Rumah Jurnal STAIN Majene
Not a member yet
395 research outputs found
Sort by
SUAP DALAM Q.S. AL-BAQARAH/2: 188: (STUDI ANALISIS MA’NA-CUM-MAGHZA)
Kasus suap sangat merugikan negara dan berbahaya bagi kehidupan masyarakat karena dapat mempengaruhi tatanan sistem yang telah berjalan dengan baik. Perkara suap menggampangkan sebuah sistem untuk dirubah dengan mudahnya menggunakan uang sehingga akan terjadi ketidakadilan, kerugian, dan kekacauan dalam sebuah negara. Kasus suap menyuap ini telah dibahas oleh al-Qur’an dalam surat al-Baqarah/2 ayat 188 dan ayat ini yang akan diteliti untuk mengungkap kasus suap menyuap dalam pandangan Islam. Pada penelitian ini akan menggunakan pendekatan Ma’na-cum-Maghza dengan langkah-langkah sebagai berikut: Analisis ma’na ayat, penelusuran intertekstualitas dengan merujuk pada al-Qur’an, penelusuran intertekstualitas dengan merujuk teks-teks lain, analisis historis, dan terakhir analisis maghza ayat. Adapun hasil penelitian ini adalah suap menyuap mendapat kecaman keras dari surat al-Baqarah/2 ayat 188 yang menerangkan tentang janganlah sebagian dari kalian memakan harta sebagian yang lain dengan jalan yang tidak dibenarkan oleh agama atau dengan jalan yang batil dan kasus suap menyuap merupakan memakan harta dengan jalan yang batil. Suap menyuap kepada hakim sangat disoroti dalam ayat ini di mana bahaya yang sangat besar apabila dalam peradilan terjadi suap menyuap karena hal ini akan menjadikan hakim tidak adil dalam mengambil keputusan untuk para terdakwa.
Kata Kunci: Suap, al-Baqarah/2 ayat 188, Ma’na-cum-Maghza
NILAI-NILAI BUDAYA LOKAL NELAYAN PABBAGANG PAREPARE SEBAGAI SUMBER BELAJAR KONTEKSTUAL UNTUK PENANAMAN PENDIDIKAN KARAKTER
Abstract
This study aims to determine the local cultural values of pabbagang which can be used as a source of contextual learning. This research is a literature review research. Sources of data come from relevant studies. The data were analyzed carefully according to the research topic. The results of the research are generally the pabbagang community uses three types of bagan, namely bagan rakit, bagan tanam and bagan congkel. The local cultural values are the value of solidarity, the value of cooperation, the value of religious and the value of art. This is part of character building which is the goal of national education so that the local culture of pabbagang can be used as a source of learning for character building.
Keywords: Local Culture, Learning Resources, character building
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai budaya lokal nelayan pabbagang yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar kontekstual. Penelitian ini merupakan penelitian kajian pustaka. Sumber data berasal dari studi-studi yang relevan. Data dianalisis secara teliti sesuai dengan topik penelitian. Adapun hasil dari penelitian yaitu umumnya masyarakat pabbagang menggunakan tiga jenis bagan yaitu bagan rakit, bagan tanam dan bagan congkel. Nilai-nilai budaya lokal yang terdapat pada masyarakat nelayan yaitu nilai solidaritas, nilai kerjasama, nilai keagamaan/religius dan nilai keindahan /seni. Hal tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter yang menjadi tujuan pendidikan nasional sehingga budaya lokal nelayan pabbagang dapat dijadikan sebagai sumber belajar untuk penanaman pendidikan karakter
Kata kunci: Budaya lokal, Sumber Belajar, Pendidikan Karakte
Improving the Students’ Reading Comprehension by Using Think Talk Write (TTW)
This research was designed to improve the students` reading comprehension through Think TalkWrite at the first-grade students of SMKN 1 Lasusua. The research problem was “The readingcomprehension of the first- grade students of SMKN 1 Lasusua is low”. The design of this researchwas collaborative Classroom Action Research (CAR).In this research, there were two cycles. Thefirst cycle was not success because the result of the students’ test did not fulfill the KKM, so therewas the next cycle. The second cycle was success because the result of the student test achieved the KKM mandatory by the school. In addition, this research must get score of 70 to fulfill theMinimum Mastery Criterion – Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). It could be seen in the averagescore, it was 68.6 in the first cycle, and there were only 17 students from 35 students got greater score than or equal 70. This score increased to be 74.77 in the second cycle, there were 26 from 35students got score greater than or equal 70. It means that this research was successful. Based onthe findings, the conclusion is Think Talk Write strategy could improve the students` comprehensionin reading at the first-grade students of SMKN 1 Lasusu
The Use of Jargons of Clash of Clans Game by Makassarese Teenagers
Online Games are popular for Indonesian teenagers, and one of them is the Clash of Clans (COC). Each online game has specific terms. Those are known as jargon. This study is aimed to find jargons of Clash of Clans used by teenagers. It is qualitative research using a descriptive method. The result shows that there are seventeen jargons used by three teenagers. They are Archer Troops, Barbarian Troops, Wall Level 3, Wall Level 1, Town Hall 3 Starts, Mortar, Golem, Hogs, Wars, Builder, Hidden Tesla, Clan Castle, Giant, Healer, and Elixir. Those jargons are used in other contexts, out of that online game. the players use this jargon language by considering the things in real life with all of the things in Clash of Clans. So the jargon language from the game is accidentally said by teenagers in their real-life context
The Use of Scramble Game in Improving Students’ Grammar Achievement
Grammar has been a problem for the EFL learners around the world. It encourages researcher to conduct this research. This action research project aims to see the students’ grammar achievement by using scramble game. The design of this research was Classroom Action Research. This research ran the four steps: Planning the action, implementing, observing, and reflecting the action. The research was conducted in SMP Negeri 2 located in the cities of Kolaka, Southeast Sulawesi. The data of the study were obtained from the result of observation sheet and from the grammar test, which were taken during the implementation of the action. The data have been analyzed descriptively after collection. Two kinds of data were obtained, namely qualitative and quantitative data. At the end of cycle (post-test) quantity data were obtained from the tests. Qualitative data were taken from observation sheets and surveys conducted during the treatment cycle. The researchers found in the preliminary study that the grammar achievement of the students was low. The researcher applied two cycles, in the first cycle showed that 62.5 % students got the average value above 70, while 37.5 % students got the average value below 70. Minimum completeness criteria in this subject were 75% students got 70 or more. While in the second cycle, the results of the research in cycle II were 83 % students got the average value above 70, while 17 % students got the average value below 70. The results of the research concluded that, the implementation of scramble game in teaching grammar could improve the students’ achievement
Desire, Death and Sexual Politics in Gustave Flaubert’s Madame Bovary
This paper examines the interface of desire, sexual politics and death through a literary-critical study of Gustave Flaubert’s Madame Bovary. The study focuses on the characterization of Emma which allows for a more in-depth and thorough exploration of her psychology vis-à-vis the concepts of desire and death. Firstly, the study extensively explores the Girardian models responsible for Emma Bovary’s desire within the novel. It brings out to the surface the models or mediators (such as romantic fictions, or fashion magazines, or the luxurious life of the rich) responsible for Emma’s desire. These mediators create a void or vacuum in Emma, which need to be filled. This, as the study has shown however, is difficult to do because of sexual politics. Flaubert here suggests that a woman’s desire ends only with death – a patriarchal creed that preordains woman to live without desire. Here, then, lies the intersection between Emma’s desiring pleasure and the instinct of death drive. Therefore, the study examines, from Jonathan Dollimore’s paradigm, the extent to which Emma Bovary’s desire, as portrayed by Girard, creates an “ideal” in her mind and causes her death. The implication of this is that a woman only ascertains a freedom from the trauma of unfulfilled desire in death, a tragic irony that surrounds Emma’s moment of departure from the world as a conscious being
PERAN BALAI LATIHAN KERJA KOMUNITAS DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN SANTRI DI BIDANG DESAIN GRAFIS : PERAN BALAI LATIHAN KERJA KOMUNITAS DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN SANTRI DI BIDANG DESAIN GRAFIS
Penelitian ini membahas Peran Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) dalam Meningkatkan Keterampilan Santri di Bidang Desain Grafis Studi BLKK di Pondok Pesantren Kabupaten Agam. BLKK Pondok Pesantren di Agam dimulai pembangunannya 2019 dan dioperasikan tahun 2021 yaitu BLK Komunitas Pondok Pesantren Darul Makmur Baso dan BLK Komunitas Pondok Pesantren Tarusan Kamang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi lapangan yang bertujuan untuk mengetahui Peran Balai Latihan Kerja Komunitas di Pondok Pesantren di Kabupaten Agam dalam Meningkatkan Keterampilan Santri di Bidang Desan Grafis.
Hasil dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa Peran Balai Latihan Kerja Komuniats di Kabupaten Agam dapat meningkatkan keterampilan santri di bidang desain grafis melalui beberapa kegiatan melalui pembelajaran yaitu : Microsoft sebagai dasar untuk operasional computer bagi santri di BLK Komunitas di Pondok Pesantren Kabupaten Agam, santri dibekali penguasaan Microsoft Word, Power Point dan Exel. Kemudian mempelajari aplikasi corelDRAW untuk desain grafis, santri diberikan materi langsung dengan praktek membuat gambar sesuai dengan pembelajaran yang di terapkan di BLK komunitas mulai dari menetapkan suatu produk, filosofi suatu produk. Kegiatan pelatihan yang dilakukan oleh santri di BLK Komunitas Pondok Pesantren di Kabupaten Agam mendapatkan respon yang positif dengan antusias peserta pelatihan
PERANAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN AKHLAQUL KARIMAH SISWA DI SMA ISLAM PROBOLINGGO KELURAHAN SUKABUMI KECAMATAN MAYANGAN KOTA PROBOLINGGO
Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimana pelaksanaan pendidikan agama Islam, 2. Bagaimanakah peranan pendidikan agama Islam dalam upaya membentuk akhlak siswa di SMA Islam Probolinggo. Penelitian ini menggunkan metode kualitatif deskriptif. Menggunakan sumber primer dan sekunder. Adapun teknik pengumpulan datanya menggunakan metode observasi, metode interview, dan metode dokumentasi.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam tergolong cukup baik, hal ini dapat kita lihat dari hasil wawancara yang dilakukan dengan informan. Begitu juga dengan upaya remaja dalam membentuk akhlak tergolong baik, ini terbukti dengan banyak upaya yang dilakukan siswa salah satunya menjaga pergaulan, memilih pacar yang alim, penanaman pendidikan agama dari dini. Dari hasil analisis dan data yang diperoleh di atas dari penelitian ini, penulis berkesimpulan bahwa ada peranan pendidikan agama Islam dalam upaya menjaga virginitas remaja di SMA Islam Probolingg
أسلوب المدح والذم في سورة آل عمران (دراسة تحليلية بلاغية)
هذه الرسالة تبحث عن أسلوب المدح والذم في سورة آل عمران (دراسة تحليلية بلاغية)، وتبحث الباحثة الاسرار البلاغية لصيغة المدح والذم في سورة آل عمران. وإن في هذه البحث هو دراسة كيفية، أو نوعية لأنها تجمع البيانات من الكلمات وليس من الأرقام. وبيانات هذا البحث تسمى بالبيانات الكيفية. أن أسلوب المدح لغوية آيتان (2 آية) ويستخدم كلمة "نعم". وتركيبية 93 آيات، 38 آيات في المدح بذكر صفة الحسنة، 6 آيات في المدح بالإستفهام، 14 آيات في المدح بالوعد، 27 آيات في المدح بنفي الصفات الذم من المحمود ، 1 آية في المدح بالتشبيه، ثم 7 آيات في المدح بحرف النداء. وأما أسلوب الذم لغوية 5 آيات ويستخدم كلمة "بئس". وتركيبية 45 آيات، 8 آيات في الذم بإعطاء صفات سيئة لمذمة، 6آيات في الذم بالإستفهام، 23 آيات في الذم بالتهديد لمذمة، 3 آيات في الذم بالتشبيه، ثم 5 آيات في الذم بحرف النداء
METODE PENGAJARAN LATIHAN BAHASA ARAB TINGKAT MADRASAH TSANAWAYIAH ALIYAH, DARI SEGI KEMAMPUAN AL-ISTIMA’ AL-MUHADATSAH, AL-QIRA’AH, DAN AL-KITABAH" (PONDOK PESANTREN MODERN DARUL MAHFUDZ)
Metode Pengajaran Latihan Berbahsa Arab tingkat madrasah Tsanawayiah aliyah, dari segi kemampuan Al-istima’ Al-Muhadatsah, Al-Qira’ah, dan Al-Kitabah. Pondok Pesantren Modern Darul Mahfudz merupakan suatu keharusan dalam melatoh dari kemampuan mahir menyimak,bercakap membaca,Menulis dalam Thamril al-Lughoh penerapan bahasa arab di Pondok Pesantren Darul Mahfudz yang pada kemahiran berbicara kemahiran mendengarkan,Membaca,Menulis,maupun berbicara. Salah satu strategi atau alternative untuk melahirkan pembiasaan dalam penggunaan Bahasa Arab adanya limgkungan penerapan Bahasa Arab karena lewat ini menerapkan dan menciptakan model atau Metode Pengajaran Latihan Berbahsa Arab.
Oleh sebab itu salah satu upaya di lakukan memujudkan hal tersebut ialah menerapkan bahasa arab (Thamrin Al-lughoh di Pondok Pesantren Modern Darul Mahfudz )baik dalam Madrasah Tsanawiyah,Madrasah Aliyah dan Madrasag Diniyah (MDT).salah satu kontek pembelajaran Bahasa Arab termasuk keterampilan yang pokok dikuasai santri/santriwati dan merupakan salh satu tujuan akhir pembelajaran Bahasa Asing Jalannya pengembangan Metode Pengajaran Latihan Berbahsa Arab tingkat madrasah Tsanawayiah aliyah, dari segi kemampuan Al-istima’ Al-Muhadatsah, Al-Qira’ah, dan Al-Kitabah pembelajaran bahasa arab diawali oleh pemberian materi yang akan diajarkan belum menunjukkan hasil yang menggambarkan kecakapan santri/santirwati dalam berbahasa Arab secara aktiv produktiv.
Hasil penelitian ini menyatakan Bahwa untuk mengembangkan Metode Latihan Berbahsa Arab tingkat madrasah Tsanawayiah aliyah, dari segi kemampuan Al-istima’ Al-Muhadatsah, Al-Qira’ah, dan Al-Kitabah santi/santriwati harus dibekali dengan kemampuan-kemampuan dasar dalam berbicara berdialog menguasai cara menyimak,mendegarkan dan menambah mufradat /memperbanyak kosa kata, latihan muhadatsah dan lain sebagainya