Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
Not a member yet
    1215 research outputs found

    Analisa Kuat Tekan Balok Komposit Serat Buah Lontar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan material baru pengganti kayu. Seiring perkembangan teknologi di bidang teknik, kita juga dapat memanfaatkan serat lontar sebagai bahan dasar pembuatan komposit khususnya pembuatan balok komposit. Karakterristik salah satu spesies tanaman lokal ini dapat diperoleh dari pemanfaatan tanaman lontar yang memiliki  kandungan  sarat yang tinggi, yang dapat   digunakan   dalam   pembuatan   komposit.   Proses   pembuatan   spesimen menggunakan  metode  press  hand  lay–up,  dengan  resin  unsaturated  polyester (UPRs) jenis Yukalac 157 BQTN. Serat yang digunakan adalah serat buah lontar. Sedangkan perlakuan alkali (NaOH) pada serat adalah 5% selama 2 jam. Fraksi volum (Vf) sebesar 35 %.  Variasi yang dilakukan pada penelitian ini yaitu variasi arah serat yaitu serat acak dan serat sejajar. Spesimen uji kuat tekan dibuat   dengan   menggunakan   standar   ASTM   D   695-02a.   Hasil   penelitian menunjukan  bawah nilai kekutan tekan rata-rata tertinggi pada komosit dengan arah serat  acak yaitu 13240  MPa sedangkan  nilai kekuatan  tekan rata-rata terendah  ada pada komposit  dengan orientasi   serat tegak lurus yaitu  11900 MPa.  Nilai  tegangan  rata-rata  tertinggi  paka  komposit  dengan  orientasi  serat acak yaitu 82,088, sedangkan nilai tegangan rata-rata terendah pada  komposit dengan  orientasi  serat tegak  lurus  yaitu  73,780.  Nilai  regangan  terendah  pada komposit dengan orientasi serat acak yaitu 0,181, sedangkan  regangan terendah pada  komposit  dengan  orientasi  serat  tegak  lurus  pembebanan  yaitu  0,102. Sedangkan nilai modulus elastisitas tertinggi pada komposit dengan orientasi serat tegak lurus yaitu 881,505 dan nilai modulus  elastisitas terendah pada komposit dengan orientasi serat acak yaitu 488,211

    Maintenance and Repair Fuel Pump Auxiliary Engine Kapal RRE (Red Resource) di Workshop PT. Meratus Wahana Karya

    No full text
    Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki posisi strategis yang mendorong pentingnya sektor maritim dalam ekonomi nasional. Kapal kargo berperan penting dalam mendistribusikan logistik, baik domestik maupun internasional. Karena jarak pengoperasian kapal kargo yang jauh dan membawa banyak barang kargo sehingga perawatan mesin kapal, khususnya mesin bantu (auxiliary engine), menjadi krusial. Fuel pump sebagai komponen utama mesin bantu memerlukan perawatan optimal untuk menjaga kinerjanya. Pada kapal RRE (Red Resource) milik PT. Meratus Line, ditemukan keausan pada plunger barrel dalam fuel pump yang mengakibatkan penurunan kinerja dan peningkatan konsumsi bahan bakar. Masalah ini ditangani di workshop PT. Meratus Wahana Karya melalui penggantian komponen yang aus serta perawatan menyeluruh. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi plunger barrel yang aus, mengidentifikasi penyebab kerusakan, mengevaluasi proses perawatan, serta mengkaji peningkatan kinerja setelah maintenance. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan literature review. Hasil penelitian diharapkan memberikan kontribusi teoritis dan praktis dalam pemeliharaan fuel pump, serta menjadi panduan bagi teknisi dalam menangani masalah serupa

    Penerapan Network Planning Pada Rekondisi Electric Motor Rustibus 2000 MV. Meratus Malino

    No full text
    Electric Motor or what is called as dynamo is a driving motor that converts electrical energy into kinetic energy. This energy change is carried out due to differences in the magnetic field in the coil so that when the coil is electrified, there will be a difference in the magnetic field which causes movement. Rustibus 2000 is a rust removal machine (scaling machine) that removes rust from the surface of ships. The role of the dynamo on the Rustibus is very continuous so maintenance must be scheduled and routine. Dynamo maintenance is carried out using a parallel work system and is carried out sequentially without paying attention to work priorities. Here, researchers apply the method of network planning with the CPM (critical path method) approach by looking for critical paths so that the electric motor reconditioning work which originally took 18 hours at a cost of Rp. 2,700,000 to 17.5 hours at a cost of Rp. 2,625,000

    PERAN PENEGAKAN HUKUM MELAWAN TERORISME

    No full text
    Terorisme merupakan ancaman serius bagi keamanan nasional dan internasional yang menuntut respons efektif dari berbagai sektor, terutama penegakan hukum. Keberhasilan penegakan hukum dalam menangani terorisme tidak hanya melibatkan tindakan represif, tetapi juga langkah-langkah pencegahan dan koordinasi yang komprehensif.Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran penegakan hukum dalam melawan terorisme, dengan fokus pada strategi, teknologi, dan kerjasama yang diterapkan untuk mencegah, merespons, dan menyelidiki tindak terorisme.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan analisis literatur yang mencakup studi kasus, laporan resmi, dan publikasi akademis yang relevan. Data sekunder dari berbagai sumber hukum dan keamanan juga dianalisis untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai peran penegakan hukum dalam melawan terorisme. Teori yang digunakan dalam artikel ini meliputi teori penegakan hukum, teori kriminologi, dan teori keamanan nasional. Kerangka teoritis ini membantu dalam memahami dinamika penegakan hukum dan strategi anti-terorisme yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum memainkan peran krusial dalam melawan terorisme melalui berbagai pendekatan, termasuk operasi intelijen, patroli, dan investigasi forensik. Penggunaan teknologi canggih seperti analisis data besar dan pengawasan digital telah meningkatkan kemampuan deteksi dan pencegahan. Selain itu, kerjasama internasional dan koordinasi antar-lembaga menjadi elemen kunci dalam mengatasi ancaman terorisme yang bersifat global. Penegakan hukum memiliki peran yang vital dalam melawan terorisme, yang mencakup pencegahan, respon cepat, dan investigasi yang mendalam. Keberhasilan upaya ini sangat bergantung pada penggunaan teknologi canggih, strategi yang adaptif, serta kerjasama yang erat di tingkat lokal, nasional, dan internasional. Oleh karena itu, penguatan kapasitas dan peningkatan koordinasi antar-lembaga menjadi prioritas utama dalam strategi penegakan hukum melawan terorisme

    INTEGRASI KECERDASAN BUATAN DALAM SISTEM PERTAHANAN UDARA MODERN UNTUK MENDUKUNG OPERASI UDARA DALAM MENJAGA KEDAULATAN UDARA

    No full text
    Integrasi kecerdasan buatan AI ke dalam sistem pertahanan udara modern merevolusi operasi kedaulatan udara. Penelitian ini menyelidiki bagaimana AI meningkatkan kemampuan deteksi, identifikasi, dan respons ancaman dalam jaringan pertahanan udara. Dengan mengkaji studi kasus dan analisis teknis, kami mengeksplorasi peran AI dalam mengotomatiskan proses pengambilan keputusan, mengoptimalkan alokasi sumber daya, dan memungkinkan penilaian ancaman prediktif. Temuan ini menyoroti potensi AI untuk secara signifikan meningkatkan efektivitas pertahanan udara, waktu respons, dan perlindungan kedaulatan udara secara keseluruhan

    PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA ANGGOTA DI RSPAU Dr. S. HARDJOLUKITO

    No full text
    RSPAU dr Suhardi Hardjolukito kinerjanya masih belum maksimal. Kondisi tersebut dipengaruhi beberapa variabel diantaranya kepemimpinan dan komunikasi. Permasalahan yang diteliti yaitu pengaruh kepemimpinan dan komunikasi terhadap kinerja anggota RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan dan komunikasi terhadap kinerja anggota RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik regresi berganda. Data dikumpulkan dari 120 orang personel RSPAU dr Suhardi Hardjolukito sebagai sampel. Sampel dipilih sesuai strata kepangkatan yaitu, perwira menengah, perwira pertama, bintara, tamtama, pegawai negeri sipil dan tenaga lepas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) kepemimpinan berpengaruh langsung positif terhadap kinerja anggota RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito, dengan hasil koefisien regresi sebesar 0,877, koefisien korelasi sebesar 0,636, kontribusi sebesar 40,5 % dan t hitung sebesar 8,962 (2) komunikasi berpengaruh langsung positif terhadap kinerja anggota RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito, dengan hasil koefisien regresi sebesar 0,906, koefisien korelasi sebesar 0,632, kontribusi sebesar 39,09 % dan t hitung sebesar 8,860. dan (3) kepemimpinan dan komunikasi secara bersama-sama berpengaruh langsung positif terhadap kinerja anggota RSPAU dr Suhardi Hardjolukito, dengan hasil koefisien regresi kepemimpinan dan komunikasi masing-masing sebesar 0,490 dan 0,457, t hitung sebesar 2,400 dan 2,152, nilai siknifikansi sebesar 0,018 dan 0,033, sedangkan uji signifikansi uji F sebesar 0,00 (<0,05) dan F hitung sebesar 43,711. Kepemimpinan dan komunikasi merupakan variabel-variabel penting dalam meningkatkan kinerja anggota RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito, maka kedua variabel tersebut perlu ditingkatkan. Kesimpulan bahwa kepemimpinan dan komunikasi berpengaruh terhadap kinerja angota RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito, secara parsial maupun simultan

    PENGARUH REWARD DAN PUNISHMENT TERHADAP BUDAYA KESELAMATAN TERBANG DI SKADRON UDARA 7 PANGKALAN TNI AU SURYADARMA

    No full text
    Keselamatan penerbangan sipil dan militer telah diatur melalui Undang-Undang Nomor 1 tahun 2009 tentang penerbangan serta Permenhub Nomor KM 8 Tahun 2010 tentang Program Keselamatan Penerbangan Nasional. TNI Angkatan Udara bercita cita meraih hasil yang maksimal dalam membangun budaya keselamatan ini hingga mampu mencapai budaya keselamatan yang generatif. Lambangja atau Keselamatan terbang dan kerja telah menjadi sebuah fondasi kuat yang dijadikan dasar pertimbangan dalam setiap pelaksanaan kegiatan di TNI Angkatan Udara. Skadron Udara 7 Wing 8 Lanud Suryadarma adalah satuan TNI Angkatan Udara yang melaksanakan tugas operasi dan latihan serta pendidikan bagi siswa penerbang helikopter. Dengan tingkat operasional penerbangan yang tinggi, Skadron Udara 7 telah menerapkan berbagai sistem untuk berusaha mewujudkan kondisi keselamatan terbang dan kerja yang baik untuk tujuan mencegah terjadinya incident maupun accident. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variabel rewards dan punishment terhadap budaya keselamatan terbang baik secara tunggal maupun stimultan. Metode penelitian ini adalah kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah terdapat berbagai faktor terkait dengan pemberian rewards dan punishment yang berdampak budaya keselamatan terbang. Kesimpulannya adalah variable rewards memiliki pengaruh sebesar 58,8% terhadap Budaya Keselamatan Terbang, variabel punishment ini berpengaruh sebesar 31,2% terhadap Budaya Keselamatan Terbang dan secara simultan reward dan punishment berkontribusi sebesar 68,6% dalam menciptakan budaya keselamatan terbang dan sisanya sebesar 31,4% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti

    PRAKTEK DIPLOMASI SIBER DI ERA POST TRUTH

    No full text
    Pada era digital saat ini, praktik diplomasi telah mengalami transformasi signifikan dengan munculnya fenomena "post-truth" yang menantang kerangka tradisional diplomasi. Artikel ini membahas tentang praktik diplomasi siber di era post-truth, mengidentifikasi persoalan-persoalan yang muncul. Persoalan yang menjadi fokus utama adalah bagaimana diplomasi siber dapat beradaptasi dengan dinamika informasi yang terdistorsi dan seringkali tidak faktual di era post-truth. Selain itu, artikel ini juga mempertimbangkan dampak dari fenomena post-truth terhadap efektivitas praktik diplomasi siber dalam mencapai tujuan-tujuan politik dan keamanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki peran diplomasi siber dalam mengatasi tantangantantangan yang muncul di era post-truth dan untuk mengevaluasi strategi-strategi yang efektif dalam mengelola informasi yang terdistorsi secara online. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan kualitatif terhadap kasuskasus praktik diplomasi siber di beberapa negara, dengan fokus pada strategi-strategi yang digunakan untuk menanggapi informasi yang tidak faktual. Metode penelitian melibatkan analisis dokumen-dokumen resmi, wawancara dengan diplomat-diplomat yang berpengalaman dalam diplomasi siber, serta survei terhadap masyarakat yang terpengaruh oleh informasi yang terdistorsi secara online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diplomasi siber memerlukan pendekatan yang inovatif dan adaptif dalam menghadapi tantangan-tantangan informasi di era post-truth. Strategi-strategi seperti pelatihan diplomat-diplomat dalam mengenali dan merespons disinformasi serta kerja sama internasional dalam mengembangkan standar-standar baru untuk tata kelola informasi online menjadi kunci dalam mengatasi persoalan-persoalan tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa diplomasi siber harus terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan-perubahan dalam lanskap informasi digital, serta bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadapi tantangan-tantangan di era post-truth dengan efektif.

    LATIHAN PRATUGAS DALAM RANGKA KESIAPAN PERSONEL MILITARY OBSERVER REPUBLIK DEMOKRATIK KONGO (DRC)

    No full text
    PMPP TNI adalah unit di bawah Markas Besar Tentara Nasional Indonesia yang bertugas mempersiapkan personel pasukan perdamaian Indonesia melalui pelaksanaan latihan pratugas.. Namun dalam penyelenggaraan latihan belum dimanajemen dengan baik diantaranya dibuktikan dengan fakta, antara lain: Pertama, keterbatasan peranti lunak. Kedua, terbatasnya personel PMPP TNI dalam mendukung latihan pratugas. Ketiga, metode latihan pada Buku Petunjuk Pelaksanaan Latihan Pratugas OPPD yang menggunakan metode gladi lapang sedangkan Milobs lebih bersifat perorangan. Tujuan penelitian adalah menganalisis manajemen latihan pratugas ditinjau dari kesiapan piranti lunak, pemenuhan pesonel penyelenggara dan metode latihan serta faktor-faktor yang berpengaruh pada manajemen latihan pratugas dalam rangka kesiapan personel Milobs di Republik Demokratik Kongo (DRC). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) pada aspek peranti lunak, personel dan metode didapatkan keterbatasan untuk itu dibutuhkan unsur manajemen yaitu material, man dan method serta fungsi manajemen Planning, Organizing, Actuating, Controlling guna pengaturan dengan baik. (2) pada faktor-faktor yang berpengaruh didapatkan faktor internal dan eksternal untuk itu yang dibutuhkan adalah fungsi manajemen Planning, Organizing, Actuating, Controlling guna mendapatkan manajemen latihan pratugas yang baik. Kesimpulan Manajemen yang dilaksanakan oleh PMPP TNI masih belum dimanajemen dengan baik, khususnya pada unsur-unsur manajemen yaitu manusia (Personel), Material (Piranti lunak), Metode (Latihan) serta pada fungsi manajemen. Diperlukan teori manajemen sebagai grand teory dalam menjawab permasalahan tersebut dan didukung teori kesiapan dan teori pendidikan latihan

    PENGAMANAN PERBATASAN DAN EFEKTIVITAS OPERASI PENERBANGAN

    No full text
    Pengamanan perbatasan merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga kedaulatan dan keamanan suatu negara. Dalam konteks ini, operasi penerbangan memainkan peran yang signifikan dalam mendukung upaya pengamanan perbatasan. Artikel ini mengevaluasi efektivitas dukungan operasi penerbangan dalam pengamanan perbatasan dengan mengkaji berbagai aspek yang meliputi teknologi, strategi, pelatihan, dan koordinasi antar lembaga. Pada era modern, teknologi penerbangan telah mengalami perkembangan pesat yang memungkinkan penerapan berbagai sistem canggih seperti pesawat tanpa awak (drone), pesawat patroli, dan sistem radar. Penggunaan teknologi ini telah terbukti meningkatkan kemampuan pengawasan dan deteksi ancaman di wilayah perbatasan. Drone, misalnya, mampu memberikan pemantauan terus-menerus dan real-time tanpa memerlukan kehadiran fisik personel di lapangan. Hal ini tidak hanya mengurangi risiko bagi petugas, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional. Selain teknologi, strategi operasi penerbangan juga menjadi faktor krusial dalam pengamanan perbatasan. Strategi yang efektif melibatkan penempatan dan penggunaan aset penerbangan secara optimal, pemetaan wilayah risiko tinggi, serta implementasi prosedur respon cepat terhadap insiden. Kolaborasi antara angkatan udara dan unit-unit darat memperkuat kemampuan respons dan koordinasi dalam menghadapi ancaman. Pelatihan personel juga menjadi elemen kunci dalam keberhasilan operasi penerbangan untuk pengamanan perbatasan. Pelatihan yang komprehensif dan berkelanjutan memastikan bahwa personel memiliki kemampuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengoperasikan peralatan canggih serta merespon situasi darurat dengan cepat dan tepat. Pelatihan ini mencakup aspek teknis pengoperasian pesawat, strategi pengawasan, hingga simulasi skenario ancaman.Koordinasi antar lembaga, baik di tingkat nasional maupun internasional, merupakan komponen penting lainnya. Kerjasama yang efektif antara militer, kepolisian, badan keamanan perbatasan, dan lembaga intelijen dapat meningkatkan efektivitas operasi penerbangan dalam pengamanan perbatasan. Pertukaran informasi yang cepat dan akurat antara berbagai pihak memungkinkan tindakan yang lebih proaktif dan terkoordinasi dalam menghadapi ancaman lintas batas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan operasi penerbangan memiliki peran yang sangat vital dalam pengamanan perbatasan. Namun, untuk mencapai efektivitas maksimal, diperlukan sinergi antara teknologi canggih, strategi operasi yang tepat, pelatihan personel yang memadai, dan koordinasi yang baik antar lembaga. Dengan demikian, negara dapat lebih efektif dalam melindungi kedaulatan dan keamanannya dari berbagai ancaman yang datang dari wilayah perbatasa

    993

    full texts

    1,215

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇