Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
Not a member yet
1215 research outputs found
Sort by
REDESAIN LAMBUNG KAPAL TNI AL JENIS PATROLI CEPAT 40 METER BAHAN ALUMINIUM MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC (CFD)
Kapal TNI AL Jenis Patroli Cepat 40 Meter bahan Aluminium yang ada saat ini kecepatan belum optimal sehingga pemenuhan operational requirements tidak tercapai, untuk itu dilakukan redesain lambung kapal dengan menggunakan metode simulasi model dengan bantuan software maxsurf dan CFD ANSYS. Dimana software maxsurf digunakan dalam menganalisa performa hidrodinamis yang salah satunya adalah tahanan kapal redesain menunjukkan hasil bahwa terjadi pengurangan sehingga kecepatan kapal 100%MCR = 23,5 knot menjadi 27,5 knot terjadi kenaikan sekitar 13,5% dengan menggunakan besaran daya kapal yang sama dengan kapal desain yang lama sesuai spesifikasi teknik sebanyak 2 Unit Marine Diesel @ 2480 Hp @ 2000 Rpm sedangkan CFD ANSYS digunakan untuk mengetahui pola distribusi tekanan pada model kapal dimana tekanan maksimun terjadi pada linggi haluan dan daerah sistem pendorongan serta pola aliran gelombang fluida pada lambung model kapal dengan intensitas batas normal dan uniform melalui visualisasi fitur stream lin
ANALISIS STANDAR ISO/IEC 27001: 2013 SEBAGAI STRATEGI KEAMANAN INFORMASI DI PUSAT PERTAHANAN SIBER KEMENTERIAN PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA
Seiring dengan majunya teknologi digital dan era keterbukaan informasi, dimana terdapat lebih dari 60.000 serangan siber kepada Kementrian Pertahanan pada tahun 2018. Kementerian pertahanan sebagai instansi yang memiliki informasi kritis terbatas harus dapat menangkal segala upaya akses dan penyalahgunaan informasi kritis. Pushansiber selaku pelaksana tugas pertahanan siber di Kementerian Pertahanan harus siap menghadapi ancaman siber salah satunya adalah ancaman data dan informasi. Penelitian ini mengkaji tingkat keamanan informasi yang ada di Pushansiber dengan menggunakan standar ISO/IEC 27001 sebagai alat ukur. Tujuan studi ini adalah mengidentifikasi penerapan keamanan informasi di Pushansiber, dan menemukan hambatan serta merumuskan strategi keamanan informasi di Pushansiber. Proses pengumpulan data dilakukan dengan obersvasi dan wawancara. Maturity Level dan Kondensasi data digunakan sebagai teknik analisa dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menemukan tingkat keamanan informasi di Pushansiber masih buruk dengan hambatan belum adanya kebijakan setingkat Kementrian yang dapat menjadi acuan dan dasar dalam menerapkan kebijakan internal organisasi terkait keamanan informasi. Dengan munculnya Peraturan Kementerian Pertahanan No.14 Tahun 2019 dapat menjadi acuan bagi Pushansiber mengajukan anggaran di tahun 2020 untuk melakukan studi terkait kebijakan internal organisasi dimana kebijakan keamanan informasi berada didalamnya. Penelitian ini juga mendukung penelitian sebelumnya dimana pengelolaan keamanan informasi harus memperhatikan pihak internal dan eksternal. Khususnya pada organisasi pemerintah yang baru terbentuk, payung hukum menjadi hal yang sangat penting bagi organisasi tersebut
STRATEGI INTELIJEN DALAM PENGUATAN SENDI-SENDI PERTAHANAN NEGARA (STUDI TEKS ARTHASASTRA)
Beberapa dekade terakhir di Indonesia, terorisme, separatisme bersenjata, konflik komunal dan bencana alam yang terjadi menunjukkan perlindungan terhadap segenap bangsa tidak terlaksana dengan baik melalui upaya pencegahan dini dan deteksi dini oleh intelijen. Oleh karena itu, pertahanan dan keamanan negara menjadi perhatian penting yang harus dijaga kestabilannya oleh seluruh warga negara dari segala bentuk ancaman. Intelijen masih dianggap hampa nilai dan identik dengan intelijen era orde baru yang mirip dengan intelijen Barat, maka ditarik pemikiran-pemikiran Timur mengenai operasi intelijen menurut Teks Arthasastra karya Chanakya atau Kautilya. Pemetaan ancaman dan strategi intelijen dalam menghadapi ancaman pertahanan negara menurut Teks Arthasastra menggunakan metode kualitatif dan pendekatan Ethnography Content Analysis dengan teknik analisis data triangulasi sumber data yang berkaitan dengan tema penelitian. Strategi intelijen dalam Arthasastra digali melalui beberapa konsep dalam Arthasastra mengenai pemetaan ancaman (konsep saptanga dan rajamandala), dan konsep intelijen (konsep samstha dan samch?r). Pemetaan ancaman pertahanan negara melalui tujuh elemen dasar pembentuk negara (saptanga) dan juga lingkaran raja-raja besar (rajamandala) suatu negara dipandang masih relevan namun kini telah dikenal ancaman hibrida. Strategi intelijen dalam mencegah munculnya ancaman dalam Arthasastra dilakukan melalui perekrutan agen rahasia dari semua golongan, menyebarkan agen rahasia dalam dua kelompok besar (samstha dan samch?r), serta mengedepankan kesejahteraan rakyat. Secara umum metode penyebaran agen rahasia dalam Arthasastra memiliki kemiripan dengan intelijen masa kini. Agen-agen ini bertugas deteksi dini di negara sendiri, negara musuh, negara sahabat maupun negara netral untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan masing-masing elemen negara, serta cegah dini melalui berbagai cara rahasia baik dengan penggalangan lunak maupun keras
PENGARUH TEKNOLOGI PANEL SURYA DAN BUDAYA MARITIM TERHADAP PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MARITIM (STUDI KASUS: PULAU PASARAN PROVINSI LAMPUNG)
Pulau Pasaran adalah salah satu pulau di Kota Bandar Lampung yang potensial untuk kegiatan perikanan. Masalah yang dihadapi oleh nelayan wilayah pesisir saat ini adalah masih menggunakan alat tangkap yang berupa bagan tancap dengan teknologi tradisional menggunakan bahan bakar minyak dan tidak ramah lingkungan, tidak hemat energi, tidak memberikan hasil tangkapan yang maksimal dan masih menimbulkan limbah minyak yang dapat mencemari lingkungan laut dan berpotensi untuk merusak habitat biota laut. Selain itu juga pada saat bulan purnama banyak nelayan wilayah pesisir yang tidak melaut karena alat yang mereka gunakan yaitu lampu masih sangat rendah sinarnya dibandingkan dengan cahaya yang dihasilkan oleh bulan purnama. Demikian pula kurangnya pengetahuan nelayan wilayah pesisir terhadap teknologi yang dapat membantu dalam peningkatan hasil tangkapan mereka. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengarauh teknologi panel surya terhadap kesejahteraan, untuk mengetahui budaya maritim terhadap kesejahteraan, serta secara simultan untuk mengetahui teknologi panel surya dan budaya maritim terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Pulau Pasaran Provinsi Lampung. Guna mencapai tujuan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan teknologi panel surya berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan dengan memberikan hasil tangkapan 2-3 kali lipat, budaya maritim berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan sebesar 71,7%, dan secara simultan teknologi panel surya dan budaya maritim terhadap kesejahteraan sebesar 79,1%. Sehingga penelitian ini diharapkan ada tindak lanjut dalam merealisasikan teknologi panel surya dalam teknologi penangkapan ikan untuk mendukung peningkatan ekonomi kesejahteraan nelayan Pulau Pasaran Provinsi Lampung.Kata Kunci: teknologi panel surya, budaya, pendapatan, nelayan, kesejahteraan
SINERGITAS STAKEHOLDER KEAMANAN DI PERAIRAN PULAU NIPA, BATAM, KEPULAUAN RIAU DALAM PERSPEKTIF KEAMANAN MARITIM
Pulau Nipa merupakan pulau yang sangat strategis dan menjadi titik pangkal dalam penentuan batas luas wilayah laut Indonesia. Pulau Nipa sebagai basis pertahanan dan keamanan Bangsa Indonesia karena berada diwilayah perbatasan. Oleh sebab itu perlu dijaga eksistensinya dengan melakukan berbagai pengembangan ekonomi, keamanan maupun pertahanan. Perairan Pulau Nipa yang berbatasan langsung dengan Negara Singapura dan Malaysia tentu saja menimbulkan berbagai ancaman keamanan maritim. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis sinergitas stakeholder, pengembangan ekonomi dan juga faktor sinergitas stakeholder yang ada di perairan Pulau Nipa. Guna mencapai tujuan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian grounded theory melalui pengambilan data wawancara dan data sekunder. Metode analisis menggunakan constant comparative method. Metode ini membandingkan dengan hasil jawaban beberapa instansi untuk menentukan satu jawaban menyeluruh. Sinergitas diperairan Pulau Nipa sangat penting dilakukan karena kegiatan disana berhubungan dengan keamanan maritim dalam hal marine environment, human security, national security dan blue economy. Pengembangan ekonomi yang dilakukan Indonesia untuk menjaga eksistensi pulau terluar dalam hal mempertahankan kedaulatan negara adalah dengan cara pengembangan ekonomi dalam bentuk Nipa Transit Anchorage Area (NTAA). Pengembangan dipulau membentuk kawasan bunker dan penyulingan air bersih diwilayah Pulau Nipa. Faktor sinergitas didasarkan pada level sinergitas meliputi sinergitas ditingkat organisasi yang dipengaruhi oleh pertemua rutin, sarana prasarana, peningkatan SDM dan ego sektoral. Faktor di level kebijakan yaitu harus adanya kebijakan yang mampu mensinergikan stakeholder yang ada di perairan Pulau Nipa. Faktor di level operasional adalah adanya pertukaran informasi dan juga adanya patroli terkoordinasi antar stakeholder. Rekomendasi adanya payung hukum sinergitas dan meninjau kembali pengembangan NTAA. Kata Kunci : Stakeholder, Sinergitas, Keamanan Maritim, dan Pulau Nip
MOTIVASI WANITA SEBAGAI PELAKU AKSI TERORISME DI INDONESIA
Aksi terorisme sudah menjadi ancaman aktual di Indonesia, keadaan dan situasi hubungan dalam keluarga dapat memberikan peluang akan aksi terorisme yang semakin banyak terjadi. Pengembangan taktik teror saat ini adalah dengan menjadikan wanita sebagai pelaku aktif, peran perempuan dalam Jihad semakin terlihat jelas. Hal ini tentu memiliki motivasi yang beragam, dan partisipasi wanita seringkali tidak disangka-disangka menjadikan peluang wanita untuk menjadi pelaku aksi terorisme semakin luas dan sulit ditangani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk ancaman aksi terorisme di Indonesia, menganalisis motivasi pelaku wanita dalam aksi terorisme di Indonesia dan bentuk strategi pertahanan negara dalam menanganani aksi terorisme oleh wanita di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam terhadap narasumber terutama pelaku terorisme wanita. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah ilmu pertahanan, teori motivasi yaitu psychological risk factors of terrorist, teori staircase of terrorism dan teori strategi. Dari penelitian yang sudah dilakukan didapatkan bahwa (1) bentuk ancaman aksi terorisme wanita di Indonesia sudah semakin berkembang ditandai dengan wanita dijadikan kamuflase kelompok teroris dalam proses aksi terorisme, (2) motivasi memiliki peran penting sebagai penggerak sebuah aksi terorisme pada wanita, jenis motivasi yang muncul diantaranya ekonomi, keadilan, aktualisasi diri dan sosial pada masing-masing individu yang berbeda, (3) strategi pertahanan negara dalam menangani aksi terorisme oleh wanita di Indonesia menggunakan aspek tujuan (ends), aksi dalam menjalankan strategi (ways) dan sumberdaya yang dikerahkan untuk mencapai tujuan (means).Kata Kunci: Motivasi, Pertahanan, Strategi, Terrorisme, Wanit
IMPLEMENTASI MANAJEMEN RISIKO PERTAHANAN SIBER KEMENTERIAN PERTAHANAN UNTUK MENDUKUNG PERTAHANAN NEGARA
Arus globalisasi yang terjadi di seluruh dunia saat ini telah membawa dunia pada era perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sehingga menciptakan era yang serba digital atau digital world. Perkembangan jaringan internet merupakan bagian dari budaya manusia yang terus berevolusi mencari kesempurnaan tanpa batas dalam mencapai kemudahan berkomunikasi. Dari perspektif pertahanan siber (cyber defense) pemanfaatan internet juga dimungkinkan untuk tujuan negatif atau destruktif oleh pihak-pihak yang mempunyai kemampuan. Fasilitas yang tersedia di ruang siber dapat digunakan untuk mengganggu, mengacau, hingga melumpuhkan infrastruktur krisis suatu negara. Kementerian Pertahanan sebagai leading sector pertahanan Indonesia juga masih rentan terhadap serangan siber yang terus berevolusi seiring perkembangan teknologi. Oleh karena itu risiko tersebut perlu dikelola dengan menerapkan manajemen risiko pertahanan siber melalui pendekatan kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Melalui metode wawancara, observasi dan studi dokumentasi, data yang diperoleh dianalisis dalam empat tahapan, yaitu: pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Implementasi kebijakan yang diterapkan oleh Pusat Pertahanan Siber (Pushansiber) Kementerian Pertahanan masih perlu ditingkatkan terkait dengan komunikasi, sumber daya manusia, disposisi, dan struktur birokrasi. Hambatan ditemukan pada masih kurangnya jumlah personil yang dimiliki saat ini, terbatasnya anggaran, dan belum adanya Standard Operational Procedure (SOP) yang dimiliki oleh Pushansiber. Pushansiber perlu meningkatkan jumlah personil, menyegerakan angggaran, pembuatan SOP, dan penerapan standarisasi nasional. Kata Kunci: Implementasi, Manajemen Risiko, Pertahanan Siber, Kementerian Pertahanan, Pertahanan Negar
IMPLEMENTASI PENGAMANAN SELAT SUNDA DALAM RANGKA PENGENDALIAN ALUR LAUT KEPULAUAN INDONESIA I
Indonesia sebagai negara kepulauan sangat istimewa dan memiliki nilai strategis di sektor perairan, Selat Sunda sebagai salah satu jalur pelayaran yang terletak di jalur pelayaran Alur Laut Kepulauan Indonesia I (ALKI I) dan merupakan salah satu pintu gerbang lalu lintas pelayaran Internasional sehingga Selat Sunda merupakan bagian dari jalur utama perdagangan internasional. Perairan Selat Sunda memiliki peran sangat penting bagi pelayaran internasional. Selat Sunda merupakan lalu lintas pelayaran cukup padat membuat wilayah tersebut rentan terhadap berbagai bentuk ancaman. Sebagai konsekuensinya, Indonesia harus memberikan jaminan keamanan dan keselamatan jalur pelayaran. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis pelaksanaan pengamanan di wilayah perairan Selat Sunda dalam rangka pengendalian ALKI I. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kualitatif deskriptif sedangkan untuk pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian masing-masing instansi berpedoman pada peraturan intern, Sarana prasarana terbatas, terjadi tumpang tindih kewenangan karena pola operasi sektoral, Komunikasi masih non formal, Sikap para pelaksana berpegang teguh regulasi masing-masing, Dukungan masyarakat terhadap keamanan Selat Sunda masih rendah, sehingga pelaksanaan pengamanan Selat Sunda belum optimal.Kata kunci : Instansi Maritim, Implementasi, Pengamanan Selat Sunda, Strategi, pengendalian ALKI
ANALISIS KEBIJAKAN SUBSIDI PUPUK DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN KARAWANG PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2013-2017
Subsidi pupuk menjadi beban anggaran belanja negara (APBN) yang semakin meningkat, namun terjadi berbagai ekses negatif dalam pelaksanaannya. Terdapat berbagai tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan kebijakan subsidi pupuk, seperti memberikan insentif kepada petani untuk menerapkan teknologi pemupukan serta peningkatan produksi pangan secara berkelanjutan hingga ketahanan pangan. Pelaksanaan kebijakan subsidi pupuk di Kabupaten Karawang menjadi permasalahan yang juga dialami oleh daerah-daerah lain. Penelitian menggunakan metode kualitatif, melalui wawancara dan observasi pada jajaran Kementerian dan Pemerintah Kabupaten Karawang sebagai daerah sasaran penerima subsidi pupuk. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kebijakan subsidi pupuk pada Kabupaten Karawang masih sangat dibutuhkan oleh petani guna meningkatkan produksi hasil pertanian guna mendukung ketahanan pangan serta mekanisme subsidi pupuk melalui RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) sesuai dengan esensi subsidi pupuk yang efektif dan efisien sehingga opsi yang perlu dilakukan pemerintah diantaranya pengalihan subsidi pupuk ke subsidi harga output maupun subsidi langsung pupuk hingga penghapusan subsidi secara bertahap.Kata Kunci: Ketahanan Pangan, Subsidi Pupuk, Analisis Kebijaka
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KOTA SURABAYA UNTUK MENGATASI KETIMPANGAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN STABILITAS KEAMANAN DAERAH (Studi pada Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat)
Ketimpangan ekonomi menjadi permasalahan hampir di seluruh negara berkembang, tidak terkecuali Indonesia dan Surabaya pada Khususnya. Ketimpangan ekonomi menunjukkan sebaran kesejahteraan yang tidak merata sebagai hasil pembangunan yang dilakukan. Jika dibiarkan ketimpangan ekonomi dapat menyebabkan berbagai permasalahan seperti terganggunya stabilitas keamanan. Pemerintah melalui kebijakan-kebijakannya mempunyai peran penting dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan. Seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya dengan program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat. Program ini bertujuan memfasilitasi penduduk miskin untuk mendapatkan kesejahteraan ekonomi melalui pengembangan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat dan dampaknya terhadap stabilitas keamanan daerah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan berupa data primer dari para informan yang dipilih dan data sekunder dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat belum dilakukan dengan baik berdasarkan empat kriteria yang dikemukakan oleh Edward III. Pelaksanaannya program ini tidak didukung dengan data yang memadai dan kurang mendapatkan apresiasi dan kerja sama yang baik dari kelompok sasaran. Program ini tidak mempunyai dampak kepada stabilitas keamanan daerah. Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Ketimpangan Sosial Ekonomi, Keamanan Daerah