Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
Not a member yet
    1215 research outputs found

    SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) UNTUK RANCANGAN DOCK PT PAL SEBAGAI OBYEK VITAL NASIONAL DALAM RANGKA PENGEMBANGAN WILAYAH INDUSTRI PERTAHANAN DI TELUK SEMANGKA PROVINSI LAMPUNG

    Get PDF
    Pengembangan teknologi dalam mendukung pertahanan negara dibutuhkan untuk memenuhi standar minimum essential force (MEF), yakni peningkatan kemampuan mobilitas TNI untuk mendukung tugas pokok TNI yang dilaksanakan oleh kementerian atau lembaga khususnya industri pertahanan. Pengembangan kawasan industri pertahanan berdasarkan surat perintah Menteri Pertahanan dilaksanakan di Pulau Sumatera dengan lokasi terletak di Provinsi Lampung. Pada rencana pembangunan BUMNIP tersebut salah satunya adalah pengembangan PT. PAL. Pengembangan rencana PT. PAL dikembangkan di Teluk Semangka, Kabupaten Tanggamus dengan mempertimbangkan kondisi geografis darat dan laut wilayah tersebut. Pengembangan industri PT. PAL berkaitan dengan pembuatan galangan (dock) kapal sebagai tempat pembuatan kapal, uji kapal, repair, dan maintenance. Teknologi Penginderaan yang diaplikasikan adalah asumsi pemodelan lokasi dock kapal menggunakan sistem informasi geografis. Penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisis tingkat kesesuaian dock berdasarkan penggunaan aplikasi SIG sebagai asumsi pemodelan lokasi dock kapal. Penelitian menggunakan metode teknik weight overlay dan buffer berdasarkan klasifikasi dari tutupan lahan, kemiringan lahan, jenis batuan, batimetri, sebaran bencana, dan data pendukung hidro-oseanografi seperti grafik pasang surut, kecepatan angin, dan tipe sedimen yang menghasilkan tingkat kesesuaian lokasi dock secara optimal. Secara regional, sistem informasi geografis pada penelitian ini terbukti sesuai dalam penentuan tingkat kesesuaian lahan rencana lokasi dock kapal secara geospasial yang berada di Lokasi C (Kecamatan Limau). Sistem informasi geografis pada penelitian ini menghasilkan asumsi pemodelan dock kapal sederhana berdasarkan parameter yang telah diproses.Kata Kunci: Galangan Kapal, Sistem Informasi Geografis, Kesesuaian Laha

    PEMANFAATAN CITRA PENGINDERAAN JAUH UNTUK ANALISIS PENENTUAN LAHAN UJI COBA KENDARAAN TEMPUR DI KABUPATEN TANGGAMUS PROVINSI LAMPUNG

    Get PDF
    Rencana pengembangan sebuah kawasan untuk industri pertahanan yang baru perlu dipersiapkan secara matang. Kawasan industri pertahanan direncanakan memiliki wilayah yang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan, salah satunya adalah lahan untuk uji coba. Penentuan lahan uji coba perlu dilakukan analisis secara ilmiah untuk menentukan lokasi yang sesuai, sehingga teknologi penginderaan berperan dalam kajian pemanfaatan citra penginderaan jauh yang akan memberikan kemudahan melihat wilayah secara keruangan. Pengembangan kawasan Industri Pertahanan khususnya PT Pindad direncanakan di wilayah Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung dengan spesifikasi wilayah Register hutan lindung Reg.27 dan Reg.28. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian lahan dan melakukan interpretasi citra penginderaan jauh untukmenentukan lokasi uji coba kendaraan tempur. Teori yang digunakan adalah teori interpretasi citra penginderaan jauh dan teori klasifikasi lahan. Metode penelitian yang digunakan adalah teknik analisis pembobotan dan teknik analisis spasial menggunakan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan mengolah data primer berupa citra SPOT 7 dan data sekunder berupa peta tematik. Hasil penelitian adalah peta kesesuaian lahan dengan wilayah penelitian Reg.27 dan Reg.28 memiliki tiga kelas kesesuaian lahan yang didominasi oleh kelas kesesuaian S1 (Sangat Sesuai), sehingga sesuai jika lahan uji coba dikembangkan di wilayah tersebut. Kelas kesesuaian S2 (Sesuai Marginal)memiliki faktor pembatas dari parameter, sehingga diperlukan pengelolaan khusus supaya lahan tetap dapat dimanfaatkan. Kelas kesesuaian N (Tidak Sesuai) lahan tidak dapat dilakukan pengembangan karena memiliki faktor pembatas yang berat. Rekomendasi untuk penelitian ini dikhususkan bagi PT Pindad, bahwa divisi kendaraan khusus dapat mengembangkan industrinya diwilayah penelitian.Kata Kunci: Kesesuaian Lahan, Interpretasi Citra Penginderaan Jauh, Reg.27 dan Reg 2

    APLIKASI PROPORTIONAL NAVIGATION UNTUK SASARAN BERGERAK DAN KENDALI SUDUT PERKENAAN PADA BOM TERPANDU BERBASIS BOM BT-X PT.PINDAD

    Get PDF
    Ketidakpresisian bom konvensional dalam mengenai sasaran sangat dipengaruhi oleh kemampuan pilot dan platform pembawa dalam memenuhi parameter-parameter pelepasan bom. Untuk meminimalisir ketidakpresisian tersebut, bom konvensional dilengkapi sistem pemandu dan kendali. Penelitian ini bertujuan membandingkan dua sistem pemandu Pure Proportional Navigation (PPN) dan Time-to-go Polynomial Guidance (TPG) pada proportional navigation untuk mengetahui sistem pemandu mana yang dapat mengenai sasaran bergerak dan kendali sudut perkenaan. Metode penelitian menggunakan solusi numerik dari ordinary differential equation (ODE) yang diaplikasikan dalam model dinamik koordinat Cartesian pada bidang dua dimensi. Bom terpandu direpresentasikan sebagai benda kaku di udara menggunakan persamaan titik bermassa dan dihubungkan pada kedua persamaan sistem pemandu. Dua sistem pemandu tersebut dibuat dan diaplikasikan menggunakan dua model dinamik pada Simulink. Pengulangan simulasi dilakukan untuk mempelajari perilaku kedua sistem model dinamik. Hasil penelitian menunjukkan model dinamik Time-to-go Polynomial Guidance (TPG) mampu mengenai sasaran bergerak dan kendali sudut perkenaan. Sedangkan, model dinamik Pure Proportional Navigation (PPN) hanya mampu mengenai sasaran bergerak. Nilai keakurasian sudut perkenaan TPG mendekati sudut yang diinginkan dengan presentase tertinggi dan terendah adalah 96% dan 76%. Nilai keakurasian sudut perkenaan semakin berkurang ketika kecepatan sasaran bergerak semakin tinggi.Kata kunci: Bom Terpandu, Persamaan Titik Bermassa, dan Proportional Navigation

    STRATEGI KERJA SAMA INDO-PASIFIK UNTUK MENDUKUNG PERTAHANAN NEGARA: PERSPEKTIF INDONESIA

    Get PDF
    Sejak awal diartikulasikan oleh Presiden AS Donald Trump pada bulan November 2017, konsep Free and Open Indo-Pacific (FOIP) semakin menarik perhatian atas Indo-Pasifik sebagai wujud pergeseran geopolitis.  FOIP pada akhirnya dianggap sebagai langkah awal untuk memperkukuh strategi penghadangan melawan kebangkitan Cina dan untuk merekonstruksi tatanan regional. Beberapa flashpoint di kawasan pun tidak terhindarkan bahkan pada tataran tertentu semakin memperburuk situasi akibat rivalitas AS-Cina. Indonesia sebagai natural leader ASEAN menyadari bahwa negara-negara middle power tidak semestinya berdiam diri dalam mencermati perubahan lingkungan strategis yang didominasi dengan rivalitas AS-Cina, hingga menstimulasi konsep-konsep Indo-Pasifik sebagai geostrategi. Gagasan Indonesia agar ASEAN memiliki konsep Indo-Pasifik yang lebih inklusif, terbuka dan tetap menghormati hukum internasional akhirnya disahkan sebagai panduan bersama, yaitu ASEAN Indo-Pacific Outlook (AOIP) pada 23 Juni 2019. Dokumen AOIP yang masih bersifat politis tentu perlu ditindaklanjuti secara lebih komprehensif. Dari sudut pandang Indonesia, AOIP dapat menjadi modalitas untuk terus mencapai kepentingan nasional melalui sebuah strategi kerja sama Indo-Pasifik. Penelitian ini berupaya memetakan ancaman dan peluang sebagai konsekuensi pengaruh lingkungan strategis Indo-Pasifik, khususnya terhadap pertahanan negara. Selanjutnya penelitian ini juga berupaya merumuskan strategi kerja sama Indo-Pasifik yang dapat dioptimalkan untuk mendukung pertahanan negara. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini menggunakan data primer berupa hasil wawancara dengan narasumber yang kompeten dan data sekunder dari studi literatur serta analisis berdasarkan teori yang relevan seperti teori strategi, kerja sama, konsep pertahanan dan diplomasi. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya mengarahkan AOIP sebagai arah kerja sama yang dapat mendukung pertahanan negara, baik militer dan non militer yang lebih menekankan pada kerja sama untuk mengatasi ancaman non-tradisional dibandingkan ancaman tradisional.Kata kunci: Indo-Pasifik, Kerja sama Internasional, Pertahanan Negara, Rivalitas AS-China, Strateg

    Electronic Commerce (E-Commerce) Dalam Perspektif Ekonomi Pertahanan

    Get PDF
    Sistem pertahanan dan keamanan yang kuat di suatu negara bergantung kepada kemampuan negara untuk merespon lingkungan strategis secara bijak untuk meminimalisir ancaman yang datang dari luar. Saat ini perkembangan lingkungan strategis menjadi lebih eskalatif dan kompleks disebabkan oleh globalisasi. Globalisasi tidak hanya menyebabkan keterbukaan dan hilangnya batasan-batasan, namun juga menjadikan perkembangan teknologi menjadi semakin pesat. Jika sebelumnya teknologi digunakan sebagai sarana komunikasi dan informasi, saat ini teknologi digunakan untuk melakukan aktivitas perdagangan dalam bentuk e-commerce. Kemudahan dan keunggulan yang dimiliki oleh e-commerce juga memberikan dampak negatif bagi Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa ancaman potensial yang ditimbulkan oleh dampak negatif e-commerce, sekaligus menganalisa pengelolaan e-commerce dalam perspektif ekonomi pertahanan. Analisa data menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-commerce termasuk ke dalam potensi ancaman yang nyata, dan dapat berdampak besar jika pemerintah sebagai regulator tidak mampu membuat aturan yang tepat. Pemerintah juga telah berupaya maksimal dalam mengelola potensi ancaman yang ditimbulkan oleh e-commerce, mulai dari tahapan perencanaan hingga pengawasan. Peningkatan sinergi berupa penelitian, kajian keilmuan, penyusunan kebijakan, dan perancangan regulasi diperlukan agar dapat mengantisipasi dan meminimalisir potensi ancaman.Kata kunci: E-Commerce, Ekonomi Pertahanan, Ancaman

    PEMBERDAYAAN KERAJIANAN BATIK DALAM MEWUJUDKAN KEMAKMURAN EKONOMI MASYARAKAT MENDUKUNG PERTAHANAN NEGARA DI PROVINSI JAMBI

    Get PDF
    Produk unggulan daerah baik berupa barang maupun jasa yang potensial dikembangkan dengan memanfaatkan seluruh sumber daya dimiliki daerah baik sumber daya alam, sumber daya manusia dan budaya lokal, serta mendatangkan pendapatan bagi masyarakat dan pemerintah. Produk uggulan diharapkan menjadi kekuatan ekonomi bagi daerah dan masyarakat setempat, produk potensial yang memiliki daya saing, daya jual, dan daya dorong menuju dan mampu memasuki pasar global. Provinsi Jambi juga memiliki batik khas, motif Batik Jambi sarat dengan estetika dan filosofi akibat adanya pengaruh kearifan lokal, kondisi geografis, kebudayaan, dan kepercayaan.Tujuan penelitian untuk, menganalisis kebijakan Pemerintah Provinsi Jambi dalam pemberdayaan pengrajin batik serta menganalisis faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pemberdayaan pengrajin batik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisa SWOT. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa Pemerintah Provinsi Jambi telah menetapkan kebijakan Roadmap SIDA Produk Unggulan Batik Jambi disusun dengan jangka waktu 10 tahun (2016 – 2025) yang dibagi dalam 2 periode, yaitu Periode Penguatan selama 5 tahun (2016 – 2020) yang ditujukan untuk memperkuat daya saing produk unggulan Batik Jambi, dan Periode Ekspansi selama 5 tahun (2012 – 2025) yang ditujukanuntuk mendorong produk industri Batik Jambi yang telah memiliki daya saing untuk menembus pangsa pasar nasional, regional dan global. Hasil analisis lingkungan internal dan eksternal, maka strategi yang cocok dikembangkan adalah Strategi WO (Weaknes Opportunity) atau turn around strategic guna meminimalisir kelemahan dalam memanfaatkan peluang tercipta, yang mencakup a) Peningkatan kemandirian dan keberlanjutan ketersediaan input dengan memanfaatkan sumber daya lokal sehingga bisa diakses para pelaku usaha baik dari aspek harga maupun ketersediaan (intervensi pasar input), b) Peningkatan kreatifitas dalam proses produksi Batik Jambi dengan dukungan sumber daya manusia pengrajin yang inovatif (intervensi proses produksi), dan c) Mendorong terciptanya permintaan terhadap Batik Jambi melalui pengembangan sector jasa perdagangan dan industri kreatif berbasis produk dan motif Batik Jambi (intervensi pasar out put).Kata Kunci: Pemberdayaan, Usaha Mikro, Kebijakan, Batik, Kemakmura

    PEMODELAN SPASIAL PENDARATAN KAPAL LANDING SHIP TANK DALAM MENDUKUNG DISTRIBUSI LOGISTIK TANGGAP DARURAT BENCANA DI WILAYAH PESISIR SEMARANG

    Get PDF
    Indonesia berdasarkan letak geografis terletak pada posisi ring of fire. Kerentanan Indonesia terhadap bencana alam membuat Indonesia sangat membutuhkan pengembangan keilmuan di bidang kebencanaan. Indonesia merupakan negara yang memiliki garis pantai yang cukup panjang sehingga dampak kebencanaan Indonesia lebih tinggi. Kota Semarang merupakan suatu kota yang beririsan langsung dengan wilayah pesisir pantai. Pemanfaatan sistem informasi geografis (SIG) dalam membangun suatu model penentuan posisi awal pendaratan kapal Landing Ship Tank pada wilayah pesisir Semarang perlu untuk dikembangkan. Kapal LST merupakan kapal yang cenderung ideal jika dilihat dari bobot dan kemampuannya untuk aksi distribusi logistik bantuan bencana alam. Skema umum penentuan kesesuaian daerah pendaratan di klasifikasikan ke dalam dua kelompok variabel terlebih dahulu. Sampel data yang dianalisis merupakan pantai marina, pantai marina barat, pantai baruna dan pantai cipta. Variabel kesesuaian pendaratan pada aspek dimensi waktu dan variabel kesesuaian pendaratan aspek dimensi ruang. Variabel yang menjadi parameter pendaratan dari aspek dimensi waktu ialah kecepatan arus, jenis gelombang pecah, dan pasang surut air laut. Jenis gelombang pecah didapatkan dari memodelkan angin dengan menghitung fetch dan korelasinya terhadap tinggi gelombang. Variabel yang menjadi parameter pendaratan dari aspek dimensi ruang pantai ialah gradien pantai, sedimentasi pantai, jenis tanah, tata guna lahan, kemiringan. kedua variabel tersebut akan dianalisis dengan beberapa kriteria beaching seperti buffer zone dan panjang pantai. Kemudian variabel tersebut di tentukan nilai indeksnya kesesuaiannya menggunakan metode fuzzy takagi sugeno dan weighted overlay. fuzzy takagi sugeno digunakan untuk menganalisis gradien pantai dan kecepatan arus. gradien pantai dianalisis menggunakan interpolasi spline untuk dihitung slope kemiringannya. sedangkan parameter lain di analisis menggunakan weighted overlay dan desain program weighted analysis di C#. Hasil pemodelan lokasi pendaratan kapal LST akan di analisis dari aspek ancaman bencana untuk dianalisis kesesuaiannya di saat terjadi bencana alam.  Kata Kunci: SIG, fetch, interpolasi spline, Buffer Zone, Fuzzy Takagi Sugen

    KEPEMIMPINAN GUBERNUR JAWA TENGAH PERIODE 2013-2018 DALAM PENANGANAN KRISIS TANGGAP DARURAT BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN BANJARNEGARA DAN KABUPATEN PURWOREJO

    No full text
    Provinsi Jawa Tengah terdiri dari 29 Kabupaten dan 6 Kota,  memiliki tingkat risiko bencana tinggi 26 kabuptaen/Kota dan tingkat risiko bencana sedang 9 Kabupten/Kota. Selama kurun waktu 20 Oktober 2013 sampai dengan 18 Februari 2018 berdasarkan Data Indeks Bencana Indonesia (DIBI) yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Pananggulangan Bencana (BNPB), bencana alam yang telah terjadi di Jawa Tengah sebanyak 3.407 kejadian, korban meninggal 612 orang, hilang 28 orang, luka-luka 1.092 orang, dan mengungsi 22.144.362 orang.  Penanganan bencana yang dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dinilai oleh BNPB berhasil, dan diberikan penghargaan Adi Tangguh pada tahun 2015. Penulisan tesis ini bertujuan untuk menganalisis Kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Periode 2013-2018 dalam penanganan krisis tanggap darurat bencana di jawa tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif menggunakan studi kasus di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Purworejo pada kejadian bencana tanah longsor.  Data-data penelitian diperoleh melalui studi pustaka, observasi lapangan dan wawancara. Dalam proses analisis data penelitian menggunakan teknik analisis data dari Miles dan Hubberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan gaya Kepemimpinan Ganjar Pranowo dalam penanganan krisis tanggap darurat bencana merupakan tipe kepemimpinan partisipatif situasional transformsional, sesuai dengan teori kepemimpinan situsional/kontigensi dari Fiedler dan teori kepemimpinan transformasional dari Noel M. Tichy dan Mary Anne Devana. Ditemukan juga faktor penghambat dan pendukung dalam penanganan krisis tanggap darurat bencana di Jawa Tengah. Faktor penghambat seperti, tingkat pengetahuan masyarakat terkait kebencanaan masih kurang dan pencairan anggaran belanja tak terduga APBD untuk kebencanaan lambat.  Faktor pendukung seperti, sikap gotong royong masyarakat Jawa Tengah masih tinggi, pemanfaatan teknologi informasi seperti WA, Twitter, Line dalam menerima dan mengirimkan laporan kebencanaan kepada instansi terkait, bantuan dana dan pendampingan dari BNPB, jaringan kerja sama yang kuat antar BPBD dan instansi Kabupaten/Kota di Jawa Tengah

    SISTER VILLAGE SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI ERUPSI GUNUNG MERAPI

    No full text
    Indonesia merupakan Negara ring of fire dengan jumlah gunung merapi 127 tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Dalam pengurangan risiko bencana, umumnya pemerintah berfokus pada daerah rawan bencana untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaannya, akan tetapi Kabupaten Magelang memiliki program baru dalam pengurangan risiko bencana dengan cara membuat desa bersaudara (Sister Village), desa yang berada pada wilayah rawan bencana KRB III disaudarakan dengan desa yang lebih aman sebagai desa penyangga. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan menganalisis sister village sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana erupsi gunung merapi. Lokasi penelitian bertempat di Desa Ngargomulyo, Kalibening, Kaliurang dan desa Ngelumut sebagai desa KRB III, serta desa Taman Agung, Adikarto, sucen dan desa Bligo sebagai desa penyangga. Partisipan dipilih melalui teknik purposive dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dokumentasi dan materi audio-visual yang kemudian dianalisis dengan teknik kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sister Village dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, dengan cara menerapkan 12 nilai- nilai kesiapsiagaan dalam pengurangan risiko bencana dengan faktor pendukung kearifan lokal, merasakan dampak yang sama dari erupsi gunung merapi serta sumber daya yang memadai. Program ini menekankan kemandirian pada masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya yang mereka miliki dalam pengurangan risiko bencana. akan tetapi tetap diperlukannya peran pemerintah sebagai monitoring evaluasi, untuk mengawasi pelaksaan Sister village baik dalam komunikasi yang terjalin antara kedua belah pihak desa serta  permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan program tersebut, sehingga mampu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi erupsi gunung merapi

    PERAN LEMBAGA CIVIL SOCIETY AGAINST VIOLENT EXTREMISM DAN PEACE GENERATION DALAM PENCEGAHAN POTENSI KONFLIK AKIBAT AKSI TERORISME (STUDI KASUS TAHUN 2000-2004)

    Get PDF
    Penanganan korban kekerasan, khususnya aksi terorisme penting untuk disorot secara lebih komprehensif. Apabila tidak ditangani dengan baik, hal tersebut akan berpotensi pada munculnya bibit-bibit konflik baru di masa yang akan datang. Hal ini menjadi krusial karena faktanya penanganan terhadap korban aksi terorisme oleh pemerintah belum dilakukan secara optimal. Oleh karena itu, untuk membantu memenuhi peran tersebut, dibutuhkan partisipasi masyarakat di kalangan akar rumput. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran lembaga Civil Society Against Violent Extremism dan Peace Generation dalam Pencegahan Potensi Konflik Akibat Aksi Terorisme (Studi Kasus Tahun 2000-2004). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Temuan dalam penelitian ini meliputi; (1) penanganan korban yang kurang optimal dari pemerintah sangat berpotensi terhadap munculnya perilaku balas dendam oleh para korban aksi terorisme sehingga berpotensi menjadi pelaku konflik; (2) lembaga Civil Society Against Violent Extremism dan Peace Generation secara aktif dapat membantu mengisi peran pemerintah yang kurang optimal dalam menangani dan memulihkan korban aksi terorisme. Penelitian ini berimplikasi terhadap upaya dalam pencegahan potensi konflik dan menjadi langkah awal dalam mewujudkan perdamaian positif. Novelty dalam penelitian ini, peneliti menjelaskan proses transformasi korban termasuk juga mendeskripsikan indikator-indikator dari victim, survivor, dan leader yang menjadi tahapan dalam transformasi korban konflik

    993

    full texts

    1,215

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇