Rumah Jurnal STAIN Majene
Not a member yet
395 research outputs found
Sort by
Fenomena Relegiusitas Terhadap Produktivitas Berdasarkan Pemikiran Monzer Kahf
Kebanyakan orang percaya bahwa semakin banyak ibadah, menjalankan sunnah, menyebarkan dakwah, dan sering pergi ke masjid, semakin sedikit produktivitas. Ini karena mereka lebih mementingkan kehidupan akhirat mereka daripada kehidupan dunia mereka, sehingga kehidupan mereka terlantar, kesejahteraan dunia mereka tidak diperhatikan, dan kebutuhan rumah tangga mereka tidak terpenuhi. Hal tersebut dibantah oleh Monzer Kahf, beberapa ide tentang ekonomi islam disampaikan oleh Monzer Kahf. Studi ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Data utama dikumpulkan melalui wawancara dengan marbot masjid di Alahan Panjang. Untuk melengkapi data dari sumber primer, penulis juga memakai sumber data skunder dari jurnal, buku, hasil riset dan sejumlah besar literatur atau studi akademik. Metode pengumpulan data termasuk wawancara dan observasi dengan marabot masjid Alahan Panjang. Teknik analisis data berupa penelitian kualitatif yang menghasilkan kata-kata. Hasil penelitian ini bahwa Praktik agama tidak menghalangi produktivitas. Pengalaman, dengan ketenangan batin yang diperoleh, maka akan menambah semangat bekerja dan meningkatkan produktivitas. Pengetahuan agama, dengan adanya pengetahuan agama dapat mendipsiplinkan waktu kerja. Pengamalan, dengan mengamalkan ajaran agama seperti tidak boleh mengurangi timbangan, tidak menghalangi produktivitas
Kajian Isytiqaq Dalam Memahami Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir
Artikel ini membahas tentang pentingnya isytiqaq dalam memahami Al-Quran dan Tafsir, yang meliputi pembehasan tentang pengertian isytiqaq, jenis-jenisnya (isytiqaq sughra, kabir, akbar, dan kubbar), serta bagaimana isytiqaq digunakan dalam pemahaman ilmu Al-Quran dan tafsir. Kajian ini menggunakan pedekatan kualitatif dengan menggunakan metode kajian pustaka. Hasil penelitian menjelaskan bahwa isytiqaq adalah proses pembentukan kata dengan cara mengubah bentuk kata dasarnya, yang memungkinkan terciptanya kata-kata baru dengan makna yang terkait. Isytiqaq sangat penting dalam pemahaman Al-Quran karena membantu untuk memahami makna-makna dalam teks secara lebih mendalam, kontekstual, dan akurat
SEX EDUCATION FOR SMART POPULATION: A Fundamental Mechanism in Enriching Human Security and Reduction Poverty
Poverty and human security are domestic problems that occur in many countries. This caused by the population continuing to increase and not being optimal in suppressing the population which increase every minute. Sex education is one of the solutions to reduce the population and explain that premarital sexual behavior continues to increase from year to year. For instance, the emergence of unwanted pregnancies, abortions, dropping out of school, and contracting non-communicable diseases. This study aims to examine the sex education for smart population to enriching human security and reduction the poverty. Due to the fact that such education would seek to empower people to make the right decisions with correct information on anatomy, contraception, and disease identification and prevention. The intended effects of the intervention include prevention of unintended births, prevention of AIDs and sexually transmitted diseases, and the prevention of overpopulation which can cause hunger and it will happen eventually in malnutrition everywhere
KEPEMIMPINAN PEREMPUAN: STUDI TENTANG PEMIKIRAN PROGRESIF TOKOH MUSLIMAH MANADO TENTANG HADIS MISOGINIS
Penelitian ini mengkaji pemikiran progresif para tokoh Muslimah di Manado terhadap hadis-hadis yang sering dikategorikan sebagai misoginis, dengan fokus pada isu kepemimpinan perempuan. Penelitian ini melibatkan 12 tokoh Muslimah yang aktif dalam organisasi keagamaan terkemuka seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muslimat NU Manado, Aisyiah, dan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT). Para tokoh tersebut juga memiliki peran penting dalam membina majelis taklim dengan aktivitas kajian yang terstruktur dan teratur. Dengan menggunakan teori hermeneutika, teori Mubadalah dan interpretasi tekstual-kontekstual, penelitian ini mengungkapkan bahwa para tokoh Muslimah tersebut memahami hadis-hadis yang terkait dengan kepemimpinan perempuan sejalan dengan teori hermeneutika understanding, kontekstual dan Mubadalah , dengan mempertimbangkan perkembangan zaman dan asbab al-wurud hadis mereka berpendapat bahwa hadis Ratu Kisra tidak dimaksudkan untuk mendiskriminasi perempuan, melainkan harus dipahami sebagai peringatan agar kepemimpinan dipegang oleh individu yang memiliki kapasitas dan kompetensi yang memadai, terlepas dari jenis kelamin
Students' Learning Needs Analysis in Learning English at SMAN 1 Campalagian Polewali Mandar
In SMAN 1 Campalagian, many students are not receiving an education that meets their diverse learning needs, as many teachers continue to use a "one size fits all" approach that fails to accommodate individual needs. This "one size fits all" approach can negatively impact academic achievement. The aim of this research is to identify senior high school students’ learning needs, specifically learning interest. The method of the research was a mix-method, integrating quantitative and qualitative data. The instruments of the research were questionnaires, which consisted of closed-ended questions such as voting surveys for getting the quantitative data and open-ended questions for getting the qualitative data. The sample for this research were the students in the eleventh grade of SMAN 1 Campalagian. In analyzing the data, the researcher applied two kinds of techniques, including quantitative analysis and qualitative analysis. Based on the data analysis, the most preferred topics among the students were legends, fairy tales, and fables. For the interest areas, the most preferred areas were music, fine art, and historical sciences. Additionally, regarding the mode of expression, the most preferred expressions are written, oral, and design. The reasons they chose these preferences were various. The findings indicate that the students have a variety of learning interests with their own reasons. They showed interest in various topics areas and modes of expression
Metode Pendidikan Akhlak Dalam Budaya Siriq Pada Masayarakat Mandar Di Desa Adolang Dhua
Kearifan lokal yang ada di Sulawesi Barat adalah budaya siriq. Budaya Siriq adalah budaya yang masih dipegang dan dipertahankan oleh Suku Mandar berbagai tantangan di era modernisasi yang hampir menggoyahkan dalam kehidupan dan pikiran masyarakat namun adat istiadat tetap hidup dan semakin kokoh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis Bagaimana Metode Pendidikan Akhlak dalam Budaya Siriq di Masyarakat Mandar serta mengetahui dan menganalisis faktor pendukung dan penghambat Penerapan Metode Pendidikan Akhlak dalam Budaya Siriq pada Masyarakat Mandar. Adapun metodologi yang digunakan pada penelitian ini dengan mengunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan Etnografi Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah Miles dan Hubarman. Teknis keabsahan data menggunakan triangulasi. Adapun hasil penelitian ini adalah 1) Metode Pendidikan Akhlak dalam Budaya Siriq pada Masyarakat Mandar di Desa Adolang Dhua, yakni a). Metode keteladanan (memberi contoh dan teladan yang baik)., b). Metode pembiasaan (ajaran atau budaya yang dilakukan secara berulang-ulang)., c). Metode nasehat, (memberikan pesan tentang pentingnya budaya siriq (rasa malu) bila tidak berakhlak., c) Metode hukuman dan hadiah (memberikan apresiasi berupa penghargaan dan memberikan teguran dan hukuman saat melakukan kesalahan). 2) Faktor Pendukung dan Penghambat Penerapan Metode Pendidikan Akhlak dalam Budaya Siriq di Masyarakat Mandar Desa Adolang Dhua, yakni., a) Faktor pendukung (seperti penguatan dalam Pendidikan Formal, Informal, Non Formal., b) Faktor Penghambat yakni 1) Faktor internal (berhubungan dengan kesadaran setiap individu sendiri). 2) Faktor Eksternal (berhubungan dengan pengaruh lingkungan seperti pergaulan bebas dan pengaruh modernisasi seperti penggunaan media sosial yang tidak terkontrol)
Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah, Dinamika Budaya Kerja Guru, serta Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pendidikan terhadap Kualitas Kinerja Pengajaran Guru
This study aims to analyze the impact of school principal leadership, teacher work culture, and educational facilities management on teaching performance of Madrasah Ibtidaiyah teachers in Tinambung Subdistrict, Polewali Mandar Regency. Conducted from October to November 2019, it utilized a mixed-method approach, combining qualitative and quantitative methods, with a survey design employing correlational analysis. The population comprised 30 teachers and principals, with a sample size of 30 Madrasah Ibtidaiyah teachers selected through census sampling. Multiple Regression Analysis was employed for data analysis, revealing a significant positive influence of school principal leadership, teacher work culture, and educational facilities management on teaching performance.
Paradigma Baru Ilmu Tafsir : (Tinjauan Kritis Atas Metode Penafsiran Muhammad Syahrur)
Artikel ini membahas paradigma baru ilmu tafsir yang fokus pada metode dan bentuk penafsiran Muhammad Syahrur dalam menafsirkan al-Qur’an. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat Pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Muhammad Syahrur menawarkan metode baru dalam memahami al-Qur’an yang dikenal dengan Qira’ah Mu’ashirah pembacaan kontemporer). Dengan metode tersebut, Muhammad Syahrur mengembangkan teori-teori yang terkesan berbeda dan lebih sesuai dengan konteks sekarang. Sejalan dengan hal tersebut, Syahrur menawarkan dua Pendekatan dalam menafsirkan al-Qur’an yakni pendekatan linguistik-saintifik dengan metode hermeneutika ta’wil, kedua adalah pendekatan dengan teori hudud dengan metode ijtihad. Melalui analisis dan pendekatan yang baru tersebut, maka hasil Penafsirannya pun termasuk baru dan berbeda dengan tafsir-tafsir sebelumnya (klasik).
This article discusses the new paradigm of the science of interpretation which focuses on Muhammad Syahrur's methods and forms of interpretation in interpreting the Qur'an. This research is a qualitative research that is library in nature. The results of this study indicate that Muhammad Syahrur offers a new method in understanding the Qur'an known as Qira'ah Mu'ashirah (contemporary reading). With this method, Muhammad Syahrur developed theories that seemed different and more appropriate to the current context. In line with this, Syahrur offers two approaches to interpreting the Koran, namely a linguistic-scientific approach using the hermeneutic ta'wil method, the second is an approach with hudud theory using the ijtihad method. Through this new analysis and approach, the results of the interpretation are also new and different from previous (classical) interpretations
Analisis Semiotik Ferdinand De Saussure Terhadap QS. al-Taubah (9): 123
Artikel ini bertolak dari adanya kasus kekerasan atas nama agama di Indonesia yang hanya mendasarkan aksinya pada pemahaman tekstual saja. Salah satu ayat Alquran yang rawan disalah pahami jika dibaca hanya secara tekstual berkaitan dengan masalah ini adalah Q.S. Al-Taubah (9): 123. Maka penulis berusaha mengungkap makna di balik ayat tersebut. Artikel ini merupakan studi pustaka (library research) dengan menggunakan teori sintagmatik-paradigmatik dan signifier-signified Ferdinand de Saussure sebagai pisau analisis, dan melihat penjelasan konteks tekstual dan historis ayatnya, untuk menemukan pemaknaan (signified) dari Q.S. Al-Taubah (9): 123 (signifier). Artikel ini menyimpulkan bahwa pemaknaan (signified) dari ayat tersebut adalah bahwa ayat tersebut menjelaskan tentang perintah bagi umat Muslim untuk berjuang, baik dengan mengangkat senjata, mencurahkan pikiran, harta, dll, melawan orang-orang kafir, yang memusuhi dan membahayakan umat Muslim atas nama agama, dengan tegas dan serius. Hal tersebut perlu dilakukan agar umat Islam terhindar dari orang-orang yang hendak mengganggu dan merusak agama
Tasybih Dalam Ilmu Balaghah: Balaghah
This article examines the concept In Tashbih study in al-Balaghah Science. This article uses a bibliography writing methodology using descriptive analysis methods, namely collecting data, compiling or clarifying, compiling and interpreting. In Balaghah, 3 major themes are found, namely Bayan, Maani, and Badi' knowledge. However, the object of this study is bayan science. Balaghah experts agree that the study of bayan science includes three things, namely Tasybih, Majaz and Kinayah. Tasybih is one branch of the discussion of Balaghah science in which there are explanations and parables. Tashbih is the first step to explain a meaning and a means to explain characteristics. With tashbih, we can increase the height of the meaning and its clarity and can make the meaning look more beautiful