ance (1), -ic (1), -ive (1), -ness (1). Moreover, there are two types of derivational affixes are used in the video of Barack Obama's speech about education in 2016, they are class-changing derivational and class-maintaining derivational. The researcher hopes that the students are suggested to learn the use of derivational affixes. By learning the affixes, the students can improve their knowledge of new vocabularies. By knowing the roots, the readers can build the word by themselves
Nilai-Nilai Pendidikan Islam Pada Perjanjian Hudaibiyah Dalam Buku Al-Rahiq Al-Makhtum
Tulisan ini merupakan tulisan yang bersumber dari penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah buku al-Rahiq al-Makhtum karya Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri pada bab Perjanjian Hudaibiyah. Adapun sumber data sekunder yaitu berbagai buku dan jurnal yang berkaitan dengan judul yang diteliti. Metode pengumpulan data yaitu dengan observasi dan dokumentasi. Metode analisis data dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung pada Perjanjian Hudaibiyah dalam buku al-Rahiq al-Makhtum karya Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri pada sisi akidah, syariah, dan akhlak. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Perjanjian Hudaibiyah dalam buku al-Rahiq al-Makhtum karya Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri mengandung nilai-nilai pendidikan Islam dari sisi akidah, syariah, dan akhlak. Nilai pendidikan Islam pada sisi akidah yang terdapat dalam buku al-Rahiq al-Makhtum yaitu: Iman kepada Nabi Muhammad saw, Iman kepada malaikat, dan Iman kepada Allah swt. Nilai pendidikan Islam pada sisi syariah yaitu: ketaatan kepada pemimpin, perintah Shalat Khauf, strategi kepemimpinan, duta dalam perudingan, perintah untuk mengecek kebenaran informasi, baiat sebagai janji kesetiaan, perintah menyembelih hewan dan mencukur rambut, perintah untuk berdoa, wanita tidak disebutkan dalam perjanjian, dan larangan mempertahankan istri yang tidak beriman. Nilai pendidikan Islam pada sisi akhlak yaitu adab kepada istri dan rida terhadap keputusan pemimpin
TAFSIR SAINTIFIK TENTANG KECERDASAN: Penafsiran Mahmud Yunus Terhadap QS al-Nisa ayat 32
Salah satu corak tafsir yang cukup banyak mendapat perhatian bagi pemerhati tafsir al-Qur’an adalah corak tafsir ilmi atau yang kemudian dikenal dengan corak tafsir saintifik. Corak ini berupaya menjelaskan ayat-ayat al-Qur’an dengan cara menghubungkannya dengan pengetahuan ilmiah. Pengetahuan yang dimaksud berupa ilmu-ilmu umum semisal ilmu biologi, ilmu fisika, ilmu astronomi, ilmu psikologi dan lain-lain.
Artikel ini mengupas tentang penafsiran Mahmud Yunus terhadap QS al-Nisa’/4: 32 yang terdapat dalam karya tafsirnya Quran Karim. Dalam menafsirkan ayat tersebut, Mahmud Yunus berusaha keras menghubungkannya dengan salah satu bahasan dalam ilmu psikologi yakni kecerdasan. Salah satu karunia Allah dalam ayat tersebut yang diberikan kepada sebagian orang yang tidak boleh dihasuti adalah karunia yang berupa kecerdasan otak. Menurut Mahmud Yunus, dalam penelitian para ilmuwan kejiwaan, manusia yang memiliki tingkat kecerdasan otaknya rendah dari seluruh populasinya sebanyak 60 %, sementara orang yang memiliki tingkat kecerdasan otak sedang 19 %, dan orang yang memiliki tingkat kecerdasan otak tinggi atau diatas rata-rata hanya 1% saja.
Pandangan Mahmud Yunus dalam menjelaskan QS al-Nisa’/4: 32 ini, yang menghubungkannya dengan perkembangan ilmu psikologi (ilmu jiwa), -dalam hal ini perkembangan kecerdasan otak manusia - semakin membuktikan bahwa kitab suci al-Qur’an tidak akan pernah sepi dari pembicaraan hiruk pikuk perkembangan saintifik
PEMANFAATAN WHATSAPP SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK MASA PANDEMI COVID-19 PADA PESERTA DIDIK MTS NURUL JADID KABUPATEN MAMUJU
Learning process during the COVID-19 pandemic has various obstacles in its use. One of them is the lack of facilities such as cellphones, limited internet quota, and non-existent networks. It motivated/encouraged the researcher to conduct a research regarding the use of WhatsApp as AKIDAH AKHLAK learning media for students at Mts Nurul Jadid, Mamuju Regency. This research was conducted at Madrasah stanawiyah Nurul Jadid Mamuju in October 2020. The research used descriptive qualitative research with a phenomenological type.
The results of the study showed that (1) the teaching and learning process of Akidah Akhlak is carried out online using the whatsapp application. The teacher prepared the material and uploaded it into the whatsapp application, the learning process began with praying and then entered the core of learning. The closing was done by making conclusions and ended by praying. The evaluation is done by giving assignments to students in the form of worksheets that were uploaded to the WhatsApp application. (2) the online learning is done by instructing the students to study a certain material that has been given, conclude it, and do assignments through the whatsapp application. (3) the obstacles experienced in using the WhatsApp application as a learning medium are related to the availability of supporting facilities for online learning, lack of understanding of students with the material provided by the teacher, easily bored/lazy, unmonitored students’ activities, and less objective evaluation.
Keywords: WhatsApp, Online Learning Media, Pandemic Covid-19, Akidah Akhlak
IMPLEMENTASI BUDAYA RELIGIUS DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER DISIPLIN PESERTA DIDIK DI SMP NURUL ISLAM PROBOLINGGO
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap Implementasi Budaya Religius dalam Mengembangkan Karakter Disiplin Peserta Didik di SMP Nurul Islam Probolinggo.
Penelitian ini adalah penelitian Kualitatif dengan desain penelitian Studi kasus, dan Fokus studinya pada kegiatan Implementasi Budaya Religius dalam Mengembangkan Karakter Disiplin Peserta Didik di SMP Nurul Islam Probolinggo. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik Wawancara dengan mencari informasi, Observasi, atau pengamatan dan Dokumentasi sebagai bukti adanya penelitian.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ; (1) Strategi Yang Digunakan Dalam Implementasi Budaya Religius Dalam Membangun Karakter Disiplin Peserta Didik di SMP Nurul Islam Probolinggo adalah strategi pemanduan dan strategi pembaiasan, yakni pembiasaan sholat dhuhur dan pembiasaan (2) Faktor Pendukung Dan Penghambat Implementasi Budaya Religius Dalam Mengembangkan Karakter Disiplin peserta Didik adalah untuk faktor pendukung diantaranya adalah dukungan dari dewan guru dan sarana dan prasarana yang cukup memadai, sematara untuk faktor penghambatny adalah kurangnya kesadaran dalam diri siswa dan lemahnya pengawasan orang tua ketika siswa berada di rumah (3) Dampak Dari Implementasi Budaya Religius Dalam Mengembangkan Karakter Disiplin Siswa adalah siswa lebih disiplin dalam hal waktu dan siswa disiplin terhadap aturan sekolah maupun atauran agam
The Correlation between Students’ Vocabulary Mastery and Students’ Reading Comprehension
Vocabulary is one of essential language element which help student to comprehend the reading text. Students are able to understand what they read easily if they have amount of vocabulary. Therefore, this research was aimed to explore the correlation of student’ vocabulary mastery and reading comprehension at the second Grade of SMPN 1 Kolaka. This research used quantitative descriptive design. The design of this research was quantitative descriptive. The population of this research was the second grade students of SMPN 1 Kolaka which was consisted of eight classes. The total number of the population was 206 students. To take the sample, the researcher used purposive sampling that was class VIIIB, it was comprised of 26 students. To gather the data, the researcher used two kinds of test; vocabulary test and reading test. The data was analyzed by using the formulation of Pearson Product Moment Correlation Coefficient. The result of data analysis showed that rxy was 0.705 was higher than rt was 0.404 with the degree of freedom (df=N-nr) was 24. Meanwhile, from the result of hypothesis testing was α ≠ 0 or rxy was higher than rt which meant the score of vocabulary and reading was straight comparable. So that, H0 and H2 was rejected and H1 was accepted. It was indicated that there was a positive correlation between students’ vocabulary mastery and students’ reading comprehension at the second grade of SMP Negeri 1 kolaka in academic year 2017/2018
Online and Offline English Learning Systems: Perceptual from Teachers and Students
Current education issues are online and offline learning systems as a mitigation of learning loss. This study intends to investigate (1) the perception of the teachers and students on online and offline English learning systems and (2) The difficulties of teachers in online and offline English teaching-learning. The study attempted qualitative research. The subject of this study were two English teachers and students of SMPN 3 Tinambung. The data was gathered through questionnaires and interviews. The result indicates (1) The teachers’ and students’ perceptions towards online and offline English learning systems are determined by flexibility, interaction, and knowledge gained. In online learning, teachers have a negative perception of flexibility and interaction and a negative and positive perception of knowledge gained. Students have negative and positive perceptions of flexibility, a negative perception of interaction, and a positive perception of knowledge gained. Teachers and students have positively perceived flexibility, interaction, and knowledge gained on offline learning. (2) The teachers’ difficulties were they had no good internet access and students’ assessments in online teaching. The teachers’ difficulties in the offline class were the students less concentration and focus and classroom management. This paper implies that both online and offline systems have obstacles in the English teaching-learning proces
SURVEI KEBERHASILAN KEGIATAN OUTING PLUS 8 BAGI MAHASISWA KPI 2021
Abstract
The Islamic Communication and Broadcasting Study Program aim to prepare academics who have professional communication skills and skills in the field of broadcasting, both television and radio broadcasting. To realize alumni who have competence in this field, the Islamic Communication and Broadcasting Study Program IAIN Parepare carries out a training activity and provides basic competencies for the study program to new students every year. The activity in the form of training was called outing plus 8. To find out whether the activity was successfully carried out in accordance with its objectives and whether it had an impact on the participants, the researchers used quantitative research methods with a survey approach and used questionnaires as research instruments. This study uses Kirkpatrick's 4-level theory of training model.The results of the study show that outing plus 8 activities have a high success rate for KPI 2021 students.
Keywords : outing plus 8, broadcasting training, Success rate
Abstrak
Prodi komunikasi dan penyiaran islam bertujuan untuk mempersiapkan akademisi yang memiliki kemampuan berkomunikasi secara professional serta keterampilan dalam bidang penyiaran baik itu penyiaran televisi dan radio. Untuk mewujudkan alumni yang memiliki kompetensi di bidang tersebut maka, Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Parepare melaksanakan sebuah kegiatan pelatihan dan pembekalan kompetensi dasar prodi kepada mahasiswa baru setiap tahunnya. Kegiatan dalam bentuk pelatihan tersebut bernama outing plus 8. Untuk mengetahui apakah kegiatan tersebut berhasil dilaksanakan sesuai dengan tujuannya dan apakah memberikan dampak pada peserta, maka peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei dan menggunakan kuisioner sebagai instrument penelitian. Penelitian ini menggunakan teori 4 level model pelatihan Kirtpatrick. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan outing plus 8 memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi bagi mahasiswa KPI 2021.
Kata Kunci : Outing Plus 8, Pelatihan Broadcasting, Tingkat keberhasila
POLA KOMUNIKASI POLITIK REMAJA DI KECAMATAN RAPPOCINI MELALUI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL
Untuk melihat pola perubahan komunikasi politik remaja di Kecamatan Rappocini melalui penggunaan media sosial, peneliti menggunakan mixed methodology yaitu memadukan antara metode survey (kuantitaf) dengan metode kualitatif focus group discussion (FGD). Dalam penelitian ini, peneliti melakukan survey pada 50 responden yang terdiri dalam kategori remaja di Kecamatan Rappocini. Selanjutnya, untuk mendapatkan temuan data yang mendalam, peneliti mengelaborasi hasil temuan survey melalui focus group discussion (FGD) bersama 5 orang responden yang berpotensi menjadi narasumber yang mantab. Pemilihan responden FGD menggunakan purposive sampling. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran pola perubahan komunikasi politik remaja di Kecamatan Rappocini melalui penggunaan media sosial. Keterlibatan remaja pada partisipasi politik dalam konteks komunikasi politik dengan adanya media sosial yang hidup dan berkembang di tengah-tengah mereka. Selain itu, penelitian ini juga diharapakan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu komunikasi khususnya dalam konteks komunikasi politik dalam era media baru, terlebih untuk memetakan partisipan politik yang berasal dari kalangan remaja sebagai pengguna aktif media sosial
PENGARUH KOMUNIKASI DIGITAL E-BANKING TERHADAP PENINGKATAN MINAT NASABAH BERTRANSAKSI ONLINE : Studi pada Bank BTN Cabang Panakukang Makassar
Perkembangan industri perbankan menuntut untuk memiliki keunggulan yang kompetitif yang pada akhirnya memunculkan fasilitas teknologi informasi berupa e-banking. Komunikasi digital e-banking dilakukan dengan tujuan agar semakin banyaknya minat nasabah bertransaksi online yang tertarik untuk terus menggunakan layanan maupun jasa perusahaan perbankan. Lokasi penelitian dilakukan langsung di Bank BTN Cabang Panakukang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Tipe penelitian ini menggunakan analisa regresi linear sederhana dengan maksud mencari pengaruh antara variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y), dengan menggunakan pendekatan penelitian asosiatif. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder dengan jumlah responden sebanyak 97 nasabah. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan dokumentasi.
Komunikasi digital berpengaruh positif terhadap minat nasabah bertransaksi online di Bank BTN Cabang Panakukang, dengan nilai Sig. pada pengujian hipotesis, variabel komunikasi digital adalah 0.000 < 0.05 dan nilai t hitung 17.118 > t tabel 1.985. berdasarkan kedua asumsi tersebut komunikasi digital mempengaruhi minat transaksi online dengan nilai koefisien determinasi 0.755 atau dengan persentase 75.5%. Nilai tersebut mengandung arti bahwa variabel terikat (minat transaksi online) dapat diinterpretasikan oleh variabel komunikasi digital sebesar 75.5%