Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
Not a member yet
1215 research outputs found
Sort by
PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PRAJURIT DI BATALYON KAVALERI 4/KIJANG CAKTI
Abstrak - Yonkav 4/Kijang Cakti memiliki tugas pokok melaksanakan pertempuran darat yang bersifat offensive dengan menggunakan lindung lapis baja serta melaksanakan tugas lain yang ditentukan oleh Komando Atas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh kepemimpinan dan lingkungan kerja terhadap kinerja prajurit di Batalyon Kavaleri 4/Kijang Cakti. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan dilaksanakan pada 78 personel dari Batalyon Kavaleri 4/Kijang Cakti yang terdiri dari Perwira, Bintara dan Tamtama. Analisis data pada penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS versi 25. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian survey dengan Teknik pengujian kualitas data yang meliputi uji validitas dan uji reliabilitas dengan tujuan untuk mengukur apakah pertanyaan yang digunakan betul-betul dapat mengukur apa yang hendak diukur serta konsisten dari setiap pengukuran yang dilakukan. Selanjutnya dilakukan uji signifikansi dan linieritas regresi serta analisis jalur yang merupakan perluasan dari analisis regresi linier dengan tujuan untuk membuktikan hipotesis penelitian. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa : Pertama, diperoleh koefisien jalur sebesar 0,246 dimana hal ini menunjukkan adanya pengaruh yang positif dan signifikan sebesar 24.6% dari Kepemimpinan terhadap Kinerja. Kedua, diperoleh koefisien jalur sebesar 0,164 dimana hal ini menunjukkan adanya pengaruh yang positif dan signifikan sebesar 16.4% dari Lingkungan Kerja terhadap Kinerja. Ketiga, diperoleh koefisien jalur sebesar 0,247 dimana hal ini menunjukkan adanya pengaruh bersama-sama yang positif dan signifikan sebesar 24.7% dari Kepemimpinan dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja. Perolehan nilai tersebut menunjukkan bahwa nilai koefisiensi jalur positif. Mendasari hal tersebut, maka disarankan agar Danyonkav-4/KC dapat menerapkan pola kepemimpinan yang dapat meningkatkan kemampuan Prajurit disamping itu unsur pimpinan perlu memperhatikan kondisi Batalyon pada skala prioritas sehingga dapat menunjang kinerja prajurit di Batalyon Kavaleri 4/Kijang Cakti.Kata Kunci: Kepemimpinan, Lingkungan Kerja, Kinerja Prajuri
MODEL KONSEPTUAL AUDIT TEKNOLOGI ALAT UTAMA SISTEM SENJATA (STUDI KASUS RUDAL C-705)
Indonesia harus mampu mengembangkan kapasitas teknologi pertahanan yang bergantung pada kemampuan untuk memperkuat industri pertahanan nasional. Peran audit teknologi sangat penting bagi kemajuan industri pertahanan Indonesia untuk memberikan penilaian terhadap kualitas produk hasil industri pertahanan dalam negeri. Penting untuk dipahami bahwa audit teknologi berperan disemua bagian dari awal hingga akhir daur hidup Alutsista. Tetapi saat ini Indonesia belum memiliki tools yang secara khusus diperuntukkan bagi pengembangan teknologi Alutsista yang sesuai dengan karakteristik sistem pertahanan negara. Penelitian ini bertujuan melakukan pengembangan terhadap model dasar TRL dan MRL yang telah digunakan pada audit teknologi Rudal C-705 dan kemudian melalui proses konseptualisasi membentuk suatu model konseptual audit teknologi alutsista yang relevan dengan sistem pertahanan negara dan kondisi kebijakan di Indonesia. Data dalam pengembangan komponen audit diperoleh dari data primer dan sekunder melalui proses observasi, wawancara dan diskusi serta telaah dokumen yang kemudian dianalisis sesuai kebutuhan dan kondisi pengembangan Alutsista. Proses konseptualisasi ini menghasilkan suatu tools baru yaitu Main Weapon System Readiness Level (MWSRL) dengan tambahan komponen penilaian seperti Permintaan, HAKI, IDKLO, Standar, Anggaran, Prospek Bisnis dan MRO sebagai indikator penilaian. Dengan adanya pemikiran dan penilitian ini diharapkan dapat mendukung dan mengakselerasi proses pengembangan teknologi Alutsista menuju kemandirian industri pertahanan nasional melalui inovasi dibidang audit teknologi
ANALISIS PERSYARATAN DAN TINGKAT KESIAPTERAPAN TEKNOLOGI SISTEM SENJATA ROKET BALISTIK R-HAN 122 B UNTUK PERTAHANAN INDONESIA
R-Han 122 B sudah memperoleh sertifikat kelaikan dari Kementerian Pertahanan sebagai sistem senjata. Meskipun demikian, Korps Marinir TNI AL belum menggunakan R-Han 122 B untuk mendukung tugas pokoknya dalam menjaga kedaulatan wilayah pertahanan negara. Dengan demikian, penelitian dilakukan untuk menganalisis kesesuaian persyaratan roket balistik yang diinginkan oleh Korps Marinir TNI AL dengan roket balistik R-Han 122 B, analisis pengembangan R-Han 122 B berdasarkan system engineering, serta tingkat kesiapterapan teknologi (TKT) R-Han 122 B. Penelitian bersifat kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara kepada narasumber LAPAN, PT Pindad dan Korps Marinir TNI AL, studi pustaka serta observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persyaratan R-Han 122 B hasil pengembangan belum sesuai dengan yang diinginkan Korps Marinir TNI AL. Propelan R-Han 122 B menggunakan komposit HTPB sehingga menimbulkan asap tebal. Sedangkan roket balistik yang digunakan oleh Korps Marinir TNI AL (RM 70 Grad) menggunakan double base solid propellant sehingga asap yang ditimbulkan tipis. Pada kemampuan presisi (flight stability), peluncuran R-Han 122 B belum mengumpul (grouping) Pengembangan R-Han 122 B belum mengikuti tahapan system engineering dikarenakan belum terdapat document requirement pada bagian persyatatan dari user, serta tahapan pengembangannya belum runut seperti tahapan dalam system engineering. Tingkat kesiapterapan teknologi (TKT) roket R-Han 122 B adalah berada di level 7, yang artinya demonstrasi prototipe sistem dalam lingkungan yang sebenarnya. Sebagai rekomendasi, sebaiknya pengembangannya mengikuti tahapan system engineering yang sudah baku serta diperlukan perbaikan pada profil motor roket (thrust), geometri dan inersia roket / pusat massa roket (center of gravity) dan studi Atmosfer agar R-Han 122 B bisa grouping
PEMANFAATAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHODRO SEBAGAI CHARGER HANDY TALKY (HT) MILIK TNI ANGKATAN DARAT
Kebutuhan listrik dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Pengembangan teknologi free energy perlu dikembangkan untuk menutupi pesatnya peningkatan kebutuhan listrik. Salah satu yang dapat dikembangkan adalah teknologi pembangkit listrik tenaga mikrohidro yang memanfaatkan aliran air sebagai sumber tenaga listrik. Pemanfaatan listrik dalam skala kecil sering digunakan sebagai charger Handy Talky. Untuk membuat charger Handy Talky menggunakan teknologi mikrohidro diperlukan alat dan bahan meliputi akrilik, gerinda, lem tembak, fan laptop, motor DC, mur & baut, dioda rectifier, kapasitor, buck converter, resistor, LED, port USB female, kabel, solder, dan timah. Pada penelitian ini menggunakan turbin dengan diameter 12 Cm dengan 4 jenis sudu yaitu sudu lurus tertutup, radius, lurus terbuka dan segitiga. Pada setiap sudu diuji pada ketinggian jatuhan air 20 Cm, 40 Cm, 60 Cm, dan 80 Cm. Hasil dari penelitian adalah Sudu yang paling baik digunakan pada mikrohidro ini adalah sudu radius (3,25 V pada ketinggian 80 Cm), yang kedua sudu segitiga (3,22 V pada ketinggian 80 Cm), yang ketiga sudu lurus terbuka (2,75 V pada ketinggian 80 Cm), dan yang terahir sudu lurus tertutup (2,55 V pada ketinggian 80 Cm)
PEMBERDAYAAN KOMUNITAS SIBER OLEH PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DARI PERSPEKTIF STRATEGI PERANG SEMESTA
Perkembangan Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) saat ini telah membuat perubahan yang berpengaruh pada konsep keamanan. Dampak dari perkembangan TIK ini menimbulkan ancaman siber terhadap Infrastruktur informasi kritis nasional (IIKN) . Upaya pemberdayaan komunitas siber bertujuan untuk membantu pemerintah, Lembaga dan pihak swasta terkait bidang TIK dalam menjaga dan mengamankan IIKN dari serangan siber yang dampaknya dapat meruntuhkan suatu negara jika tidak diantisipasi lebih awal. Untuk itu diperlukan strategi yang mampu mendukung pemberdayaan komunitas siber oleh pemerintah dalam perspektif perang semesta. Didalam penulisan artikel ini, penulis menggunakan metode dengan cara mengumpulkan data dan informasi melalui bantuan bermacam -macam materi yang terdapat dalam kepustakaan (buku) atau disebut juga jenis penelitian fenomologis yang dikaitkan dengan deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian pustaka yang penulis dapatkan diketahui bahwa komunitas siber belum sepenuhya ikut membantu pemerintah dalam pertahanan negara, ada sebagian komunitas siber yang belum dilibatkan, dibutuhkan peran pemerintah, Lembaga dan pihak swasta terkait TIK untuk dapat mewujudkan pemberdayaan komunitas siber oleh Pemerintah dalam perspektif perang semesta.Kata Kunci: Pemberdayaan, Komunitas Siber, Pemerintah RI, Strategi Perang Semest
Mendefinisikan Kembali Konsep Keamanan dalam Agenda Kebijakan Negara-Bangsa
Security is essential for the state. The state is said to be safe if it is free from threats. The definitionof security experienced a shift marked by the end of the Cold War and the tragedy of 11 September2001. The change in the concept of security, which was initially limited to military threats andaimed at the state, has now developed into a threat to human security. The purpose of this articleis to redefine the concept of security itself in the policy agenda of the Nation-State. The methodused is qualitative, using textual analysis as a data collection method.Keywords: Security, Threat, Polic
PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM TRAUMA PASCA BENCANA ALAM MENGGUNAKAN PENDEKATAN KOGNITIF
The impact of natural disasters is not only on the material aspect, but also on a person's psychic condition and how that person processes it into memories that will carry over for life. When a person experiences a traumatic event and has a certain response to anything that reminds him of the disaster, this condition occurs because of Acute Stress Disorder and Post Traumatic Stress Disorder. Therefore, this study aims to describe the role of social workers in post-natural disaster trauma using a cognitive approach. This research uses qualitative with library research method. As for the role of post-disaster trauma social workers, apart from being advocates, social workers can also act as counselors who assist disaster victims recovering from their traumatic events. By using a cognitive approach, the recovery process, especially in children, can change negative behaviors and views of the traumatic events they experience and reduce their stigma against similar events
Peluang Potensial dan Dampak Visi Poros Maritim bagi Hubungan Indonesia-Australia
World Maritime Axis is one of Indonesia’s policy to reach a new stage in the international system. One of World Maritime Axis’s pillars is Maritime Diplomacy which Indonesia Invites all countries to reduce the sources of conflict at the sea. There are influence betweet World Maritime Axis and the relationship between Indonesia and other countries, especially those with geographical proximity. Australia is one of the countries that have a geographical proximity with Indonesia. This studies using SWOT Analysis by Kearns and the concept of bilateral relations. Research method that used in this studies is content analysis. Based on the literatue researches conducted by researcher, it can be concluded that the opportunities and impacts of the World Maritime Axis affect bilateral relations between Indonesia and Australia as countries that have historical and geographical proximity
Upaya Diplomasi Pertahanan ASEAN Di Laut Cina Selatan (ASEAN Defense Diplomacy Efforts in the South China Sea)
The complexity of the South China Sea issues has sparked overwhelming international attention, whereas overlapping claims between various countries and the presence of external interest result in the instability of the South China Sea itself. When it comes to the South China Sea, its significance as one of the main global trade routes and its nature as a geographically blessed region with an abundant amount of natural resources is certainly inseparable. With that in mind, the presence of the South China Sea is considered a significant advantage for the countries around it, especially ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) countries that are now considered as an emerging power in the Asia – Pacific Region. Thus, this research provides a broader understanding of how ASEAN as the epicenter of civilization in the South China Sea could maximize the utilization of its diplomatic corridors, such as the ASEAN Defence Ministers’ Meeting (ADMM) and ADMM Plus as a form of realizing and ensuring stability and security in the region. This is considered a part of an ASEAN effort to establish one of the pillars of ASEAN, which is ASEAN Political-Security Community, in which through ADMM might projects a clear vision of ASEAN to create a more united and cohesive actor regionally and internationally
DETEKSI NILAI HAMBUR BALIK DASAR PERAIRAN TELUK PALU MENGGUNAKAN MULTIBEAM ECHOSOUNDER DAN PEMANFAATANNYA DALAM PERTAHANAN BAWAH PERMUKAAN
Setiap negara memiliki kebutuhan untuk mempertahankan dan menjaga kedaulatannya dari ancaman negara lain. Multibeam echosounder merupakan instrumen akustik untuk pemetaan dasar perairan yang menghasilkan data kedalaman dan data nilai hambur balik (backscatter). Analisis terhadap nilai hambur balik dapat menentukan jenis sedimen yang dapat digambarkan pada peta spasial dan menentukan lokasi daerah duduk, bersembunyinya dan area terlarang kapal selam. Perairan Teluk Palu sangat strategis dikarenakan masuk dalam kawasan ALKI II. Metode yang digunakan dalam analisis hamburan balik yaitu metode Angular Range Analysis dan Sediment Analysis Tools (ARA&SAT) dimana hubungan hamburan balik dengan ukuran butir sangat erat. Nilai hamburan balik yang didapatkan dengan tipe sedimen batu memiliki nilai antara -11 sampai -13 dB, untuk pasir memiliki nilai hamburan balik -14 sampai -29 dB, lanau nilai hamburan baliknya -30 sampai -39 dB dan lempung nilai hamburan baliknya -40 sampai -49 dB. Area yang tidak dapat diduduki kapal selam dilihat dari jenis sedimen yaitu lanau dan lempung