Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
Not a member yet
    1215 research outputs found

    1 Diplomasi Pertahanan Indonesia dalam Membangun Identitas Berbeda di antara Negara- Negara di Kawasan Asia Tenggara

    Get PDF
    The country acts based on its political identity, where several elements like interactions,norms, culture, status, and state history are able to form this identity. Every country hasa different way to understand its element, which generates different identities, policies,and strategies between countries in the international system. The purpose of this studyis to explain the accumulation of identity-forming elements that form the identity of freeand active foreign policy in Indonesia. This research was prepared using the perspectiveof Constructivism, the theory of Free and Active Politics as well as Defense Diplomacy.This research used descriptive qualitative research methods in which the research datawas obtained through a literature review. The results of this research indicate thatIndonesia, through an understanding of the elements forming identity, has formed a freeand active foreign policy identity. Indonesia uses free and active identity to achievenational interests and maintain its existence in the international system. With a differentpolitical identity from Indonesia, other countries in Southeast Asia tend to cooperatewith either the United States of America or China. Through the implementation of freeand active foreign policy, Indonesia is the only neutral country in Southeast Asia whichmeans that Indonesia is in the middle of both superpowers.Keywords: Political Identity; Free and Active; National Interest; Tendency; andNeutralit

    STRATEGI PERTAHANAN LAUT INDONESIA DALAM PERSPEKTIF MARITIM MENGHADAPI GLOBALISASI

    Get PDF
    Arus perkembangan globalisasi saat ini jelas memberikan ruang gerak yang semakin bebas bagi berbagai  ancaman yang datang untuk masuk dan mengganggu keamanan nasional. Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar tidak boleh menutup mata terhadap ancaman yang dapat masuk melalui jalur-jalur perairan strategisnya, dengan luas total perairan Indonesia sebesar 6,4 juta km² di antaranya seluas 3,1 juta km² berupa perairan pedalaman dan perairan kepulauan, 3 juta km² berupa Zona Ekonomi Eksklusif dan 290 ribu km² adalah laut teritorial. Perkembangan ekonomi Indonesia dan kawasan regional memberikan efek pada keamanan nasional, termasuk sektor keamanan maritim. Indonesia memiliki tantangan untuk mengelola keamanan maritim dengan berbagai dimensi termasuk perspektif pertahanan dan keamanan. Peningkatan kapasitas kekuatan pertahanan maritim menjadi kunci bagi pemerintah untuk terus mengawal langkah Indonesia kedepan dalam menghadapi rangkaian perubahan lingkungan strategis, baik dalam skala regional maupun global. Indonesia sebagai negara maritim berdaulat atas wilayah yurisdiksi dan disegani bangsa lain serta memanfaatkan geostrategi negara lain di kawasan Asia Pasifik, dimana laut merupakan sebagai bagian integral untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals). Kata Kunci:  Globalisasi, Maritim, Perspektif, Pertahanan, Strategi

    STRATEGI PERTAHANAN LAUT INDONESIA DALAM PERSPEKTIF MARITIM MENGHADAPI GLOBALISASI

    Get PDF
    Arus perkembangan globalisasi saat ini jelas memberikan ruang gerak yang semakin bebas bagi berbagai ancaman yang datanguntuk masuk dan mengganggu keamanan nasional.Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar tidak boleh menutup mata terhadap ancaman yang dapat masuk melalui jalur-jalur perairan strategisnya, dengan luas total perairan Indonesia sebesar 6,4 juta km² di antaranya seluas 3,1 juta km² berupa perairan pedalaman dan perairan kepulauan, 3 juta km² berupa Zona Ekonomi Eksklusif dan 290 ribu km² adalah laut teritorial. Perkembangan ekonomi Indonesia dan kawasan regional memberikan efek pada keamanan nasional, termasuk sektor keamanan maritim. Indonesia memiliki tantangan untuk mengelola keamanan maritim dengan berbagai dimensi termasuk perspektif pertahanan dan keamanan. Peningkatan kapasitas kekuatan pertahanan maritim menjadi kunci bagi pemerintah untuk terus mengawal langkah Indonesia kedepan dalam menghadapi rangkaian perubahan lingkungan strategis, baik dalam skala regional maupun global. Indonesia sebagai negara maritim berdaulat atas wilayah yurisdiksi dan disegani bangsa lain serta memanfaatkan geostrategi negara lain di kawasan Asia Pasifik, dimana laut merupakan sebagai bagian integral untuk tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals). Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode diskriptif analisis dan metode wawancara dengan data yang digunakan adalah studi literatur. Hasil dalam penelitian ini bahwa kepentingan nasional Indonesia di bidang maritim terdiri dari tiga elemen, yakni terjaganya keutuhan wilayah dan kedaulatan negara, terjaganya sumber daya kemaritiman serta pelayaran komersial domestik dan internasional, serta tercapainya kesejahteraan bangsa Indonesia.Kata Kunci: Globalisasi, Maritim, Perspektif, Pertahanan, Strategi

    ANALISIS LOKASI PENEMPATAN RADAR GCI DAN GAP FILLER DALAM MENDUKUNG PERTAHANAN NEGARA BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI WILAYAH KOSEKHANUDNAS I

    Get PDF
    Perkembangan lingkungan strategis semakin kompleks dan dinamis hingga memunculkan berbagai ancaman salah satunya di wilayah udara.Tercatat hampir 165 kasus pelanggaran wilayah udara yang terjadi di Indonesia dari awal Januari hingga akhir 2019. Berdasarkan Jakum Hanneg 2020-2024 salah satu pembangunan wilayah pertahanan dapat diselenggarakan melalui pembangunan wilayah udara. Adapun bentuk pembagunan tersebut salah satunya dengan optimalisasi kebutuhan teknologi pertahanan berupa penambahan wahana pengamatan dan penginderaan jarak jauh seperti radar guna meningkatkan pengamanan wilayah. Berkaca terhadap ancaman yang datang, Jakum Hanneg 2020-2024 serta optimalisasi kebutuhan teknologi, salah satu langkah yang dapat diwujudkan yakni dengan pengembangan radar Hanud dan penambahan Satrad baru sesuai dengan Renstra TNI AU. Rencana wilayah penempatan radar baru di wilayah pengamatan Kosekhanudnas I terletak di wilayah Tanjung Pandan. Sesuai dengan renstra tersebut penulis bermaksud memberikan kontribusi dalam mengembangkan suatu metode SIG dan AHP agar dapat diterapkan dalam menentukan lokasi penempatan radar yang optimal, dengan mempertimbangkan beberapa parameter diantaranya kondisi geografis, infrastruktur wilayah, jarak ketinggian target, blank spot area, keberadaan obstacle, serta coverage radar. Melalui metode ini penulis dapat menentukan parameter yang dianggap paling penting dalam menentukan lokasi penempatan radar diantaranya ketinggian dengan persentase 40.89% serta coverage radar dengan nilai persentase 36.48%. Selanjutnya dari hasil pengolahan data disimpulkan apabila terdapat lima wilayah yang menjadi rekomendasi penempatan radar baru yakni Sijuk, Kelapa Kampit, Badau, Tanjung Pandan, dan Damar. Hal tersebut terlihat apabila radar ditempatkan pada wilayah Belitung pada ketinggian 404 m, coverage radar sudah bisa mencapai wilayah Laut Natuna, Pontianak, Singkawang, Selat Karimata, serta Pangkalanbun Kalimantan Tengah. Diharapkan metode ini dapat diterapkan untuk perencanaan lokasi penempatan radar GCI dan gap filler di wilayah lain dimasa yang akan datang

    PENDIDIKAN DAN LITERASI BENCANA DALAM KERANGKA TRI SENTRA PENDIDIKAN UNTUK GENERASI TANGGUH BENCANA

    Get PDF
    Apabila dikaitkan dengan aspek geografis, geologis, demografis, dan sosiologis, Indonesia merupakan negara yang rawan terjadi bencana. Oleh sebab itu, penduduk Indonesia harus beradaptasi dengan bencana melalui peningkatan kapasitas. Salah satu upaya yang dapat digunakan untuk meningkatkan kapasitas ialah pendidikan dan literasi bencana. Pendidikan dan literasi bencana akan menjadi kuat dan merata apabila dikombinasikan dengan pendekatan tertentu, misalnya menggunakan kerangka Tri Sentra Pendidikan yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep pendidikan dan literasi bencana dengan kerangka Tri Sentra Pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif dengan tipe deskriptif. Data yang digunakan ialah data sekunder yang didapat dari studi literatur atau kepustakaan yang relevan dengan tujuan penelitian. Literatur yang berkaitan dengan pendidikan dan literasi bencana kemudian dijadikan sebagai acuan dalam mendeskripsikan konsep dan contoh yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan kerangka Tri Sentra Pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan dan literasi bencana dalam kerangka Tri Sentra Pendidikan dapat diterapkan pada lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Pendidikan dan literasi bencana di lingkungan keluarga ditekankan pada aspek afektif, lingkungan sekolah pada aspek kognitif dan psikomotorik, sedangkan lingkungan masyarakat pada aspek sosial

    KETAHANAN KELUARGA DALAM MENGHADAPI ANCAMAN BENCANA NON ALAM PANDEMI COVID 19: SEBUAH STUDI KASUS DI KOTA BOGOR

    No full text
    The COVID-19 pandemic in Indonesia has a multi-sectoral impact, starting from the health, education, social, economic sectors, to worship activities in the community. The Ministry of Health of the Republic of Indonesia stated that the COVID-19 cases in Bogor City were dominated by family clusters caused by the vulnerability of family resilience. The purpose of this study was to analyze the resilience of families in the city of Bogor in the face of non-natural disasters COVID-19 and the efforts of the Bogor City Government in increasing family resilience. The method used in this study is a qualitative descriptive analysis involving informants from the community and regional apparatus organizations. The analysis in this study uses the theory of family resilience Sunarti (2010) and the theory of disaster management. The results of the study show that family resilience is quite vulnerable during the COVID-19 pandemic, both in terms of physical and economic resilience, as well as social and psychological resilience. The Bogor City Government's efforts to approach the community by initiating various programs to increase family resilience include the establishment of the RW Siaga, the Salur program, and the Foster Family program. However, in practice it is still not effective in increasing family resilience. The recommendation from the research is that there is a need for synergy between policy makers and academics, practitioners, and the community for policy making to increase family resilience

    MEWUJUDKAN DEMOKRASI INDONESIA SESUAI KEPRIBADIAN BANGSA DARI PRESPEKTIF STRATEGI PERANG SEMESTA

    Get PDF
    Demokrasi yang diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai corak dan kepribadian bangsa Indonesia. Ditinjau dari perspektif strategi perang semesta. Dari berbagai model pilihan demokrasi dengan nilai-nilai Pancasila yang terkandung didalamnya. Adalah menjadi penting bahwa demokrasi Indonesia tidak menconto dari negara luar manapun

    DIALOG STRATEGIS PAPUA DALAM MENCEGAH DISINTEGRASI BANGSA

    Get PDF
    Konflik integrasi di provinsi Papua seakan tidak menemukan titik terang. Konflik ini menjadi salah satu konflik vertikal terlama yang terjadi di Indonesia. Pelaksanaan Penentuan Pendepat Rakyat (PEPERA) tahun 1969 sebagai titik awal integrasi Papua ke dalam NKRI terus menjadi perdebatan diantara Pemerintah, Para peneliti, dan kelompok pro referendum. Dialog yang dianggap sebagai sebuah kata kunci untuk menemukan solusi penyelesaian konflik Papua pun masih menjadi sebuah pertentangan diantara pemerintah, peneliti dan kelompok pro referendum. pertemuan yang dilakukan antara pemerintah dan tim 100 perwakilan Papua pada tahun 1999 pun menuai pro dan kontra. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan rute perdamaian yang harus digunakan untuk penyelesaian konflik Papua yang didasarkan pada komunikasi strategis. Berdasarkan hal ini maka muncul pertanyaan masih perlukah dialog dilaksanakan untuk menyelesaikan konflik Papua, dan rute perdamaian yang harus digunakan untuk menyelesaikan kasus Papua ini. Rumusan masalah dijawab dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan fokus penelitian analisis data dan wawancara mendalam untuk menemukan data yang valid. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan dialog Papua-Jakarta sudah tidak relevan untuk dilaksanakan karena akan mengancam kedaulatan bangsa. Rute penyelesaiakan konflik Papua yang selama ini dilakukan sudah harus direkonstruksi menjadi rute perdamaian integrasi dalam konteks dialog strategis yang memperhatikan visi dan misi negara dan wawasan kebangsaan, serta membentuk komisi kebenaran dan rekonsiliasi untuk mengkali sejarah masa lalu Papua dan melakukan pemetaan terhadap situasi

    SINERGITAS TENTARA NASIONAL INDONESIA DENGAN KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA DALAM MENGATASI AKSI TERORISME (STUDI KASUS: BOM BUNUH DIRI, 13 MEI 2018 DI SURABAYA)

    Get PDF
    Kejadian teror yang terjadi di beberapa titik lokasi pada waktu yang hampir bersamaan ini memberikan efek yang sangat besar pada indonesia pada umumnya dan masyarakat surabaya pada khususnya. Maka dibutuhkan sebuah penelitian yang melihat bagaimana sinergitas yang dilakukan pihak-pihak terkait dalam menangani keadaan saat teror terjadi. Hasil analisis tersebut nantinya akan dijadikan landasan untuk memberikan saran terkait rule of engagement di lapangan dalam menangani kasus terorisme oleh TNI dan Polri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus Bom Bunuh Diri, 13 Mei 2018 di Surabaya. Hasil penelitian ini adalah sinergitas antara TNI dan Polri dalam menangani aksi terror bom di kota Surabaya sudah baik. Kerjasama yang sangat baik antara TNI dan Polri dalam mengamankan lokasi terror dan seluruh objek vital nasional yang ada disekitar lokasi terror tersebut. Selain itu, TNI dan Polri juga senantiasa menyalurkan informasi yang mereka terima terkait aksi terror yang terjadi melalui Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme (FKPT)

    PENETAPAN TOPONIMI LAUT NATUNA UTARA OLEH INDONESIA TERHADAP KEAMANAN MARITIM DI WILAYAH LAUT CINA SELATAN

    Get PDF
    Abstrak – Upaya toponimi Laut Natuna Utara dianggap oleh Pemerintah Cina melanggar kesepakatan Internasional yang tertuang dalam dokumen S-23 IHO mengenai penamaan wilayah Laut Cina Selatan. Posisi strategis Laut Natuna Utara menyebabkan pentingnya menjaga stabilitas keamanan maritim di kawasan tersebut dengan penetapan Toponimi Laut Natuna Utara. Tujuan Penelitian ini yaitu menganalisis penetapan, upaya dan implikasi Toponimi Laut Natuna Utara terhadap keamanan maritim di wilayah Laut Cina Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan penetapan batas wilayah Natuna Utara telah dilakukan melalui beberapa kajian teknis Kementerian dan Lembaga seperti BIG, KKP, Pushidrosal, dan Kemenkomar. Upaya penamaan Laut Natuna Utara dan penarikan batas wilayah Natuna Utara dengan metoda kartografis. Upaya ini untuk memasukkan penamaan Laut Natuna Utara dalam Gazetir Republik Indonesia (GRI), setelah dilakukan penelahaan oleh Kementerian dan Lembaga teknis, dengan hasil tersebut tentunya akan mendukung pada saat pembahasan internasional terkait penamaan laut (S-23) di IHO maupun United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN). Penamaan ini didasarkan kepada obyek atau fitur maritim dan fitur yang ada dibawah laut yang nantinya digunakan dalam mendukung keselamatan navigasi dan pelayaran. Penamaan wilayah terkait Natuna Utara tentunya mempertegas identitas Indonesia yang ada di wilayah perairan laut Natuna. Adanya toponimi ini tidak merefleksikan kepemilikan terhadap suatu wilayah, namun ditujukan Sebagai kepentingan pelayaran sehingga penamaan wilayah tidak sama dengan penetapan batas laut. Kesimpulan penelitian ini adalah penetapan toponimi Laut Natuna Utara akan mempertegas identitas Bangsa Indonesia diwilayah tersebut serta adanya toponimi digunakan untuk keselamatan navigasi pelayaran.

    993

    full texts

    1,215

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇