Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
Not a member yet
1215 research outputs found
Sort by
PENCEGAHAN KONFLIK DI KABUPATEN ENDE NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2014-2019 (STUDI RAKOR TIGA BATU TUNGKU)
Studi ini menganalisa upaya pencegahan konflik adat yang terjadi di Kabupaten Ende, yang merupakan sarana bertemunya para pemimpin suku adat yang ada di wilayah Kabupaten Ende dengan demikian dapat dijadikan sebagai ruang untuk merajut dan menumbuhkan kekuatan bekerjasama dan sama-sama bekerja dalam konteks kemitraan sesuai peran dan fungsi masing-masing pemerintah, para mosalaki dan pimpinan agama dalam upaya pencegahan konflik di Kabupaten Ende. Adapun teori dan konsep yang digunakan dalam menganalisis hasil penelitian diantaranya: Teori Eskalasi Glasl, Konstruksi Budaya Damai, Konsep Kearifan Lokal. Studi ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Sumber data primer diperoleh melalui hasil observasi dan wawancara langsung dengan berbagai narasumber yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Sedangkan data skunder diperoleh dari buku, dokumen maupun literatur yang memiliki relevansi dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam Rakor Tiga Batu Tungku kekuatan budaya dan nilai-nilai keagamaan yang hidup dalam masyarakat Kabupaten Ende seperti seremoni adat sebagai model penyelesaian dan pencegahan konflik masyarakat adat di Kabupaten Ende. Lembaga adat dalam penanganan/penyelesaian konflik-konflik yang terjadi pada wilayah hukum adat setempat ternyata sangat penting dan strategis, baik pada tahap pencegahan maupun tahap penanganan, penyelesaian. Rekomendasi penelitian ini agar mengajarkan kembali bentuk seremoni adat pada generasi penerus sebagai pengetahuan adat yang turun temurun supaya tidak terjadi pelanggaran nilai-nilai adat, aksi lanjutan dalam penguatan lembaga adat yang ada sehingga dapat berfungsi efektif dalam pencegahan konflik yg terjadi
PENANGANAN KONFLIK KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (STUDI KASUS UNIT PELAKSANA TEKNIS PUSAT PELAYANAN TERPADU PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK PROVINSI DKI JAKARTA)
Tesis ini menganalisis mengenai penanganan konflik Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Provinsi DKI Jakarta oleh Unit Pelaksana Teknis Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (UPT P2TP2A). Fenomena tingginya kekerasan terhadap perempuan dan anak membutuhkan perhatian khusus oleh Pemerintah Daerah dalam pembentukan UPT P2TP2A untuk memberikan pelayanan terhadap korban kekerasan terhadap perempuan dan anak. Banyaknya kriminalisasi korban kekerasan mengarahkan penelitian ini untuk menjadikan UPT P2TP2A sebagai subyek penelitian karena merupakan lembaga pelayanan korban kekerasan yang memberikan pelayanan Alternative Dispute Resolution yaitu mediasi. Adapun fokus penelitian ini adalah pada proses layanan pengaduan masyarakat, penjangkauan korban dan penanganan konflik terutama mediasi. Tujuan penelitian ini menjelaskan bagaimana konflik KDRT yang terjadi di DKI Jakarta dan bagaimana penanganan konflik KDRT oleh UPT P2TP2A. Dengan menggunakan metode kualitatif, pengumpulan data diambil melalui wawancara, observasi lapangan dan studi dokumen kepada P2TP2A Provinsi DKI Jakarta. Tesis ini menggunakan teori transformasi konflik, positive peace, keamanan nasional, mediasi serta teori pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik KDRT di DKI Jakarta masih menjadi kasus terbanyak pada 2019 dengan pelaku terbanyak adalah suami. Sementara penanganan konflik KDRT oleh P2TP2A didukung dengan kebijakan Provinsi DKI Jakarta berintegrasi dengan pengada layanan lain dengan melakukan layanan pencegahan, pengaduan, penjangkauan, dan penanganan berbasis masyarakat demi mencapai keamanan nasional dan perdamaian positif dapat menurunkan angka kekerasan. Proses mediasi yang dilakukan oleh P2TP2A termasuk mediasi transformatif yang mengimplementasikan prinsip-prinsip mediasi dengan baik dan mampu memberikan keadilan bagi para pihak yang berkonflik
ANALISA PERLOMBAAN SENJATA SIBER ANTARA AMERIKA DAN CHINA 2014-2018 MENGGUNAKAN RICHARDSON MODEL OF ARMS RACE
Perang siber, dimana ranah teknologi informasi, pertahanan, diplomasi, dan politik domestik diracik pada barisan-barisan skrip komputer, tidak hanya stabilitas keamanan internasional, namun, stabilitas keamanan nasional pun menjadi sasaran utama dalam perkembangan teknologi ini. Bukan menjadi fenomena baru di dalam ilmu pertahanan maupun ilmu hubungan internasional mengenai dinamika dan sinergi dari teknologi, pertahanan, diplomasi, dan politik dalam negeri yang sering disebut Revolution in Military Affairs, namun, siber-lah yang memberikan ruang baru untuk sinergi tersebut dapat berkembang lebih pesat, dan leluasa. Terdapat sebuah pola perlombaan senjata di setiap era hubungan teknoloi, pertahanan, diplomasi, dan politik domestik, pertanyaan mengenai apakah pola ini juga terjadi dalam ruang siber dan senjata-senjatanya yang tidak kasat mata atau tidak, dan bagaimana Indoensia menghadapi perang siber yang tidak kunjung surut? Dengan menggunakan metode Kualitatif, dengan desain Studi Kasus, kasus perlombaan senjata yang diteliti antara Amerika dan China. Hasil penelitian yang dihitung mealalui Richardson Model of Arms Race menunjukkan bahwa terdapat perlombaan senjata siber yang tengah terjadi diantara Amerika dan China
STRATEGI BSSN DALAM MENGHADAPI ANCAMAN SIBER TERHADAP SISTEM PEMERINTAHAN BERBASIS ELEKTRONIK
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah membawa manusia kepada era baru dalam berkomunikasi. Munculnya internet pada tahun 1990-an telah merevolusi dunia hingga saat ini. Seiring dengan perkembangan TIK dan internet, setiap negara kemudian mulai memanfaatkan teknologi tersebut untuk meningkatkan pelayanan publik di negaranya masing-masing, tidak terkecuali Indonesia. Indonesia mulai mengembangkan proyek e-government pada tahun 2003 yang atas dasar Inpres No. 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-Government. Dalam perkembangannya, ditemukan hambatan dan masalah serta perlunya pengamanan terhadap sistem e-gov tersebut. Hingga pada akhir 2018 dimana pemerintah menerbitkan Perpres No. 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Perpres semakin mengakselarasi penerapan e-gov / SPBE di Indonesia menuju i-government (integrated government). Namun tentunya, seiring dengan penerapan SPBE secara nasional maka ancaman siber pun akan semakin besar. BSSN merupakan salah satu anggota dari Tim Koordinasi SPBE Nasional yang memiliki tanggung jawab dalam pengamanan SPBE dan harus menyusun regulasi, kebijakan dan strategi dalam mengamankan SPBE Nasional. Penelitian ini membahas strategi BSSN dalam mengamankan SPBE dari ancaman siber serta hambatan dan tantangannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dari informan diperoleh melalui wawancara dan studi literatur. Penelitian ini menggunakan teori ilmu pertahanan, teori strategi, konsep e-government dan konsep ancaman siber. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa penerapan strategi pengamanan SPBE oleh BSSN mengalami beberapa hambatan, yaitu regulasi atau kebijakan yang sedang dirancang sehingga strategi belum bisa diimplementasikan. Oleh karena itu, kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan SPBE di Indonesia sudah mulai berjalan namun pengamanannya sendiri masih belum siap dikarenakan keterbatasan regulasi dan strategi yang masih belum berjalan
STRATEGI PEMERINTAH DALAM MENGHADAPI ANCAMAN RETURNEES FOREIGN FIGHTER DI INDONESIA
Pasca kekalahan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) oleh gempuran pasukan koalisi Amerika Serikat di kota Baghouz, para Foreign Fighter yang tergabung ke dalam ISIS menyerah dan tertangkap oleh pasukan Syiria Democratic Force (SDF). Sehingga muncul gelombang kembalinya (Returnees) Foreign Fighter yang salah satunya ke Indonesia. Permasalahannya strategi pemerintah belum mampu menghadapi Returnees Foreign Fighter sehingga kedaulatan dan keutuhan wilayah serta keselamatan bangsa terancam oleh aksi terorisme. Tujuan penelitian ini adalah terwujudnya strategi pemerintah dalam menghadapi Returnees Foreign Fighter di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi dokumen selanjutnya dianalisis dengan teknik analisa Miles, Huberman dan Saldana tahun 2014. Dalam penelitian ini menggunakan teori strategi serta konsep ancaman yang hasil penelitiannya menunjukkan bahwa bentuk ancaman Returnees Foreign Fighter di Indonesia ialah, kemampuan militer, jaringan internasional, perpindahan darul hrab, serangan lone wolf dan ideologi. Selain itu, guna mencegah hal tersebut pemerintah Indonesia menyiapkan strategi penangkalan dengan verifikasi berlapis guna mengklasifikasikan sejauh mana keterlibatan Returnees Foreign Fighter Indonesia selama di Suriah dan Irak. Selanjutnya dilakukan penindakan sesuai undang-undang No 5 Tahun 2018 serta dilakukan strategi pemulihan terhadap Returnees Foreign Fighter baik di balai rehabilitasi, rumah tahanan maupun ketika sudah integrasi ke dalam masyarakat
PERAN INSTANSI KEMARITIMAN DALAM PENCEGAHAN PENYELUNDUPAN NARKOBA DI ALKI II (STUDI KASUS DI SELAT MAKASAR PERIODE 2015-2019)
Abstrak-Penggunaan narkoba dimasa sekarang telah mencapai pada titik yang mengkawatirkan dikarenakan pengguna narkoba telah menyasar pada usia remaja dan anak-anak. Tugas dan tanggung jawab untuk memerangi tidak saja berada dipundak aparat akan tetapi berada dipundak segenap masyarakat. Berbagai upaya telah di lakukan untuk meminimalisir penyelundupan narkoba akan tetapi hasil yang dicapai masih belum memenuhi harapan. Kerjasama menjadi kunci keberhasilan operasi akan tetapi intelijen sebagai pemegang data dan informasi yang menjadi kunci. Keberhasilan operasi sangat bergantung dengan keakuratan informasi. Di dalam penelitian ini , peneliti mencoba untuk menganalisa tentang pelaksanaan pola kerjasama yang didukung dengan kerjasama informasi intelijen antar instansi yang berada di perairan selat Makassar di dalam upayanya untuk mencegah penyelundupan narkoba. Peneliti ingin mengetahui dan membahas tentang penerapan kerjasama di antara instansi dihadapkan dengan regulasi yang ada pada masing-masing instansi dalam mencegah penyelundupan di selat Makassar. Dalam pembahasan peneliti mencoba menggunakan pendekatan dengan metode kualiatif explanatory dengan melaksanakan wawancara dan studi literatur guna mengambil suatu kesimpulan. Di dalam pembahasan peneliti mencoba dengan menggunakan teori-teori yang sesuai dengan judul tesis yakni teori tentang kerjasama, efektivitas, dan menggunakan matriks C. Buerger sebagai bahan kendali di dalam mencapai suatu kondisi kemaritiman yang ideal. Sasaran yang ingin dicapai peneliti adalah terwujudnya perairan selat Makassar yang terbebas dari penyelundupan narkoba dengan memajukan sistem kerjasama antar instansi yang didukung oleh informasi yang aktual sehingga tercapai keamanan maritim yang ideal di selat Makassar.Kata Kunci: Informasi Intelijen, Kerjasama Instansi, Maritim, Penyelundupan Narkoba, Selat Makassar
ANALISA BIAYA DAN MANFAAT PENGGUNAAN PLTS DAN PLTD (HYBRID) DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN LISTRIK SATUAN RADAR (SATRAD) DI PERBATASAN (STUDI KASUS PERENCANAAN SATRAD TNI AU TANJUNG SOPI, KAB. PULAU MOROTAI)
Secara geografis Pulau Morotai berbatasan dengan Negara tetangga, khususnya Filipina dan Palau serta perairan laut di sebelah timur, pulau Morotai juga termasuk dalam Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) III sebagai salah satu akses yang sangat terbuka untuk masuk dari segala segi, baik melalui udara maupun dari laut ditambah lagi kondisi wilayah tersebut adalah blank spot area, sehingga hal tersebut bisa menjadi salah satu ancaman pertahanan negara Indonesia. Oleh sebab itu sangat penting didirikan Satuan Radar sebagai mata Indonesia dalam menjaga wilayah udara di Indonesia khususnya di wilayah Maluku Utara. Pembangunan Satrad di Kab. Pulau Morotai yang terletak di area puncak bukit di Tanjung Sopi cukup jauh dari utilitas Listrik PLN, sedangkan dalam pengoperasionalan radar tersebut memerlukan sumber energi listrik yang harus selalu tersuplai setiap saat dan tidak boleh padam, oleh sebab itu dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisa biaya dan manfaat Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid (PLTH) dengan energi surya sebagai sumber utama dan genset sebagai sumber cadangan sehingga nantinya bisa digunakan sebagai pertimbangan kebijakan atasan dalam menentukan keputusan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan cara wawancara dan observasi lapangan serta mencari data sekunder yang bisa dijadikan referensi dalam mendukung penelitian ini. Hasil pengolahan data dari penelitian ini menunjukkan potensi energi surya yang bagus untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), serta didapatkan nilai NPV lebih dari 0, nilai IRR 22,44% dan juga payback period 8 tahun 2 bulan. Sehingga dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa Pemanfaatan PLTH dengan memanfaatkan energi surya sebagai energi utama untuk mendukung operasional radar dalam perencanaan satuan radar Tanjung Sopi kabupaten Pulau Morotai dapat diaplikasikan dan layak untuk dilaksanakan.Kata kunci : Analisa biaya dan manfaat, blank spot area, potensi energi surya, Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid (PLTH), Satuan Radar Tanjung Sop
PERBEDAAN KINERJA KEUANGAN BUMN INDUSTRI STRATEGIS (BUMNIS) SEBELUM DAN SESUDAH SINERGI NATIONAL DEFENCE AND HIGHTECH INDUSTRIES (NDHI) (Studi pada PT INTI (Persero) Periode Tahun 2007-2018)
PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau disebut PT INTI (Persero) bergerak di bidang industri telekomunikasi di Indonesia. Seiring dengan berkembangnya dunia usaha, PT INTI (Persero) melaksanakan kegiatan usaha di bidang pertahanan dan keamanan dengan membuat Strategi Bisnis Unit (SBU) Defense and Digital Service (DDS). Pertahanan dan kemanan merupakan bidang usaha yang diamanatkan kepada PT INTI (Persero) sebagai salah satu perusahaan BUMN Industri Strategis (BUMNIS) yang tergabung dalam sinergi NDHI (National Defence and Hightech Industries). Sepanjang 2017, SBU DDS menopang penjualan perusahaan dengan kontribusi pendapatan mencapai sekitar 35% dari target penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji Perbedaan Kinerja Keuangan BUMNIS sebelum dan sesudah sinergi NDHI pada PT INTI (Persero). Laporan keuangan diperoleh secara langsung dari website PT INTI (Persero). Metode yang digunakan adalah kuantitatif komparatif. Pengujian hipotesis menggunakan One Sample Kolmogrov-Smirnov (KS) Test, Paired Sample T-Test dan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian tidak terdapat perbedaan signifikan Pertumbuhan Penjualan sebelum dan sesudah sinergi NDHI pada PT INTI (Persero). Terdapat perbedaan signifikan Net Profit Margin dan Return on Investment sebelum dan sesudah sinergi NDHI pada PT INTI (Persero). Hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan pedoman, baik oleh manajemen PT INTI (Persero), Kementerian BUMN maupun instansi pertahanan dalam menentukan strategi kebijakannya
MENINGKATKAN PEMANFAATAN CITRA SATELIT MULTI RESOLUSI BERBASIS GOOGLE EARTH ENGINE (GEE) UNTUK IDENTIFIKASI OBJEK PERMUKAAN LAUT DI SELAT SUNDA DALAM RANGKA MENUDUKUNG PERTAHANAN
Wilayah perairan Indonesia dengan kekayaan laut yang melimpah menjadi daya tarik Negara lain, salah satunya ialah wilayah perairan Selat Sunda. Selat Sunda menjadi bagian dari ALKI I dan termasuk kedalam WPP-RI 572 dengan potensi Sumber Daya Ikan (SDI) yang melimpah serta sebagai salah satu checkpoint dunia dengan aktivitas perdagangan laut yang ramai. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengawasan dengan mengembangkan teknologi penginderaan menggunakan Google Earth Engine (GEE). GEE sebagai platform komputasi dan arsip data geospasial berukuran petabyte dapat dimanfaatkan untuk identifikasi objek kapal guna mendukung upaya pengawasan di wilayah perairan Selat Sunda. Menganalisa pemanfaatan citra satelit multi resolusi dan multi temporal Landsat-8 dan Sentinel-2 pada GEE serta menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi visualisasi citra untuk identifikasi objek kapal menjadi tujuan dari penelitian ini. Pengamatan pada GEE menghasilkan 21 citra satelit Landsat-8 dan 71 citra satelit Sentinel-2 per tahunnya. Selanjutnya dilakukan kombinasi kanal dan transformasi HSV untuk mempertajam citra sehingga dapat diidentifikasi sebagai objek kapal dan menentukan koordinat posisinya pada tools inspector didalam GEE. Upaya peningkatkan pemanfaatan citra satelit Landsat-8 dan Sentinel-2 pada GEE telah berhasil dilakukan untuk identifikasi objek kapal di perairan Selat Sunda, dimana GEE mampu mewadahi peneliti dengan kemudahan akses data geospasial tanpa proses unduh, algoritma pemograman yang dimodifikasi dan kecepatan waktu dalam pengolahan data
ANALISIS SISTEM KONTROL SENAPAN MESIN BERAT (SMB) PADA PLATFORM UNMANNED GROUND VEHICLE (UGV) MENGGUNAKAN METODE PROPORSIONAL INTEGRAL DERIVATIVE (PID)
Abstrak – Dalam penelitian ini dibuat sebuah simulasi Senapan Mesin Berat (SMB) yang dilengkapi dengan dua sumbu putar turret gun di atas platform Unmanned Ground Vehicle (UGV). Simulasi yang dibuat menggunakan Software Matlab Simulink dengan menggunakan sistem kontrol PID. Konfigurasi kontroler PID memiliki tiga parameter yaitu Kp, Ki dan Kd yang ditentukan sesuai respon. Simulasi ini dipergunakan sebagai komponen kontrol yang akan dipakai, agar sesuai dengan kriteria desain yang diinginkan. Penentuan parameter - parameter pengendali PID menggunakan metode root locus. Hasil nilai yang didapat menggunakan metode root locus menjadi dasar acuan untuk analisa PID menggunakan metode trial error. Simulasi PID ini di dasari persamaan dinamik sistem penembakan munisi dari Senapan Mesin Berat (SMB). Dari penelitian thesis ini didapatkan hasil nilai parameter PID yaitu P=900 dan D=130 untuk azimuth dan P=1300, I=900 dan D=150 pada elevasi. Pada uji error 10 sudut random, didapatkan bahwa nilai sudut aktual dari azimuth dan elevasi sama dengan nilai inputnya. Simulasi dari parameter PID tersebut telah sesuai dengan kriteria desain yang diinginkan yaitu 0% steady state error dan sistem stabil pada range sudut azimuth dan elevasi 00 - 600