Rumah Jurnal STAIN Majene
Not a member yet
395 research outputs found
Sort by
AT-TIBAQ DALAM SURAH AL-FATH
Artikel ini mengkaji tentang analisis Thibaq dalam surah Al-Fath. At- Thibaq adalah pembagian dari al- muhassinat al- ma’nawiyyah yaitu bersatunya dua kata dalam satu kalimat yang memiliki makna berlawanan.Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research), yaitu suatu penelitian yang di lakukan dengan cara mengkaji dan menelah berbagai literatur yang relevan dengan judul penelitian. Adapun sumber penelitian ada dua macam, yaitu sumber primer dan skunder. Sumber primernya adalah al-Qur'an surah Al-Fath. Sedangkan sumber sekundernya adalah buku-buku tentang balaghah, jurnal tentang balaghah, makalah-makalah tentang balaghah, internet dan lain-lain yang berkaitan dengan penelitian ini. Metode analisis yang digunakan adalah teori-teori Thibaq yang terdapat dalam ilmu Badi'. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam surah Al-Fath terdapat 9 ayat yang mengandung Thibaq yaitu ayat 2, 4, 6, 7,9,10, 14, dan 25.Semuanya merupakan Tibaq Jenis Ijab
- At-tibaq Wal Muqobalah Fi Suratil Furqon: -
Artikel ini membahas akan salah satu keindahan bahasa yang terdapat didalam al-Qur’an. Ilmu yang membahas tentang keindahan bahasa ialah ilmu balaghah. Salah satu fokus kajian yang terdapat didalam penelitian ini ialah at-tibaq dan al-muqobalah yang terdapat didalam surah al-furqon. At-tibaq merupakan kata yang berlawanan yang terdapat didalam satu kalimat. At-tibaq al-ijabi ialah dua kata yang berlawanan yang didalamnya idak terdapat nafy ataupun nahy. Sedangkan at-tibaq as-salb ialah pengungkapan suatu lafadz yang berlawanan dalam satu kalimat sekalipun keduanya terbentuk dari susunan lafadz fi’il yang sama tetapi salah satu dari keduanya didahului oleh nafy ataupun nahy. Dan adapun muqobalah ialah mendatangkan dua makna atau lebih yang berlawanan kemudian mendatangkan pengertian yang lain untuk menjelaskan pengertian yang tadi yang terdapat didalam satu kalimat. At-tibaq itu sendiri terbagi menjadi dua macam yaitu at- tibaq al-ijabi dan at-tibaq as-salb. Adapun Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian kualitatif dengan jenis penelitan studi pustaka. Adapun pengumpulan datanya dengan menggunakan dokumentasi yaitu dengan menelaah naskah-naskah baik dari berbagai buku cetak maupun jurnal ilmiah. Adapun analisis datanya ialah dengan menggunakan model interaktuf yaitu dengan kondensasi data verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan at-tibaq yang terdapat didalam surah al- furqon itu terdapat at-tibaq al-ijabi dan at-tibaq as-salb dan juga terdapat al-muqobalah. Adapun tibaq al-ijabi yang terdapat didalam surah al-furqon ialah sebanyak 12, sedangkan at-tibaq as-salb ialah sebanyak 2.dan al-muqobalah yang terdapat didalam surah alfurqon itu ada satu yang terdapat dalam surah ke-47
The Use of Project Based Learning (PBL) with Canva to Increase Students’ Activity
This study aimed to increase students’ activities in face-to-face learning through project-based learning with Canva. This research was one pre-experimental. The research subjects were students of SMAN 11 Pinrang class X MIPA 3, totaling 32 students. The data were collected using observation checklist tests with 5 indicators they are visual activities, oral activities, listening activities, writing activities and mental activities. The researcher was helped by four observers in observing students’ activities in three meetings. The data was then analyzed descriptively. The result of this study indicates that the first meeting was 72.49% and experienced a significant increase in the second meeting to 85.08 and the third meeting to 86.11 so that the average percentage of student learning activity observations in implementation project-based learning with Canva obtained a result of 81.22% in the active category. So, it can be concluded that students’ activity in using project-based learning with Canva at SMAN 11 Pinrang was increased
Classroom Discourse Analysis in Code Switching Used by the Lecturers at IAIN Parepare
Most of the lecturers in IAIN Parepare uses two or more languages in explaining some topics. This research was conducted to find out the types of code switching that the lecturers produce in the teaching process, and to find out the reasons of the lecturers in using code switching in teaching. The researchers applied descriptive qualitative research. The subject of this research was the lecturers of English Department at IAIN Parepare consisted of 2 male and 2 female lecturers. The data of this research were collected by observation checklist and interview. The obtained data were analyzed in three major phases namely data reduction, data display, and data verification. The result of this research shows that the types of Code-Switching used by the lecturers (both male and female lecturers) of English department are Situational Code-switching and Metaphorical Code-switching. About the factors or reasons, they use Code-switching because of many reasons namely: lack of knowledge, attending of a person that do not know the language, Stylistic device, and to impress another people. Besides the four factors, English lecturers also use Code-switching based on the other three factors that freshly identified by the researchers they are: to regain the students’ attention/focus, to clear up the explanation, and to create a different learning atmosphere
FUNGSIONALISASI BUDAYA LOKAL SEBAGAI ALTERNATIF SARANA DAKWAH DI ERA DIGITAL
Artikel ini bertujuan menjabarkan relasi agama dan budaya lokal yang termanifestasi pada konsep dakwah kultural beserta fungsionalisasinya di era digital secara deskriptif kualitatif. Digitalisasi dengan segala dinamikanya telah mengubah lanskap dakwah secara drastis. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memperluas lapangan dakwah yang memungkinkan pesan-pesan agama mencapai jangkauan yang ekstensif dan variatif. Fungsionalisasi budaya sebagai sarana dakwah dalam konteks ini menjadi semakin relevan dan penting. Fungsionalisasi budaya mengacu pada strategi penggunaan elemen budaya lokal sebagai alat menyampaikan pesan-pesan agama. Juru dakwah diharapkan mampu memberi interpretasi terhadap pesan-pesan dakwah yang tersirat dalam suatu tradisi agar benar-benar dapat berfungsi sebagai dakwah kultural. Hasil interpretasi kearifan lokal tersebut dapat disiarkan dengan mendayagunakan teknologi digital. Platform seperti media sosial, situs web, dan aplikasi seluler, memberikan akses yang mudah dan cepat untuk menyebarkan pesan keagamaan kepada seantero warganet di ruang digital
PERAN GURU PAI DAN ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN SIKAP SPIRITUAL PESERTA DIDIK
PAI Orang tua dan guru dapat berdampak pada bagaimana anak mengembangkan sikap spiritualnya. Pendidik pertama anak-anak adalah orang tua mereka. Dengan demikian, instruktur berfungsi sebagai pendidik kedua bagi anak. Sikap spiritual seorang anak harus dikembangkan dengan bantuan orang tua dan guru.
Penelitian ini bersifat kualitatif. Namun dilihat dari cara penyajian data secara deskriptif dalam penelitian ini. Metode observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan untuk memperoleh data penelitian ini. Meskipun metode analisis deskriptif kualitatif digunakan untuk analisis data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Meskipun terdapat perbedaan sikap spiritual peserta didik MTs Sunan Giri di Kota Probolinggo, sebagian besar mampu beribadah sesuai petunjuk, menerima yang dipersembahkan dengan ikhlas, bekerja dengan sabar, dan menerima dengan rasa syukur. . 2. Tanggung jawab guru PAI di MTs Sunan Giri Kota Probolinggo antara lain: a) meningkatkan pembinaan dan pemahaman keislaman; b) menguasai dan mempresentasikan mata kuliah secara efektif; c) mendorong peserta didik untuk terlibat dalam latihan spiritual; dan d) berperan sebagai panutan yang positif. 2. Tanggung jawab orang tua di MTs Sunan Giri Kota Probolinggo meliputi: a) membimbing anak menuju cita-cita yang diinginkan; b) memberikan bimbingan dan pengasuhan yang baik; dan c) memberi contoh yang baik. d). Lengkapi persyaratan untuk membantu peserta didi
UPAYA PREVENTIF GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK MENANGANI PERILAKU MEROKOK PESERTA DIDIK SMP NEGERI 2 TINAMBUNG KABUPATEN POLEWALI MANDAR
Perilaku merokok peserta didik dapat diatasi melalui perencanaan metode pendidikan terapan studi Islam dan langsung diaplikasikan di sekolah melalui bimbingan guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Salah satu hal yang dapat dilakukan oleh guru PAI untuk mengatasi hal tersebut adalah melalui upaya preventif dengan berbagai aspeknya. SMP Negeri 2 Tinambung merupakan salah satu sekolah yang peserta didiknya mempunyai perilaku merokok, menarik penulis untuk menjawab permasalahan terkait upaya preventif yang dilakukan oleh guru PAI dalam menangani perilaku merokok peserta didik. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian menujukkan bahwa upaya preventif guru PAI dalam menangani perilaku merokok peserta didik yakni: 1) informasi tentang bahaya merokok; 2) penegakan aturan sekolah tentang larangan merokok; 3) mengaktifkan kegiatan keagamaan di sekolah; dan 4) pembiasaan perilaku yang baik
PEMANFAATAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN INFORMASI PEMASARAN BTN LAPPA MAS SINJAI
Pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi telah memberikan dampak kemajuan terhadap dunia marketing, salah satu contoh dengan memanfaatkan teknologi augmented reality sebagai alat promosi yaitu aplikasi katalog berupa brosur 3 dimensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat teknologi komunikasi dan informasi pada sistem pemasaran BTN Lappa Mas Sinjai. Metode penelitian menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) adalah model proses pengembangan perangkat lunak yang bersifat incremental terutama untuk waktu pengerjaan yang pendek. Metode ini memiliki langkah-langkah antara lain: (1) Requirements, (2) Analisis, (3) Design, (4) Implementasi, dan (5) Testing. Hasil dari penelitian ini adalah pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi berupa teknologi augmented reality dapat membantu seorang marketing dalam memasarkan perumahan pada BTN Lappa Mas Sinjai, konsumen dapat melihat secara langsung bentuk rumah secara 3D dalam brosur atau ARTALOG. Dan sesuai hasil pengujian sistem informasi diperoleh melalui System Usability Scale (SUS) didapatkan bahwa nilai hasil akhir yaitu : 73,4 yang berarti memiliki Grade Scale B dan termasuk dalam kategori Good.
 
Integrasi Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba Oleh Badan Narkotika Nasional Ke dalam Hukum Pidana Islam
Artikel ini bertujuan untuk melihat integrasi upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional ke dalam hukum Pidana Islam. Dalam hukum pidana Islam, tidak disebutkan secara tegas aturan mengenai penanganan penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu, dalam hukum pidana Islam sanksi hukum bagi pelaku adalah ta’zir. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam bidang pencegahan, pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari melakukan sosialisasi bahaya narkoba di berbagai lapisan masyarakat, instansi pemerintah maupun di lingkup pendidikan. Sedangkan dalam bidang pemberantasan, pihak Badan Narkotika Nasional melakukan pemetaan jaringan untuk mengetahui daerah yang terpapar peredaran narkotika, lokasi masuk dan keluarnya distribusi narkotika serta mengetahui jaringan narkotika. Pihak Badan Narkotika Nasional juga melakukan penyidikan dan upaya peradilan jaringan sindikat peredaran narkotika. Jika melihat praktik pencegahan dan pemberantasan narkoba yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari dengan menggunakan teori pemidanaan dalam hukum pidana Islam, maka dapat dikatakan upaya yang dimaksud telah mencapai tujuan dari pemidanaan itu sendiri yakni berupa pencegahan, memperbaiki individu, dan memelihara kehidupan masyarakat. Selain itu, upaya yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba dapat dikatakan sejalan dengan inti dari teori maqasid syariah yaitu mewujudkan kebaikan dan menolak mudharat. Kinerja Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari dalam upaya mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba dapat menjadi masukan bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya hukum pidana Islam, yang secara tegas belum mengatur permasalahan penanganan penyalahgunaan narkoba
Proses Mandi Tujuh Bulanan Tradisi Masyarakat Banjar Di Kelurahan Selat Utara Kecamatan Selat Kabupaten Kapuas
Tradisi Mandi Tujuh Bulanan hingga saat ini masih tetap dilaksanakan dan berlaku bagi setiap wanita yang hamil anak pertama. Secara umum makna dari prosesi mandi tujuh bulan ini bermakna adalah agar dalam proses melahirkan nanti dapat berjalan dengan lancar dan selamat hal ini terlihat dari beberapa rangkaian proses yang dilakukan. Tradisi mandi 7 bulanan merupakan adat kebiasaan yang dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat banjar khususnya ibu yang hamil anak pertama pada usia kandungan memasuki 7 bulan. Upacara 7 bulanan adalah sebagai bentuk syukur kepada allah karean sebentar lagi bayi yang di kandung akan lahir ke dunia. Upacara ini di harapakan bisa menjadi doa untuk anak yang di kandung agar selalu taat kepada allah dan bisa bebakti kepada kedua orang tuanya. Ketika upacara di gelar, si ibu yang akan di mandikan berada pada dalam pagar mayang untuk di mandikan. Setelah selesai mandi 7 bulanan si ibu yang hamil tersebut rambutnya di sisir, di rias, dan di beri pakaian yang bagus. Upacara ini di akhiri dengan bersalaman sambil mendoakan kepada si ibu yang mandi tersebut. Penelitian ini menunjukan bahwa tradisi yang turun temurun tetap bertahan di tengah masyarakat, meskipun gempuran budaya modernisasi dan globalisasi budaya dengan dahsyat menerpa, hal ini disebabkan budaya Tradisional seperti mandi Tujuh Bulanan menjadi salah satu keyakinan yang diyakini oleh masyarakat secara kuat dan memberikan efek manfaat bagi masyarakat itu sendiri