Rumah Jurnal STAIN Majene
Not a member yet
395 research outputs found
Sort by
KUALITAS LAYANAN INFORMASI PUBLIK PADA SITUS WEB STAIN MAJENE DENGAN MENGGUNAKAN WEBQUAL 4.0
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas layanan informasi publik pada situs web STAIN Majene dengan menggunakan model WebQual 4.0. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa selaku pengguna situs web STAIN Majene. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum situs web STAIN Majene memiliki kualitas layanan informasi publik yang baik. Pada aspek kegunaan, situs web STAIN Majene memiliki tingkat kualitas 74% dengan kategori baik. Pada aspek kualitas informasi, situs web STAIN Majene memiliki tingkat kualitas 73% dengan kategori baik. Pada aspek interaksi layanan, situs web STAIN Majene memiliki tingkat kualitas 73% dengan kategori baik. Namun, masih terdapat satu tingkat paling atas yang belum dicapai oleh situs web STAIN Majene yaitu kategori sangat baik. Hal ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengelola situs web untuk mengembangkan situsnya lebih baik lagi agar situs web STAIN Majene mencapai tingkat yang lebih tinggi. Saran bagi peneliti berikutnya adalah dapat menambahkan indikator yang mengukur kualitas layanan informasi publik dari perspektif pengguna yang berbeda, seperti perspektif dosen atau masyarakat umum
PENGARUH PENGGUNAAN EMOJI WHATSAPP DALAM MISUNDERSTANDING COMMUNICATION TERHADAP EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI
This article demonstrates the influence of WhatsApp emoji usage on misunderstanding communication and its impact on the effectiveness of interpersonal communication among university students. Emojis are icons, ideograms, or graphic symbols that represent a character and function to express emotions and ideas in digital communication. In this study, the researchers distributed questionnaires to 87 respondents and tested the hypotheses using simple linear regression analysis. The results indicate that the null hypothesis (H0) was rejected, showing that the independent variable, WhatsApp emoji usage (X), significantly influences the dependent variable, interpersonal communication effectiveness (Y).
Keywords: Emoji, Whatsapp, Misunderstanding Communication.
Abstrak
Artikel ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan emoji whatsapp dalam misunderstanding communication terhadap efektivitas komunikasi antar pribadi khusus Mahasiswa. emoji merupakan ikon, ideogram, atau simbol grafis yang mewakili sebuah karakter dan berfungsi untuk mengekspresikan emosi dan ide dalam komunikasi digital. Dalam penelitian, peneliti menyebar kuesioner responden sebanyak 87 orang dan diuji hipotesisnya melalui analisis Regresi linear sederhana. Hasilnya menunjukkan bahwa H0 ditolak sehingga variabel X penggunaan emoji whatsapp memiliki pengaruh terhadap variabel Y, efektifitas komunikasi antar pribadi.
Kata Kunci: Emoji, Whatsapp, Misunderstanding Communication
Indeks Literasi Digital Mahasiswa Program Studi Komunikasi Dan Penyiaran Islam STAIN Majene Angkatan 2019 - 2021
Media di era teknologi telah mengalami perkembangan signifikan hingga dikalangan pendidikan terdapat ketidak seimbangan dalam pengetahuan, dimana para pengguna media saat ini sangat dipengaruhi oleh efek media yang membawa perubahan dalam aspek sosial, pengetahuan dan tingkah laku.Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui Indeks Kemampuan Literasi Digital Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam STAIN Majene Angkatan 2019-2021. Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel penelitian yang digunakan sebanyak 110 dari 151 populasi, kemudian peneliti menyebarkan angket menggunakan Google Form terhadap mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam STAIN Majene Angkatan 2019-2021. Pengukuran indeks literasi digital dalam penelitian ini menggunakan pendapat A Global Framework of Reference on Digital Literacy Skills, yang terdapat 4 variabel diantaranya informasi dan literasi data, komunikasi dan kolaborasi, keamanan, kemampuan dan etika teknologi. Hasil dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa indeks literasi digital mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam STAIN Majene Angkatan 2019-2021 berdasarkan skor nilai dari keseluruhan variabel yang dihitung dengan menggunakan rumus Grean Mean yaitu sebesar 3,90 termasuk dalam kategori tinggi, karena berada diantara interval 3,5-4,2 artinya indeks literasi digital mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam STAIN Majene Angkatan 2019-2021 termasuk kedalam kategori baik atau dapat dikatakan tinggi
Transformasi Fungsi Platform WhatsApp Sebagai Media Dakwah Di Era 5.0
Tujuan mendeskripsikan transformasi fungsi platform WhatsApp sebagai media dakwah di era 5.0. Sehingga memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana WhatsApp telah beradaptasi dan berfungsi untuk penyebaran pesan dakwah, metode wawancara mendalam dengan pengguna WhatsApp. Observasi Partisipasi dengan mengamati interaksi dalam grup WhatsApp yang digunakan untuk berdakwah. Analisis konten dengan menganalisis pesan, gambar, dan video yang dipublikasikan di WhatsApp untuk mengidentifikasi strategi komunikasi yang digunakan. Dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis materi terkait penggunaan WhatsApp sebagai media dakwah. Hasil menunjukkan Teori Parsons, WhatsApp berfungsi sebagai alat untuk memperkuat integrasi sosial di kalangan komunitas Muslim. Pesan dakwah yang disebarkan melalui WhatsApp tidak hanya mengedukasi tetapi juga membangun solidaritas antar anggota komunitas. Dengan adanya fitur baru ini, proses dakwah menjadi lebih efisien dan cepat. Informasi dapat disebarkan secara luas dalam waktu singkat, yang menciptakan perubahan dalam cara masyarakat menerimanya, kita dapat melihat perubahan dalam cara orang berinteraksi dan menyebarkan informasi keagamaan, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi norma dan nilai dalam masyarakat. Sejalan dengan pandangan Durkheim bahwa perubahan dalam cara individu berinteraksi dapat mengubah struktur sosial secara keseluruhan. Kesimpulan penelitian yaitu pendekatan dakwah yang dilakukan mengalami perkembangan. WhatsApp bukan hanya sekedar aplikasi pesan tetapi juga menjadi media penting dalam menyebarkan dakwah di era digital yang semakin maju. WhatsApp telah beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan komunikasi dakwah. Penyampaian dakwah melalui fitur WhatsApp Channel dinilai efektif karena memberikan kemudahan bagi individu untuk menerima pesan-pesan agama sesuai dengan kenyamanan mereka. Dapat menjangkau berbagai kalangan, termasuk generasi Z yang lebih aktif di platform digital. Hal ini menciptakan peluang untuk menyampaikan pesan-pesan positif dan ajakan kepada kebaikan secara lebih efektif
DAMPAK PEMISAHAN KELAS ANTARA PUTRA DAN PUTRI DALAM PEMBELAJARAN (STUDI KASUS MTS AL-UTSMANI KAJEN)
Di Indonesia diskusi kelas antara putra dan putri atau berdasarkan gender adalah praktik yang masih umum ditemui di berbagai lembaga pendidikan. Pemisahan kelas ini seringkali didasarkan pada alasan aspek keagamaan, sosial budaya, sampai pedagogis. Namun, dengan adanya pemisahan kelas ini pasti memiliki dampak positif dan negatif sehingga perlu diteliti lebih lanjut. Sementara itu kebijakan yang diterapkan di MTs Al-Utsmani Kajen salah satunya adalah perbedaan kelas antara siswa putra dan putri karena profilnya menyatu dengan Pondok Pesantren Al-Utsmani dengan peserta didik semuanya bermukim di Pondok. Oleh karena itu, penulis melakukan studi dan penelitian untuk meninjau dampak ringkasan kelas antara putra dan putri dalam pembelajaran di MTs Al-Utsmani Kajen. Dalam karya ilmiah ini metode yang digunakan penulis adalah penelitian lapangan dan studi literatur. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dapat disimpulkan bahwa adanya ringkasan kelas ini hampir semua anak mampu memunculkan indikator yang menyebutkan jenis-jenis emosi yang dirasakan, seperti bahagia, sedih, dan takut. Jadi seperti yang penulis ketahui bahwasannya banyak putra putri yang bermukim di pesantren dan ada juga beberapa guru yang bermukim di pesantren sehingga dalam menerangkan materi mereka lebih leluasa terutama dalam mengajarkan mata pelajaran yang sangat sensitif.
Kata kunci: Pemisahan kelas, prestasi akademik, perkembangan sosial emosional
أهمية المعاجم في تعليم اللغة العربية لغير الناطقين بها
مستخلص البحث
الكلمات الأساسية: أهمية، المعاجم، تعليم اللغة العربية لغير الناطقين بها
أهداف هذا البحث: لوصف أهمية المعاجم في تعليم اللغة العربية لغير الناطقين بها. ونتائج البحث أهمية المعاجم هي: تساعد الطلبة على فهم معاني الكلمات، وتنمي الكفاءة اللغوية، وتساعد الطلبة على تخزين المفردات، وتعزز اكتساب المهارات اللغوية، وتساعد الطلبة على معرفة المعلومات النحوية والصرفية، وتنمي الذخيرة اللغوية، وتساعد الطلبة على التفريق بين المعاني، وتساعد الطلبة على معرفة المترادفات وأضداد الكلمة، وتسهل الطلبة في عملية الترجمة، وتحرص الطلبة على معرفة دلالة الكلمات
KOMPARASI DAKWAH BI AL-QALAM PADA MASA KENABIAN DAN MASA KEKINIAN
Artikel ini menyoroti perbandingan antara praktik dakwah melalui tulisan (bi al-qalam) pada masa kenabian dengan praktik yang ada pada masa kekinian. Metodologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-komparatif. Data historis dan kontemporer dianalisis untuk mengeksplorasi praktik dakwah bi al-qalam dalam konteks sejarah dan juga realitas masa kini. Dakwah bi al-qalam secara historis dan substansial bukanlah entitas yang baru ada, melainkan sudah dipraktikkan dalam perjuangan dakwah Rasulullah Muhammad saw. Persamaan dakwah bi al-qalam pada masa kenabian dan kekinian terletak pada aspek pesan, objek, tujuan, dan efeknya. Sementara perbedaannya terletak pada aspek subjek, bentuk, dan jenis medianya. Praktik dakwah bi al-qalam sejak masa kenabian hingga kini menandakan universalitas dakwah Islam, di mana sasarannya tidak terbatas pada kaum muslim saja, namun juga kaum kafir, serta tidak terbatas pada bentuk dan media tertentu, namun berkembang dinamis seiring kemajuan teknologi sebagaimana ajaran Islam yang senantiasa relevan pada setiap zaman dan tempat (saliḥ fī kulli zamān wa makān)
Pendidikan Agama Islam Upaya Deradikalisasi Di Lingkungan Perguruan Tinggi
Mahasiswa rentan terhadap radikalisme karena mudah disusupi paham politik dan agama yang radikal, mahasiswa lebih rentan terhadap ideologi radikal karena jiwa muda yang memiliki pemikiran jangka pendek dan kurang dewasa, serta masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah juga rentan terhadap janji-janji manis dan harta benda dari kelompok radikalisme tersebut, akibatnya mereka mudah direkrut menjadi pengurus organisasi radikalisme. Tujuan dirancangnya artikel ini adalah menganalisis, mengetahui strategi yang efektif, serta menyediakan rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan efektivitas peran pendidikan agama Islam dalam mencegah radikalisme di lingkungan perguruan tinggi dengan metode dalam artikel ini adalah metode kualitatif khususnya studi literatur. Artikel ini akan menghasilkan; 1) Peran pendidikan agama Islam dalam mencegah radikalisme di lingkungan perguruan tinggi dengan pemberian pemahaman yang benar, pembentukan karakter yang baik, serta penanaman nilai-nilai kemanusiaan. 2) Strategi dan metode yang efektif dalam mengimplementasikan pendidikan agama Islam sebagai upaya deradikalisasi dengan pengembangan kurikulum yang inklusif dan seimbang antara ajaran agama Islam yang moderat dan nilai-nilai toleransi melibatkan penyusunan materi pelajaran yang tidak hanya menekankan aspek keagamaan, tetapi juga memperkuat pemahaman tentang toleransi, pluralisme, dan menghormati perbedaan. 3) Rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan efektivitas pendidikan agama Islam dalam menangani isu radikalisme di lingkungan perguruan tinggi dengan menyusun kurikulum yang seimbang antara ajaran agama Islam yang moderat, pemahaman tentang toleransi, pluralisme, dan pencegahan radikalisme juga dapat memberikan pelatihan kepada dosen dan staf
Transformasi Kaligrafi Tradisional Ke Digital Sebagai Media Dakwah Era Baru
Kaligrafi merupakan salah satu media dakwah, namun tidak banyak orang yang bisa menulis kaligrafi Arab, hanya mereka yang memiliki bakat alami atau telah menerima pendidikan formal atau informal saja. Setelah hadirnya kaligrafi digital dari pemanfaatan teknologi membuat orang mudah membuat kaligrafi tanpa harus memiliki keahlian khusus. Penelitian ini mengeksplorasi transformasi kaligrafi tradisional ke dalam bentuk digital sebagai media dakwah di era baru. Dengan latar belakang perkembangan teknologi digital yang pesat, penelitian ini bertujuan untuk memahami proses transformasi tersebut dan dampaknya dalam konteks dakwah. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode library reserch (penelitian Pustaka), data dikumpulkan dengan memahami dan mempelajari teori-teori dari literatur yang relevan dengan penelitian tersebut menggunakan pendekatan deskriptif. Hasil studi menunjukkan bahwa transformasi ini tidak hanya mempertahankan nilai estetika dan religiusitas kaligrafi, tetapi juga memperluas jangkauan dan aksesibilitasnya. Teknologi digital memberikan peluang untuk variasi penyajian dan interaktivitas yang meningkatkan daya tarik dakwah. Kesimpulannya, transformasi kaligrafi tradisional ke dalam bentuk digital adalah inovasi yang memperkaya metode dakwah di era baru dan menjaga keberlanjutan seni kaligrafi di tengah perkembangan zaman
Pemberlakuan Hukum Islam Terhadap Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Tragedi Kanjuruhan
Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan hak mendasar yang dimiliki setiap individu sejak lahir dan dilindungi oleh hukum nasional maupun internasional. Dalam Islam, HAM dihormati dan dijunjung tinggi sebagai bagian dari fitrah manusia. Namun, pelanggaran HAM masih terjadi, seperti tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 korban jiwa akibat tindakan represif aparat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi dan kesesuaian hukum Islam, khususnya sanksi hukum pidana Islam seperti hudud dan qisas, dengan standar HAM internasional. Pendekatan yang digunakan meliputi kajian literatur dan analisis kasus untuk mengeksplorasi putusan hukum yang adil bagi pelaku pelanggaran HAM dalam perspektif Islam. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang hubungan antara hukum Islam dan prinsip-prinsip HAM