Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
Not a member yet
    1215 research outputs found

    INOVASI SELF DEFENCE SYSTEM PADA PESAWAT ANGKUT TNI ANGKATAN UDARA IMPLIKASINYA TERHADAP OPERASI MILITER TNI GUNA PENINGKATAN PERTAHANAN NEGARA

    No full text
    Penelitian ini berjudul "Inovasi Self Defence System pada Pesawat Angkut TNI Angkatan Udara: Implikasinya terhadap Operasi Militer TNI guna Peningkatan Pertahanan Negara." Saat ini, pesawat angkut TNI AU belum dilengkapi dengan Self Defence System, yang menjadikannya rentan terhadap ancaman, terutama di wilayah konflik seperti Papua. Insiden penembakan pesawat oleh Manpad milik OPM saat menjalankan misi droping barang, personil, dan misi VIP, serta potensi risiko dalam misi perdamaian dunia, seperti pengiriman bantuan ke Palestina, menegaskan urgensi pengembangan Self Defence System pada pesawat angkut TNI AU. Tujuan penelitian ini adalah memberikan rekomendasi mengenai inovasi Self Defence System pada pesawat angkut TNI AU serta implikasinya terhadap operasi militer TNI untuk meningkatkan pertahanan negara. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif melalui studi kepustakaan, pengumpulan dan pengolahan data, bahan-bahan naskah sekolah, serta pengamatan empiris. Teori yang digunakan adalah Triple Helix, yang mengintegrasikan kolaborasi antara pemerintah (TNI AU), industri pertahanan (PT DI, GMF, dan PT ITS), serta akademisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara TNI AU, industri pertahanan, dan akademisi dapat mewujudkan inovasi Self Defence System pada pesawat angkut TNI AU. Inovasi ini diharapkan dapat memberikan perlindungan tambahan terhadap pesawat selama menjalankan misi di daerah rawan dan dalam operasi perdamaian dunia. Implementasi Self Defence System akan meningkatkan efektivitas dan keselamatan operasi militer TNI, yang pada gilirannya akan memperkuat pertahanan negara. Kesimpulannya, pengembangan dan penerapan Self Defence System pada pesawat angkut TNI AU melalui kolaborasi Triple Helix dapat meningkatkan kemampuan pertahanan udara Indonesia. Implementasi inovasi ini tidak hanya melindungi aset strategis TNI AU, tetapi juga memastikan keberhasilan misi-misi kritis, baik di dalam negeri maupun internasional

    Teknologi Informasi dan Skill SDM terhadap Kinerja Prajurit Skadon Udara 6

    No full text
    Sesuai dengan kebijakan KSAU dalam revolusi industri 4.0 saat ini, Indonesia sedang menghadapi pandemi Covid-19 yang membatasi ruang dan waktu serta menyebabkan perubahan dalam prosedur mekanisme kerja harian sehingga diharapkan Skuadron Udara ke-6 segera beradaptasi dengan tatanan hidup baru di mana peran teknologi informasi diperlukan. Keterampilan SDM untuk mengoptimalkan kinerja dalam penempatan pasukan untuk membangun Angkatan Udara Indonesia yang dihormati di wilayah tersebut. Studi ini bertujuan untuk menentukan variabel teknologi informasi dan keterampilan SDM secara parsial dan simultan mempengaruhi kinerja dan mana yang memiliki pengaruh dominan terhadap kinerja Skuadron Udara ke-6. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode survei (kuesioner). Teknologi informasi yang digunakan merujuk pada teori Febrianto (2004), keterampilan SDM didasarkan pada teori Sule (2017), dan kinerja didasarkan pada teori Sudarmanto (2018). Hasil studi menunjukkan bahwa teknologi informasi dan keterampilan SDM memiliki dampak positif dan signifikan dalam meningkatkan kinerja baik secara parsial maupun bersama-sama, di mana teknologi informasi lebih dominan dibanding keterampilan SDM dalam memengaruhi kinerja Skuadron Udara ke-

    Penanganan Pascapanen dan Pemanfaatan Produk Olahan Kelor Dalam Mengatasi Stunting di NTT

    No full text
    Tanaman kelor banyak tersebar di masyarakat, akan tetapi tidak diketahui manfaat dan kandungannya. Tujuan penulisan jurnal ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan minat terhadap pemanfaatan olahan kelor serta memperluas pengetahuan pembaca mengenai pengolahan kelor untuk mengatasi permasalahan stunting di wilayah NTT. Metode yang digunakan adalah studi literatur jurnal penelitian melali penjelasan secara deskriptif terhadap analisa perbandingan kadar HB sebelum dan sesudah diberikan ekstrak daun kelor serta hasil uji laboratorium mengenai kandungan gizi yang terdapat pada stik daun kelor. Hasilnya, ibu hamil yang mengkonsumsi ekstrak kelor dapat meningkatkan kadar HB secara teratur. Selanjutnya, melalui olahan terhadap produk stik kelor dan pudding daun kelor dapat memberikan manffat yang baik bagi anak yang mengkonsumsinya, manfaatnya yaitu berupa meningkatkan kadar Hb pada anak sebesar 2,27 g/dl dengan nilai p=0.000. Berdasarkan sekumpulan data tersebut, manfaat bagi ibu hamil maupun anak mengkonsumsi yang kelor mampu meningkatkan kadar Hb serta dapat mengurangi angka stunting di wilayah NTT secara umum maupun di kabupaten Belu secara khusus

    PERAN STRATEGIS KOMANDO DAERAH MILITER (KODAM) IV/DIPONEGORO DALAM MENGATASI ANCAMAN TERORISME DAN RADIKALISME GUNA MENDUKUNG KEDAULATAN NEGARA

    Full text link
    – Jawa Tengah menjadi salah satu Provinsi di Indonesia dengan angka persebaran terorisme dan radikallisme yang tinggi, yang dikategorikan oleh BNPT sebagai Zona Merah. Jawa Tengah merupakan center of gravity ideologi, politik, dan pertahanan keamanan nasional, sehingga diperlukan peran strategis dari setiap elemen untuk mengatasi ancaman terorisme dan radikalisme di Jawa Tengah. Kodam IV/Diponegoro sebagai representasi TNI AD di Jawa Tengah memiliki tugas pokok untuk mengatasi ancaman terorisme dimana dalam memberikan dukungannya, ditemui beberapa permasalahan sehingga peran strategis Kodam IV/Diponegoro tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ancaman terorisme dan radikalisme di Jawa Tengah, dukungan yang diberikan Kodam IV/Diponegoro beserta hambatannya, serta peran strategis yang telah dan dapat dilakukan. Metode penelitian kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan desain penelitian deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Kodam IV/Diponegoro mempersepsikan arah ancaman terorisme dan radikalisme mengalami pergeseran metode, motif, dan aktor, 2) Kodam IV/Diponegoro memberikan dukungan berupa sumber daya manusia, sarana prasarana, dan program yang ternyata memiliki hambatan, 3) Kodam IV/Diponegoro menggunakan strategi (ends, means, way) untuk mengatasi hambatan tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah peran Komando Daerah Militer IV/Diponegoro untuk mengatasi ancaman terorisme dan radikalisme guna mendukung kedaulatan masih harus dioptimalkan lagi melalui dukungan oleh pemerintah daerah maupun pusat, mengingat Kodam IV/Diponegoro berada di tengah center of gravity IPOLEKSOSBUDHANKAM

    PENYUSUNAN POSTUR PERTAHANAN MILITER BERDASARKAN ANALISIS ANCAMAN MILITER GUNA MEWUJUDKAN SISTEM PERTAHANAN NEGARA YANG TANGGUH

    Full text link
    – Sistem Pertahanan Negara adalah sistem pertahanan yang bersifat semesta yang melibatkan seluruh warga negara, wilayah dan sumber daya nasional lainnya, serta dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total, terpadu, terarah dan berlanjut untuk menegakkan kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan segenap bangsa dari segala ancaman. Sistem pertahanan negara tangguh bila mampu mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara dihadapkan dengan perkembangan lingkungan strategis. Sistem Pertahanan Negara saat ini belum tangguh dalam mengatasi ancaman militer, terbukti dengan adanya pelanggaran wilayah yang dilakukan oleh negara lain, namun TNI belum mampu mendeteksi, menangkal dan menindak pelanggaran wilayah tersebut dengan optimal. Permasalahan Postur Pertahanan Militer menjadi perhatian BPK RI, sehingga BPK RI melaksanakan pemeriksaan pada Semester II TA. 2021 dengan hasil yaitu Postur Pertahanan Militer belum disusun berdasarkan analisis ancaman militer. Terkait hal tersebut, peneliti melaksanakan penelitian dengan tujuan untuk membuat role model penyusunan Postur Pertahanan Militer berdasarkan analisis ancaman militer guna mewujudkan Sistem Pertahanan yang tangguh. Metodologi penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, observasi, dokumentasi dan brainstorming dengan ahli. Data dikumpulkan, diolah dan dianalisis dengan menggunakan tools yaitu integrasi Metode DEMATEL-ANP dikombinasikan dengan integrasi Metode SWOT-AHP. Hasil pembahasan diperoleh: 1) Prioritas kriteria ancaman militer yaitu intention, capability, opportunity dan circumtance. Prioritas subkriteria intention yaitu tujuan, aksi dan keinginan. Prioritas subkriteria capability yaitu taktik, sumber daya, tool dan teknik. Prioritas subkriteria opportunity yaitu vurnerability dan accesibility. Prioritas subkriteria circumtance yaitu environment dan luas wilayah, Prioritas aktor dibalik ancaman militer yaitu hybrid, state actor dan nonstate actor, 2) Strategi terbaik penyusunan Postur Pertahanan Militer berdasarkan analisis ancaman militer yaitu Strategi SO, serta 3) Penyusunan Postur Pertahanan Militer berdasarkan analisis ancaman militer guna mewujudkan Sistem Pertahanan Negara yang tangguh yaitu menggunakan konsep integrasi dan kombinasi growth strategy dan diversification strategy

    SUPPLY CHAIN MANAGEMENT SEKTOR PERTANIAN DALAM KETAHANAN PANGAN KABUPATEN SUMEDANG GUNA MENDUKUNG KESIAPAN LOGISTIK WILAYAH PERTAHANAN

    Full text link
    – Penelitian ini dilatar belakangi oleh UU Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang bersifat semesta. Pembangunan pertahanan harus memperhatikan kesiapan logistik wilayahnya. Ketahanan pangan merupakan salah satu upaya dalam membangun kesiapan Logistik Wilayah Pertahanan. Hal ini dilakukan oleh Kodim 0610/Sumedang yang bersinergis dengan Pemerintah Daerah dan Kelompok Tani. Peneliti merumuskan masih terdapat fenomena yang menjadi permasalahan diantaranya dalam pengadaan saprotan (Sarana Produksi Pertanian), distribusi, kebijakan pemerintah dan penggunaan teknologi. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis supply chain management (SCM), hambatan dan strategi SCM sektor pertanian dalam ketahanan pangan Kabupaten Sumedang guna mendukung kesiapan Logistik Wilayah Pertahanan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif analitis kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Kabupaten Sumedang sudah mampu memenuhi parameter ketersediaan stok pangan namun masih memiliki kendala dalam parameter keterjangkauan harga, dan kelancaran distribusi; (2) berdasarkan hal tersebut peneliti merumuskan hambatan untuk ketersediaan stok (ketidakmandirian petani), keterjangkauan harga (rendahnya daya beli masyarakat, petani tidak memiliki daya tawar, tingginya tingkat kemiskinan petani dan biaya faktor produksi) dan kelancaran distribusi (lembaga non formal masih menguasai pasar, kurangnya sinergisitas antar instansi pemerintah dan distribusi yang kurang efektif); (3) strategi yang dapat dilaksanakan menggunakan strategi SCM yaitu ketersediaan stok (pembukaan lahan, tumpangsari dan integrated Farming), keterjangkauan harga (pemutusan rantai pasok, memaksimalkan peran bulog) dan kelancaran distribusi (pemasaran, pengembangan sistem distribusi dan pemanfaatan teknologi). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa Kabupaten Sumedang masih memiliki banyak hambatan dalam ketahanan pangan sehingga perlu adanya strategi SCM guna mendukung kesiapan logistik wilayah pertahanan Negara Republik Indonesi

    PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN MORAL PRAJURIT TERHADAP KESIAPAN OPERASIONAL SATUAN BATALYON INFANTERI 403/WP

    No full text
    Batalyon Infanteri 403/WP merupakan satu-satunya satuan tempur yang berlokasi di Kabupaten Sleman DIY. Dalam pelaksanaan tugas pokoknya, satuan ini mengalami berbagai hambatan yang perlu segera diatasi guna terciptanya kesiapan operasional satuan tersebut. Diantaranya yaitu kepemimpinan dan moral prajurit. Tujuan penelitian ilmiah ini adalah untuk mengetahui pengaruh signifikan gaya kepemimpinan transformasional dan moral prajurit terhadap kesiapan operasional satuan di Batalyon Infanteri 403/WP. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Stratified Random Sampling dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel yang diambil sebanyak 229 orang personel Batalyon Infanteri 403/WP. Sumber data diperoleh dari data primer dengan menyebar kuesioner dan data sekunder dengan dokumentasi. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskripstif dan statistik inferensial dengan menggunakan analisis jalur (Path Analysis) dengan bantuan software SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 25 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gaya Kepemimpinan Transformasional dan moral prajurit berpengaruh signifikan terhadap kesiapan operasional satuan. Berdasarkan pada kuesioner yang disebarkan kepada responden diperoleh hasil penghitungan Koefisien Determinasi adalah 45%, sehingga dapat disimpulkan bahwa Kesiapan Operasional dipengaruhi oleh Kepemimpinan Transformasional dan Moral Prajurit  sebesar 45,0% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Faktor-faktor tersebut antara lain kedisiplinan, semangat, loyalitas dan lain-lain. Pola kepemimpinan transformasional penting untuk diterapkan di satuan Yonif 403/WP karena dianggap dapat memotivasi moral prajurit ke arah yang lebih jelas dan berwujud nyata dikarenakan pemimpin transformasional memiliki karakter yang kharismatik dan mampu membangun ikatan emosional yang kuat untuk mencapai kesiapan operasional satua

    GROUND RADAR STEALTH BERBASIS MICROWAVE ABSORBER DALAM PERANG UDARA

    Full text link
    This research background is based on scenario changes of war concepts from conventional to technology-based, where stealth is one of the technologies which is important in air warfare. This fact creates phenomena that show “There’s no stealth technology had been applied to protect Ground Radar Station as an enemy centre of gravity”, related to that research question which is formulated on how to design an adaptive “Ground Radar Stealth” (GRS) and why it is needed. All relevant theories used in this research are stealth, Radar, and Microwave Absorbers. Research Methode that being used is descriptive qualitative by comparing theories and using QFD as tools. In designing GRS some informants are involved such as military expert, academic, commander of fighter aircraft squadron and Radar. The result of this research is formulating a GRS design that had been adjusted with the theories to apply to GRS and is also useful. To make this research can be realised support in the form of funds, time, and cooperation from the Indonesian Air Force Itself and Academic sources are needed. Also, to optimize GRS design, it is suggested to create layers of defence like an Iron dome, but adjusted to the Indonesian Geographical environmen

    KESIAPAN KOMANDO GABUNGAN WILAYAH PERTAHANAN I DALAM MENGANTISIPASI ANCAMAN UDARA PADA KONFLIK LAUT CHINA SELATAN

    No full text
    Konflik Laut China Selatan telah berlangsung sejak lama. Sejarah awalnya adalah penetrasi yang dilakukan oleh Tiongkok atas klaim sepihak mereka terhadap kepemilikan mayoritas wilayah Laut China Selatan. Beberapa tahun terakhir ini eskalasi konflik di Laut China Selatan mengalami peningkatan. Hal ini tentunya berpengaruh pada wilayah Indonesia yang berada atau berbatasan langsung dengan Laut China Selatan. Wilayah yang paling dekat dengan Kawasan Laut China Selatan adalah Kawasan Laut Natuna Utara dan Kepulauan Natuna. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis ancaman dari konflik Laut China Selatan dan kesiapan Kogabwilhan I untuk mengantisipasinya. Metode penelitian ini adalah kualitatif desain deskriptif. Teori yang digunakan pertahanan negara, kesiapan, peranan, ancaman, kekuatan udara dan konsep operasi udara. Hasil dari penelitian ini adalah Potensi ancaman yang terjadi baik berupa ancaman militer dan non-militer terhadap wilayah kedaulatan udara Negara Republik Indonesia cukup besar terdampak dari konflik Laut China Selatan. Kesiapan Kogabwilhan I dalam mengantisipasi ancaman udara di Laut China Selatan meliputi kesiapan operasional dan tempur yang didukung oleh kesiapan pengembangan organisasi, latihan dan pergeseran kekuatan atau alutsista. Kesimpulan terdapat potensi ancaman dan kesiapan Kogabwilhan I membutuhkan dukungan sarana prasarana dan alutsist

    Pengaruh Panjang Pipa Dan Panjang Media Pendingin Terhadap Kualitas Minyak Hasil Pirolisis Sampah Plastik Jenis Ldpe

    Full text link
    Proses pirolisis sampah plastik merupakan proses dekomposisi senyawa organik yang terdapat dalam plastik melalui proses pemanasan dengan sedikit atau tanpa melibatkan oksigen. Pada proses pirolisis senyawa hidrokarbon rantai panjang yang terdapat pada plastik diharapkan dapat diubah menjadi senyawa hidrokarbon yang lebih pendek dan dapat dijadikan sebagai bahan bakar alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh panjang pipa dan media pendingin terhadap produk dan kualitas minyak hasil pirolisis. Pirolisis sampah plastik ini dilakukan dengan umpan yaitu sampah plastik jenis jenis Low Density PolyEthylene. Proses pirolisis dijalankan dalam reaktor semi batch. Proses pirolisis dilaksanakan selama 60 menit pada suhu 1500C dengan perbandingan 5 panjang pipa dan media pendingin (1.50 m/1 m,1.75 m/1.25 m, 2m/1.50 m, 2.25 m/1.75 m, dan 2.50 m/ 2 m).  Setiap hasil minyak pirolisis memiliki ketajaman aroma yang berbeda-beda dan mempunyai kandungan air yang berbeda- beda, semakin panjang pipa dan media pendingin maka minyak yang di hasilkan semakin sedikit tetapi kualitas minyak priolisis yang dihasilkan baik. Hasil uji viskositas pertama membuktikan bahwa semakin panjang pipanya dan pendinginnya akan semakin lambat alirannya, artinya semakin panjang pipa dan pendinginnya maka kekentalan dari minyak piroliss semakin bai

    993

    full texts

    1,215

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇