Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
Not a member yet
    1215 research outputs found

    PENGARUH KOMPETENSI DARI PENGGUNAAN AIR COMBAT MANEUVERING INSTRUMENTATION DAN LATIHAN SIMULATOR TERHADAP KEMAMPUAN PENERBANG TEMPUR DI WING 3 PANGKALAN TNI AU ISWAHJUDI

    Get PDF
    Abstrak- Kemampuan penerbang tempur TNI AU sebagai ujung tombak penjaga kedaulatan wilayah udara NKRI tidak lepas dari faktor kesiapan satuan tempur yang dimiliki TNI, Target kemampuan penerbang tempur TNI AU hasil dari kegiatan latihan yang dapat dilaksanakan berdasarkan kesiapan satuan belum optimal. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain kesiapan fasilitas Air Combat Maneuvering Instrumentation (ACMI) dan simulator yang dipunyai TNI AU. Kurangnya kekuatan dan kemampuan fasilitas ACMI serta kurang meratanya kesempatan mendapatkan latihan simulator mempengaruhi kompetensi maupun kualitas kemampuan penerbang tempur TNI AU. Penelitian ini diharapkan mampu mendukung peningkatan kemampuan penerbang tempur TNI AU yang optimal, sehingga peneliti bermaksud untuk menguji dan menganalisis pengaruh kompetensi dari penggunaan ACMI serta latihan simulator terhadap kemampuan penerbang tempur TNI AU. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisa regresi linear berganda. Data dikumpulkan dari 30 penerbang tempur Lanud Iswahjudi sebagai sampelnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kompetensi dari penggunaan ACMI berpengaruh langsung positif terhadap kemampuan penerbang tempur TNI AU. (2) Latihan simulator berpengaruh langsung positif terhadap kemampuan penerbang tempur TNI AU. (3) Kompetensi dari penggunaan ACMI dan latihan simulator secara bersama sama berpengaruh langsung positif terhadap kemampuan penerbang tempur TNI AU. Kesimpulan yang dapat diambil adalah kompetensi dari penggunaan ACMI dan latihan simulator berpengaruh langsung positif terhadap kemampuan penerbang tempur TNI AU, sehingga kompetensi dari penggunaan ACMI dan latihan simulator perlu untuk ditingkatkan.Kata Kunci: Air Combat Maneuvering Instrumentation (ACMI), Latihan Simulator Dan Kemampuan Penerbang Tempur, Wing 3Pangkalan Tni Au Iswahjudi, Kesiapan Satuan Tempur TNI, Kedaulatan Wilayah Udara NKRI

    PENGARUH UTANG LUAR NEGERI DAN PENANAMAN MODAL ASING TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI: ANALISIS KETAHANAN EKONOMI PADA NEGARA-NEGARA GAGAL BAYAR UTANG

    Get PDF
    Utang luar negeri dan penanaman modal asing sebagai sumber modal pembangunan pada dasarnya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun kinerja output perekonomian bagi negara-negara gagal bayar utang menunjukkan potensi pembangunan yang bersumber dari utang luar negeri dan penanaman modal asing telah berubah menjadi ancaman kedaulatan dalam bidang ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh utang luar negeri terhadap pertumbuhan ekonomi pada 7 negara gagal bayar utang; menganalisis pengaruh penanaman modal asing terhadap pertumbuhan ekonomi pada 7 negara gagal bayar utang; menganalisis kondisi ketahanan ekonomi 7 negara gagal bayar utang berdasarkan nilai Indeks Ketahanan ekonomi dibandingkan dengan 7 negara yang tergabung dalam G-20; menganalisis kondisi ketahanan ekonomi negara Argentina dan Indonesia berdasarkan nilai Indeks Ketahanan Ekonomi. Metode penelitian menggunakan analisis regresi data panel dengan model Fixed Effect Model (FEM) serta pengkuran Indeks Ketahanan Ekonomi. Data sekunder bersumber dari World Bank, Annual Report Economic Freedom of The World dan UNDP dengan periode penelitian tahun 2000 sampai 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa utang luar negeri berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan penanaman modal asing berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi pada 7 negara gagal bayar utang, yakni Argentina, Republik Dominika, Ekuador, Jamaika, Pakistan, Sri Lanka dan Zimbabwe. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa nilai Indeks Ketahanan Ekonomi 7 negara gagal bayar utang lebih kecil dibandingkan dengan nilai Indeks Ketahanan Ekonomi 7 negara G-20. Indeks Ketahanan Ekonomi Argentina lebih besar dari Indonesia, namun demikian stabilitas makroekonomi Argentina tidak lebih baik dari Indonesia dalam hal penanganan inflasi dan pengangguran, rendahnya nilai regulasi pasar keuangan dan bisnis serta aspek tata kelola pemerintahan

    ANALSIS DAMPAK PANDEMI COVID-19 PADA PELAKU USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (UMKM) DI KOTA BOGOR

    Get PDF
    Pandemi Covid-19 telah menimbulkan dampak pada berbagai sektor di tiap negara. Sejak diumumkan kasus positif pertama, Indonesia terus mengalami peningkatan jumlah kasus positif Covid-19. Sejak awal kemunculan virus Covid-19 di Indonesia, pemerintah Indonesia menerapkan berbagai kebijakan seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal ini menimbulkan dampak terutama pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan pedagang yang ada di pasar tradisional yang sudah terbiasa bertemu langsung dengan pembeli. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis dampak pandemi Covid-19 pada pelaku sektor UMKM di Kota Bogor; 2) Menganalisis implementasi kebijakan pemerintah pada pelaku UMKM Kota Bogor yang terdampak pandemi Covid-19; 3) Menganalisis strategi adaptasi yang dilakukan pelaku UMKM Kota Bogor pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif, menggunakan data primer dan data sekunder, yang dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumen serta melaksanakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini: 1) Pelaku UMKM di Kota Bogor sangat terdampak dengan adanya pandemi Covid-19, terlebih pelaku usaha sektor kebutuhan sekunder yang mengalami penurunan omset, namun di sisi lain jumlah UMKM di Kota Bogor meningkat pada masa pandemi Covid-19; 2) Kebijakan pemerintah dalam penurunan angka penyebaran virus Covid-19 yaitu menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kemudian dilanjutkan setelah PSBB, Kota Bogor menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK), selain itu Pemerintah pusat juga memberikan bantuan berupa Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) kepada pelaku usaha mikro; 3) Strategi adaptasi yang dilakukan pemerintah bagi pelaku UMKM dengan memberikan sosialisasi cara-cara dalam peningkatan omset pelaku usaha

    EVALUASI PELAKSANAAN JOINT DEVELOPMENT PROGRAM ALUTSISTA NASIONAL (Studi Kasus pada Pelaksanaan TD-Phase dan EMD-Phase Joint Development Program KF-X/IF-X)

    Get PDF
    Abstrak – Negara-negara di dunia saling bersaing untuk dapat memiliki Alutsista dengan spesifikasi, kemampuan dan teknologi yang canggih. Kesenjangan antara negara berkembang dengan negara maju dapat terlihat dari adanya perbedaan kuantitas dan kualitas teknologi pertahanan yang dimiliki. Salah satu langkah yang dapat ditempuh untuk mengupayakan pengembangan dan juga peningkatan kapasitas Alutsista Nasional ialah dengan melaksanakan kerjasama pertahanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan Joint Development KF-X/IF-X dan juga menyusun rekomendasi model Joint Development Program yang ideal. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif (kesioner) yang didukung oleh data kualitatif (indepth interview dan wawancara), dengan stakeholder dan lokus yang telah ditentukan sebelumnya. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah evaluasi CIPP, Gap Analysis, dan IPA. Berdasarkan hasil penelitian diketahui pelaksanaan Joint Development KF-X/IF-X masih belum efektif terutama indikator pemenuhan kebutuhan operasional militer (Alignment of Operational Needs) dengan nilai kesenjangan 0,96. Hal ini disebabkan oleh proporsi Cost Share Indonesia, pembatasan beberapa item teknologi, dan kebijakan mengenai intellectual property rights. Dengan demikian diperlukan adanya perencanaan strategis, taktis dan operasional yang lebih matang dan rinci, yang diterjemahkan menjadi mengusulkan suatu Model Joint Development Alutsista Nasional Terintegrasi. Model yang diusulkan ini dapat memberikan gambaran alur proses yang perlu dilakukan untuk membangun skema akuisisi Alutsista Nasional yang ideal melalui skema Joint Development Program maupun produksi dalam negeri

    INDONESIA POROS MARITIM DUNIA: MENGEMBANGKAN KEAMANAN NASIONAL MELALUI PERSPEKTIF KERJASAMA PERTAHANAN DI KAWASAN

    Get PDF
    Global Maritime Fulcrum concept was first conveyed by Joko Widodo during his campaign for the presidential election contest in 2014. Since then, it has become his development vision for 10 years until 2024 and become an estuary for ASEAN’s collective commitment as ASEAN Outlook on Indo-Pacific (AOIP). Even though AOIP does not state the defense field as one of the areas of cooperation, pursuing security in the region will have impacts on each national security. Constructing a national defense strategy will be influenced by the security in the Indo-Pacific region. Hence, empowerment of maritime defense along with its potential shall also address Indonesia's real effort and direct contribution in the Indo-Pacific region

    STRATEGI PEMERINTAH DALAM PENANGANAN GERAKAN SEPARATIS PAPUA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP DIPLOMASI PERTAHANAN INDONESIA (GOVERNMENT STRATEGIES IN MANAGING PAPUA SEPARATIST MOVEMENT AND ITS IMPLICATIONS ON DEFENSE DIPLOMACY)

    Get PDF
    This article discusses one of the government's efforts in handling the Papuan separatist movement. The Separatism Movement is a movement to gain sovereignty and separate from a territory or group of people from each other (or another country). In Papua, there is a group of people who want to be sovereign and break away from the Republic of Indonesia. A group of people called themselves Free Papua Organization (OPM). Papua de facto and de jure is one of the regions of Indonesia, so the Indonesian government prohibits anyone or any group that seeks to secede from the Republic of Indonesia (The Unitary State of The Republic of Indonesia). In Papua until now, there are still frequent conflicts related to political, economic, or socio-cultural issues. This research aims to find out how the government overcomes the separatist movement so that a group of people who call the OPM movement (Free Papua Organization) aware and return to the lap of the NKRI (Unitary State of the Republic of Indonesia

    Analysis of the United States’ Foreign Policy Towards Denuclearization of North Korea’s Nuclear 2017-2021

    Get PDF
    Since few decades ago, the United States has faced a real threat from one of Soviet Union allies, North Korea. North Korea has built a nuclear facility and the government keeps develop it day by day. To solve the problem, the United States under Trump administration suggested an approach called Maximum Pressure. However, Maximum Pressure could not contain the power and threat that came from North Korea nuclear. The fact is, North Korea still develops it until now and abandons all of the sanctions given by the United States and its allies

    ANALISA PAPARAN RADIO FREQUENCY RADIATION (RFR) DARI RADAR PERTAHANAN TNI AU TERHADAP PERSONEL PENGAWAK RADAR BERDASARKAN STANDAR INTERNATIONAL COMMISSION ON NON-IONIZING RADIATION PROTECTION (ICNIRP)

    Get PDF
    Radar adalah suatu perangkat yang memancarkan gelombang elektromagnetik ke suatu objek serta menerima gelombang pantulan dari abjek yang diinginkan selama masih dalam jangkauannya. Pada umumnya radar memiliki daya pancar puncak (peak transmit power) melebihi 1 MW dan daya pancar rata-rata (average power) diatas 1 kW. Besarnya daya pancar radar tersebut menimbulkan isu keselamatan dan keamanan bagi personel pengawak radar. Paparan Radio Frequency Radiation (RFR) yang terlalu tinggi dalam jangka waktu tertentu dapat menimbulkan masalah keselamatan dan keamanan. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan analisa tentang paparan RFR dari radar pertahanan TNI AU terhadap personel pengawak radar berdasarkan standar ICNIRP. Peneliti menggunakan metode kuantitatif dalam pengambilan data terhadap paparan Radar PSR dan SSR. Dari kelima titik lokasi di Satuan Radar-211/Tanjung Kait menunjukkan nilai aman, dibawah 0,4 W/kg untuk SAR rata-rata seluruh tubuh (whole-body average), sesuai standar ICNIRP. Untuk mencegah bahaya paparan radiasi radar dan sejauh mana dampak radiasi radar bagi personel Satrad, diberikan analisis perhitungan tentang jarak minimum kemiringan aman SAR, dimana jarak minimum kemiringan aman SAR dengan sudut 30,91° adalah 8,36 meter untuk radar PSR, radar SSR 7,67 meter, sedangkan apabila sudut 50,86° minimal jarak kemiringan aman SAR 3,49 meter untuk radar PSR, dan radar SSR yaitu 12,77 meter. Selanjutnya dalam menentukan keselamatan dan keamanan terhadap paparan RFR diberikan perhitungan tentang minimal jarak horizontal aman SAR di luar ruangan, saat di Lapangan Upacara untuk radar PSR 7,17 meter, radar SSR 6,58 meter, Halaman Tower 2,20 meter radar PSR, dan radar SSR 8,06 mete

    STRATEGI PERANG SEMESTA MELALUI OPTIMALISASI NILAI-NILAI PANCASILA MENGHADAPI RADIKALISME PEGAWAI NEGERI SIPIL

    Get PDF
    The current dynamics of war development which tend to be asymmetric warfare, compel all strategic thinkers to face it. One of the asymmetric patterns of warfare after the second world war was religious radicalism. In previous periods, religious radicalism was promoted by groups from other countries to impose their interests through violent terror. To perpetuate its actions, this group popularizes its radical flow patterns throughout the world and all levels of society, including in the Republic of Indonesia. Many of its characteristics have been recognized by the government, which immediately conducts an evaluation to deal with them. The author observes this by examining Civilian Servants who are starting to be affected and the relationship patterns of their war strategies through optimizing Pancasila values in their training. The goal is that people understand the war that is happening and how to deal with radicalism through the inculcation of Pancasila values in training. The research method uses library research by studying various literature (books, references, previous research), information, data, and various documents. The end result has been implemented a universal war strategy through the formulation of Pancasila values in the basic training curriculum structure for Civilian Servant Candidates

    PENERAPAN NILAI-NILAI PANCASILA PADA STRATEGI PERANG SEMESTA INDONESIA

    Get PDF
    According to the Constitution Act of 1945, the country's defense Indonesia adopts a people's defense, so that his war strategy in the face of threats to use universal war strategy. In the history of the struggle to seize and defend Indonesian independence, all Indonesian people fought together with the army. Where in this struggle, the values of Pancasila have been applied by all Indonesian people. These values are the values of divinity, humanity, unity, mutual cooperation, leadership, and social justice. These values are part of the Pancasila adopted by the Indonesian nation as the basis for the Indonesian state as contained in the preamble to the 1945 Constitution. wisdom of wisdom in deliberation/representation as well as social justice for all Indonesian people. In the struggle to expel the invaders, the heroes have never abandoned divine values as exemplified by Prince Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol, Teuku Umar, and others with their jihad spirit. This was also demonstrated by heroes from non-Muslims such as Patimura, Sisingamangaraja XII, and in the war to defend independence there was I Gusti Ngurah Rai with the puputan margarine war in Bali. Not only that, but other Pancasila values are also applied in the universal war waged by the nation's heroes, especially the values of unity, mutual cooperation, leadership, and justice. Therefore, in implementing Indonesia's universal war strategy, the values of Pancasila must always be instilled in all components of the Indonesian nation

    993

    full texts

    1,215

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇