Rumah Jurnal STAIN Majene
Not a member yet
395 research outputs found
Sort by
“I Better Not to Speak”: Micro-Culture and Identity Conflict of Female Muslim Students in Language Learning Classroom
This study investigates the identity conflict experiences of four female Muslim students involved in persuasive speech activities of a persuasive speech activity as part of Public Speaking course. The research aims to explore the micro-culture phenomena within the classroom, i.e. identity conflicts faced by the participants, strategies for identity negotiation, and the role of strategic investment in language learning. Case study approach was employed using purposive sampling based on classroom reflections at the end of the academic term to determine the participants. In-depth interviews were conducted with the selected participants in a confidential one-on-one setting. The findings contribute to understanding the relationships of micro-culture, identity conflicts and negotiation, and strategic investment in the context of language learning. The research highlights reflective process in relation to the experiences of female Muslim students and provides implications for creating inclusive and safe space for learning environments
Nigerian Undergraduates’ Awareness of Self-Regulation Strategies in ESL Academic Writing
This research focuses on investigating the awareness and perception of self-regulation strategies in academic writing among undergraduate students. Specifically, it aims to explore the level of undergraduates' awareness in various aspects of self-regulation, such as goal setting, adopting powerful strategies, self-monitoring, restructuring social and physical context, time management, self-evaluation, attributing causation to results, and adapting future methods. The study adopts a cross-sectional survey research design and includes a sample of eighty-seven (87) third-year undergraduates majoring in English in Nigeria. To collect data, a questionnaire was employed as the primary research instrument. The data collected were analyzed using the SPSS software to address the research questions of the study. The findings indicate the respondents’ moderate level of awareness regarding self-regulation strategies in ESL academic writing. This moderate level of awareness cuts across all aspects of self-regulation analyzed in this study. Based on the study's findings, several recommendations are proposed for both practical implementation and future research. These recommendations aim to enhance undergraduates' awareness of self-regulation strategies in ESL academic writing and improve their overall writing skills. Further studies are also suggested to delve deeper into the effectiveness and impact of various self-regulation strategies on undergraduate students' academic writing performance
Dakwah pada Masyarakat Transmigrasi di Kabupaten Mamuju (Studi Dakwah Struktural dan Dakwah Kultural)
Peranan Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan Kabupaten Mamuju dalam pembinaaan mental spritual warga transmigrasi cukup besar, dengan cara menetapkan dai ataupun mubalig sebanyak dua orang pada setiap unit permukiman transmigrasi di Kecamatan Kalukku, termasuk kelurahan Sinyonyoi. Model dakwah yang diterapkan adalah dakwah multikulturalisme dengan strategi dakwah inklusif karena obyek atau sasaran dakwahnya heterogen, baik agama maupun etnisnya. Tema atau pesan dakwah yang disampaikan para dai dan mubalig adalah nilai-nilai universal dalam setiap agama sehingga tidak menimbulkan ketersinggungan bagi penganut agama lain. Peranan tokoh agama dalam pembinaan kehidupan beragama masyarakat transmigrasi sangat besar, dengan pendekatan dakwah yang sama yakni dakwah inklusif. Tokoh agama berupaya memahamkan masyarakat bahwa keragaman atau pluralitas adalah sebuah keniscayaan, dan meyakinkan bahwa bersama keragaman terdapat persamaan. Mengedepankan persamaan dan memperkecil perbedaan akan melahirkan sikap toleransi. Peluang maupun tantangan yang ditemukan antara lain masyarakat transmigran sangat terbuka dalam menerima perubahan. Sangat mudah diarahkan, mudah menjalin kerja sama, sumber daya muballig semakin banyak yang lahir lembaga pendidikan tinggi di Sulawesi Barat maupun yang lahir dari pondok pesantren dan Organisasi Kemasyarakatan Islam. Tantangan yang perlu diantisipasi adalah maraknya aliran-aliran keagamaan khususnya yang berhaluan paham radikalisme, serta ketersediaan logistik dakwah sebagai penunjang aktivitas dakwah pemberdayaan umat
URGENSI BELAJAR MATA KULIAH BIMBINGAN KONSELING PADA MAHASISWA
Keywords :AbstractThis research is aiming at identifying the urgency or importance of counseling guidance for prospective educators. The method applied in this research is mix-method by using two approaches based on instrument and technique of data collection, namely, interview and spreading questionnaire in the form of google form which filled by lecturers and students of Tarbiyah Faculty IAIN Sorong about the urgency of learning counseling guidance course at Tarbiyah Faculty IAIN Sorong. All study programs learn counseling guidance. The result of the research depicted that in implementing this point, the learning of counseling guidance becomes one of the much needed courses to the students of Tarbiyah Faculty IAIN Sorong with positive responses based on interview and it is supported by the result of questionnaire data processing were at 78,6 %. The implication is that there must be a strong synergy between the lecturers and students in the form of guidance services, in this case, the competent lecturer of counseling guidance should provide guidance and direction to students who need
Digitalisasi Dakwah Berbasis Kearifan Lokal
Penggunaan teknologi digital untuk menyebarkan pesan-pesan dakwah dengan tetap mengapresiasi kearifan lokal masyarakat setempat adalah langkah dalam proses digitalisasi dakwah yang sangat penting, terutama di Indonesia yang memiliki keragaman budaya, suku, dan agama. Penting untuk memasukkan kearifan lokal sebagai dasar nilai dan pesan dalam upaya digitalisasi dakwah. Melalui artikel ini, penulis mendeskripsikan digitalisasi dakwah berbasis kearifan lokal masyarakat Indonesia melalui pendekatan riset etnografi virtual. Pemanfaatan teknologi digital secara bijak dapat berdampak signifikan terhadap penyebaran pesan-pesan keagamaan dan menjaga kearifan lokal di tengah dinamika modernisasi dan globalisasi. Digitalisasi dakwah yang mengintegrasikan nilai-nilai lokal turut membantu pelestarian budaya, mencapai sasaran dakwah yang lebih luas, mengadaptasikan dakwah dengan perkembangan zaman, memperkaya konten dakwah, serta memperkuat identitas agama dan bangsa. Adapun bentuk pelaksanaannya dapat bervariasi, tergantung pada preferensi setiap dai. Namun, secara umum dan praktis, digitalisasi dakwah berdasarkan kearifan lokal di Indonesia dapat diwujudkan melalui platform digital seperti media sosial, situs web, dan aplikasi mobile
Sejarah Muktazilah dan Pemikiran Teologinya Pada Masa Islam Klasik (80-240 H.)
Muktazilah merupakan salah satu aliran teologi yang muncul dalam sejarah perkembangan agama Islam. Aliran pemikiran ini dipelopori oleh salah satu tokoh muslim yang Bernama Washil Bin Atha’ (80-131 H.). Aliran ini dalam mengkaji dan mengembangkan agama Islam cenderung memakai akal pikiran sebagai tolok ukur dalam memandang sebuah hal. Aliran ini muncul pada masa Klasik untuk menjawab persoalan-persoalan yang muncul di kalangan kaum Muslimin yang memerlukan jawaban kritis terkait persoalan umat. Beberapa tokoh Muktazilah pada masa Klasik yaitu Washil Bin Atha’, Amr Bin Ubaid, Abu Huzail Al-Allaf, Al-Nazzam, Al-Jahiz dan lain-lain. Beberapa pokok ajaran aliran ini adalah al-Tauhid, al-Adl, Al-Wa’d wa al-Wa’id, al-Manzilah baina al-Minzalatain, dan al-Amr bi al-Ma’ruf wa al-Nahyu al-Mungkar. Jenis penelitian ini adalah penelitian Pustaka (library research) yakni penelitian yang objeknya menggunakan data Pustaka berupa buku-buku dan majalah yang relevan sebagai sumber datanya serta sumber pustaka lain yang sesuai denga judul artike
Relevansi Fungsi dan Tujuan Hukum Islam dalam Era Modern
AbstrakAgama, sebagai penuntun kehidupan dunia dan akhirat, memainkan peran sentral dalam Islam sebagai sistem hukum holistik. Hukum Islam memiliki empat fungsi utama, mencakup landasan ibadah, penegakan kebaikan, penyelenggaraan kehidupan keluarga, dan regulasi masyarakat. Pembentukan hukum Islam bertujuan untuk mencapai kemaslahatan manusia dengan memastikan pemenuhan kebutuhan dasar, kebutuhan sekunder, dan aspek pelengkap yang meningkatkan kesejahteraan.Korelasi yang mendalam antara hukum Islam dan pembinaan masyarakat terletak pada perannya dalam membentuk komunitas yang adil, sejahtera, dan bermoral. Hukum Islam bukan hanya sebagai panduan hukum, melainkan juga sebagai pedoman untuk menciptakan lingkungan yang memberdayakan. Selain itu, hukum Islam menjadi landasan bagi nilai-nilai pendidikan dan merangsang semangat pencarian ilmu pengetahuan, menjadikannya pijakan utama dalam membangun masyarakat yang berintegritas.
 
Sejarah Penulisan dan Pembukuan Hadis
Tujuan pada penulisam ini ialah untuk menegtahui perjalanan tentang sejarah dan pembukuan hadist dimasa lampau hingga masa sekarang. Tujuan lain ialah untuk menegtahui perkembangannya hadist yang tidak secara langsung terkodifikasi dengan sempurna sebagaimana dahulu alquran dibukukan karena banyak perselisihan serta keraguan para sahabat dalam menulis dan membukukan hadist. Metode didalam penelitian ini ialah penelitian Kepustakaan atau penelitian literature berisi teori-teori yang relevan masalah penelitian direkam oleh peneliti, data dikumpulkan dan dianalisis seluruhnya dari literature bahan dokumenter lainnya seperti tulisan di surat kabar atau media lainnya saat ini dan diteliti. Berdasarkan penelitian ini hasilnya ialah Perkembangan hadis pada Rasulullah masyarakat umat Islam masih terbilang kurang memahami hadis maupun menulis hadis Para sahabat dalam menjaga dan menghafal hadis secara akurat, yaitu dengan penghafalan, merekam, dan praktik. adanya masalah penulisan hadis, di antaranya yang pernah dilakukan oleh: Urwah, Al-Akhfasy, Al-Qa’nabi, Yahya bin Abu Katsir. Dalam pembukuan hadis ada beberapa periode yaitu dintaranyan Periode Pra Khulafa' Ar-Rasyidin, Periode Abad II dan III Hijriah hingga sampai Periode (656 H-Sekarang).
 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION DALAM PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK
Abstrak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif pada Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian dilakukan pada siswa kelas VIII MTs Alkhairaat Tavanjuka yang berjumlah 26 siswa. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus yang dimulai pada bulan Agustus dan berakhir pada bulan November 2021. Hasil awal yang diperoleh pada proses pembelajaran IPS di kelas VIII MTs Alkhairaat Tavanjuka ditemukan bahwa motivasi belajar siswa rendah sehingga mendapat nilai rendah. di bawah standar ketuntasan minimal ketuntasan belajar (KKM). Peneliti melakukan perbaikan hasil belajar dengan menggunakan tipe group investigation untuk meningkatkan nilai siswa berdasarkan standar ketuntasan minimal ketuntasan belajar yang telah ditentukan. Penulis berhasil melakukan perbaikan proses pembelajaran pada akhir siklus kedua. Dengan penerapan pembelajaran model investigasi kelompok, Target nilai siswa dapat dicapai pada akhir siklus kedua. Target penelitian berhasil dicapai, peningkatan hasil belajar siswa yang signifikan tercapai pada siklus II.
Kata kunci: Model Pembelajaran, Group Investigation, Prestasi Belajar
Effective Professional Development on Teaching at Islamic Boarding School: English Teachers’ Perspective
The objectives of the research are to find out (1) English teachers’ perspective towards the criteria of effective teacher’s professional development activities, (2) professional development needs on teaching in Islamic Boarding School, and (3) English teachers’ barriers to participate teacher professional development activities. This study was designed as descriptive qualitative research. The subject of data in this research was English teacher in Islamic Boarding School. This research took ten English teachers as the participants of the research which is collected through purposive sampling. Data collection techniques used were interview and observation checklist. The results of the study indicated that (1) there were five criteria of effective professional development activity mentioned by the teachers in Islamic Boarding School. Those were a match to existing teacher needs, teacher involvement in the design/planning of professional development activity, active participation oppurtunities, long-term engagement, and high quality instructor. (2) It was also found six features the teacher perceived as professional development needs by the teachers. Those were content and performance standards, clasroom management, Intructional practice, ICT teaching skills, and student discipline and behaviour problem. (3) There were three barriers which fit the existing features, those were no suitable development, conflict with work schedule, family responsibilities, negative attitudes towards courses, and health problem. Besides that, the researcher also found three kinds of barrier that was not fit with the existing barriers, those are transportation problem, unavoidable condition, and unreachable information. Then, two participants expressed that they did not have any barrier to participate in professional development activitie