Rumah Jurnal STAIN Majene
Not a member yet
395 research outputs found
Sort by
Speech Act Analysis in Nurse-Patient Communication
In the medical field, communication between nurses and patients is essential since it can influence patients' comprehension of medical situations and adherence to therapy. With an emphasis on the many kinds of illocutionary speech acts and their pragmatic meanings, this study attempts to investigate speech acts utilized in nurse-patient communication. This study employs a qualitative research method and descriptive approach. The study, which was carried out at Daya Hospital in Makassar, revealed the many speech acts—representative, directive, expressive, declarative, and commissive—that nurses and patients employ when communicating. Nurses commonly use directive speech actions when communicating with patients in order to provide care and take action. Patients commonly use expressive speech acts to express all of their feelings, illnesses, and concerns. Appropriate and effective speaking actions can benefit patients and nurses, speed up the healing process, and create a pleasant environment
Penerapan Prinsip Manajemen Dakwah dalam Meningkatkan Kualitas Muhadhoroh di Pondok Pesantren Tahfiz Qur’an dan Hadist Al Faiz
Muhadhoroh merupakan kegiatan latihan pidato atau ceramah yang berfungsi sebagai media pelatihan dakwah bagi santri, sehingga kualitas pelaksanaan muhadhoroh sangat berpengaruh terhadap kemampuan santri dalam menyampaikan dakwah secara efektif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji penerapan prinsip manajemen dakwah dalam meningkatkan kualitas muhadhoroh di Pondok Pesantren Tahfiz Qur’an dan Hadist Al-Faiz. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi setiap prinsip manajemen dakwah diterapkan dan dampaknya terhadap peningkatan kualitas muhadhoroh. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kegiatan muhadhoroh yang dilaksanakan secara rutin setiap minggu telah dirancang dengan sistematis, terstruktur dan mengacu pada empat prinsip manajemen dakwah yaitu amar ma’ruf nahi mungkar, keseimbangan antara dunia dan akhirat, akhlakul karimah dan efisiensi. Dengan menerapkan prinsip tersebut, santri mampu memahami dan mengaplikasikannya dengan baik dan menjadi lebih terarah dalam menyampaikan pesan dakwah, bersikap sopan, mengedepankan nilai-nilai kebaikan, serta mampu menyampaikan ceramah secara efektif dan bertanggung jawab sesuai dengan tujuan dakwah Islam
VERNAKULARISASI DALAM TAFSIR AL-IKLIL: STUDI ANALISIS AYAT AYAT HIDANGAN SURGA
Abstrak
Latar belakang penelitian ini ditetapkan pada fenomena vernakularisasi dalam penafsiran Al-Qur'an, khususnya dalam konteks masyarakat Jawa yang kaya akan tradisi budaya lokal. Persoalan utama yang dikaji adalah bagaimana proses adaptasi budaya lokal, termasuk bahasa, tradisi, dan adat istiadat, mempengaruhi penafsiran ayat tentang hari raya surgawi dalam Tafsir Al-Iklil karya KH Mishbah Musthofa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik vernakularisasi ini dan memahami dinamika hubungan antara teks suci dan konteks budaya lokal dalam tradisi tafsir Nusantara. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif, melalui analisis isi yang membandingkan penafsiran ini dengan sumber-sumber lain dan mengeksplorasi penggunaan unsur-unsur budaya dalam penafsiran tersebut. Temuan utama menunjukkan bahwa KH Mishbah Musthofa menginternalisasi unsur-unsur budaya Jawa, seperti bahasa Pegon dan makna gandul, serta mengadaptasi penafsiran ayat tersebut dengan konteks sosial dan budaya setempat, misalnya dalam menafsirkan kata "ma'īn" sebagai "sajeng" atau "nira." Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa vernakularisasi bukan sekedar penerjemahan bahasa, tetapi juga merupakan bentuk adaptasi pesan dan nilai-nilai Islam, yang menyuburkan dan memperkuat relevansi pesan-pesan keagamaan dalam kehidupan masyarakat setempat
Pemberdayaan Sosial Perspektif Hadis (Analisis Hermeneutika Hadis Kontekstual)
"Understanding the Prophet's hadith is not only about textual transmission, but also about the practice and spirit of the teachings. The Prophet's hadith always contain important messages that are inseparable from the Prophet's presence and position as the Messenger of the Ummah. However, today, the Prophet's hadith seems to be practiced only in formal settings, such as the Prophet's dress, use of the siwak, and so on. In fact, the Prophet's hadith contain a strong moral message, concern, and agenda for social change. This article poses three questions: what is the concept of social empowerment contained in the hadith? What is the historical context of the hadith regarding social empowerment? And how can we contextualize the hadith regarding social empowerment?. This article uses a hermeneutical analysis of hadith, exploring the meaning of social empowerment in the hadith and its relevance to today's context. Using this analytical method, several findings emerge: (a) Matan أَيُّ الْكَسْبِ أَطْيَبُ؟ قَالَ: عَمَلُ الرَّجُلِ gives the message that humans need to rely on their potential in working and improving their lives. The wording of the hadith اذْهَبْ فَاحْتَطِبْ gives the message that humans need to eliminate the inlander mentality, begging and throwing away social prestige; (b) the hadith has a historical context of Arab reality in the form of social classes giving birth to a society with a marginal, low mentality, loss of life spirit and the proliferation of the inlander mentality and begging. (c) The contextual meaning of the hadith regarding social empowerment is relevant to today's conditions, where the phrase "'Amal Rajul Biyadihi'" can be interpreted as doing anything, whether manual labor or soft work (office work), to meet the necessities of life. Another message is that a weak mentality and the Fear of Missing Out (FOMO) are important to eliminate. Humans must be close to social reality and grow stronger from the social issues they face
GERAKAN DAKWAH AL-WASATIYAH PONDOK PESANTREN AN-NAHDLAH MAKASSAR
Abstrak
Tulisan ini memberikan Konsep gerakan Dakwah al-Wasat{iyah secara umum di Pondok Pesantren An-Nahdlah Makassar, mengikuti Ahl al-Sunnah Wa al-Jama’ah di kalangan Nahdlatul ‘Ulama. Bidang aqidahnya mengikuti yang dipelopori oleh Imam al-Asy’ari dan Imam al-Maturidi, dibidang fiqhi mengikuti mazhab Syafi’i, dibidang tasawwuf mengikuti Imam Junaidi al-Baghdadi dan Imam al-Gazali Dakwah al-Wasatiyah khususnya pada Pondok Pesantren An-Nahdlah Makassar, kedua Pola Gerakan Dakwah al-Wasatiyah pada Pondok Pesantren An-Nahdlah Makassar ditemukan beberapa strategi diantaranya, budaya keilmuan, budaya keagamaan, dan budaya menulis. Studi penelitian ini menggunakan kualitatif dan pendekatan penelitian yang digunakan; normatif, fenomenologis, dan pendekatan komunikasi. Implikasi dari hasil penelitian ini, Membutuhkan kepemimpinan figur seorang kiai, para ustadz/ustadzah dalam menjaga nilai-nilai Islam rahmat lil al-Alamin diharapkan menjadi benteng dakwah yang mencerahkan seluruh umat
The Contestation of Authority Among Traditional Leaders in Sungai Penuh City in Determining the Direction of the Qibla
This study examines the differences among traditional leaders in determining the direction of the qibla for public cemeteries of indigenous communities in the village of Hamparan Rawang, Sungai Penuh City. Traditional leaders claim that their respective communities' graves face the correct direction of the qibla. The purpose of this study is to explain the causes of these differences and the methods used to determine the direction of the qibla for cemeteries. This study uses a qualitative method with data collection techniques through observation, interviews, and literature review with descriptive analysis. The results of this study indicate that the cause of the contestation between indigenous groups is due to several factors, namely differences in customs, ideology, and interpretation of religious values towards culture. In determining the direction of the qibla, traditional leaders only use two methods, namely: first, referring to the graves of ancestors or previous graves. Second, following the direction of the nearest mosque
Analisis Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa di Desa Kuajang Kecamatan Binuang Kabupate Polewali Mandar
Penelitian ini bertujuan: untuk menganalisis akuntabilitas pengelolaan dana desa di Desa Kuajang Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar. Variabel penelitian ini adalah akuntabilitas pengelolaan dana desa yang diukur dengan menggunakan indikator yang ada dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa. Subjek penelitian ini adalah seluruh laporan pengelolaan dana desa dan dokumen-dokumen dan aparat yang mendukung proses pengelolaan keuangan dana desa di Desa Kuajang Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar. Fokus penelitian ini adalah laporan pengelolaan dana desa dan dokumen-dokumen yang mendukung yakni tahun 2022 yang merupakan proses pengelolaan dana desa serta aparat desa yang berkaitan dengan pengelolaan dana desa di Desa Kuajang Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar. Aparat desa yang dimaksud adalah Kepala Desa, Sekretaris Desa, Bendahara Desa dan Ketua BPD. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dokumentasi dan wawancara. Analisis data yang dilakukan dengan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan pengelolaan dana desa di Desa Kuajang Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar, pada tahap penatausahaan sudah sesuai, kemudian pada tahapan Perencanaan dan pelaksanaan cukup sesuai, serta pada tahap pelaporan dan pertanggungjawaban kurang sesuai dalam menerapkan tahapan Permendagri Nomor 20 tahun 2018
TAKHRIJ HADIS ISRA’ WA AL-MI’RAJ (STUDI ANALISIS : KITAB HASYIAH AD-DARDIR ‘ALA QISHAT AL-MI’RAJ KARYA SYEKH AHMAD AD DARDIR)
Penelitian ini berfokus pada kajian takhrij hadis mengenai peristiwa Isra’ wa al-Mi’raj yang tercantum dalam kitab Hasyiah Ad-Dardir ‘Ala Qishat al-Mi’raj. Peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa luar biasa yang dialami oleh Nabi Muhammad Saw. dan menjadi bagian penting dalam ajaran akidah Islam. Oleh karena itu, penting untuk memahami secara spesifik dalil yang menjadi landasan dari peristiwa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri, menganalisis, serta mengidentifikasi kualitas hadis yang memuat kisah tersebut dalam kitab tersebut. Masalah utama yang diangkat adalah banyaknya penyampaian kisah Isra’ wa al-Mi’raj oleh para penceramah, namun tanpa kejelasan akan sumber dan kualitas hadis yang digunakan. Dengan pendekatan library research, penelitian ini menggunakan metode takhrij hadis melalui Mu’jam al-Mufahras untuk menelusuri matan dan teks hadis secara mendalam serta dibarengi dengan aplikasi Perpustakaan digital “Maktabah Syamilah”. Melalui proses ini, ditemukan bahwa kitab Hasyiah Ad-Dardir ‘Ala Qishat al-Mi’raj menyajikan kisah yang bersandar pada dalil yang kuat dengan keabsahan yang dapat dipertanggungjawabkan. Satu hadis utama yang dikaji dalam kitab tersebut dinyatakan memiliki derajat Shahih li Dzatihi, dan penjelasan syarah-nya mendukung bahwa kisah tersebut disampaikan berdasarkan hadis yang valid dan dapat digunakan sebagai rujukan pembelajaran.
 
PEMAHAMAN REMAJA MUSLIMAH ATAS HAK PERKAWINAN: STUDI HUKUM ISLAM PADA KOMUNITAS RESIK
Penelitian kualitatif-deskriptif ini mengkaji bagaimana remaja Muslimah di komunitas RESIK (Remaja Masjid Al-Irsyad Kaluppang) memahami dan mempraktikkan hak-hak perempuan dalam perkawinan Islam. Data dihimpun melalui kuesioner Google Form, wawancara semi-terstruktur, dan observasi partisipatif; dianalisis secara tematik mengikuti Miles–Huberman, dengan triangulasi serta member checking untuk menjaga keabsahan. Hasil menunjukkan kesenjangan antara pengetahuan normatif yang kuat, hak persetujuan atau penolakan, mahar, nafkah, hingga akses perceraian dan implementasi praktis yang kerap terhambat otoritas keluarga, internalisasi ketaatan, serta sosialisasi patriarkal. Paparan trauma vicaria (menyaksikan rumah tangga tidak adil) memperkuat orientasi defensif terhadap perkawinan, sementara aktivitas masjid belum optimal sebagai kanal literasi hukum yang sistematis. Di sisi lain, responden memiliki kesadaran hermeneutis bahwa prinsip Islam tetap, sedangkan penerapannya dapat beradaptasi, membuka ruang pedagogi berkeadilan gender. Rekomendasi meliputi kurikulum berjenjang fikih keluarga berbasis masjid, safe space dialogis, literasi prosedural (menolak perjodohan, negosiasi mahar, langkah saat nafkah diabaikan), serta literasi digital kritis. Keterbatasan studi mencakup cakupan satu komunitas dan potensi bias laporan diri; riset lanjut disarankan bersifat komparatif, mixed-methods, dan longitudinal untuk menguji efektivitas intervensi
Formulasi Kaderisasi Oleh Partai Politik Dalam Dinamika Pencalonan Bupati Dan Wakil Bupati Garut Pada Pilkada 2024 Perspetif Siyasah Dustriyah
Proses kaderisasi di dalam partai politik memegang peran yang sangat penting dalam mempersiapkan calon kepala daerah yang memiliki kompetensi dan integritas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pola kaderisasi yang diterapkan oleh Partai NasDem di Kabupaten Garut dalam konteks Pilkada 2024 dengan perspektif siyasah dusturiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris yang menerapkan metode analisis deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang melibatkan wawancara mendalam, observasi lapangan, serta analisis dokumen terkait. Temuan penelitian menunjukan bahwa sistem kaderisasi yang diterapkan mengutamakan transparansi dan inklusivitas dalam seleksi kader, namun tetap menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas kader yang berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk mencapai kemaslahatan umat, sangat penting bagi partai politik untuk memastikan bahwa sistem seleksi kader yang digunakan adil dan sesuai dengan prinsip-prinsip siyasah dusturiyah