Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
Not a member yet
    1215 research outputs found

    PENGELOLAAN PENGAMANAN PERBATASAN MARITIM REPUBLIK INDONESIA (RI)-REPUBLIK DEMOKRATIK TIMOR LESTE (RDTL) DALAM MENJAGA KEDAULATAN NEGARA

    Get PDF
    Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan sangat terbuka bagi aktivitas kejahatan lintas negara seperti money laundring, human arms traficking, illegal trading, illegal logging, illegal mining, illegal fishing, illegal drug traficking, termasuk di dalamnya lalu lintas aktivitas terorisme yang terjadi di luar kawasan sekalipun memiliki potensi untuk masuk ke Indonesia. Penetapan batas maritim RI-RDTL dan ALKI yang masih dalam proses sengketa sewaktu-waktu dapat menimbulkan konflik dan mengancam kedaulatan negara. Pengamanan di wilayah perbatasan maritim RI-RDTL dan jalur laut Dilli Oecussi mempunyai wilayah yang luas dalam pengamanannya.  Tujuan penelitian ini adalah menganalisa potensi ancaman, penetapan batas maritim dan pengelolaan pengamanan perbatasan maritim RI-RDTL. Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh dari informan yang ditentukan, kemudian dianalis menggunakan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1)  Potensi ancaman di wilayah perbatasan maritim RI-RDTL terdiri atas: a) ancaman nyata (penyelundupan barang komoditas ekspor melalui illegal logging, illegal fishing dan illegal minning), pelanggaran wilayah, dan pelanggaran aturan pelayaran), b) ancaman belum nyata (infiltrasi, pelanggaran batas wilayah laut, penguasaan pulau oleh pihak asing, survey illegal, klaim batas wilayah, dan pemanfaatan Sumber Daya Alam oleh pihak asing) , dan c) ancaman mindset (sponsor dan agen secara persuasif untuk mendapatkan simpati dan merubah pola pikir masyarakat perbatasan), 2)  penetapan batas maritim RI-RDTL masih menunggu kesepakatan batas darat selesai; 3)  pengelolaan pengamanan perbatasan belum optimal.Kata Kunci: Batas Maritim RI-RDTL,  Kedaulatan Negara,  Pengamanan Perbatasan, Pengelolaan, Potensi Ancama

    SINERGITAS PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN ALOR NUSA TENGGARA TIMUR DENGAN TNI DALAM PENGELOLAAN WILAYAH PERBATASAN

    Get PDF
    Berdirinya Propinsi Timor-Timur sebagai Negara merdeka terlepas dari Indonesia Tahun 1999 dengan nama Negara Republic Demokratic of Timor Leste (RDTL) menjadikan Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai Propinsi Perbatasan Negara. Cakupan wilayah perbatasannya terdiri dari 5 kabupaten yaitu Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka, Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Kupang dan Kabupaten Alor yang mana keempat kabupaten merupakan perbatasan darat dan Kabupaten Alor sebagai satu-satunya wilayah perbatasan laut. Permasalahan timbul dengan kasus illegal entry dan illegal Fissing yang terjadi di wilayah perairan selat Ombay mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, dimana semakin banyak masyarakat kabupaten Alor yang memasuki wilayah Timor-Leste tanpa menggunakan dokumen resmi dan melakukan aktifitas dagang ikan illegal.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan menggunakan teori sinergitas dari Sofyandi dan Gamiwa (2007:160). Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Dalam fungsi komunikasi, planning, organizing, staffing dan leading menjadi faktor pendukung dalam upaya pengelolaan wilayah perbatasan. Faktor controlling menjadi faktor penghambat dalam upaya pengelolaan wilayah perbatasan dimana pemerintah daerah dengan TNI masih belum bisa untuk melakukan kegiatan pengawasan secara terpadu dan terstruktur di wilayah perbatasan maritim dikarenakan terbatasnya sarana prasarana, sumber daya manusia dan anggaran yang tersedia; dan (2) Faktor controlling dalam koordinasi menjadi faktor penghambat koordinasi dalam pengelolaan wilayah perbatasan dimana kedua lembaga tersebut tidak berada dalam garis komando yang sama namun mempunyai hubungan keterkaitan yang sama dalam pengelolaan dan pengawasan di wilayah perbatasan. Sementara itu baik pemerintah daerah maupun TNI sama-sama mengalami kekurangan anggaran, SDM serta fasilitas atau sarana prasarana dalam mendukung pelaksanaan tugas pengawasan bersama di wilayah maritim, sehingga kedua lembaga tersebut masing-masing berkoordinasi ke pusat terkait peningkatan dana, anggaran maupun personil di tiap-tiap lembaga. Kata kunci: komunikasi, koordinasi, sinergitas, wilayah perbatasa

    PERAN KEMENTERIAN PERTAHANAN DALAM MEMPERKUAT PARTISIPASI PUBLIK UNTUK MEMINIMALISIR PENYEBARAN COVID-19

    Get PDF
    Covid-19 adalah kependekan dari Corona Virus Disease 2019. Menurut WHO, penyakit coronavirus adalah penyakit menular yang disebabkan oleh coronavirus yang baru ditemukan. Penyebaran coronavirus di Indonesia terus meningkat disebabkan oleh tingkat kedisiplinan masyarakat rendah.              Dari sudut pandang pertahanan negara, serangan coronavirus merupakan ancaman nirmiliter yang dapat melemahkan bahkan menghancurkan sistem pertahanan negara. Dengan demikian Kementerian Pertahanan mempunyai tugas untuk menanggulangi coronavirus tersebut.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini adalah: (1) Proses partisipasi publik mulai dari tahap desain kebijakan PSBB hingga perumusan dan proses validasi harus melibatkan masyarakat; (2) Memperkuat dan menghormati keragaman masyarakat untuk berpartisipasi, adalah kunci untuk memenuhi efektivitas kebijakan PSBB; (3) Perlu diperhatikan bahwa masyarakat dan pemangku kepentingan kemungkinan akan menuntut transparansi dan akuntabilitas dari pemerintah; (4) Kementerian Pertahanan mendorong partisipasi masyarakat melalui berbagai mekanisme partisipasi publik termasuk forum dan pertemuan (termasuk persiapan anggaran dan forum validasi) serta perlengkapan komite wilayah yang telah dibentuk; dan (5) Administrasi komite wilayah merupakan inti dari partisipasi publik, terutama dalam memobilisasi masyarakat. Kata kunci: Covid-19, Kementerian Pertahanan, Partisipasi publik, PSB

    OPTIMALISASI PEMBINAAN MENTAL FUNGSI KOMANDO DALAM MENDUKUNG PENCEGAHAN PAHAM RADIKALIMSE DI KOMANDO LINTAS LAUT MILITER JAKARTA

    Get PDF
    Pembinaan mental TNI AL merupakan bagian dari pembinaan personil TNI AL dengan fungsi dan tugas membina sikap dan mental personil TNI AL, isu yang berkembang saat ini menurut Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu ada indikasi dan kehawatiran terpaparnya para prajurit TNI oleh pemahaman radikalisme, dikatakan menteri pertahanan RI disela acara Halal Bihalal di Gor Achmad Yani Markas Besar TNI jakarta 3% prajurit TNI terpapar paham radikalisme. Tentara Nasional Indonesia yaitu sebagai pejuang prajurit dan prajurit pejuang. Keberhasilan dalam melaksanakan tugas pokok secara optimal baik itu bersifat Operasi Militer PerangOperasi Militer Selain Perang. Doktor Abdul Azis Al Quusy meneybutkan mental adalah panduan secara menyeluruh antara berbagai fungsi dengan kemampuan menghadapi krisis yang menimpa kepada manusia yang dapat berpengaruh terhadap emosi dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi bintal dan faktor pendukung dan penghambat dalam pembinaan bintal fungsi komando yang dilaksanakan di satuan kolinlamil Jakarta, serta merumuskan model terbaik bintal fungsi komando yang dilaksanakan di pendirat maupun di KRI dalam mendukung pencegahan paham radikalisme. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif menggambarkan kondisi mental prajurit agar terhindar daripaham radikalisme dengan lokus komando lintas laut militer Jakarta dengan. Dari Penelitian ini didapatkan bahwa faktor penghambat adalah kurangnya minat dari prajurit dalam kegiatan pembinaan mental fungsi komando, kurangnya minat prajurit dalam mengikuti penataran pembinaan mental fungsi komando yang di selenggarakan oleh pusbintal TNI, kurangnya personel pengawak Bintal  di satuan baik di pendirat maupun di unsur KRI, adapun strategi yang harus dilakukan adalah mensosialisasikan kembali tentang pentingnya pembinaan mental fungsi komando di satuan dengan peran para komandan satuan, para kasatker dalam pembinaan mental rohani, ideologi dan tradisi kejuangan, mengikutsertakan para komandan satuan atau kasatker dalam penataran bintal fungsi komando yang di selenggarakan oleh Pusbintal TNI.Kata kunci : Pembinaan Mental Fungsi Komando, Radikalisme, Pencegahan, Prajurit Berkarakter, TNI A

    KERJASAMA KEAMANAN CHINA - INDONESIA GUNA MENANGKAL ANCAMAN KEAMANAN MARITIM KEDUA NEGARA

    Get PDF
    China dan Indonesia, yang merupakan kekuatan penting di Asia, dan kedua negara menghadapi ancaman maritim yang sama. Dengan pendalaman berkelanjutan dari kemitraan strategis antara kedua negara, docking strategis penuh dimensi multisisi terus meningkat. Tetapi masih ada masalah tertentu dalam rasa saling percaya,  tingkat mekanisme kerjasama keamanan masih rendah. Penelitian ini fokus pada menganalisis ancaman keamanan maritim apa yang dihadapi kedua negara, menbahas situasi saat ini dari kerjasama keamanan China-Indonesia, dan mengusulkan langkah berikutnya untuk memperkuat kerjasama keamanan, kususnya bersama menangkal ancaman keamanan maritim, dan memberikan saran kepada pembuat kebijakan dalam teori dan praktek. Peneliti beruntung mempunyai kesempatan untuk belajar di Indonesia, dan melalui wawancara dan studi dokumentasi, data yang relatif objektif dan berguna diperoleh. Didasarkan dengan landasan teori yang relevan, melalui analisis dan pebahasan, para peneliti memiliki pemahaman yang lebih jelas tentang masalah di atas. Ancaman keamanan maritim yang dihadapi oleh China dan Indonesia termasuk ancaman keamanan non-tradisional, potensi ancaman keamanan yang disebabkan oleh ketidakpastian demarkasi maritim, dan faktor-faktor tidak stabil yang disebabkan oleh intervensi kekuatan ekstrateritorial juga telah menyebabkan ancaman terhadap keamanan regional. Kerjasama keamanan antara China dan Indonesia diperkuat dengan memperdalam kemitraan strategis antara kedua belah pihak. Alasan dan kondisi untuk kerjasama keamanan antara kedua negara sangat mencukupi, kerjasama antara kedua negara sejalan dengan hubungan internasional baru win-win, tetapi ada masalah tertentu dalam rasa saling percaya,  dan tingkat mekanisme kerjasama keamanan masih rendah. Untuk menangkal ancaman keamanan maritim yang dihadapi China dan Indonesia, itu harus dicapai melalui penguatan kerjasama keamanan China-Indonesia. Kedua negara harus meningkatkan rasa saling percaya dan memperkuat kerjasama multi-level di bidang pertahanan dan militer, bersama-sama menghilangkan ancaman terhadap keamanan maritim.Kata Kunci: Ancaman Keamanan, Hubungan China-Indonesia , Kerjasama keamana

    STRATEGI PERTAHANAN LAUT DI PROVINSI SULAWESI TENGGARA MELALUI KONSEP DRIVING FORCE

    Get PDF
    Ratifikasi UNCLOS 1982 mengakibatkan Indonesia wajib dan bertanggung jawab hukum untuk memberi hak lintas damai, hak lintas alur laut kepulauan dan hak lintas transit bagi kapal-kapal dan pesawat udara asing untuk berlayar dan terbang di wilayah kedaulatannya. Namun tetap memberikan perlindungan terhadap kedaulatan, keamanan, dan aset negara di bidang maritim. Wilayah perairan provinsi Sulawesi Tenggara yang  berhadapan langsung dengan ALKI III memiliki potensi sumber daya yang besar, sehingga tidak cukup unsur TNI saja untuk melindungi wilayah maritimnya, melainkan seluruh unsur non TNI terkait harus bersinergi demi terciptanya suatu strategi pertahanan laut. Dari beberapa entitas tersebut dibutuhkan satu sebagai driver force (penggerak). Driver force dituntut mampu memberi komando ke entitas lainnya dalam rangka mengimplementasikan strategi pertahanan laut secara efektif dan efisien. Maka tujuan penelitian ini adalah untuk melihat unsur mana yang tepat sebagai driver force (penggerak). Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dimana peneliti mengumpulkan data primer berupa wawancara kepada informan entitas terkait pertahanan laut di Sultra, data sekunder berupa studi pustaka, dan melakukan observasi lapangan. Data dianalisa menggunakan kebijakan pertahanan Kasih Prihantoro sehingga didapatkan hasil penelitian yaitu implementasi strategi pertahanan laut di Provinsi Sulawesi Tenggara memerlukan driver force (penggerak) sebagai komando pergerakan.Kata Kunci: Implementasi, Penggerak, Pertahanan Lau

    POTENSI PEMBANGUNAN KAWASAN PERBATASAN KABUPATEN SAMBAS PROVINSI KALIMANTAN BARAT DALAM PERSPEKTIF EKONOMI PERTAHANAN (ANALYTIC NETWORK PROCESS (ANP))

    Get PDF
    Kawasan perbatasan merupakan kawasan yang sangat strategis karena tidak hanya potensi alam yang melimpah, namun juga menyangkut pertahanan dan kedaulatan negara. Pentingnya posisi dan peran kawasan perbatasan bagi pertahanan dan kedaulatan negara menyebabkan kawasan perbatasan dijadikan sebagai security belt untuk melindungi negara dari potensi ancaman yang berasal dari luar. Setelah reformasi, pemerintah mulai mengubah orientasi pengelolaan kawasan perbatasan menjadi outward looking dan lebih menekankan pada pendekatan kesejahteraan. Namun pendekatan kesejahteraan yang mulai dilakukan oleh pemerintah cenderung kurang diikuti dengan upaya-upaya lanjutan yang bersifat mikro dan berpihak kepada masyarakat kawasan perbatasan. Sehingga terjadi ketimpangan antara pembangunan infrastruktur yang dikembangkan pemerintah dengan pendapatan masyarakat kawasan perbatasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi permasalahan, solusi, dan keputusan yang tepat dalam membangun kawasan perbatasan di Kabupaten Sambas (Indonesia, Kalimantan Barat) dengan Malaysia (Sarawak). Melalui pendekatan Mix Method dengan aplikasi Analytic Network Process (ANP) penelitian berhasil merumuskan strategi pengambilan keputusan tentang prioritas dan korelasi antar sektor pembangunan kawasan perbatasan Kabupaten Sambas (Indonesia, Kalimantan Barat) dengan Malaysia (Sarawak) dalam perspektif ekonomi pertahanan.Kata Kunci: Kawasan Perbatasan, Ekonomi Pertahanan, Kedaulatan, Analytic Network Process, Decision Making

    KARAKTER GENERASI MILENIAL PREKARIAT DI LINGKUNGAN EKONOMI KREATIF DALAM UPAYA MENDUKUNG KETAHANAN EKONOMI (STUDI KASUS KEMAMPUAN KARYAWAN DI RGB CREATIVE DIGITAL MEDIA)

    Get PDF
    Kondisi prekariat yang dialami generasi milenial di lingkungan pekerja kreatif seperti jumlah jam kerja yang berlebih, multiple job, praktik kerja lepas, kerja paruh waktu akibat ketidakamanan dan ketidakpuasan pekerjaan, serta kesenjangan pendapatan menyebabkan tingginya tingkat pengangguran terbuka di kalangan usia muda dan terdidik. Padahal potensi mereka dapat memberikan manfaat terhadap terbukanya lapangan pekerjaan dan meningkatkan kemandirian ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran karakter generasi milenial prekariat di lingkungan ekonomi kreatif untuk memiliki ketahanan ekonomi dan menganalisis kemampuan sumber daya manusia kreatif sebagai modal utama keluar dari jeratan prekariat. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus di RGB Creative Digital Media yang terletak di Kota Bandung dengan analisis data observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan karakter generasi milenial prekariat di RGB Creative Digital Media tidak sepenuhnya bersifat negatif. Hal ini ditunjukkan dari respon karyawan bahwa situasi prekariat sebagai ancaman, tidak berpengaruh terhadap keamanan pekerjaan, serta prekariat menjadi peluang untuk melakukan inovasi. Upaya untuk meminimalisir dampak negatif prekariat terus diupayakan oleh karyawan di RGB Creative Digital Media dengan mencermati sumber daya dan modal yang mereka miliki.  Konsep dan nilai RGB Creative Digital Media mampu membangun lingkungan usaha yang membuat karyawan nyaman, meningkatkan produktivitas dan kinerja yang tinggi sehingga ketahanan ekonomi terwujud pada kemampuan memelihara stabilitas ekonomi yang dinamis dan sehat. Maka dari itu, lingkungan kerja memainkan peran penting dalam membentuk kepribadian dan adaptasi karakter dengan mengandalkan modal sosial berupa keterbukaan, kemandirian, kepercayaan mampu meningkatkan sumber daya kreatif yang dapat bertahan dalam kondisi prekariat ditinjau secara sosial dan ekonomi.Kata kunci: kemampuan, generasi milenial, prekariat, ekonomi kreatif, ketahanan ekonomi

    DESAIN SISTEM PERTAHANAN SIBER DALAM MENGHADAPI PERANG MINDSET MENGGUNAKAN BIG DATA ANALYTIC DI PUSAT PERTAHANAN SIBER KEMENTERIAN PERTAHANAN

    Get PDF
    Saat ini ancaman di bidang siber semakin mengkhawatirkan. Salah satunya ialah perang siber non fisik berupa perang mindset. Perang mindset tidak menyerang jaringan atau infrastruktur fisik tetapi menyerang pola pikir atau mindset seseorang atau sekelompok orang. Semakin bertambahnya pengguna media sosial telah menjadikan media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan informasi atau pesan perang mindset. Perang mindset sangat berbahaya karena dapat mengarahkan mindset seseorang atau kelompok orang ke dalam pola pikir yang diinginkan penyerang. Perang mindset mampu melunturkan nilai-nilai ideologi bangsa. Lunturnya nilai-nilai Pancasila dapat menyebabkan perpecahan dan kehancuran bangsa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi pola perang mindset dan mendesain sistem pertahanan mindset menggunakan big data analytic. Metode yang digunakan ialah kualitatif riset dan pengembangan. Dari penelitian ini menunjukkan hasil bahwa Pola operasi perang mindset dilakukan secara sistematis, terstruktur dan masif dengan menyebarkan pesan atau informasi secara masif melalui berbagai media termasuk media sosial. solusi untuk menghadapi perang mindset di ruang siber ialah menggunakan big data analytic. Big data analytic mampu menganalisis narasi-narasi di media sosial yang jumlahnya masif.  Sistem ini mampu mengolah data dari media sosial secara cepat dan masif.Kata Kunci: big data, perang mindset, siber, media sosial, pushansibe

    PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR MARITIM UNTUK MENDUKUNG PROGRAM TOL LAUT DALAM MEWUJUDKAN POROS MARITIM DUNIA (PMD)

    Get PDF
    Presiden Joko Widodo memiliki kebijakan menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia (PMD). Ide ini merupakan upaya dari Pemerintahan untuk meningkatkan konektivitas antarpulau di Indonesia sehingga terwujud kesejahteraan nasional. Untuk membangun konektivitas, maka infrastruktur maritim seperti sarana prasarana pelabuhan, kapal dan moda transportasi juga harus dibangun. Visi ini diwujudkan melalui pembangunan Tol Laut dalam RPJMN 2014-2019. Tujuan dari Tol Laut ini adalah menurunkan disparitas harga barang dan pemerataan pembangunan ekonomi antara Kawasan Indonesia Barat dan Timur. Permasalahan penelitian yaitu: 1) Bagaimana pembangunan infrastruktur maritim dalam mendukung Tol Laut. Tujuan penelitian yaitu: 1) Menganalisis pembangunan infrastruktur maritim dalam mendukung Tol Laut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi dan studi pustaka selanjutnya dianalisis dengan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pembangunan infrastruktur maritim untuk mendukung Tol Laut meliputi: a) Pembangunan Pelabuhan khususnya di Kawasan Timur Indonesia (KTI); b) Pembangunan kapal, hingga 158 kapal tahun 2019 dan; c) Moda transportasi berupa pembangunan jalur Kereta Api Baru serta pembangunan 19 Bandara Baru.Kata Kunci: Infrastruktur Maritim, Tol Laut, Poros Maritim Dunia, Konektivitas Maritim, Distribusi Logisti

    993

    full texts

    1,215

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇