Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
Not a member yet
1215 research outputs found
Sort by
ANALISIS SECURITY ASSESSMENT MENGGUNAKAN METODE PENETRATION TESTING DALAM MENJAGA KAPABILITAS KEAMANAN TEKNOLOGI INFORMASI PERTAHANAN NEGARA
Kemajuan teknologi informasi dan sistem pertahanan siber saat ini berkembang begitu pesat dengan kemajuan teknologi pada bidang siber khususnya pada webserver dan database dapat menjadi suatu ancaman dalam dalam pencurian data dan informasi sehingga perlu adanya penilaian keamanan untuk menanggulangi terjadinya pencurian data. Diperlukan langkah-langkah Security Assessment yang meliputi tahapan Vulnerability Assessment dan Penetration Testing fokus pada proses yang digunakan dalam merancang, meningkatkan, dan mengelola keamanan webserver dalam menekankan pada identifikasi area yang rentan terhadap serangan hacker. Dengan mengidentifikasi celah keamanan siber dalam Analisis Security Assessment bertujuan untuk memahami resiko keamanan sistem dari serangan siber melalui tahap penetration testing, selanjutnya mengkaji keamanan server dengan tujuan untuk meningkatkan keamanan sistem komputer dari pencurian data ilegal dengan pelanggaran keamanan pada jaringan komputer dan pengujian dalam peningkatan keamanan sistem pertahanan firewall, router dan server, selanjutnya untuk melakukan tahapan Security Assessment menggunakan beberapa metode seperti Scanning Vulnerability standar Open Web Application Security Project, Common Vulnerability Scoring System yang digunakan untuk mengidentifikasi keamanan untuk melakukan penilaian kelayakan pada suatu sistem, dan tahapan terakhir yaitu dengan melakukan Lawful Penetration Testing yang sudah memiliki izin pada penelitian untuk melihat data akses login dan akses database yang bisa masuk melalu celah-celah webserver sebagai akhir dari langkah uji coba untuk melihat celah dalam basis data.Kata Kunci: Security Assessment, Penetration Testing, CVSS, OWASP, Webserve
PERAN PEMERINTAH DAERAH PROVINSI DKI JAKARTA DALAM PENANGANAN KONFLIK ANTARA ORGANISASI MASYARAKAT PEMUDA PANCASILA DAN FORUM BETAWI REMPUG DI JAKARTA TAHUN 2016-2018
Keberadaan organisasi kemasyarakatan seharusnya merupakan bentuk partisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dengan tingkat keberagaman sosial yang tinggi, ormas yang berada di Jakarta menjadi beragam mulai dari ormas keagamaan, profesi, kepemudaan dan lainnya. Namun keberagaman ormas tersebut seringkali bergesekan yang diakibatkan oleh perseteruan pribadi serta kebutuhan dasar yang tidak terpenuhi.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peran dan upaya Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta dalam menangani konflik antara organisasi massa Pemuda Pancasila dan Forum Betawi Rempug (FBR) yang sering terjadi di Jakarta. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif dengan pengambilan data meliputi teknik wawancara, penelitian lapangan dan studi pustaka yang melibatkan Bakesbangpol Provinsi DKI Jakarta, Kemendagri, Satpol PP Provinsi DKI Jakarta serta ormas Pemuda Pancasila dan FBR untuk memberikan fakta-fakta yang akurat dalam objek penelitian. Hasil yang ditemukan menunjukkan bahwa: (1) Bakesbangpol Provinsi DKI Jakarta memiliki peran dalam hal pengelolaan, pembinaan dan pemberdayaan ormas melalui program-programnya yang bernuansa sosialisasi dan edukasi, (2) upaya penanganan konflik antara ormas Pemuda Pancasila dan FBR yang meliputi kegiatan pembinaan dan pemberdayaan dalam pelaksanaannya dirasa belum optimal karena tidak tepat sasaran. Sehingga pemerintah harus mereformulasikan program pembinaan ormas hingga pemantauan dan penanganan konflik dengan menambahkan subjek sasaran, yaitu level akar rumput.Kata Kunci: Forum Betawi Rempug (FBR), Konflik, Ormas, Pemerintah, Pemuda Pancasil
ANALISIS BELANJA PERTAHANAN PADA NEGARA-NEGARA YANG TERLIBAT KONFLIK LAUT CHINA SELATAN
Kausalitas antara pertumbuhan ekonomi dan belanja pertahanan serta perbedaan belanja pertahanan sebelum dan sesudah klaim nine dash line pada negara-negara yang terlibat dalam konflik LCS merupakan permasalahan yang menarik untuk dikaji lebih mendalam. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis belanja pertahanan pada masa sebelum pengajuan klaim nine dash line oleh China tahun 2009 dibandingkan dengan masa sesudah pengajuan klaim nine dash line oleh China tahun 2009; hubungan kausalitas antara belanja pertahanan dan pertumbuhan ekonomi di negara–negara yang terlibat konflik LCS; serta pengaruh pertumbuhan ekonomi dan belanja pertahanan negara lain terhadap belanja pertahanan pada negara-negara yang terlibat dalam konflik Laut China Selatan secara parsial dan simultan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari World Bank dalam kurun waktu 2000 - 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata belanja pertahanan pada masa sebelum pengajuan klaim nine dash line oleh China tahun 2009 lebih kecil dibandingkan masa sesudah pengajuan klaim nine dash line oleh China tahun 2009; terdapat kausalitas antara belanja pertahanan dan pertumbuhan ekonomi pada negara-negara yang terlibat dalam konflik Laut China Selatan; dan pertumbuhan ekonomi dan belanja pertahanan negara lain berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap besaran belanja pertahanan pada negara-negara yang terlibat dalam konflik Laut China Selatan
RANCANG BANGUN WEBGIS BERBASIS GOOGLE EARTH ENGINE UNTUK MONITORING PULAU-PULAU KECIL TERLUAR INDONESIA GUNA MENDUKUNG SISTEM PERTAHANAN NEGARA
Indonesia mempunyai kurang lebih 17.504 pulau dengan jumlah pulau-pulau kecil terluar sebanyak 111 pulau yang merupakan titik batas terdepan pengukuran batas wilayah Indonesia dengan negara lain. Pulau-pulau kecil terluar tersebut berbatasan langsung dengan negara lain berpotensi menimbulkan masalah dengan negara lain. Sehingga diperlukan pembangunan pulau-pulau kecil terluar dengan membangun sarana dan prasarana berbasis satelit untuk monitoring pulau-pulau kecil terluar. Tujuan penelitian ini adalah membangun sistem webGIS berbasis Google Earth Engine dengan citra satelit Landsat 8 dan Sentinel 2 untuk monitoring pulau-pulau kecil terluar Indonesia dengan menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC). Metode ini mempunyai 5 tahapan utama, yaitu analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi sistem, pengujian sistem, dan pemeliharaan sistem. Analisis data yang digunakan untuk pengolahan citra digital, yaitu citra komposit dan algoritma Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). WebGIS yang telah dirancang dapat digunakan sebagai inventarisasi dan diseminasi informasi pulau-pulau kecil terluar dengan cara menyediakan informasi yang dapat dengan beberapa format data seperti XLSX, CSV, SQL dan KML. Diseminasi informasi pulau-pulau kecil terluar dapat dilakukan dengan beberapa penyajian data seperti visualisasi citra, grafik, tabel, dan informasi deskriptif pulau-pulau kecil terluar. Pemanfaatan citra satelit Sentinel 2 dan Landsat 8 dengan menggunakan platform Google Earth Engine dapat menampilkan citra berdasarkan waktu, menyeleksi citra satelit dengan maksimal tutupan awan yang diinginkan, dan menampilkan citra satelit dengan beberapa visualisasi citra. Pemanfaatan citra satelit dengan citra komposit dapat memperjelas pulau kecil terluar yang diamati. Algoritma NDVI yang digunakan pada penelitian ini, dapat dimanfaatkan untuk identifikasi perubahan pulau saat terjadi pasang dan surut
PENGARUH PERBEDAAN SUHU PADA HASIL SINTESIS SILIKON KARBIDA POLITIPE 6H-SiC DENGAN ANALISIS XRD (X-RAY DIFFRACTION) MENGGUNAKAN MATCH 3
Indonesia merupakan salah satu negara berkembang di Dunia, dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang terus mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut menimbulkan berbagai dampak terhadap aspek kehidupan manusia. Salah satu aspek yang cukup terpengaruh dengan adanya peningkatan jumlah penduduk adalah penggunaan energi untuk menunjang kebutuhan hidup. Semakin banyaknya permintaan mengenai bahan bakar minyak sebagai energi yang paling banyak digunakan menyebabkan terjadinya kelangkaan minyak bumi. Kondisi tersebut akan terus menjadi ancaman bagi Negara baik dari dalam Negeri maupun dari luar Negeri. Salah satu alternative untuk mencegah terjadinya kelangkaan minyak bumi adalah dengan mengubah gaya hidup untuk menggunakan bahan bakar gas. Karbon dengan pori yang ditandai dengan spesifik surface area (SSA) yang sangat tinggi dapat menyimpan sejumlah besar cairan atau gas, menjadikan karbon sebagai salah satu material yang dengan intensif diteliti sebagai material penyimpanan bahan bakar gas. Secara eksperimen, kerbon dengan pori yang sangat tinggi dapat dihasilkan melalui thermo chemical etching yang selektif dari silikon yang berasal dari silikon karbida. Dengan menganalisis hasil karakterisasi X-Ray Diffraction material hasil sintesis silikon karbida menggunakan ultrasonik 10 jam dengan variasi suhu menggunakan perangkat lunak Match 3, akan diketahui pengaruh perubahan suhu pada variasi suhu 900oC , 1000oC dan 1200oC terhadap pori karbon yang terbentuk dari hasil sintesis Silikon Karbida Politipe 6H-SiC menggunakan HCl dan ultrasonic 10 jam terhadap parameter-parameter pembentukan struktur Kristal yang meliputi sistem Kristal, Paramater Kisi, Grup Ruang dan Bidang-Bidang Kristal yang terbentuk. Diketahui bahwa, karbon terbentuk pada suhu 1000oC sebanyak 56,3% dimana karbon yang terbentuk mineral Diamon dengan grup ruang C m m a dengan sistem kristal orthorhombic, serta memiliki parameter sel a = 4,9640 Å, b = 5,1630 Å, c = 4,3870 Å
PENGARUH PERILAKU KONSUMTIF, TINGKAT PENDAPATAN DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP KONSERVASI ENERGI LISTRIK DI SEKTOR RUMAH TANGGA DALAM RANGKA MENDUKUNG KETAHANAN ENERGI (STUDI DI KOTA BOGOR)
Indonesia menargetkan intensitas energi dapat ditekan melalui berbagai upaya penghematan di semua sektor konsumen energi. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengeluarkan Program Potong 10% sebagai salah satu upaya dalam penghematan energi. Salah satu sektor yang menjadi target pemerintah ialah sektor rumah tangga, dengan mengkampanyekan upaya penghematan melalui 3 dimensi perilaku, yaitu 3M (mematikan, mencabut dan mengatur) dengan tujuan peningkatan kesadaran publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh variabel perilaku konsumtif, tingkat pendapatan dan tingkat pendidikan terhadap perilaku konservasi energi listrik di sektor rumah tangga menggunakan metode survey di salah satu kota di Provinsi Jawa Barat yaitu Kota Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya perilaku konsumtif yang memiliki pengaruh negatif terhadap konservasi energi listrik di sektor rumah tangga. Sedangkan tingkat pendapatan dan tingkat pendidikan tidak memiliki pengaruh. Sehingga diharapkan dengan menekan perilaku konsumtif masyarakat dapat memberikan dampak positif terhadap konservasi energi listrik di sektor rumah tangga dan secara tidak langsung akan memberikan dampak positif juga terhadap ketahanan energi Indonesia.Kata Kunci: Intensitas Energi, Ketahanan Energi, Konservasi Energi Listrik, Perilaku Konsumtif, iRumah Tangg
PEMANFAATAN POTENSI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL SOEKARNO-HATTA UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN ENERGI
Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, khususnya Air Traffic Control (ATC), sangat membutuhkan ketersediaan (availability) suplai listrik, kemudahan akses (accessibility) serta bersifat kontinu (sustainability). Kebutuhan energi listrik Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta disuplai oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai sumber listrik utama dan generator diesel sebagai sumber listrik cadangan. Penggunaan generator diesel sebagai sumber listrik cadangan dinilai relative lebih mahal akibat konsumsi bahan bakar dalam jumlah yang banyak. Hal tersebut menjadi salah satu alasan untuk menerapkan sumber energi alternatif seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisis pemanfaatan potensi PLTS di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dalam mendukung ketahanan energi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Data yang digunakan pada penelitian ini diperoleh melalui kegiatan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data tersebut kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa potensi PLTS di Terminal 1 sebesar 888 kWp dengan jumlah modul surya sebanyak 2.690 buah (330 Wp), dan berpotensi menghasilkan energi listrik sebesar 5.1 GWh/tahun. Potensi PLTS di Terminal 2 sebesar 1.113 kWp dengan jumlah modul surya sebanyak 3.372 buah, dan berpotensi menghasilkan energi listrik sebesar 6,4 GWh/tahun. Potensi PLTS di Terminal 3 sebesar 7.031 kWp dengan jumlah modul surya sebanyak 21.306 buah, dan berpotensi menghasilkan energi listrik sebesar 40.2 GWh/tahun (asumsi jam efektif operasional PLTS 4 jam). Potensi ini bisa dimanfaatkan dengan optimal sebagai sumber energi alternatif dan berdasarkan konsep 4A + 1S potensi ini mampu untuk mendukung ketahanan energi, khususnya di Bandar Udara Internasional Seokarno-Hatta. Berdasarkan hasil tersebut, peneliti merekomendasikan kepada PT. Angkasa Pura II untuk memanfaatkan potensi PLTS guna mendukung ketahanan energi di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.Kata Kunci: Ketahanan Energi, Konsep 4A + 1S, Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Sumber Energi Alternatif, Suplai Energi Listrik
DESAIN KONSEPTUAL SISTEM TRANSMISI DATA DARI PESAWAT NIRAWAK (UNMANNED AERIAL VEHICLES) KE BATTLEFIELD MANAGEMENT SYSTEM (BMS)
Kebutuhan informasi data secara audio visual bagi pimpinan tentang posisi gelar personel, kendaraan tempur, persenjataan, didaerah operasi, manuver pasukan perlu dikoordinir dengan baik sehingga akan meminimalisir kemungkinan adanya pasukan bermanuver diluar skenario pertempuran. Perlu adanya integrasi komunikasi antar keseluruhan unsur satuan dengan manajemen operasi sistem data yang baik, melalui observasi, pengamatan, orientasi, untuk pengambilan keputusan secara realtime dengan pemanfaatan sarana Pesawat Nirawak atau Unmanned Aerial Vehichles (UAV) ke Battlefield Management System (BMS). Permasalahan yang ada yaitu belum terintegrasi atau interoperability dengan baik sistem komunikasi antara UAV dengan BMS dari aspek sistem transmisi data. Secara nyata kita membutuhkan integrasi sistem transmisi data dalam mendukung pertempuran dari UAV ke BMS guna misi intelejen, pengamatan dan pengintaian dalam mendukung komando pengendali operasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode Dieters, dimulai dari pendefinisian desain, pengumpulan informasi sampai dengan tahap desain konseptual yang diperkuat dengan studi dan analisis lapangan berupa uji simulasi, uji statis serta informasi dan pengamatan langsung didukung studi literatur. Diharapkan ini dapat memberikan kelancaran dalam mentransmisi data secara lengkap kepada pimpinan tentang pasukan sendiri, pasukan kawan, pasukan musuh, kondisi medan, peralatan dan persenjataan tempur di lapangan. Dari penelitian ini diperoleh sistem transmisi data yang dapat mendukung UAV ke BMS yaitu dengan mengunakan media radio RF dengan band VHF dan UHF berkemampuan transmisi data yang besar dan baik yang dimiliki oleh TNI AD. Dengan sistem transmisi yang baik sebagai media kirim terima data akan berperan penting memberi informasi arah dan mengatur manajemen rute yang dibutuhkan sebagai integrator, mengintegrasikan sistem sensor video, manajemen penginderaan, manajemen persenjataan dan manajemen operasi.Kata Kunci : Pesawat Nirawak/UAV, Battlefield Management System (BMS), Transmisi dat
PEMETAAN SUMBER DAYA RARE EARTH ELEMENTS (REE) UNTUK BAHAN BAKU INDUSTRI PERTAHANAN DENGAN METODE EKSPLORASI GEOMARINE
Kepentingan pertahanan nasional untuk mendukung unsur dalam komponen pendukung yang di dalamnya terdiri dari Sumber Daya Alam cadangan material strategis terkhususnya Rare Earth Elements (REE) dan industri pertahanan nasional, menjadi urgensi dalam kemandirian industri pertahanan nasional. REE memiliki nilai strategis di bidang pertahanan serta menjadi signifikansi pada industri pertahanan nasional. Penggunaan di bidang pertahanan dapat di aplikasikan pada teknologi pertahanan secara state of the art. Teknologi penginderaan dapat menjadi core study dalam eksplorasi REE dengan menggunakan metode eksplorasi geomarine. Permasalahan yang diteliti yaitu eksplorasi REE di Indonesia masih belum secara optimal dilakukan meskipun Indonesia memiliki potensi yang besar. Tujuan penelitian adalah memetakan persebaran REE di Perairan Sabang dengan metode eksplorasi yang baru yang didasarkan pada analisis data seismik dan data analisis sampel. Penelitian menggunakan metode kuantitatif. Analisis data yang digunakan dengan menganalisis fasies seismik. Hasil penelitian menunjukkan persebaran REE di daerah penelitian memiliki asosiasi antara persebaran struktur dengan aktivitas vulkanik berupa fumarola. Asosiasi tersebut dapat menjadi metode eksplorasi baru dalam pemetaan REE.Kata kunci: Rare Earth Elements (REE), industri pertahanan, metode eksplorasi geomarine, eksploras
KEPEMIMPINAN STRATEGIS JENDERAL SUDIRMAN DALAM PENGABDIANNYA SEBAGAI PRAJURIT TENTARA NASIONAL INDONESIA
Pasca Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) pada tanggal 17 Agustus 1945, situasi negara mulai tidak aman karena datangnya pasukan sekutu ke Indonesia yang diboncengi oleh NICA (Nederlands Indies Civil Administration), yaitu organisasi semi militer yang bertugas mengembalikan pemerintahan sipil dan hukum pemerintah kolonial Hindia Belanda pasca kekalahan pasukan Jepang di wilayah Hindia Belanda (Indonesia) seusai Perang Dunia II. Sebagai bentuk antisipasi, pada tanggal 5 Oktober 1945 Pemerintah RI membentuk Tentara Keselamatan Rakyat (TKR). Kemudian disempurnakan menjadi Tentara Rakyat Indonesia (TRI). Selanjutnya Jenderal Sudirman ditetapkan oleh Presiden Sukarno sebagai Panglima TRI. Pada masa revolusi fisik, di kalangan masyarakat juga terbentuk badan-badan perjuangan bersenjata. Diantara kekuatan bersenjata yang ada, tidak jarang terjadi bentrok secara fisik, sehingga dikhawatirkan bisa terjadi perpecahan di kalangan bangsa Indonesia yang dapat melemahkan kekuatan pertahanan Negara. Kepemimpinan Sudirman dalam menyelesaikan permasalahan tersebut membuahkan hasil yang sangat berarti, yakni terintegrasikannya seluruh kekuatan bersenjata menjadi organisasi TNI. Selain itu, kepemimpinan Sudirman dalam mengatur strategi perang melawan tentara sekutu-Belanda juga membuat pasukan musuh terdesak dan mengalami kekalahan. Penelitian ini untuk menganalisis kepemimpinan Jenderal Sudirman dalam masa pengabdiannya sebagai prajurit, khususnya saat perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan RI yang penuh dengan dinamika ancaman. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Hasil penelitian telah membuktikan bahwa Jenderal Sudirman telah melaksanakan kepemimpinan strategis dalam mengintegrasikan seluruh kekuatan bersenjata yang ada, serta memiliki strategi maupun taktik yang sangat lihai dalam perang melawan, yaitu “perang gerilya” dengan taktik serangan “supit urang” yang membuat pihak musuh mengalami kesulitan dalam menghadapinya, sehingga akhirnya membawa negara RI mendapatkan pengakuan dari dunia internasional.Kata Kunci: Kepemimpinan Strategis, Pengabdian, Prajurit Tentara Nasional Indonesi