Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
Not a member yet
1215 research outputs found
Sort by
APLIKASI SOFT SYSTEM METHODOLOGY PADA ANALISIS INTEROPERABILITAS GELAR PERTAHANAN UDARA TITIK DALAM RANGKA PERTAHANAN UDARA
Artileri Pertahanan Udara Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Arhanud TNI AD)dalam sistem pertahanan udara nasional ditempatkan sebagai pertahanan udara titik untuk melindungi obyek vital nasional bersifat strategis untuk menghadapi ancaman udara yang terbang dengan ketinggian rendah. Seyogyanya konsep pertahanan udara nasional dengan defence in depth menjamin tersedianya interoperabilitas antara unsur rudal/meriam Arhanud TNI AD dengan Kohanudnas. Faktanya, interoperabilitas yang sedianya ada dalam pelaksanaan Opshanudnas masih belum dapat diwujudkan dengan optimal. Permasalahan penelitian yang diangkat adalah tentang kemampuan peralatan radio komunikasi voice pada pelaksanaan operasi pertahanan udara. Data diperoleh dari para informan yang ditetapkan dan selanjutnya dianalisis dengan teknik analisis kualitatif yang menggunakan analisis Soft System Methodology (SSM) dengan tujuh tahapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan peralatan komunikasi radio voice Arhanud TNI AD masih terbatas, hal ini dikarenakan belum tersedianya peralatan radio komunikasi voice di Batalyon-batalyon Arhanud TNI AD yang dapat mengomunikasikan antara Arhanud TNI AD dengan Kohanudnas. Dihadapkan kepada keadaan demikian maka akan berpengaruh kepada pelaksanaan tugas Arhanud TNI AD dalam rangka mendukung operasi pertahanan udara
MENINGKATKAN EFISIENSI PRODUKSI DAN DAYA SAING PADA INDUSTRI PERTAHANAN DALAM NEGERI
Permasalahan mendasar dalam meningkatkan efisiensi produksi dan daya saing dalam industri pertahanan di Indonesia adalah kurangnya pendanaan yang bergantung pada pemerintah, dan adanya gangguan dalam perkembangan teknologi penggunaan ganda yang diterapkan di Indonesia. Ilmu ekonomi mikro merupakan ilmu yang mempelajari perilaku individu dan masyarakat dalam menentukan pilihan guna memenuhi kebutuhan hidup untuk mencapai kepuasan. Sedangkan Industri pertahanan merupakan komponen penting dari kemampuan pertahanan. Industri pertahanan yang kuat mempunyai dua dampak utama, yaitu dampak langsung terhadap penguatan kemampuan pertahanan dan dampak terhadap perkembangan ekonomi dan teknologi nasional. Dalam pengembangan industri pertahanan dalam negeri untuk memperkuat kedaulatan dan perekonomian negara Indonesia. Faktor penting dalam meningkatkan kemampuan pertahanan adalah efisiensi produksi dan daya saing. Penelitian ini menggunakan tinjauan literatur sistematis. Data diperoleh dari manuskrip hasil penelitian dalam lima tahun terakhir yang dikumpulkan dari Google Scholar di seluruh dunia. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan analisis deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan Teori Produksi Menurut David Ricardo yang membahas antara lain Expectation (harapan), Norm (norma), Performance (wujud perilaku) dan Evaluation. Tujuan Penelitian untuk memberikan masukan kepada pemerintah tentang pentingnya produksi dalam industri pertahanan untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing produk yang dihasilkan industri pertahanan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang ditujukan untuk memahami fenomena fenomena yang terjadi di Indonesia. Hasil yang dicapai bahwa pengembangan industri pertahanan dalam negeri memerlukan koordinasi antara BUMN dan berbagai faktor seperti teknologi, permodalan, dan dukungan pemerintah. Diperlukan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) untuk memastikan keselarasan tujuan, strategi, dan keputusan bersama. Kerja sama dengan mitra dalam dan luar negeri, penggunaan drone, pengembangan alutsista, serta peran perusahaan induk juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing industri pertahanan. Dalam rangka meningkatkan daya saing industri pertahanan dalam negeri, perlu diterapkan strategi pembangunan bersama BUMNIS, spesialisasi pekerja, penggunaan teknologi yang efisien, penggunaan sumber daya bersama, dan berbagai langkah lainnya. Pengembangan industri pertahanan harus mendukung tugas sektor pertahanan dalam mempertahankan kedaulatan negara dan keselamatan nasional sambil menjadi penggerak ekonomi negara. Penelitian ini memberikan pandangan yang komprehensif tentang tantangan dan peluang dalam pengembangan industri pertahanan di Indonesia, dengan fokus pada teori produksi, meningkatkan efisiensi dan daya saing.Permasalahan mendasar dalam meningkatkan efisiensi produksi dan daya saing dalam industri pertahanan di Indonesia adalah kurangnya pendanaan yang bergantung pada pemerintah, dan adanya gangguan dalam perkembangan teknologi penggunaan ganda yang diterapkan di Indonesia. Ilmu ekonomi mikro merupakan ilmu yang mempelajari perilaku individu dan masyarakat dalam menentukan pilihan guna memenuhi kebutuhan hidup untuk mencapai kepuasan. Sedangkan Industri pertahanan merupakan komponen penting dari kemampuan pertahanan. Industri pertahanan yang kuat mempunyai dua dampak utama, yaitu dampak langsung terhadap penguatan kemampuan pertahanan dan dampak terhadap perkembangan ekonomi dan teknologi nasional. Dalam pengembangan industri pertahanan dalam negeri untuk memperkuat kedaulatan dan perekonomian negara Indonesia. Faktor penting dalam meningkatkan kemampuan pertahanan adalah efisiensi produksi dan daya saing. Penelitian ini menggunakan tinjauan literatur sistematis. Data diperoleh dari manuskrip hasil penelitian dalam lima tahun terakhir yang dikumpulkan dari Google Scholar di seluruh dunia. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan analisis deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan Teori Produksi Menurut David Ricardo yang membahas antara lain Expectation (harapan), Norm (norma), Performance (wujud perilaku) dan Evaluation. Tujuan Penelitian untuk memberikan masukan kepada pemerintah tentang pentingnya produksi dalam industri pertahananuntuk meningkatkan efisiensi dan daya saing produk yang dihasilkan industri pertahanan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang ditujukan untuk memahami fenomena fenomena yang terjadi di Indonesia. Hasil yang dicapai bahwa pengembangan industri pertahanan dalam negeri memerlukan koordinasi antara BUMN dan berbagai faktor seperti teknologi, permodalan, dan dukungan pemerintah. Diperlukan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) untuk memastikan keselarasan tujuan, strategi, dan keputusan bersama. Kerja sama dengan mitra dalam dan luar negeri, penggunaan drone, pengembangan alutsista, serta peran perusahaan induk juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing industri pertahanan. Dalam rangka meningkatkan daya saing industri pertahanan dalam negeri, perlu diterapkan strategi pembangunan bersama BUMNIS, spesialisasi pekerja, penggunaan teknologi yang efisien, penggunaan sumber daya bersama, dan berbagai langkah lainnya. Pengembangan industri pertahanan harus mendukung tugas sektor pertahanan dalam mempertahankan kedaulatan negara dan keselamatan nasional sambil menjadi penggerak ekonomi negara. Penelitian ini memberikan pandangan yang komprehensif tentang tantangan dan peluang dalam pengembangan industri pertahanan di Indonesia, dengan fokus pada teori produksi, meningkatkan efisiensi dan daya saing
PENINGKATAN INDEKS BELA NEGARA MAHASISWA DALAM MENUMBUHKAN JIWA NASIONALISME DAN PATRIOTISME DI UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI GUNA MENDUKUNG PERTAHANAN NIRMILITER
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya penurunan partisipasi masyarakat di Jawa Barat pada Pendidikan Pendahuluan Bela Negara. Salah satu penyebabnya adalah Jawa Barat menjadi provinsi dengan desa/kelurahan yang menjadi lokasi tawuran pelajar terbanyak nasional. Permasalahan penelitian yaitu adanya penurunan indeks bela negara mahasiswa yang mengakibatkan banyaknya penyimpangan sosial yang terjadi yang merupakan salah satu ancaman nirmiliter. Tujuan penelitian yaitu menganalisis peningkatan indeks bela negara sebagai upaya untuk meningkatkan jiwa nasionalisme dan patriotisme pada mahasiswa yang dilakukan di Universitas Jenderal Achmad Yani guna mendukung pertahanan nirmiliter. Penelitian ini menggunakan metode penelitian mix method dengan desain eksploratoris sequential. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi bela negara di UNJANI sudah terwujud dengan baik sesuai dengan program yang direncanakan oleh pihak kampus. Berdasarkan hasil pengukuran Indeks Bela Negara (IBN), nilai rata-rata dari keseluruhan aspek bela negara sudah sangat baik yaitu sebesar 3,94. Namun sebagian besar indikator bela negara pada mahasiswa perlu dilakukan perbaikan sedang dan menyeluruh dibuktikan dengan grafik Spider Plot pada nilai-nilai bela negara. Strategi peningkatan indeks bela negara mahasiswa Universitas Jenderal Achmad Yani berfokus pada mahasiswa UNJANI yang sudah mengikuti program Latihan Dasar Kedisiplinan dan Kepemimpinan (LDKK). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelaksanaan bela negara pada mahasiswa sudah diimplementasikan dengan baik namun masih ada beberapa perbaikan yang harus dilakukan, hasil pengukuran IBN berada pada kategori sangat baik, serta strategi peningkatan indeks bela negara ini mengarah pada sikap mahasiswa agar dapat menanamkan jiwa nasionalisme dan patriotisme dalam diri masing-masing sebagai langkah mendukung pertahanan nirmiliter
Human Resources Management in the Posture Development of the Indonesian National Armed Forces for National Defence
Human resources are the most important assets possessed by every institution, from the lowest level of institutions to the highest level such as the state. The dynamics of an uncertain and complex strategic environment have an impact on the defense posture of the TNI, which continues to be demanded to be able to balance these dynamics. In the process, the development of the TNI's posture experienced many obstacles, so that the role of human resource management (HR) was needed in developing the posture of the Indonesian National Armed Forces (TNI) for national defense purposes. Through a qualitative approach and data collection from primary and secondary sources, this study analyzes various aspects of human resource management that are relevant in the context of the TNI. The results of this study indicate that there are still problems in every process of human resource management in the development of the TNI's posture, such as welfare, health services, and social security. Based on these problems, the role of human resource management is needed according to the needs and dynamics of the existing strategic environment. The findings of this journal can provide insight into how effective human resource management can influence national defense forces and enhance TNI capabilities
DIGITALIZED-BASED SMALL ENTERPRISE TO ENHANCE HOUSEHOLD FINANCIAL INCOME IN POST-COVID-19: SRIHARJO VILLAGE, YOGYAKARTA
COVID-19 hampered economic aspects, particularly financial deprivation of business around the globe. Small Medium Enterprise (SME) potentially encountered great impacts, e.g. bankruptcy and business closure. SMEs at Sriharjo Village searched for business opportunities to improve livelihoods and income during post-COVID-19. This study aimed to identify digitalized-based opportunities for economic improvement at the household level, investigate government roles in promoting SMEs through digitalization, and find out the escalation of household income. The research applied a qualitative approach, observational data collection, in-depth interviews, and documentation studies. The result of this study identified three characteristics of SME in post-COVID-19 Sriharjo: the business could survive during the pandemic; the escalation of women's entrepreneurship with new innovative products; and developing existing businesses with innovation. The local authority is involved in promoting the SME on a digital-based platform and providing training. The monthly profit of SME ranged from IDR 3 million to 10 million, which truly helped the community fulfilled its economic needs. Collaboration, innovation, training in digital platform among community members in leveraging digital-based opportunities are the keys to economic recovery following the pandemic. The activity successfully delivered additional education, skills in digital marketing, and economic resilience to small and medium-sized enterprises in the village
ANCAMAN ILLEGAL UNREPORTED UNREGULATED FISHING DI LAUT NATUNA UTARA DAN STRATEGI PERTAHANAN LAUT
Melimpahnya potensi perikanan di Laut Natuna Utara tidak terlepas ancaman non tradisional yaitu Illegal Unreported and Unregulated Fishing membutuhkan strategi pertahanan laut dalam penangkalannya sehingga menjadi fokus peneliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Strategi Pertahanan Laut dengan Rencana Patroli Nasional dan Implementasi Kebijakan pemberdayaan Komponen Cadangan Matra Laut terhadap masyarakat maritim khususnya nelayan guna menangkal Illegal Unreported and Unregulated Fishing di Laut Natuna Utara. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif melalui data primer dan sekunder. Hasil penelitian menyatakan bahwa Strategi Pertahanan Laut melalui Patroli Bersama Nasional dan Pemberdayaan Komponen cadangan Matra Laut melalui peran nelayan menjadi efektif dan efisien guna menangkal ancaman Illegal Unreported and Unregulated Fishing, tetapi diperlukan sinergitas antara Kementrian/Lembaga dalam menyiapkan ekosistem ekonomi dan investasi agar kedaulatan pangan laut melalui pengembangan industri perikanan secara holistik dapat berjalan. Dengan penerapan Model Lykke strategi: Means Sarana kapal patroli, pesud dan drone yang dipimpin Bakamla RI dengan instansi terkait dan teknis serta alat deteksi satelit yang terintegrasi Maritime Domain Awareness dan masyarakat maritim khususnya nelayan, Ways Patroli Bersama Nasional dan Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Laut melalui nelayan guna menangkal Illegal Unreported and Unregulated Fishing, Ends dalam menjaga pertahanan dan keamanan maritim di kawasan Laut Natuna Utara
INTEGRATED AIR DEFENSE SYSTEM (IADS) PENGAMANAN WILAYAH UDARA IBUKOTA NUSANTARA
Artikel ini mengupas strategi pertahanan udara Denhanud 472 sebagai bagian dari Integrated Air Defense System (IADS) untuk mengamankan wilayah udara Ibu Kota Nusantara. Latar belakang penelitian ini adalah kompleksitas ancaman udara modern yang memerlukan pendekatan terpadu untuk mengatasi tantangan keamanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Denhanud 472 dalam konteks IADS khususnya dalam melindungi wilayah udara ibu kota Indonesia. Metode penelitiannya meliputi pengumpulan data melalui studi literatur, analisis kebijakan, dan wawancara dengan pakar pertahanan udara. Teori yang digunakan meliputi pertahanan udara terpadu, strategi pertahanan negara, dan peran Denhanud 472 dalam IADS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Denhanud 472 pada IADS dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap efektivitas pertahanan udara wilayah udara ibu kota Indonesia. Melalui koordinasi yang erat dengan elemen IADS lainnya, Denhanud 472 dapat merespons berbagai ancaman udara dengan cepat dan efisien. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Denhanud 472 mempunyai peran krusial dalam IADS, memperkuat pertahanan udara wilayah udara ibu kota Indonesia. Implikasi dari temuan ini menyoroti perlunya pengembangan berkelanjutan kemampuan Denhanud 472, mengoptimalkan koordinasi dengan elemen IADS lainnya, dan berinvestasi pada teknologi pertahanan udara terkini. Selain itu, artikel ini memberikan implikasi terhadap kebijakan pertahanan negara dengan menekankan pentingnya mengintegrasikan strategi Denhanud 472 ke dalam rencana pertahanan negara yang lebih luas. Dengan demikian, pasal ini dapat menjadi landasan pengambilan keputusan kebijakan untuk memperkuat pertahanan udara Indonesia, khususnya dalam melindungi wilayah udara ibu kota Indonesia
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PROGRAM STUDI STRATEGI OPERASI UDARA PADA PERWIRA SISWA SESKOAU A-58 DIMASA PANDEMI COVID-19
Pendidikan memiliki peran dan fungsi penting dalam mengembangkan kualitas prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang responsif, tangguh, dan trampil dalam menjalankan tugas utama TNI. Studi ini berfokus pada pengembangan pendidikan umum untuk perwira menengah Angkatan Udara di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) Indonesia. Saat ini, proses pembelajaran terhambat oleh wabah pandemi Covid-19, yang menyebabkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melarang universitas untuk menyelenggarakan perkuliahan tatap muka dan memerintahkan mereka untuk menyelenggarakan perkuliahan secara daring. Studi ini bertujuan untuk membahas dampak metode daring terhadap kegiatan pembelajaran di lembaga pendidikan militer, khususnya di Seskoau. Secara praktis, penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengeksplorasi pandangan dan persepsi perwira siswa yang menjalani pendidikan daring dengan wawancara semi-struktural. Hasil studi ini menunjukkan dua temuan utama. Pertama, metode daring dianggap efektif oleh sebagian besar perwira siswa dalam memberikan pemahaman terhadap materi pembelajaran meskipun sebagian besar menolak untuk terus menggunakan metode pembelajaran tersebut dan lebih memprioritaskan metode pembelajaran tatap muka setelah pandemi Covid-19. Kedua, terdapat berbagai masalah yang mengganggu proses pembelajaran perwira siswa seperti keterbatasan internet, pemadaman listrik, hingga gangguan atau distraksi eksternal selama perkuliahan. Studi ini juga menyarankan agar metode tatap muka diprioritaskan dengan opsi penggunaan metode daring dengan syarat tertentu, serta untuk melakukan penelitian serupa dengan memprioritaskan evaluasi pembelajaran di akhir perkuliahan
KEMAMPUAN SKADRON UDARA 31 DALAM OPERASI ANGKUTAN UDARA PADA PENANGANAN PANDEMI COVID-19 DI INDONESIA
Kondisi saat ini dari pandemi COVID-19 membutuhkan pengelolaan yang melibatkan semua komponen bangsa, termasuk TNI/Angkatan Udara. Skuadron Udara 31 sebagai salah satu unit Angkatan Udara Indonesia yang memainkan peran aktif dalam manajemen operasi transportasi udara COVID-19. Kemampuan Skuadron Udara 31 dalam operasi transportasi udara dalam manajemen pandemi COVID-19 menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kemampuan Skuadron Udara 31 dalam operasi transportasi udara, kendala-kendala, dan upaya yang dilakukan terkait transportasi udara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus pada subjek penelitian Skuadron Udara 31. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan transportasi udara dari Skuadron 31 terbentuk dari sumber daya pesawat C-130 Hercules dan kemampuan personel serta sumber daya lain yang terintegrasi untuk melaksanakan tugas-tugas dan fungsi organisasi. Skuadron Udara 31 memiliki kemampuan transportasi udara yang baik dalam manajemen pandemi COVID-19 di Indonesia. Kendala yang terkait dengan kemampuan transportasi udara masih dapat diatasi sehingga semua misi operasi transportasi udara dari Skuadron Udara 31 dapat dilaksanakan dengan baik
Strengthening National Security Through Integrated Farming Systems: A Comprehensive Assessment and Strategic Outlook
This paper explores the transformative potential of integrated farming systems in strengthening national security and paving the way for a more secure and sustainable future. In an era marked by evolving global challenges, the interplay between agriculture, food security, and national security has gained significance. This paper proposes a unified framework that integrates these domains, addressing vulnerabilities at their roots. The purpose of this study is to comprehensively assess how integrated farming systems can contribute to economic resilience, environmental sustainability, food security, and social stability within a nation's security strategy. The design/methodology/approach involves a systematic analysis of existing literature, case studies, and theoretical frameworks related to resilience and complex systems. The findings affirm that integrated farming systems offer multi-dimensional benefits, aligning economic diversification, environmental stewardship, and social cohesion with national security goals. The conclusion restates the thesis in a new way, asserting that embracing integrated farming systems can enhance a nation's strategic prowess and contribute to a secure and sustainable future. A recommendation is provided for policymakers to incorporate integrated farming systems into their strategies, while acknowledging the limitation of contextual variations in their implementation. Overall, this study emphasizes the significance of a holistic approach to agriculture, food security, and national security, bridging gaps in the literature and offering actionable insights for policy and practice