Rumah Jurnal STAIN Majene
Not a member yet
395 research outputs found
Sort by
Komponen Evaluasi Pembelajaran PAI
Evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memainkan peran krusial dalam memastikan tercapainya tujuan pendidikan yang holistik mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Evaluasi yang komprehensif dan tepat memungkinkan pendidik untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam proses pengajaran, memberikan umpan balik yang berguna, dan terus meningkatkan kualitas pendidikan PAI. Faktor-faktor seperti metode evaluasi, keterlibatan siswa, dan umpan balik berperan penting dalam menentukan efektivitas evaluasi. Secara keseluruhan, evaluasi yang baik dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat untuk perbaikan kualitas pembelajaran
Kipo Moti: Nonverbal Communication of Mee Ethnic in Papua
Nonverbal communication has a vital role in social interaction. The majority of communication in social life involves nonverbal language. This research aims to (1) explore in depth Kipo Moti as the nonverbal communication of the Mee tribe in Papua and (2) discover the context of the use of Kipo Moti as the nonverbal communication of the Mee tribes in Papua. Research uses a qualitative approach with a descriptive design. A total of one subject was selected using the purposive technique with particular consideration. Open-ended questions are used in in-depth interviews and document analysis from online sources. Three sections made up the interview: The first section of the interview concentrated on the overall characteristics of the Mee tribe in Papua; the second section focused on the culture of the Kipo Moti, which is the nonverbal language of the Mee tribe; and the third section focused more on the Kipo Moti use as a nonverbal tongue in various contexts. The interview transcript results are analyzed using three phases that are taken from Gay et al. (2009). first reading/memorization, describing, and classifying. Research results show that Kipo Moti for the Papua Mee tribe is a form of nonverbal communication that expresses feelings of appreciation, love, respect, and pride toward one another or others. Furthermore, the Kipo Moti language can be used in a variety of situations to indicate three symbols; First. A symbol of friendship. Second. A symbol of peace. Third. A symbol of agreement
Students' Perceptions and Attitudes Toward the Use of Communicative Language Teaching (CLT) in Improving English Speaking Skill
Communicative Language Teaching (CLT) is an instructional approach that prioritizes the development of communication skills, utilizing language in contexts relevant to daily activities. However, its application, particularly in English speaking lessons, presents various challenges and difficulties for students. The primary objective of this study was to explore students' perceptions and attitudes toward the use of CLT in improving English speaking skill. This research adopted a descriptive quantitative design, with participants consisted of 55 third-semester students from the English Education Study Program at Universitas Khairun. Data were gathered through a Google Form survey containing a Likert scale-based questionnaire with 20 items. The data were subsequently analyzed by using mean scores and percentage distributions. The findings revealed that students generally held a positive view of CLT in English speaking instruction, as evidenced by an overall mean score of 3.79, corresponding to a "high" level of agreement, with 75.85% of respondents in the "agree" category. CLT was found to boost students' confidence in speaking English. Furthermore, students exhibited a positive attitude toward CLT, with an average attitude score of 3.7, indicating a "high" level of agreement, and 74% agreeing with the approach. This positive response is attributed to the variety, enjoyment, and engaging of the activities included in CLT. However, an area for improvement identified in the study is the alignment of English speaking lesson materials with the students' proficiency levels to ensure more effective learning outcomes
ETNOGRAFI KOMUNIKASI BISSU PADA BUDAYA RITUAL MAGGIRI DI SEGERI KAB. PANGKEP
Penelitian ini membahas tentang etnografi komunikasi Bissu dalam konteks budaya ritual Maggiri di kabupaten tersebut. Segeri, Kab. Pangkep. Bissu, sebagai kelompok masyarakat adat yang berperan penting dalam menjaga tradisi dan ritual keagamaan,. Metode etnografi digunakan untuk menggali secara mendalam bagaimana komunikasi pada masyarakat Bissu membentuk dan membentuk struktur sosial dan norma budayanya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan gaya penelitian lapangan. Informan dalam penelitian ini adalah Bissu yang ada di Segeri. Teknik memeperoleh data menggunakan dokumentasi, observasi, wawancara dan literatur. Hasil temuan menunjukkan bahwa: 1) nilai-nilai terpenting yang dimiliki masyarakat Bissu meliputi spiritualitas yang diungkapkan dalam doa atau nyanyian dan penghormatan terhadap leluhur melalui berbagai upacara kehormatan. Norma sosial yang mengatur tingkah laku dan interaksi dalam suatu masyarakat serta menjamin keselarasan dan kenyamanan dalam pelaksanaan ritual maggiri; 2) Struktur sosial komunitas Bissu bercirikan hierarki yang jelas, dengan para pemimpin Bissu memainkan peran sentral dalam komunikasi dan pengambilan keputusan.; 3) Ritual Maggiri mempunyai dampak yang signifikan terhadap kehidupan sehari-hari anggota Bissu, meliputi aspek spiritual, sosial dan ekonomi. Berpartisipasi dalam ritual ini memberikan rasa identitas dan kebanggaan. Ritual budaya Bissu maggiri masih dihormati dan dianggap sebagai bagian penting dari warisan budaya di kabupaten tersebut. Segeri, Kab. Pangkep
STRATEGI PENDIDIKAN SOSIAL PADA ANAK USIA DINI DALAM PERSFEKTIF AL-QUR’AN
Pendidikan sosial bagi individu dalam Al-Quran sangatlah penting. Al-Quran tidak hanya memberikan ajaran spiritual, tetapi juga memberikan pedoman tentang bagaimana berinteraksi secara sosial dalam masyarakat. Terdapat banyak ayat dalam Al-Quran yang menggarisbawahi nilai-nilai sosial, seperti kesetaraan, keadilan, kasih sayang, dan tanggung jawab sosial. Secara keseluruhan, Al-Quran memberikan landasan yang kuat bagi pendidikan sosial bagi individu. Al-Quran menekankan pentingnya menjaga hubungan yang baik dengan orang lain, baik dalam keluarga maupun dalam masyaraka, misalnya pada adalah Q.S At-Taubah: 71, Q.S Al-Ma’idah: 2, Q.S An-Nisa:114, Q.S Al-Hujurat: 13. Oleh karena itu, metode yang digunakan pada penulisan ini adalah penelitian bahan pustaka atau library research, di mana buku, tafsir, dan jurnal yang mendukung
KESADARAN EKOLOGIS; PELESTARIAN LINGKUNGAN DALAM AL-QUR’AN
The interaction of humans and the environment is inseparable. Human dependence on natural resources for their survival is threatened as a result of poor management and exploitation actions making environmental damage worse. The purpose of this interpretation research is so that readers better understand the nature of ecological awareness, verses about ecological awareness, and the urgency of ecological awareness. In this study, a qualitative approach is used with the Maudhu'i interpretation method. As for the results of the research conducted, that ecology is a science about the interaction of living things with their living environment. In Arabic the environment means al-bī'ah. Some verses that explain about ecological awareness are QS. Āli 'Imrān/3: 191; QS. al-Anbiyā'/21: 31; QS. al-A'rāf /7: 10; Qs. al-Qaṣaṣ/28:77; Qs. al-Baqarah/2: 60 Then in Qs. al-A'rāf /7: 56-58. The importance of increasing environmental awareness for humans, because we were created as caliphs (leaders on earth) managers who are responsible for the sustainability of life on earth, not only utilizing but also guarding nature as the mandate given by Allah
KESIAPAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM TAHAP IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU TAHFIDZUL QURAN
This research explains the readiness of Islamic Religious Education teachers in each stage of the implementation of the Merdeka Belajar Curriculum at Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) Tahfidzul Qur'an in Majene Regency. The purpose of this study is to understand the categories of each stage, namely the initial stage, the developing stage, the ready stage, and the advanced stage of Islamic Religious Education teacher readiness.
The type of research used is qualitative to study and understand social phenomena, individual or group behavior, and natural conditions. The data in this study were obtained through data collection through three techniques, namely interviews, observation, and documentation.
The results showed that the readiness of Islamic Religious Education teachers at the implementation stage of the Merdeka Belajar Curriculum at SD IT Tahfidzul Qur'an was divided into four stages, namely the initial stage, namely the teacher using an example prepared by the government. At the developing stage, the teacher adjusts to the examples provided by the government. At the ready stage, the teacher makes changes to the examples provided by the government. At the advanced stage, teachers develop by adjusting the needs of schools and students
BENTUK I’JAZ AL-QUR’AN PADA MASA KINI: KAJIAN AYAT AL-QUR’AN DAN RELEVANSINYA TERHADAP KEMAJUAN ILMU PENGETAHUAN
Penelitian ini membahas tentang tentang I’jaz Al-Qur’an berserta mu’jizat Al-Qur’an yang dapat dilihat pada masa kini dan Relevansinya dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Secara khusus tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hakikat i’jaz Al-Qur’an, segi-segi kemukjizatan Al-Qur’an, arah baru dalam memahami kemukjizatan Al-Qur’an pada masa kini, serta analisis relevansinya terhadap kemajuan ilmu pengetahuan Penelitian ini menggunakan metode library research. Sumber primer dalam penelitian ini adalah Al-Qur’an dan sumber sekunder yaitu berupa buku Ulum al-Qu’an dan literatur-literatur lain yang sehubungan tema pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakikat dari i’jaz Al-Qur’an adalah ilmu Al-Qur’an yang membahas mengenai kekuatan dari susunan lafal dan kandungan Al-Qur’an, hingga dapat mengalahkan ahli-ahli bahasa Arab dan ahli-ahli lain. Signifikansinya diharapkan mampu semakin memperkokoh keorisinalan AlQur’an, memperkokoh keyakinan umat Islam dalam beragama dan membuka hati para non muslim, menyelami luasnya lautan ilmu di dalam Al-Qur’an, menunjukkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya cocok untuk masa Nabi saja melainkan relevan sampai kapanpun. Relevansinya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah Al-Qur’an bukanlah buku ilmu pengetahuan dan teknologi namun mengandung isyarat ilmiah yang dapat dijadikan dasar dalam pegembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
Menangkal Pemahaman Radikal dan Fundamental Ideologi Transnasional Melalui Pendidikan Islam: Menangkal Pemahaman Radikal dan Fundamental Ideologi Transnasional Melalui Pendidikan Islam
Islam, yang dikenal sebagai agama rahmatan lilalamin dan mayoritas dianut oleh masyarakat Indonesia, menghadapi berbagai tantangan dalam konteks keberagamaannya. Salah satu masalah utama adalah munculnya ideologi transnasional yang memicu tindakan terorisme, sering kali didasarkan pada pemahaman radikal dan fundamental terhadap Islam. Untuk memahami isu ini, penulis menggunakan penelitian pustaka fenomologi dengan mengkaji pemikiran para cendekiawan, buku dan artikel jurnal ilmiah, peraturan dan kebijakan pemerintah, serta berita terkait radikalisme ideologi transnasional di Indonesia. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pencegahan dan penanggulangan radikalisme ideologi transnasional yang efektif bisa dimulai dari pengajaran Islam di madrasah, sekolah, pondok pesantrean, dan lembaga pendidikan formal maupun nonformal lainnya. Dengan ratusan ribu jumlah lembaga pendidikan Islam di Indonesia, memiliki peran penting dalam membina anak-anak dan remaja Muslim melalui penekanan prinsip wasatiyah atau moderat dalam setiap kegiatan belajar mengajarny
Dinamika Pemilihan Kepala Daerah: Menilik Putusan Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi dan Peraturan KPU RI
Indonesia sebagai negara demokrasi akan melaksanakan pemilihan kepala daerah. Tahun 2024 akan menjadi tahun politik spektakuler sepanjang sejarah perjalanan demokrasi. Hajat yang awalnya terpisah setiap daerah kini dilaksanakan serentak bersifat nasional. Dinamika yang terajdi kerap berubah-ubah seiring dengan berkembangnya tuntutan masyarakat dan pengaruh iklim politik. Perubahan yang terjadi dapat ditandai dengan dinamisasi gesekan keadaan terkini serta peraturan perundang-undangan pilkada itu sendiri. Jenis penelitian ini adalah library research, dengan pendekatan normatif dan sosiologis. Metode ini digunakan sebagai upaya untuk menjawab pertanyaan yang timbul sebagai sebuah dinamika pemilihan di Indoneisa. Dengan mengeksplorasi dan menganalisa keadaan sosial akan ditemukan jawaban atas dinamika perundang-undangan pilkada yang tidak terlepas dari gesekan berbagai arah, salah satunya adalah upaya kepentingan politik melalui lembaga negara seperti Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, dan KPU RI. Pemilihan kepala daerah tahun 2024 bukan hanya menjadi spektakuler karena serentak, tetapi keadaan yang penuh gejolak menjelang puncak pelaksanaannya