Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
Not a member yet
1215 research outputs found
Sort by
Implikasi Pandemi Covid-19 terhadap Diplomasi Pertahanan Masyarakat Global dan Regional: Bentuk Kerjasama oleh Organisasi Regional
As of October 29, 2020, WHO stated that Covid-19 had infected more than 43 millionpeople worldwide with 400 thousand new cases every day and had caused more than 1 millionpeople to die. The Covid-19 pandemic has changed the nations’ views of security concept and hasimplications for global and regional communities’ defence diplomacy. This paper uses a contentanalysis research method based on Mayring's theory and focuses on defense diplomacyimplemented by 10 regional security organizations in the world based on Bailes and Cottey’s work,namely AU, Arab League, ASEAN, APEC, CARICOM, EU, OAS, OIC, SADC, and NATO.From the analysis of related content, it can be concluded that the Covid-19 pandemic hasimplications toward the form of defense diplomacy carried out by international organizations.Defense diplomacy carried out during the pandemic focused on the commitment and assistancemade to reduce the spread of Covid-19 and the nations’ economic recovery in the form of healthdiplomacy and economic diplomacy. This is in line with the complexity in the concept of securityand the variety of areas of cooperation that can be accomplished in the concept of defense diplomacy.Keywords: Covid-19 pandemic, defence diplomacy, security, regional organization
STRATEGI PERTAHANAN LAUT PEMERINTAH INDONESIA DALAM RANGKA MENEGAKAN HUKUM PADA ALUR LAUT KEPULAUAN INDONESIA
Indonesia sebagai Negara kepulauan memiliki wilayah laut terbuka dan keberadaan Alur Laut Kepulauau Indonesia (ALKI) yang menimbulkan kerawanan-kerawanan terhadap berbagai kemungkinan ancaman. Sudah selayakya pemerintah Indonesia menjadikan keamanan Alur Laut Kepulauan Indonesia sebagai prioritas dalam kebijakan maritim yang dikeluarkan. Tulisan ini akan menganalisa strategi pertahanan laut pemerintah indonesia dalam rangka menegakan hukum pada alur laut kepulauan indonesia dengan mengunakan teori-teori strategi pertahanan laut dan hukum. Metode penulisan yang dilaksanakan menggunakan deskriptif kualitatif studi pustaka. Penulis selanjutnya akan merumuskan tentang strategi pertahanan laut pemerintah indonesia dalam rangka menegakan hukum pada alur laut kepulauan Indonesia agar dapat optimal melalui teori teori dan konsep tentang strategi pertahanan laut dan penegakan hukum pada Alur Laut Kepulauan Indonesia. Hasil penelitian menunjukan belum optimalnya penegakan hukum pada alur laut kepulauan Indonesia sehingga masih ditemukan adanya kendala. Sebagai kesimpulan bahwa penegakan hukum pada alur laut kepulauan Indonesia bisa dilakukan dengan cara-cara yang telah disepakati dalam Unclos 1982 yang diratifikasi oleh Indonesia dengan UU No. 17 Tahun 1985 dan dikuatkan oleh PP No. 37 Tahun 2002. untuk tercapainya tujuan pertahanan dalam menjaga dan melindungi kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI dan keselamatan segenap bangsa dari segala bentuk ancaman.Kata Kunci: ALKI, Strategi Pertahanan Laut, Penegakan Hukum, Unclos, Kerawanan, Ancama
STRATEGI PERTAHANAN LAUT DALAM RANGKA ANCAMAN KEAMANAN DI ALUR LAUT KEPULAUAN INDONESIA II
Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara maritim dunia dan negara kepulauan yang memiliki 17.504 pulau yang wilayah teritorialnya didominasi lautan (Pushidrosal, 2018). Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki 4 (empat) titik yang menjadi chokepoints internasional yaitu Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Lombok serta Selat Ombai-Wetar (Rodrigue, 2004). Indonesia telah menetapkan tiga jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) untuk lintas damai pelayaran internasional, yang dijamin keberadaannya oleh hukum internasional dan nasional. Selat Lombok merupakan salah satu pintu gerbang masuk jalur pelayaran (Chokepoint - ALKI II) dan juga merupakan jalur utama perdagangan Asia-Australia, Strategi Pertahanan Laut dalam rangka Ancaman Keamanan Alur Laut Kepulauan Indonesia II, penelitian melakukan pengamatan di sepanjang ALKI II, Pengumpulan data dilakukan dengan mengombinasikan studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penulis menyampaikan beberapa tipe ancaman keamanan terkini yang cukup kompleks yang dihadapi Indonesia sebagai sebuah negara kepulauan dan juga maritim, yang datang dari meningkatnya ketegangan dan eskalasi konflik di Laut China Selatan, serta dari terorisme global, intervensi asing, dan beragam kejahatan lainnya.Kata Kunci: Alur Laut Kepulauan Indonesia II, ALKI, kawasan, keamanan, strateg
Diplomasi Pertahanan Malaysia di Laut China Selatan: Isu dan Tantangan (Malaysia's Defense Diplomacy in the South China Sea: Issues and Challenges)
The South China Sea dispute has escalated since China claimed 80% of the South China Sea area. This is in conflict with the interests of many countries, one of which is Malaysia. China's claims regarding Malaysia's EEZ area that can endanger Malaysia's national interests. In addition, the United States is also involved in this region and threats to Malaysia come from all sides. This can be a threat to Malaysia's national interest Malaysia is a small country that is building its military strength and relies heavily on trade. In overcoming this threat in the South China Sea, Malaysia seeks to increase mutual trust with related countries, especially China and Malaysia as major countries involved in the SCS region. Malaysia is also consistent in carrying out its foreign policyand actively promotes security in the South China Sea with ASEAN through ASEAN Plus One, ASEAN Regional Forum (ARF), East Asia Summit (EAS), ASEANDefense's Minister Meeting/ASEAN Defense's Minister Meeting-Plus (ADMM/ADMM-Plus) and track II workshops. ASEAN has the same view, which isnot agreeing to China's claims in the South China Sea
KAJIAN LITERATUR: PENERAPAN STRATEGI PERANG SEMESTA DALAM PERANG ASIMETRIS YANG DILAKUKAN OLEH INDONESIA
Strategi Perang Semesta telah dipilih untuk dijadikan menjadi dasar bagi perumusan Strategi Pertahanan Negara Indonesia, yang mengandung arti bahwa strategi ini akan digunakan ketika Indonesia terlibat dalam segala macam bentuk peperangan untuk mempertahankan eksistensi bangsa dan negara Indonesia, termasuk dalam peperangan Asimetris. Hal ini memancing keinginan penulis untuk melakukan kajian literatur yang terkait dengan perang semesta dan perang asimetris, sehingga dapat memberikan pemahaman lebih mendalam bagi penelitan lebih lanjut yang akan dilakukan dalam mengembangkan strategi Perang Semesta yang diterapkan oleh Indonesia. Penelitian ini dilakukan melalui metode Desk Study yang mempelajari serangkaian referensi yang terkait dengan strategi Perang Semesta dan perang Asimetris. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa strategi Perang Semesta yang diterapkan di Indonesia dapat dijadikan sebagai dasar dalam peperangan Asimetris seperti yang telah diterapkan oleh beberapa negara di dunia, sehingga penelitian ini dapat dijadikan sebagai refrensi bagi penelitian strategi Perang Semesta Indonesia selanjutnya
POTENSI KONFLIK KEPENTINGAN ANTARA PRESIDEN DAN DPR DALAM PENGANGKATAN PANGLIMA TNI
Pengangkatan dan pemberhentian Panglima TNI sebagaimana yang diatur dalam pasal 13 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI harus mendapatkan persetujuan DPR. Diketahui bahwa hal tersebut dapat menimbulkan potensi konflik dalam sistem Pemerintahan Presidensial yang seharusnya keputusan tertinggi dalam pengangkatan tersebut berada di tangan Presiden sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan. Potensi konflik dapat diminimalisir dengan cara/upaya pencegahan konflik kepentingan antara Eksekutif dan Legislatif berdasarkan prinsip Trias Politika. Pisau analisis seperti teori kebijakan publik, teori konflik kepentingan, teori relasi aktor serta pendekatan kualitatif, deskriptif analitis serta wawancara mendalam dan studi literatur digunakan untuk mendukung sistem Pemerintahan Presidensial yang tentunya berpengaruh terhadap keamanan nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengangkatan Panglima TNI dewasa ini perlu diadakan perbaikan atau penyempurnaan terutama untuk peraturan perundang-undangan yang mengaturnya serta pemaksimalan tugas-tugas lembaga sesuai tugas pokok fungsi masing-masing
ANALISIS PENILAIAN SISTEM AIR INDEPENDENT PROPULSION (AIP) UNTUK KAPAL SELAM TIPE U 209 GUNA MENAMBAH EFEK DETERRENT PADA ARMADA TNI AL
Indonesia adalah negara maritim dengan jumlah pulau terbanyak di dunia. Oleh sebab itu, untuk menambah efek deterrent negara dan bangsa serta menanggulangi ancaman di wilayah laut, sudah saatnya kita meningkatkan kualitas kekuatan pertahanan melalui armada kapal selam yang handal. Salah satu tolok ukur paling berpengaruh untuk bisa disebut handal adalah kapal selam yang memiliki submerged endurance yang baik. Cara untuk menambah periode selam adalah melalui perubahan sistem engine yang ada di dalam kapal selam. Peningkatan teknologi melalui perubahan sistem utama dan pendukung engine ini disebut dengan Air Independent Propulsion (AIP). Pengembangan teknologi AIP masih terus berlangsung dan cukup dirahasiakan kemampuannya karena termasuk ke dalam kekuatan pertahanan yang harus dijaga. Dalam tulisan ini, peneliti akan menentukan parameter yang paling sesuai untuk menganalisis sistem AIP kapal selam, serta memberikan peniliaian terhadap sistem propulsi AIP melalui parameter tersebut untuk mendapatkan jenis sistem propulsi yang sesuai. Penelitian ini dilakukan melalui studi literatur dan wawancara dengan pihak industri untuk menganalisis sistem AIP melalui metode kualitatif analisis Forced Decision Matrix (FDM). Hasil analisis menunjukkan bahwa kapal selam jenis diesel-electric paling sesuai dengan kondisi negara kita dengan hasil skor 1,28. Opsi terbaik kedua adalah mesin jenis CCDE dengan skor analisis 1,04. Selanjutnya mesin jenis Stirling menempati opsi ketiga dengan skor 0,72. MESMA menempati posisi keempat dengan skor 0,64, dan mesin jenis Fuel Cell di opsi terakhir dengan skor 0,40
PENGARUH PERILAKU RINTANGAN KERJA HIDROMEKANIK RANPUR AMFIBI BERODA BAN DI DARAT DAN AIR DENGAN PENDEKATAN NUMERIK
Kendaraan tempur (ranpur) amfibi AAPC (Amphibious Armored Personal Carrier) adalah ranpur pengangkut personel militer serta dapat dimanfaatkan untuk penyeberangan pada perairan dangkal. Ranpur mampu beroperasi di darat/ air dan dapat dikembangkan untuk operasi amfibi pendaratan. Kendaraan militer sering dioperasikan di medan kasar yang dapat menyebabkan masalah kenyamanan dan kelelahan pengemudi. Ketidakteraturan jalan juga mempengaruhi keselamatan berkendara secara negatif. Dinamika pengendaraan dan parameter kualitas pengendaraan untuk kendaraan roda yaitu ISO, daya serap, dan teknik setengah putaran. Perilaku rintangan kendaraan militer pada dasarnya diselidiki dengan menggunakan 2 teknik yaitu setengah putaran dan daya serap. Pengaruh perilaku rintangan ranpur di darat dan di air sangat saat mobilitas. Sehingga dilakukan pendekatan numerik di darat dengan hidromekanik dan di air pada saat kemiringan kendaraan
REVERSE ENGINEERING TERHADAP ANALISIS FATIGUE BILAH KIPAS MESIN TURBOFAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
Faktor Intensitas Tegangan (K) akibat adanya perambatan retak pada model bilah kipas mesin turbofan TAY 650-15 yang diperbaiki dengan teknik scallop dikaji secara komputasional. Perubahan harga K terhadap panjang retak diamati untuk memprediksi umur sisa dari bilah kipas. Dari hasil simulasi diperoleh bahwa bilah kipas yang diperbaiki dengan teknik scallop yang melebihi kedalaman dalam SRM akan memiliki umur sisa yang jauh lebih pendek dari umur yang ditentukan oleh pabrik
MEMBANGUN KEKUATAN LAUT INDONESIA DIPANDANG DARI PENGAWAL LAUT DAN DETTERENCE EFFECT INDONESIA
Indonesia adalah sebuah negara kepulauan berdasarkan konvensi UNCLOS tahun 1982. Secara historis, Indonesia dengan maritim memang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Negeri ini sudah sejak lama terkait dan menjalin hubungan akrab dengan laut. Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki lautan dengan hasil laut yang berlimpah dan ini adalah suatu hal yang sangat penting untuk dijaga. Efek gentar atau detterence effect dinilai efektif dalam membangun kekutan laut Indonesia, agar Indonesia di hormati dan dihargai oleh negara lain. Permasalahan yang kerap terjadi adalah pelanggaran-pelanggaran batas wilayah dan banyaknya penambangan-penambangan hasil laut yang dilakukan oleh pihak asing, sehingga tujuan dari paper ini adalah untuk menganalisa efek gentar atau detterence effect Indonesia dalam membangun kekuatan laut, serta untuk menemukan cara terbaik dalam meminimalisir pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di laut Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan, pendekatan fenomenologis dengan menggunakan penerapan teori deterensi Frank C. Zagrare. Hasil analisis pembahasan menunjukkan bahwa pelanggaran-pelanggaran batas wilayah dan banyaknya penambangan-penambangan hasil laut yang dilakukan oleh pihak asing masih banyak terjadi di wilayah perairan Indonesia, sehingga tugas dari pengawal laut Nusantara dan detterence effect Indonesia belum dapat dirasakan negara lain. Kata Kunci: detterence effect, kekuatan laut Indonesia, kedaulatan, pengawal laut, pertahanan lau