Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
Not a member yet
    1215 research outputs found

    RESOLUSI KONFLIK PEMBANGUNAN PELABUHAN INTERNASIONAL DI KABUPATEN SUBANG PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2017 – 2019

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi munculnya konflik pada pembangunan Pelabuhan Internasional Patimban. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis Resolusi Konflik Pembangunan Pelabuhan Internasional di Desa Patimban Kecamatan Pusakanagara Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat. Diperlukan analisis lebih mendalam, mengapa konflik timbul ke permukaan, meskipun diketahui bahwa sebelum pelaksanaan pembangunan dan munculnya konflik, pemerintah telah mengkaji, merencanakan program-program dan melakukan sosialisasi kepada penduduk desa Patimban dimana lokasi proyek pembangunan pelabuhan Internasional Patimban dilaksanakan. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif. Teknik analisis diskriptif dengan metode pengolahan data dan wawancara mendalam kepada perwakilan masyarakat, tokoh masyarakat dan pejabat pemerintah daerah didukung dengan observasi serta studi pustaka. Landasan teori yang digunakan adalah teori Peran, teori Eskalasi Glase, teori Resolusi Konflik dan teori Manajemen Perubahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam rekonsiliasi, peran tokoh masyarakat dan pemerintah dalam menangani konflik yang terjadi pada pembangunan pelabuhan Internasional Patimban belum optimal. Masalah lain yang ditemukan berupa keterlambatan turunnya anggaran untuk ganti rugi, kurangnya sinergitas antara instansi pemerintah pusat dan daerah dan lemahnya prediksi terhadap pontensi konflik yang akan muncul. Situasi dan kondisi saat ini sudah membaik , tokoh masyarakat dan pemerintah bekerja bersama-sama berusaha menciptakan kondisi yang harmonis di masyarakat desa Patimban dan sekitarnya. Potensi terhadap munculnya konflik di masyarakat akan tetap ada, karena kawasan Pelabuhan Internasional Patimban di masa mendatang akan berkembang menjadi daerah kawasan Industri

    PENERAPAN SERTIFIKASI ALPALHANKAM DIHADAPKAN PADA KEMAMPUAN INDUSTRI PERTAHANAN NASIONAL (STUDI KASUS: PESAWAT N219)

    Get PDF
    PT. Dirgantara Indonesia (PTDI) saat ini sedang gencar dalam mengembangkan pesawat N219. Namun pada prosesnya, pengembangan pesawat ini masih mengalami kendala. Kondisi di lapangan menunjukan bahwa proses sertifikasi pesawat ini belum berjalan dengan maksimal. Pesawat N219 seharusnya sudah selesai proses sertifikasi tahun lalu namun sampai sekarang belum selesai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengapa keterlambatan sertifikasi N219 terjadi. Maka dari itu penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh dari pada informan yang ditetapkan yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teori implementasi kebijakan yang dikemukakan oleh Edward. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan sertifikasi N219 disebabkan karena kurangnya sumber daya baik dari regulator maupun produsen Selain itu kurangnya dana yang diberikan oleh pemerinta menjadi salah satu penyebab keterlambatan sertifikasi. Saran yang dapat dilakukan untuk menyikapi permasalahan tersebut adalah dengan menambah sumber daya manusia yang berkecimpung dalam kegiatan sertifikasi. Yang kedua, solusi yang dapat dilakukan adalah dengan menambah anggaran pengembangan pesawat N219.

    KAPABILITAS PENGAWAK CONTAINER SCANNER SECURITY SYSTEM DALAM MENDETEKSI BARANG-BARANG IMPOR DI PELABUHAN TANJUNG PRIOK

    Get PDF
    Sebagai pintu gerbang masuknya barang-barang ke suatu negara, pelabuhan memegang peranan yang sangat penting. Meningkatnya frekuensi kegiatan eskpor dan impor di Indonesia membuat volume barang yang masuk maupun yang keluar pelabuhan di Indonesia semakin tinggi. Penggunaan container scanner security system, dalam hal ini hico scan x-ray sebagai suatu alat pemeriksaan fisik barang yang dimiliki oleh Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, sejalan dengan kapabilitas pengawak hico scan x-ray akan sangat menentukan kelancaran pemeriksaan dan pengawasan kepada pengguna jasa kepabeanan. Adapun permasalah yang diteliti yaitu kapabilitas pengawak container scanner security system dalam mendeteksi barang-barang impor di pelabuhan Tanjung Priok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dokumentasi dan studi literatur. Hasil penelitian diketahui bahwa kapabilitas pengawak sudah cukup baik namun perlu adanya program-program pengembangan kapabilitas pengawak untuk menambah kemampuan pengawak agar tujuan organisasi bisa tercapai. Kata Kunci:  kapabilitas, pengawak, container scanner security system Sebagai pintu gerbang masuknya barang-barang ke suatu negara, pelabuhan memegang peranan yang sangat penting. Meningkatnya frekuensi kegiatan eskpor dan impor di Indonesia membuat volume barang yang masuk maupun yang keluar pelabuhan di Indonesia semakin tinggi. Penggunaan container scanner security system, dalam hal ini hico scan x-ray sebagai suatu alat pemeriksaan fisik barang yang dimiliki oleh Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, sejalan dengan kapabilitas pengawak hico scan x-ray akan sangat menentukan kelancaran pemeriksaan dan pengawasan kepada pengguna jasa kepabeanan. Adapun permasalah yang diteliti yaitu kapabilitas pengawak container scanner security system dalam mendeteksi barang-barang impor di pelabuhan Tanjung Priok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dokumentasi dan studi literatur. Hasil penelitian diketahui bahwa kapabilitas pengawak sudah cukup baik namun perlu adanya program-program pengembangan kapabilitas pengawak untuk menambah kemampuan pengawak agar tujuan organisasi bisa tercapai.Kata Kunci:  kapabilitas, pengawak, container scanner security syste

    PEMANFAATAN TEKNOLOGI PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK MENGANALISIS BERSATUNYA PULAU NUSAKAMBANGAN DENGAN PULAU JAWA SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KEAMANAN LAPAS NUSAKAMBANGAN

    Get PDF
    Isu bersatunya Pulau Nusakambangan dengan Pulau Jawa dilatarbelakangi oleh peristiwa sedimentasi yang terjadi di Laguna Segara Anakan. Pulau Nusakambangan dikenal dengan Pulau Penjara yang sangat aman, dimana terdapat tujuh Lembaga Pemasyarakatan untuk menempatkan narapidana high risk. LAPAS Nusakambangan merupakan objek vital Negara yang berada dibawah pengelolaan Kemenkumham. Akibat peristiwa sedimentasi timbul daratan baru di sebelah utara Pulau Nusakambangan, sehingga menyebabkan terbukanya akses menuju LAPAS Nusakambangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai yang terjadi di Pulau Jawa yang diprediksi akan bersatu dengan Pulau Nusakambangan dimasa yang akan datang. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi, metode kuantitatif dilakukan dengan memanfaatkan teknologi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk menganalisis perubahan garis gantai yang terjadi berbasis data citra satelit Landsat, kemudian dibuat model persamaan untuk memprediksi terjadinya penyatuan Pulau Nusakambangan dengan Pulau Jawa. Metode kualitatif digunakan untuk menganalisis dampak perubahan tersebut terhadap keamanan LAPAS Nusakambangan. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya perubahan garis pantai dari tahun 1962 hingga 2018. Perubahan garis pantai disebabkan oleh endapan sedimen di Laguna Segara Anakan yang berasal dari hulu sungai, sehingga terjadilah penambahan luas daratan yang signifikan di Pulau Jawa. Dengan asumsi tidak ada pengaruh pasang surut dan energi gelombang, penurunan luas permukaan perairan pesisir Pulau Nusakambangan akan terus terjadi. Diprediksi pada tahun 2030 luasnya tinggal 2.56% saja, artinya isu penyatuan Pulau Nusakambangan dengan Pulau Jawa itu akanterjadi. Fenomena ini bisa menjadi sumber ancaman bagi LAPAS Nusakambangan. Ancaman yang mungkin terjadi dari aspek keamanan adalah kemungkinan terjadinya pelarian narapidana high risk, penyelundupan narkotika dan akses-akses terselubung para terorisme.Kata Kunci : Teknologi Penginderaan Jauh, Sistem Informasi Geografis, Perubahan Garis Pantai, Sedimentasi, Keamanan LAPAS Nusakambanga

    ANALISIS PENGGUNAAN BAHAN BAKAR B30 DENGAN EFEK PENYIMPANAN TERHADAP KINERJA MESIN DIESEL

    Get PDF
    Penyimpanan jangka panjang dengan variasi suhu memungkinkan terjadinya penurunan kualitas bahan bakar, seperti contoh biodiesel B30. Metode yang digunakan penulis pada penelitian ini adalah dengan metode eksperimen. Pada penelitian ini difokuskan untuk mengetahui pengaruh efek penyimpanan pada bahan bakar Biodiesel dengan menggunakan FTIR serta uji kinerja mesin diesel. Pengujian dilakukan dengan penyimpanan selama 1 bulan dengan variasi waktu yaitu: 1, 2, 3 dan 4 minggu. Dari hasil Analisis uji FTIR, didapatkan bahwa B30 memiliki reaksi dengan gugus fungsi khas metil ester. Namun, pada setiap minggu nya nilai intensitas FTIR pada gugus fungsi semakin berkurang. Termasuk gugus O – H pada B30 dengan penyimpanan 4 minggu tidak terbaca. Maka dapat disimpulkan gugus O – H pada bahan bakar biodiesel melemah seiring berjalan nya waktu. Dari hasil uji kinerja mesin diesel didapatkan Daya maksimum dihasilkan pada putaran 2900 rpm. Daya terbesar dihasilkan pada B30 penyimpanan 1 minggu dengan nilai sebesar 1,729 kW disusul dengan B30 penyimpanan 2 minggu sebesar 1,703 kW. Kemudian B30 penyimpanan 3 minggu dan 4 minggu. Hal tersebut juga terjadi pada Torsi, BMEP dan Eff. Thermal. Namun, didapatkan SFOC terendah dengan menggunakan bahan bakar B30 penyimpanan 1 minggu kemudian B30 penyimpanan 2 minggu, 3 minggu dan 4 minggu

    TRILATERAL COOPERATION ARRANGEMANT SEBAGAI STRATEGI PERTAHANAN INDONESIA DALAM PENANGGULANGAN ANCAMAN ASIMETRIS DI KAWASAN ASIA TENGGARA

    Get PDF
    Perkembangan lingkungan strategis berdampak pada pesatnya perkembangan ancaman asimetris. Kawasan Asia Tenggara merupakan salah satu yang menghadapi ancaman ini. Indonesia sebagai salah satu negara di Kawasan Asia Tenggara melakukan kerjasama Trilateral Cooperation Arrangement untuk menangkal ancaman asimetris khususnya di Laut Sulu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Trilateral Cooperation Arrangement sebagai strategi pertahanan Indonesia dalam penanggulangan ancaman asimetris di Kawasan Asia Tenggara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menggunakan teori ilmu pertahanan, konsep strategi, counter terrorism, asymmetric warfare, kerjasama pertahanan, cooperative security, dan deterrence theory. Hasil dari penelitian ini dapat dibagi menjadi tiga yaitu pertama, ancaman asimetris yang terjadi di Asia Tenggara khususnya Laut Sulu terus berkembang dan secara khusus dibagi menjadi terorisme; kejahatan transnasional yaitu perompakan bersenjata dan penculikan untuk tebusan; serta migrasi ilegal. Kedua, dalam pelaksanaannya, Trilateral Cooperation Arrangement (TCA) di Laut Sulu terdiri dari Patroli Laut Terkoordinasi (Coordinated Sea Patrol), Patroli Udara (Air Patrol), Pertukaran Informasi dan Intelijen (Information and Intelligent Sharing) dan Latihan Darat Bersama (Land Exercise). Keempat patroli tersebut merupakan kerjasama strategis yang merupakan suatu kesatuan sehingga tidak dapat dipisahkan perbagian atau fungsinya. Namun dalam pelaksanaannya, terdapat peluang dan tantangan yang perlu menjadi perhatian baik pengempu kebijakan atau pihak operasional. Ketiga, Trilateral Cooperation Arrangement merupakan strategi yang dapat menanggulangi ancaman asimetris yang terjadi di Kawasan Asia Tenggara khususnya di Laut Sulu sejak tahun 2016-2018, namun ditahun 2019 ancaman asimetris di Laut Sulu mengalami peningkatan. Adapun strategi yang digunakan adalah menggunakan kerjasama pertahanan serta menggunakan softpower maupun hardpower yang memberikan efek deterrence kepada pelaku ancaman asimetris. Selain itu, memperkuat kerjasama Kementerian dan Lembaga sebagai pembuat kebijakan, serta TNI dan pemerintah daerah sebagai pelaksana operasional serta aturan pendukung seperti aturan prosedure operasional.Kata Kunci: Ancaman Asimetris, Asia Tenggara, Laut Sulu, Strategi, Trilateral Cooperation Arrangement (TCA

    STRATEGI PERTAHANAN LAUT PENANGANAN KEJAHATAN TRANSNASIONAL NARKOBA DI SELAT SUNDA

    Get PDF
    Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) adalah alur laut yang ditetapkan sebagai alur untuk pelaksanaan hak lintas alur laut kepulauan berdasarkan The United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982. ALKI merupakan konsekuensi Indonesia sebagai negara kepulauan setelah Pemerintah Indonesia meratifikasi UNCLOS 1982 melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1985. Selat Sunda sebagai salah satu selat tersibuk di Indonesia merupakan bagian dari Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I, yang menghubungkan perairan Samudera Hindia melewati Selat Karimata menuju Laut Natuna Utara atau sebaliknya. Masih adanya ancaman kejahatan transnasional terutama penyelundupan narkoba yang terjadi di wilayah perairan Selat Sunda terbukti dengan tertangkapnya 1,02 ton Sabu pada 13 Juli 2017 oleh kapal Wanderlust, menjadikan alasan peneliti untuk meneliti kejahatan transnasional narkoba di Selat Sunda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penanganan kejahatan transnasional narkoba dan faktor-faktor yang mempengaruhinya serta strategi pertahanan laut yang digunakan.  Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus sebagai teori analisis menggunakan teori implementasi kebijakan publik Van Meter dan Van Horn. Hasil analisis penelitian menunjukan penanganan kejahatan transnasional narkoba di Selat Sunda masih belum maksimal dan banyak kendala yang menghambat instansi maritim dalam melaksanakan tugas penanganan kejahatan transnasional narkoba di Selat Sunda. Faktor penghambat penanganan didominasi oleh keterbatasan sumber daya, komunikasi antara pelaksana pusat dan daerah, Instansi terkait juga masih belum terintegrasi secara baik. Sehingga strategi yang disimpulkan harus dilaksanakan adalah dengan memaksimalkan operasi yang terintegrasi serta menggunakan teknologi komunikasi dan pengawasan (surveillance) menggunakan drone maupun Automatic Identification System (AIS). Meningkatkan mekanisme koordinasi antar instansi yang mempunyai wewenang dalam penegakan hukum di laut dengan membentuk komando pengendalian (Crisis Centre) bersama yang dilengkapi Standard Operation Procedure (SOP) dalam pengamanan Selat Sunda.Kata Kunci:  Strategi, Pertahanan Laut, Kejahatan Transnasional, Narkoba dan Selat Sund

    ANALISIS JENIS KOMODITAS UNGGULAN DAN PENGARUH ANGGARAN PERTAHANAN, PRODUK DOMESTIK BRUTO INDONESIA, NILAI TUKAR RUPIAH, SERTA HARGA KOMODITAS TERHADAP NILAI EKSPOR KOMODITAS UNGGULAN DALAM ASEAN JAPAN ECONOMIC PARTNERSHIP (AJCEP)

    Get PDF
    Indonesia terlibat dalam berbagai Free Trade Agreement (FTA) dengan beberapa negara atau kawasan. Salah satu nya yaitu ASEAN-Japan Comprehensive Economic Partnership (AJCEP) sejak tahun 2002. Keterlibatan ini diharapkan mampu meningkatkan neraca perdagangan Indonesia dengan Jepang. Namun pada kenyataan nya neraca perdagangan Indonesia sempat negatif selama tiga tahun berturut-turut. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis jenis komoditas apa yang menjadi komoditas unggulan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitaif deskriptif dengan Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Export Product Dynamic (EPD) untuk melihat jenis komoditas yang memiliki keunggulan komparatif dan posisi daya saing nya, kemudian metode analisis regresi linear berganda untuk melihat faktor-faktor yang berpengaruh masing-masing komoditas. Hasil penelitian menunjukkan lima komoditas yang memiliki keunggulan komparatif yaitu Bijih Nikel, Kain Tekstil, Buah Pala, Karet Alam, dan Kertas dengan posisi daya saing kategori Retreat untuk komoditas Nikel dan Kertas, sedangkan untuk komoditas Kain Tekstil, Buah Pala, dan Karet alam berada pada posisi daya saing Falling Star. Dilakukan permodelan untuk tiga komoditas tersebut. PDB per kapita riil Indonesia berpengaruh signifikan negatif terhadap nilai ekspor komoditas Nikel, sedangkan nilai tukar Rupiah terhadap Yen, harga komoditas Nikel, dan anggaran pertahanan Indonesia berpengaruh signifikan positif terhadap nilai ekspor komoditas Nikel. PDB per kapita riil tidak berpengaruh terhadap nilai ekspor komoditas Karet Alam, nilai tukar rupiah terhadap Yen berpengaruh signifikan negatif terhadap nilai ekspor komoditas karet alam, sedangkan harga komoditas karet alam dan anggaran pertahanan berpengaruh signifikan positif terhadap nilai ekspor komoditas karet alam. Untuk komoditas Buah Pala hanya dipengaruhi oleh PDB per kapita rill signifikan positif dan anggaran pertahanan signifikan negatif. Sebagai rekomendasi, khususnya bagi pemerintah, perlu diperhatikan jenis komoditas unggulan yang akan diekspor dan faktor-faktor yang memengaruhinya.Kata Kunci: Asean Japan Economic Partnership (AJCEP), Anggaran Pertahanan, Export Product Dynamic (EPD), Perdagangan Internasional Indonesia-Jepang, Revealed Comparative Advantage (RCA

    PENGARUH PRODUKSI HASIL TANGKAPAN, PENGELUARAN RUMAH TANGGA DAN AKSESIBILITAS LEMBAGA KEUANGAN FORMAL TERHADAP NILAI TUKAR NELAYAN DI MUARA ANGKE JAKARTA UTARA TAHUN 2018

    Get PDF
    Nelayan di Indonesia secara keseluruhan masih mengalami kemiskinan atau ketidaksejahteraan. Salah satu alat ukur yang mencerminkan kesejahteraan nelayan adalah dengan menggunakan NTN (Nilai Tukar Nelayan). NTN dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya produksi hasil tangkapan, pengeluaran rumah tangga dan aksesibilitas lembaga keuangan formal. Penelitian ini merupakan modifikasi dari pendapat Riani (2016) yang menyatakan produksi berpengaruh terhadap NTN, pendapat Fajri (2016) yang menyatakan pengeluaran rumah tangga mempengaruhi Nilai Tukar Petani dan pendapat Riesti (2016) yang menyatakan lemahnya akses terhadap lembaga keuangan memberikan dampak yang buruk terhadap kesejahteraan nelayan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa apakah produksi hasil tangkapan, pengeluaran rumah tangga dan aksesibilitas lembaga keuangan formal berpengaruh terhadap NTN di Muara Angke. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan analisis regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa produksi hasil tangkapan, pengeluaran rumah tangga dan aksesibilitas lembaga keuangan formal berpengaruh signifikan secara simultan terhadap NTN di Muara Angke dengan kontribusi 63,2%. Secara parsial, produksi hasil tangkapan berhubungan positif dan signifikan, sedangkan pengeluaran rumah tangga berhubungan negatif dan signifikan, namun aksesibilitas lembaga keuangan formal berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap NTN di Muara Angke. Tidak signifikannya aksesibilitas lembaga keuangan formal terhadap NTN di Muara Angke dikarenakan nelayan merasa lebih aman dan percaya meminjam uang kepada tengkulak dibandingkan meminjam kepada bank. NTN di Muara Angke secara rata-rata sebesar 0,96, yang menunjukkan bahwa secara keseluruhan nelayan di Muara Angke mengalami kemiskinan atau ketidaksejahteraan, sehingga pemerintah diharapkan dapat merumuskan kebijakan dengan memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi peningkatan NTN.Kata Kunci: Nilai Tukar Nelayan, Produksi Hasil Tangkapan, Pengeluaran Rumah Tangga dan Aksesibilitas Lembaga Keuangan Forma

    ANALISIS PENENTUAN POSISI SELTER ALTERNATIF DAN PEMODELAN JALUR EVAKUASI BENCANA TSUNAMI BERBASIS GEOSPATIAL INTELLIGENCE (STUDI KASUS: KABUPATEN PANGANDARAN)

    Get PDF
    Tsunami merupakan bencana alam yang paling memakan banyak korban jiwa. Diperlukan langkah mitigasi untuk mengurangi risiko bencana tsunami. Pada penelitian ini, dilakukan analisis penentuan posisi selter alternatif dan pemodelan jalur evakuasi berbasis Geospatial Intelligence (Geoint) dengan objek penelitian Kabupaten Pangandaran.Proses penelitian ini diawali dengan melakukan simulasi inundasi tsunami dengan magnitude 9 SR. Selanjutnya mencari lokasi-lokasi rawan bencana tsunami. Lalu dilakukan analisis untuk menentukan posisi-posisi selter altenatif. Terakhir yakni memodelkan jalur terpendek dari selter evakuasi menuju lokasi rawan. Hasil dari penelitian yakni berupa pemodelan inundasi/genangan tsunami dengan gempa berkekuatan 9 SR. Pemodelan inundasi dimodelkan menjadi 5 klasifikasi berdasarkan tinggi genangan, yakni genagan setinggi 0-1,51 meter, 1,51-3 meter, 3,01- 4,3 meter, 4,31-5,8 meter, dan 5,81-7,25 meter. Berdasarkan hasil dari pemodelan inundasi, didapatkan sejumlah 67 lokasi rawan bencana dan posisi selter sebanyak dengan 42 dengan 2 tempat tidak memiliki wilayah yang masih dalam jangkauan tsunami.  Hasil akhir dari penelitian ini yakni model jalur evakuasi sebanyak 67 buah. Hasil tersebut disajikan melalui tampilan analisis Geoint versi statis berupa peta dan versi dinamis Web.Kata Kunci: Geospatial Intelligence, Selter Evakuasi, Jalur evakuasi, Inundasi, Tsunami.

    993

    full texts

    1,215

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇