Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
Not a member yet
1215 research outputs found
Sort by
Memperluas Agenda Studi Keamanan Nasional: Politik, Hukum dan Strategi
National security is the first and foremost responsibility of a nation. A nation isconsidered a strong nation once it is able to secure the livelihood of the people and thewellbeing of the nation itself. Yet the world is evolving quickly and new technologies andinnovations bring about new threats and opportunities towards national security. Thisarticle aims to describe the expansion of politics, laws, and strategies within the study ofnational security. Content analysis method will be used in this article. From more than20 articles referenced here, it can be summarized that changes in strategic environmentis heavily affected by the latest industrial revolution, the industry 4.0. Thus, this bringsabout new challenges such as cyber threats. The researcher then concluded that thesethreats could affect a nation strategically. These threats then focused on political threatsof collective security, current law threats which requires cyber law, and strategic threatswhich is cyber security.Keywords: National Security, Strategy, Politic, La
RELEVANSI STRATEGI PERTAHANAN LAUT BERDASARKAN DOKTRIN JALESVEVA JAYAMAHE TERHADAP GLOBALISASI DAN PERKEMBANGAN LINGKUNGAN STRATEGIS
Seiring dengan berjalannya globalisasi dan kemajuan teknologi, perkembangan lingkungan strategis saat ini jelas memberikan ruang gerak yang semakin bebas bagi ancaman terhadap semua bidang kehidupan bernegara, termasuk dalam hal pertahanan negara di laut. TNI Angkatan Laut (TNI AL) sebagai komponen utama pertahanan negara di laut perlu menerapkan strategi pertahanan yang mampu menyesuaikan dengan perkembangan yang terjadi, dimana proyeksi pembangunan kekuatan maritim perlu mendapat perhatian untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maritim yang memiliki posisi tawar strategis dalam pergaulan internasional. Dalam menyusun konsep strategi pertahanan militer, diperlukan sebuah doktrin sebagai acuan yang mendasarinya. Dalam penulisan ini, penulis mencoba menganalisa relevansi doktrin TNI AL Jalesveva Jayamahe dikaitkan dengan situasi yang ada saat ini. Hal-hal yang menjadi fokus adalah globalisasi di bidang pertahanan, kemajuan teknologi dan strategi pertahanan, perkembangan lingkungan strategis serta tantangan ke depan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kepustakaan dan pendekatan fenomenologis. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa doktrin TNI AL Jalesveva Jayamahe sebagai dasar yang dijadikan pedoman dalam penyusunan strategi pertahanan laut dinilai masih sangat relevan dalam menghadapi potensi ancaman yang muncul sebagai akibat dari globalisasi dan perkembangan lingkungan strategis. Peningkatan kapasitas kekuatan pertahanan laut melalui kemandirian industri pertahanan, pembinaan sumber daya manusia serta penguasaan teknologi pertahanan menjadi kunci untuk terus beradaptasi dalam menghadapi globalisasi dan rangkaian perubahan lingkungan strategis.Kata Kunci: Strategi, pertahanan, doktrin, Jalesveva Jayamahe, globalisas
STRATEGI PERTAHANAN LAUT DALAM MENGHADAPI ANCAMAN PEROMPAKAN SEBAGAI ANCAMAN MARITIM DI WILAYAH PERAIRAN REPUBLIK INDONESIA
Indonesia yang terletak pada posisi silang sangat menguntungkan karena menjadi persimpangan dua jalur transportasi laut dunia yaitu Samudera Hindia dan Pasifik serta dua benua Asia dan Australia. Indonesia mengambil keuntungan dari posisi tersebut dengan mendeklarasikan sebagai poros maritim dunia. Dalam bidang keamanan, letak strategis Indonesia tersebut menjadi faktor berkembangnya berbagai isu keamanan maritim. Aktivitas pembajakan kapal menjadi fokus utama dalam studi keamanan maritim global. Salah satu ancaman yang dapat menghambat dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia adalah masalah perompakan dan pembajakan kapal (piracy) dibeberapa wilayah perarairan laut Indonesia, diantaranya di peraiaran Selat Malaka dan perairan Laut Sulu-Sulawesi. Sedangkan dimensi keamanan maritim adalah dimensi human security, yaitu kesejahteraan warga negara merupakan hal terpenting, karena warga negara merupakan obyek yang terdampak langsung dari ancaman keamanan kontemporer. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode diskriptif analisis dengan data yang digunakan adalah studi literatur. Dalam menanggulangi ancaman pembajakan ini, Indonesia melaksanakan diplomasi dan kerjasama antar Littoral states dan User States serta meningkatkan kapasitas alutsista dan sistem informasi yang canggih dalam rangka menjaga keamanan wilayah perairannya.Kata Kunci : Ancaman Perompak, Ancaman Maritim, Poros Maritim, Selat Malaka, Keamanan Manusi
SINERGITAS KOMANDO ARMADA I DAN BADAN KEAMANAN LAUT REPUBLIK INDONESIA DALAM STRATEGI PERTAHANAN LAUT GUNA MEMBERANTAS KEJAHATAN LINTAS NEGARA DI SELAT MALAKA
Tesis ini menganalisis tentang kerjasama antara Koarmada I dan Bakamla dalam upaya memberantas kejahatan lintas negara yang terjadi di perairan Selat Malaka dan sekitarnya serta mengidentifikasi peraturan yang berlaku dalam melaksanakan kerjasama dan potensi celah yang ada pada tingkat operasional sehubungan dengan kejahatan yang terjadi di laut. Penelitian ini juga berfokus kepada faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan kerjasama antara kedua lembaga tersebut dalam upaya pemberantasan kejahatan lintas negara. Pada dasarnya masing-masing lembaga telah memiliki sarana yang dibutuhkan untuk upaya tersebut, namun perlu adanya pemanfaatan bersama terhadap sarana yang ada untuk mencapai hasil yang optimal melalui kerjasama antara kedua lembaga tersebut. Untuk menganalisis hubungan antar kedua lembaga dipergunakan teori kerjasama antar instansi (inter-agency working), sementara untuk melihat manfaat yang dihasilkan dari kerjasama tersebut digunakan teori sinergitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pengamatan dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih dibutuhkan kerjasama yang lebih intensif dan interaksi secara formal melalui prosedur kerjasama yang efektif agar upaya pemberantasan kejahatan lintas negara, khususnya di perairan Selat Malaka dan sekitarnya dapat berjalan dengan lebih optimal.Kata Kunci: Kejahatan lintas negara, kerjasama, strategi, selat Malak
PERANG SEMESTA MELALUI OPTIMALISASI PENERAPAN NILAI PANCASILA PERSATUAN INDONESIA DALAM MENDUKUNG PERTAHANAN NEGARA
In supporting state defense, a capable strategy is needed. The total war strategy is a strategy that uses all national resources in an effort to achieve the goal, namely maintaining national security. Human resources are one of the important components in the resources used to achieve these goals, but the problem of the lack of values within Indonesian people makes the strategy imperfect. So this research was conducted to find out how the total war strategy through optimizing the value of the Five Principles The Unity of Indonesia. The research used qualitative methods and descriptive approaches. It can be said that the optimization of the value of the Five Principles The Unity of Indonesia greatly influences the success of the total war strategy. With a society that has high values of unity and integrity, the level of loyalty towards the state is also getting higher, so that the strategy that is carried out will work well because policy makers and society have one common goal, namely to support state defense and maintain national security
PERAN PEMANGKU ADAT DAYAK DALAM MEMBANGUN BUDAYA DAMAI DI KABUPATEN SINTANG KALIMANTAN BARAT
Masyarakat Dayak hidup dalam tradisi adat yang kuat. Komunitas ini memiliki pemangku adat yang berperan untuk menjaga dan melestarikan adat istiadat. Melalui mekanisme adat pemangku adat membangun budaya damai. Persoalan peran ini berhadapan dengan tantangan kompleksitas masalah, kapasitas pemangku adat dan mekanisme adat bukan merupakan ultimum remidium. Tujuan penulisan ini adalah menganalisis peran pemangku adat dalam membangun budaya damai dan bagaimana mekanisme adat membangun budaya damai pada masyarakat adat Dayak Kabupaten Sintang Kalimantan Barat. Data primer diperoleh dari informan melalui wawancara dengan orang-orang yang ditentukan dan didukung oleh data sekunder. Selanjutnya peneliti menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif untuk membahas penelitian ini. Peneliti menganalisis dengan teori peran, teori budaya damai dari Johan Galtung, teori modal sosial, dan teori problem solving and decision making, dari para ahli, serta pendekatan dengan konsep pertahanan negara Eben A. Weitzman dan Patricia Flynn Weitzman serta konsep Pertahanan Negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangku adat Dayak berperan dalam membangun budaya damai. Implementasi peran melalui mekanisme adat, mencegah terjadinya konflik dan menyelesaikan konflik pada masyarakat adat. Peran tersebut ditunjukkan dengan membangun dasar yang kuat bagi peran pemangku adat dan melakukan mekanisme adat yaitu peradilan adat dalam membangun budaya damai. Kesimpulannya adalah pemangku adat berperan penting dalam membangun budaya damai dan mekanisme adat Dayak melalui peradilan adat efektif membangun budaya damai
PENDIDIKAN PERDAMAIAN PADA KEARIFAN LOKAL UPACARA NGASA DI KAMPUNG BUDAYA JALAWASTU, KABUPATEN BREBES, JAWA TENGAH
Masyarakat Jalawastu merupakan masyarakat yang menjunjung tinggi hukum adat dan ajaran para leluhur. Mereka selalu menerapkan nilai-nilai perdamaian, seperti toleransi, kebersamaan dan gotong-royong dalam kehidupan sehari-hari. Karakter positif tersebut tergambar pada pelaksanaan Upacara Ngasa, sehingga dapat dijadikan model pendidikan perdamaian bagi masyarakat Jalawastu dan masyarakat lainnya. Tujuan Penelitian untuk menganalisis tentang pendidikan perdamaian pada kearifan lokal Upacara Ngasa di Kampung Budaya Jalawastu, Ciseureuh, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah serta upaya peningkatannya. Penelitian menggunakan meode kualitatif. Data diperoleh dari para informan yang selanjutnya dianalisis dengan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pendidikan perdamaian melalui pelaksanaan Upacara Ngasa, baik pada tahap persiapan maupun tahap pelaksanaan, sehingga dapat diidentifikasi dalam aspek pengetahuan, sikap atau nilai dan keterampilan. (2) Terdapat beberapa tantangan perdamaian di Kampung Budaya Jalawastu dan sekitarnya, diantaranya: konflik internal desa, generasi muda yang mulai kurang peduli terhadap kearifan lokal, terjadinya perubahan sosial, adanya pihak yang menentang pelaksanaan Upacara Ngasa, dan masih adanya desa-desa disekitarnya yang masih rawan konflik. (3) Terdapat beberapa upaya peningkatan dalam pendidikan perdamaian melalui Upacara Ngasa, diantaranya pengutamaan dialog dalam resolusi konflik, regenerasi pengelolaan kearifan lokal, peningkatan peran pemerintah dalam mendukung perdamaian, dan melibatkan masyarakat yang lebih luas dalam pelaksanaan Upacara Ngasa sebagai sarana pendidikan perdamaian. Kesimpulan penelitian ini adalah pendidikan perdamaian melalui Upacara Ngasa dapat diterapkan sebagai pengajaran dalam mendukung budaya damai, ketahanan masyarakat dan keamanan nasional. Ada beberapa rekomendasi dalam penelitian ini ditujukan ke Pemangku Adat Jalawastu, Kepala Desa Ciseureuh, dan Pemerintah Kabupaten Brebes
PERAN PEMERINTAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DALAM MEMBANGUN PERDAMAIAN GOLONGAN AHMADIYAH LAHORE DI GONDOKUSUMAN
Daerah Istimewa Yogyakarta adalah provinsi dimana Golongan Ahmadiyah Lahore atau dikenal sebagai Gerakan Ahmadiyah Indonesia berpusat. Letak pusat Gerakan Ahmadiyah Lahore adalah di kelurahan Baciro, kecamatan Gondokusuman. Peran pemerintah daerah dalam membangun perdamaian antara golongan Ahmadiyah Lahore dengan masyarakat menjadi fokus penelitian. Di provinsi ini terdapat sebuah kesalahpahaman persepsi masyarakat sejak keluarnya Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri; yakni Menteri Agama, Jaksa Agung, dan Menteri Dalam Negeri. Kesalahpahaman masyarakat umum, terutama masyarakat luar Yogyakarta, adalah bahwa Ahmadiyah hanya ada satu. Terdapat dua golongan Ahmadiyah yaitu Qodian yang berafiliasi sebagai Jemaat Ahmadiyah Indonesi (JAI) dan Lahore yang berafiliasi sebagai Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI). Kesalahpahaman ini diatasi oleh pemerintah daerah dengan mengedarkan buku sosialisasi Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri pada tahun 2011. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam membangun perdamaian golongan Ahmadiyah Lahore di Gondokusuman. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan metode wawancara. Penelitian ini meliputi upaya dan peran pemerintah dalam meluruskan kesalahpahaman sosial terhadap keberadaan Gerakan Ahmadiyah Indonesia. Peran Pemerintah dalam mengatasi stigma ini adalah dengan mengantisipasi jangan sampai terjadi suatu konflik sosial seperti yang terjadi pada Ahmadiyah Qodian di Jabodetabek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Gerakan Ahmadiyah Indonesia terbuka menyebarkan perdamaian dalam aspek pendidikan dan sosial dalam upaya menghapus kesalahpahaman dan membangun keharmonisasian di tengah masyarakat Yogyakarta. Namun, penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam aspek aqidah, ajaran Ahmadiyah secara umum berbeda dengan ajaran Islam yang sebenarnya. Seperti yang ditinjau dari aspek sejarah dan sebagaimana yang tertera di Surat Keputusan Bersama tiga Menteri, bahwa Ahmadiyah adalah aliran sesat
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR PM 134 TAHUN 2016 TENTANG MANAJEMEN KEAMANAN KAPAL DAN FASILITAS PELABUHAN PADA TERMINAL PETI KEMAS KARIANGAU BALIKPAPAN
Abstrak-Keamanan pelabuhan adalah salah satu elemen dari keamanan maritim yang menjadi isu memprihatinkan setelah peristiwa serangan teroris pada tanggal 11 September 2001 (9/11) yang menghancurkan menara kembar World Trade Center (WTC) di New York Amerika Serikat. Keadaan tersebut menjadi dasar bagi diterapkannya Internasional Ships And Port Facility Security (ISPS) Code pada semua fasilitas pelabuhan yang digunakan untuk perdagangan internasional untuk mencegah serangan teroris di pelabuhan. Pelabuhan merupakan pintu gerbang perekonomian dan merupakan bagian dari mata rantai dari sistem transportasi maupun logistik. Implementasi ISPS Code di Pelabuhan diatur dalam Permenhub Nomor 134 Tahun 2016 Tentang Manajemen Keamanan Kapal Dan Fasilitas Pelabuhan. Terminal Peti Kemas Kariangau Balikpapan berada di perairan Balikpapan termasuk kawasan yang padat lalu lintas kapal-kapal asing jenis kapal container, kapal Tanker, pengangkut Batubara dan kapal penumpang sehingga dibutuhkan peningkatan pengawasan dan pengamanan yang lebih. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis implementasi kebijakan keamanan dan menganalisis ketersediaan sarana dan prasarana fasilitas pelabuhan, serta menganalisis komunikasi para pihak yang berkepentingan di dalam keamanan pelabuhan sehingga dapat meminimalisir dan mencegah potensi terjadinya ancaman keamanan fasilitas pelabuhan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PFSO Terminal Peti Kemas Kariangau sudah sepenuhnya menerapkan prosedur keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan sesuai standart ISPS Code walaupun dengan keterbatasan sarana yang ada dan telah membuat jaring komunikasi untuk mempermudah komunikasi dan koordinasi kepada seluruh pihak yang berwenang pada keamanan fasilitas pelabuhan. Dunia Internasional tidak khawatir karena keamanan fasilitas pelabuhan terjamin, sehingga banyak kunjungan kapal asing ke Terminal Peti Kemas Balikpapan, perekonomian dan perdagangan meningkat serta dapat mendukung penyelenggaraan Sistem Pertahanan Negara.
ANALISIS DAUR HIDUP BATERAI UNTUK PENGEMBANGAN KENDARAAN LISTRIK DI INDONESIA DALAM MENDUKUNG KETAHANAN ENERGI NASIONAL
Pemerintah berencana menjadikan Indonesia sebagai basis produsen baterai kendaraan listrik dengan membangun pabrik baterai kendaraan listrik di Indonesia. Alasannya untuk mendukung program percepatan kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia yang tertuang dalam Peraturan Presiden No.55 Tahun 2019 dan melihat potensi bahan baku baterai yang tersedia didalam negeri sehingga Indonesia berperan dalam rantai pasok global baterai kendaraan listrik. Disisi lain, keberadaan baterai kendaraan listrik di Indonesia (plan scenario) memberikan dampak terhadap lingkungan selama proses daur hidupnya. Dalam penelitian ini menganalisa daur hidup baterai (gate to gate) kendaraan listrik dengan metode Life Cycle Assessment (LCA) dan menganalisa rantai pasok baterai kendaraan listrik berdasarkan dua skenario (existing dan plan scenario). Hasil dari penelitian ini (1) Jejak emisi CO2 proses produksi baterai kendaraan listrik di Indonesia sebesar 20,36173 KgCO2eq per 1 kg baterai atau sebesar 3.074,62123 KgCO2eq per baterai dan di Cina sebesar 20,36241 KgCO2eq atau sebesar 3.074,72391 KgCO2eq per baterai dengan penghasil emisi terbesar adalah pembuatan sel katoda sebesar 11,8 KgCO2eq. (2) Industri baterai kendaraan listrik dengan plan scenario mampu menurunkan harga baterai karena pengurangan biaya produksi yang terdiri dari pengurangan biaya jasa angkut sekitar 52,6% daripada impor, harga listrik yang rendahserta ketersediaan bahan baku melimpah yang berdampak pada penurunan harga jual kendaraan listriksehingga mendukung pengembangan kendaraan listrik didalam negeri. (3) Berdasarkan plan scenario Indonesia berperan dalam rantai pasok global baterai kendaraan listrik karena mampu memproduksi baterai kendaraan listrik dengan cadangan nikelnya hingga 26 tahun kedepan dengan total sekitar 656,250 juta unit baterai kendaraan listrik.Kata Kunci: Baterai kendaraan listrik, Daur hidup, Rantai pasok, Sel Anoda, Sel Katod