Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
Not a member yet
1215 research outputs found
Sort by
PENGARUH LA NINA TERHADAP CURAH HUJAN DI PROVINSI SUMATERA UTARA
El Nino and La Nina are global weather phenomena that occur in the equatorial Pacific Ocean and are generally associated with world climate anomalies. This study was conducted to determine the effect of the La Nina phenomenon on variations in rainfall in North Sumatra Province. The data used is 10 daily rainfall data (dasarian) for the period 1995 until 2020, the rainfall measurements data from the 39 rain observation sites spread across the North Sumatra region compiled by the Deli Serdang Climatology Station. Simple statistical methods were used to calculate rainfall intensity fluctuations, also the advance and retreat of the onset season during La Nina. The results showed that in general, the La Nina phenomenon had little effect on rainfall, rainy days, or the advance and retreat of the onset season in North Sumatra Province
DIPLOMASI PERTAHANAN MALAYSIA DALAM UPAYA MITIGASI DI LAUT CHINA SELATAN (MALAYSIA DEFENSE DIPLOMACY IN MITIGATION EFFORT IN SOUTH CHINA SEA)
Intrumen penting dalam hubungan luar negeri adalah kebijakan luar negeridalam membela kepentingan nasionalnya. Kepentingan Nasional Malaysiamenganggap pembelaan kepentingan nasional sebagai dasar kedaulatan dankemerdekaannya. Sejalan dengan itu, tujuan utama kebijakan PertahananNegara adalah untuk melindungi dan mempertahankan kepentingan danwilayah Malaysia dari ancaman domestik dan luar negeri. Dalam penelitian inimenyimpulkan bahwa malaysia adalah salah satu negara yang memilikimasalah yang sangat dilematis karena kerjasama ekonomi Malaysia denganChina begitu erat dan sangat menguntungkan Malaysia, namun di sisi lainsengketa LCS membuat Malaysia menahan diri dengan melaksanakandiplomasi lembut dengan berbagai pertimbangan demi hubungan kedua negaratetap terjaga
DESAIN KONSEPTUAL PELURU KENDALI ANTI TANK SEBAGAI SENJATA PENDUKUNG INFANTERI TENTARA NASIONAL INDONESIA ANGKATAN DARAT (TNI AD)
Untuk dapat mewujudkan kemampuan produksi Peluru kendali (rudal) dalam negeri, khususnya rudal anti tank maka diperlukan proses desain produk yang sesuai dengan kebutuhan. Pada penelitian ini dilakukan desain konseptual rudal anti tank yang digunakan untuk Infanteri Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) berdasarkan spesifikasi teknis dan jenis propelan yang digunakan pada motor roket padat. Metode kualitatif digunakan dalam menentukan kebutuhan pengguna (Infanteri TNI AD) terhadap spesifikasi teknis rudal anti tank dan motor roket padat dengan menggunakan propelan komposit. Penelitian dilakukan melalui kegiatan wawancara terhadap narasumber di tempat penelitian, serta kajian literatur yang relevan. Spesifikasi teknis rudal anti tank untuk Infanteri TNI AD memiliki kisaran Jangkauan lebih dari 2000 meter, Panjang sekitar 1 meter dengan Diameter kurang lebih 10 cm dan Massa rudal kurang dari atau sama dengan 10 kg. Infanteri TNI AD membutuhkan jenis rudal anti tank yang memiliki jarak jangkau jauh, berukuran kecil dan ringan. Adapun jenis propelan yang digunakan pada desain konseptual rudal anti tank ini adalah Komposit Propelan HTPB/AP/Al, karena dikenal memiliki sifat energetik yang kuat dan sifat mekanik yang bai
PREDIKSI RESIDUAL VELOCITY PADA FENOMENA TERMINAL BALLISTIC DENGAN METODE EKSPERIMEN DAN ANALITIK
Uji balistik antara munisi dan plat baja armor merupakan bagian penting didalam proses desain munisi dan material armor. Penggunaan dua metode yaitu eksperimen dan analitik dilakukan untuk mendapatkan data yang valid dan tidak banyak membutuhkan biaya yang besar. Penelitian Terminal ballistic dari eksperimen untuk mendapatkan residual velocity proyektil akan dibandingkan dengan hasil perhitungan analitik. Untuk mendapatkan data residual velocity yang lebih solid dengan metode analitik, maka digunakan dua model perhitungan yaitu Lambert-Zukas dan THOR. Hasil dari eksperimen terminal ballistic munisi kaliber 12.7mm menghasilkan residual velocity sebesar 729,09m/s menurun sebesar 14,42% dari impact velocity 851,96 m/s. Data hasil eksperimen tersebut kemudian digunakan dalam analitik menghasilkan residual velocity model Lambert-Zukas sebesar 701,01 m/s dan model THOR 707,84 m/s. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan metode analitik cukup dapat dijadikan acuan dalam mendapatkan data residual velocity. Hasil Analisa model analitik dengan variabel impact velocity yang menurun hingga 400 m/s menunjukkan terjadi penurunan residual velocity yang konsisten antara 2 model analitik, yang menjawab bahwa impact velocity berpengaruh terhadap besar penurunan kecepatan proyektil setelah menembus sasaran. Penelitian lebih lanjut dengan menggunakan variabel sudut perkenaan dan penggunaan berbagai material sasaran maupun proyektil sangat dibutuhkan
RESOLUSI KONFLIK AGRARIA ANTARA PT SENTUL CITY TBK DENGAN WARGA DESA BOJONG KONENG KABUPATEN BOGOR
Persoalan mengenai konflik agraria telah berakar pada masa yang panjang sejak masa kolonial, orde baru dan hingga kini yang bersifat struktural. Konflik agraria jika terus dibiarkan berlanjut dapat mempengaruhi stabilitas keamanan nasional. Keamanan tidak hanya sebatas pada dimensi militer. Konflik agraria di Kabupaten Bogor sangat kompleks dan penuh tantangan. Salah satunya terjadi antara PT Sentul City Tbk dengan warga Desa Bojong Koneng yang terletak di Kabupaten Bogor. Konflik agraria yang terjadi berawal ketika pertama kali PT Sentul City Tbk hadir di wilayah Desa Bojong Koneng dan melakukan pembukaan lahan. Banyak klaim dari warga bahwa ahli waris belum pernah merasa menjual tanah kepada pihak PT Sentul City Tbk. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui resolusi konflik agraria antara PT Sentul City Tbk denga warga Desa Bojong Koneng Kabupaten Bogor, yang telah dilaksanakan. Penelitian akan dilaksanakan dengan menggunakan teknik kualitatif. Analisis data penelitian dengan proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi. Hasil dari penelitian konflik agraria yang terjadi merupakan persengketaan kepemilikan yang diklaim oleh pihak-pihak yang berkoflik. Konflik terjadi ketika warga ingin mengusahakan hak-haknya. Resolusi konflik yang sudah dilaksanakan merupakan melalui cara mediasi oleh pemerintah dengan pihak-pihak yang berkonflik. Resolusi konflik agraria melalui jalur litigasi juga dilakukan oleh pihak PT Sentul City Tbk. Pemilihan mediator yang tepat perlu dilakukan agar mediasi dapat berjalan sesuai dengan harapan untuk mendapatkan jalan keluar dan kerja sama antara PT Sentul City Tbk dengan warga Desa Bojong Koneng perlu dilakukan salah satunya adalah dengan melaksanakan program-program Corporate Social Responsibility
IMPLEMENTASI NILAI BELA NEGARA DI DALAM GERAKAN KEPANDUAN HIZBUL WATHAN
Hizbul Wathan adalah organisasi otonom di bawah naungan Muhammadiyah yang bergerak dibidang kepanduan. Visi dari Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan adalah dalam rangka mewujudkan anak, remaja, dan pemuda yang berkualitas di lingkungan umat islam, khususnya warga Muhammadiyah yang selalu dibutuhkan, dicintai, dihormati anak didik, orang tua, dan masyarakat. Gerakan Kepanduan merupakan salah satu pendidikan di luar sekolah yang menjadi tempat menumbuhkan nilai bela negara. Permasalahan penelitian yaitu tentang implementasi dan penguatan nilai bela negara di dalam Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis implementasi dan penguatan nilai bela negara di dalam Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh dari para informan yang telah ditetapkan yang selanjutnya dianalisis dengan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa sejak berdirinya Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan telah bergerak seirama dengan bela negara. Pada perkembangannya, nilai bela negara telah diberikan kepada peserta didik sebagai materi dan juga sikap. Akan tetapi masih ada kekurangan dalam aspek penunjang seperti keberadaan buku panduan dan pemahaman pelatih mengenai bela negara sebagai pendekatan dan tujuan. Kesimpulan implementasi dan penguatan nilai bela negara Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan secara tidak sadar telah dilakukan dan diperlukan instrumen pelengkap serta pelatihan lanjutan bagi para pelatih Hizbul Wathan
STRATEGI PEMERINTAH DALAM MENANGGULANGI ANCAMAN ISLAMIC STATE (IS) DI INDONESIA
Islamic State (IS) merupakan organisasi teroris Internasional yang berbahaya di dunia karena dalam aksinya bersikap kejam dan brutal. Di Indonesia ancaman IS ini bisa tumbuh segar karena pemberontakan yang dilakukan oleh Kartosoewiryo dan kelompoknya ingin merubah Pancasila dan mendirikan Negara Islam. Ancaman IS di Indonesia bergerak dalam sel-sel kecil dan terafiliasi dengan jaringan global dan memiliki tujuan ingin mendirikan khilafah dan ancaman ini mengkhawatirkan kedaulatan serta keselamatan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, tesis ini mengkaji ancaman IS di Indonesia dan bagaimana strategi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam menanggulanginya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa IS masuk dalam ancaman Asimetris karena serangannya bersifat sporadis, tidak bisa diprediksi kapan, bentuk dan ditujukan kemana serangannya. Ancaman IS harus mendapat perhatian serius dari Pemerintah karena tujuannya ingin mendirikan Negara Islam dan menggantikan Ideologi Pancasila dan UUD 1945. Dalam menanggulangi ancaman IS ini BNPT menggunakan cara yaitu Pendekatan Lunak (soft approach) melalui kegiatan Kesiapsiagaan Nasional, Kontra Radikalisasi, Deradikalisasi; Pendekatan Keras (hard approach) dengan mengedepankan penegakkan hukum; dan Kerjasama Internasional melalui kerjasama bilateral, regional dan multilateral
ANALISIS PEMANFAATAN ENERGI TERBARUKAN DI CALON IBU KOTA NEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS UNTUK KETAHANAN ENERGI
Berdasarkan Rapat Terbatas yang dilakukan pada tanggal 29 April 2019, Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo mengumumkan perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Provinsi Kalimantan Timur. Bappenas telah mengeluarkan konsep dalam pembangunan calon IKN baru Smart, Green, Beautiful, dan Sustainable dimana membangun daerah Ibukota dengan teknologi modern dengan memperhatikan lingkungan serta mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT). Pemanfaatan EBT di Provinsi Kalimantan Timur masih sangat minim dan ketergantungan energi fosil masih sangat tinggi dilain sisi cadangan semakin menipis. Hal ini menjadi penghambat terwujudnya kemandirian energi yang berdampak pada ketahanan energi nasional serta tercapainya bauran EBT sebesar 23% pada tahun 2025. Penelitian ini menganalisis penerapan konsep Ketahanan Energi di Provinsi Kalimantan Timur terkait pemanfaatan EBT dan menganalisis kriteria prioritas berdasarkan sub kriteria sehingga diperoleh alternatif prioritas dengan menggunakan metode AHP. Metode analisis yang digunakan adalah Metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Data primer yang diperoleh terbagi menjadi dua yaitu data pembobotan kuesioner yang dilakukan oleh 6 narasumber yang berasal dari Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Kehutanan, dan Institut Teknologi Kalimantan serta data wawancara. Hasil penelitian menunjukkan 1.) penerapan konsep ketahanan energi memberikan gambaran umum terkait pemanfaatan EBT di Provinsi Kalimantan Timur khususnya pada wilayah calon IKN baru, 2.) Kriteria sustainable menjadi prioritas dalam penelitian ini dengan nilai 0.3912 dengan prioritas sub kriteria yaitu perawatan dengan nilai eigen vektor 0.20 3.) PLTS mendapatkan nilai akhir 0.40 sebagai PLT EBT yang diprioritaskan di wilayah calon IKN baru.Kata Kunci: Analisis Hirarki Proses, Energi Baru Terbarukan, Ibu Kota Negara, Pembangkit Tenaga Listrik, Priorita
RANCANG BANGUN PENGHITUNG JUMLAH TEMBAKAN SENAPAN SERBU SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN SENSOR VIBRASI DI PT PINDAD
Sebagai perawatan Senjata, Pengembangan Penghitung Jumlah Tembakan di Negara Maju Sudah memasuki tahapan produksi masal. PT PINDAD selaku Industri dalam Negeri yang memproduksi Senjata memerlukan penelitian awal pengembangan Penghitung Jumlah Tembakan secara mandiri. Penelitian ini Bertujuan menghasilkan rancangan alat penghitung jumlah tembakan senapan serbu secara otomatis dengan v-model berdasarkan User Requirement PT PINDAD. Penghitung Jumlah Tembakan yang dikembangkan menggunakan v-model terdiri dari Microcontroller dan Sensor berdasarkan masukan dari PT PINDAD. Didapatkan hasil bahwa dalam Pengembangan V-Model, Prototipe dengan microcontroller Arduino Pro Micro dan Sensor Vibrasi MPU-6050 belum lolos pada tahapan Accepting User dikarenakan Pada pengujian Tembakan Single-Shot memiliki ketelitian yang rendah, yaitu 30% dan Tembakan Rentetan memiliki ketelitian 40%
MODIFIKASI GELADAK UTAMA KAPAL PC40 MENGGUNAAN SANDWICH PLATE SYSTEM GUNA MENDUKUNG OPERASI PERTAHANAN LAUT
Indonesia adalah negara maritim kepulauan terbesar di dunia, sudah seharusnya memperkuat kemampuan dalam mengamankan wilayah perairan yang sangat luas, guna menjamin keamanan dan keselamatan pelayaran di seluruh perairan yurisdiksi Indonesia. Hal tersebut memiliki konsekuensi perlunya kapal patroli yang handal dan memiliki kekuatan material yang tangguh untuk mengadapi ancaman serangan lawan. kapal PC 40 merupakan kapal patroli TNI-AL yang dapat di handalkan dengan dimensi yang relatif kecil akan mudah beroperasi di daerah kepulauan. Pada umumnya konstruksi struktur pada kapal PC 40 menggunakan material alumunium, seiring dengan perkembangannya jaman, material Sandwich Plate System telah ditemukan memiliki karakteristik yang memberikan kelebihan dalam bidang kekuatan dan struktur yang lebih sederhana dibandingkan kontruksi konvesional.pada penelitian ini penelitian ini akan dilakukan analisis yang bersifat simulasi numerik dengan mengidentifikasi perbandingan kekuatan dari struktur konstruksi menggunakan alumunium konvensional dengan struktur konstruksi menggunakan baja plat dasar mengunakan material Sandwich Plate System konfigurasi alumunium-elastomer-alumunium di bagian struktur pelat datar pada geladak utama Kapal PC 40 milik TNI-AL. Analisis dilakukan dengan simulasi numerik berdasarkan FEM pada konstruksi geladak utama dengan pembebanan muatan. Dari hasil simulasi didapatkan besar tegangan maksimal untuk material alumunium sebesar 17 Mpa dengan menggunakan penegar, sedangkan konstuksi dengan material SPS tegangan maksimal yang dihasilkan sebesar 15 Mpa mengurangi penggunaan 15 penegar, dengan deformasi maksimal untuk alumunium dan SPS yaitu 12% yang terjadi pada bagian tengah blok konstruksi geladak utama