Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
Not a member yet
    1215 research outputs found

    RESPONS ANCAMAN SIBER OLEH PERTAHANAN SIBER INDONESIA DITINJAU BERDASARKAN TALLINN MANUAL 2.0

    No full text
    Masifnya penggunaan teknologi berbasis digital sesuai dengan revolusi industri 4.0 menghadirkan ancaman baru yang dikenal dengan ancaman siber. Ancaman ini apabila tidak dapat direspons dengan baik maka akan mengancam kedaulatan negara. Sejumlah negara di dunia memaksimalkan potensi pertahanan sibernya untuk dapat merespons setiap ancaman siber. Penelitian ini dmaksudkan untuk menganalisis kondisi kemampuan pertahanan siber Indonesia, meninjaunya berdasarkan Tallinn Manual 2.0, dan merekomendasikan upaya peningkatan kemampuannya. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kondisi kemampuan pertahanan siber saat ini masih memerlukan perbaikan berdasarkan enam faktor dari Six-Ware Cyber Security Framework (SWCSF) yaitu brainware, software, hardware, firmware, infrastructureware, dan budgetware. 2) Tinjauan terhadap aturan yang ada dalam Tallinn Manual 2.0 menghadirkan tantangan baru bagi pertahanan siber Indonesia seperti kedaulatan, yurisdiksi, uji tuntas, perilaku permusuhan, keamanan kolektif, penggunaan kekuatan, dan hukum pertanggungjawaban internasional. 3) Upaya strategi yang dapat dilakukan dalam meningkatkan kemampuan pertahanan siber Indonesia antara lain: pembentukan SDM yang adaptif dan pembentukan prajurit siber, peremajaan dan penambahan perangkat keras, kemandirian produk pertahanan siber, pemutakhiran dan pembuatan kebijakan baru, penguatan infrastruktur jaringan komputer Kemhan/TNI dan diplomasi siber; dan alokasi anggaran yang sesuai dengan peningkatan postur pertahanan siber. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa kemampuan pertahanan siber Indonesia dalam merespons ancaman siber masih memerlukan perbaikan. Perbaikan tersebut juga dihadapkan pada tantangan yang muncul dari tinjauan berdasarkan Tallinn Manual 2.0. Hal tersebut membutuhkan upaya strategi agar tercapai pertahanan siber Indonesia yang mampu merespons setiap ancaman siber dengan baik

    PENGARUH KOMPETENSI PEGAWAI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEJABAT FUNGSIONAL ANALIS PERTAHANAN NEGARA PADA KEMENTERIAN PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA

    No full text
    Jabatan Fungsional Analis Pertahanan Negara adalah jabatan fungsional keahlian yang merupakan jabatan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tugas melakukan analisis Pertahanan Negara dalam rangka mendukung sistem Pertahanan Negara. Untuk menciptakan kinerja yang optimal dari para pejabat fungsional Analis Pertahanan Negara, maka pejabat tersebut harus terus berupaya meningkatkan kualitas pekerjaan, ketepatan waktu, inisiatif, kemampuan dan komunikasi kinerjanya  melalui  peningkatan kompetensi dan memotivasi dirinya agar dapat bekerja secara optimal, efektif dan efisien Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti adakah pengaruh kompetensi dan motivasi terhadap kinerja pejabat fungsional Analis Pertahanan Negara, dengan menggunakan satu variabel terikat yaitu kinerja serta dua variabel bebas yaitu kompetensi dan motivasi. Metode yang penulis gunakan pada penelitian ini adalah regresi linear berganda dengan menghasilkan Uji t dan uji F.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh kompetensi terhadap kinerja dengan koefisien regresi sebesar 1,211 dan adanya pengaruh motivasi terhadap kinerja dengan koefisien regresi sebesar 1,130 serta menghasilkan kontribusi kompetensi terhadap kinerja sebesar 66,7%, dan kontribusi motivasi terhadap kinerja sebesar 76,4%. Sedangkan kontribusi kompetensi dan motivasi secara bersama-sama terhadap kinerja sebesar 77,4%. Sehingga disimpulkan bahwa kontribusi kompetensi memperoleh hasil lebih kecil dibandingkan dengan motivasi, untuk itu disarankan perlunya perhatian lebih pengembangan kompetensi guna memberikan peningkatan dalam hal pengetahuan, keterampilan dan sikap perilaku kepada setiap pejabat Analis Pertahanan Negara, adanya dukungan dari pimpinan dan pemberian izin dalam rangka melaksanakan program pengembangan kompetensi sehingga dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara optimal guna mencapai kinerja serta tujuan organisasi

    PEMBINAAN MANAJEMEN PEMELIHARAAN PESAWAT TEMPUR MELALUI TEKNOLOGI ARTIFICAL INTELIGENCE GUNA MENDUKUNG TUGAS TNI ANGKATAN UDARA

    No full text
    Manajemen pemeliharaan pesawat tempur merupakan aspek penting dalam memastikan kesiapan operasional TNI Angkatan Udara. Dalam konteks ini, penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah menjadi sorotan sebagai solusi potensial untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pemeliharaan. Esai ini mengeksplorasi dua rumusan masalah utama: pertama, bagaimana manajemen pemeliharaan pesawat tempur dapat ditingkatkan; kedua, apa saja tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam penerapan teknologi AI dalam konteks ini. Pertama, manajemen pemeliharaan pesawat tempur dibahas dengan merujuk pada teori dari Terry Wireman yang menekankan pentingnya ketersediaan, keandalan, dan maintainability. Penekanan pada perencanaan yang terstruktur dan implementasi pemeliharaan yang proaktif sangat penting untuk memastikan pesawat tempur selalu dalam kondisi siap operasional. Penerapan teknologi AI mampu meningkatkan prediksi kegagalan, perencanaan pemeliharaan yang lebih efektif, dan pengelolaan inventaris suku cadang yang lebih akurat. Kedua, tantangan dan hambatan dalam penerapan AI mencakup kompleksitas data yang tinggi, kebutuhan akan keahlian teknis yang mendalam, adaptasi budaya organisasi, serta investasi awal yang besar. Berdasarkan teori pemeliharaan menurut Anthony Kelly, analisis ini menyoroti pentingnya validitas data, keandalan sistem, dan integrasi infrastruktur yang memadai untuk mendukung keberhasilan implementasi AI. Dalam kesimpulannya, meskipun penerapan teknologi AI menawarkan potensi besar untuk meningkatkan manajemen pemeliharaan pesawat tempur, pendekatan yang sistematis dan terencana diperlukan untuk mengatasi berbagai tantangan yang ada. Dengan dukungan yang kuat dari berbagai pihak, termasuk TNI Angkatan Udara, teknologi AI dapat diintegrasikan secara efektif untuk mendukung tugas dan kesiapan operasional, serta menjaga kedaulatan udara negara

    Identifikasi Permasalahan Cylinder Head Mesin Kapal Studi Kasus Dan Solusi Pada KMP Gerbang Samudera V Surabaya

    No full text
    Cylinder Head pada kapal memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembakaran mesin kapal, dimana terjadinya proses pembakaran yang menghasilkan tenaga yang diperlukan untuk menggerakkan kapal. Tujuan penelitian agar mengetahui apa saja permasalahan pada cylinder head mesin kapal KMP Gerbang samudera dan perbaikan cylinder head. Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif, Pendekatan kualitatif ini untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tetutama dalam pengungkapan data melalui wawancara kepada ABK kapal, kapten, observasi dan kajian dokumen. Penelitian ini dilakukan selama 60 hari di PT Dok dan Perkapalan Surabaya dimana satu mesin terdiri dari 6 Cylinder head dan 3 cylinder head mengalami masalah yaitu keausan pada katup, keretakan dan pemuaian pada cylinder head, perlunya pemeriksaan pada tiap masalah lalu dilakukan pembersihan, perbaikan dan pergantian pada bagian yang rusak. Berdasarkan hasil penelitian tidak optimalnya kinerja cylinder head yang diakibatkan oleh kurangnya perawatan

    Analisis Keandalan dan Kinerja Pompa Air Kampus Ben Mboy: Studi Kasus dan Rekomendasi

    No full text
    This study analyzes the reliability and performance of the water pump at Ben Mboy Campus, focusing on identifying issues and causes of failures, and developing improvement recommendations. An efficient water distribution system is crucial for supporting academic and operational activities at the campus. However, the pump used to transfer water from Rotiklot Dam frequently experiences failures, impacting water supply and operational costs. This research employs a descriptive quantitative method, collecting data through observations, interviews, and performance measurements to evaluate the frequency of pump failures in relation to operational time and workload. Regression analysis reveals a positive relationship between operational time and pump failure frequency, with recommendations to enhance maintenance scheduling and workload monitoring to reduce failures and improve system reliability. The research findings are expected to provide data-driven solutions for improving the water distribution system at Ben Mboy Campus and increasing its operational efficiency

    PENINGKATAN KAPABILITAS INSTRUKTUR ORIENTASI PRA PEMBERANGKATAN BADAN PELINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA DALAM PENCEGAHAN PAHAM RADIKALISME TERHADAP CALON PEKERJA MIGRAN INDONESIA GUNA MENDUKUNG PERTAHANAN NIRMILITER

    No full text
    Radikalisme merupakan ancaman nyata yang bersifat non militer dan merupakan salah satu bagian dari berbagai masalah Pekerja Migran Indonesia dimana memerlukan suatu upaya preventif untuk meminimalisir berbagai persoalan yang terjadi sebelum PMI berangkat bekerja ke luar negeri. Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP) merupakan salah satu layanan BP2MI yang bertujuan untuk memberikan informasi secara terpadu bagi para Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) sebelum bekerja ke luar negeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kapabilitas instruktur OPP BP2MI dalam penyampaian materi pencegahan paham radikalisme terhadap CPMI, upaya serta faktor pendukung dan penghambat peningkatan kapabilitas tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan rancangan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan wawancara ,observasi dan dokumentasi. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa kapabilitas instruktur OPP BP2MI dalam pencegahan paham radikalisme belum memiliki kapabilitas yang baik dari sisi pengetahuan ,keterampilan dan sikap. Peningkatan kapabilitas ini memerlukan upaya kerjasama antara BP2MI dan BNPT dalam penyelenggaraan pelatihan bagi instruktur OPP. Adapun faktor pendukungnya antara lain kerjasama yang baik antar instansi,jumlah penempatan yang besar sehingga menuntut kemampuan instruktur serta perkembangan teknologi informasi yang mempermudah upaya tersebut. Sedangkan faktor penghambatnya antara lain belum terdapat instrumen penilaian bagi para instruktur yang telah mendapat pelatihan serta belum terdapat kerjasama yang dituangkan secara formal antara BNPT dan BP2MI dalam upaya pencegahan paham radikalisme terhadap CPMI. Oleh karena itu peningkatan kapabilitas instruktur OPP BP2MI dalam pencegahan paham radikalisme perlu ditindaklanjuti agar langkah pencegahan tersebut dapat berjalan efektif dan efisien sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing institusi guna mendukung pertahanan nirmilite

    Comparison Of Reserve Component Management Between Singapore And Indonesia In Supporting National Defense

    No full text
    Today, threats to the state are changing, from those that were originally only military to non-military threats and even hybrid threats. Therefore, to strengthen the country's defense, Singapore and Indonesia implement the reserve component program by involving the participation of all their citizens, the object of this study is to operate Singapore's reserve component management with Indonesia in supporting the country's defense, The sub-focus of this study is to compare Singapore's reserve component management with Indonesia in supporting the country's defense, and the strengths and weaknesses of component management Reserve. To answer the focus and sub-focus, this research uses qualitative methods of comparison with data collection through interviews, literature reviews, and the design of comparative approaches related to the management of reserve components of the two countries. The results showed significant differences in reserve component management, starting from the registration flow, training, and structure, to the process after personnel went through reserve component activities. It also found advantages and disadvantages in the management of the two reserve components. The recommendations include a development focus on key aspects such as improving the quality, capacity, and reliability of Reserve components. In addition, it is necessary to increase support for the education and career of individuals during military service. By implementing these recommendations, it is hoped that the management of reserve components in both countries can strengthen their national defenses more effectivel

    Optimizing Defense Management: Navigating the Impact of Conflict

    No full text
    In the contemporary geopolitical landscape, optimizing defense management amidst conflict is paramount for nations worldwide. This research aims to explore the multifaceted impact of conflict on defense resource allocation and budgeting decisions, the role of technological innovation in enhancing defense capabilities, and strategies for fostering organizational adaptability and leadership during conflict. Utilizing qualitative research methods and secondary data analysis, this study examines scholarly literature and empirical evidence to gain insights into these critical aspects of defense management. Findings suggest that conflict significantly influences defense resource allocation and budgeting decisions, with strategic priorities, operational requirements, and political considerations shaping resource prioritization. Technological innovation emerges as a key driver of defense capability enhancement during conflict, enabling advancements in weapon systems, situational awareness, and logistics. Furthermore, fostering organizational adaptability and leadership prove essential for effectively navigating conflict environments, requiring a culture of innovation, agile organizational structures, and effective change management practices. In conclusion, this research underscores the importance of addressing the challenges posed by conflict through proactive and adaptive defense management strategie

    PERAN DIPLOMASI PERTAHANAN TERHADAP KERJASAMA BISNIS INTERNASIONAL DI BIDANG INDUSTRI PERTAHANAN INDONESIA

    No full text
    Artikel ini membahas peran penting diplomasi pertahanan dalam menggagas dan memperkuat kerjasama bisnis internasional di sektor industri pertahanan Indonesia. Diplomasi pertahanan menjadi landasan strategis dalam membentuk kerangka kerja yang saling menguntungkan di bidang pertahanan. Melalui teknik studi literasi, artikel ini menggali berbagai aspek, termasuk kebijakan, ekonomi, dan kerjasama teknologi, yang semuanya berkontribusi pada pengembangan industri pertahanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jurnal Diplomasi Pertahanan, diplomasi pertahanan memiliki peran dalam mengembangkanindustri pertahanan serta dapat menjadi pendorong untuk memperluas jangkauan bisnis internasional dalam konteks industri pertahanan Indonesia. Melalui diplomasi pertahanan, negara akan menilai ancaman terhadap kepentingan nasional dan melihat perlunya industri pertahanan yang kuat

    IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERTAHANAN UDARA GUNA MEMPERSIAPKAN LULUSAN MAGISTER MENERJEMAHKAN TUJUAN STRATEGIS MENJADI REALITAS OPERASIONAL

    No full text
    Implementasi kebijakan pertahanan udara yang efektif memerlukan navigasi yang cermat antara tujuan strategis yang jelas dan keterlibatan agen pelaksana yang kompeten. Penelitian ini menggali evaluasi mendalam terhadap tantangan utama dalam mengimplementasikan kebijakan pertahanan udara, dengan fokus pada mempersiapkan lulusan magister untuk menjadi agen perubahan yang efektif dalam menerjemahkan strategi menjadi tindakan operasional yang sukses. Melalui pendekatan kualitatif yang terarah dan analisis mendalam, temuan penelitian menyoroti peran penting kejelasan tujuan dan standar dalam merumuskan kebijakan yang efektif. Kendala seperti keterbatasan sumber daya dan variasi kompetensi menjadi sorotan utama, yang hanya dapat diatasi melalui pendekatan holistik dan terintegrasi. Komunikasi yang kuat, koordinasi yang efisien, serta komitmen yang kokoh dari agen pelaksana menjadi kunci sukses dalam menghadapi dinamika eksternal yang kompleks. Rekomendasi penelitian mengarah pada penguatan pendidikan magister, pengembangan kompetensi teknis dan manajerial, serta kolaborasi yang erat dengan industri pertahanan untuk memastikan implementasi kebijakan yang responsif dan efisien. Dengan kesadaran akan kompleksitas tantangan yang dihadapi, penelitian ini mengilhami langkah-langkah strategis yang memungkinkan implementasi kebijakan pertahanan udara yang adaptif dan sesuai dengan tujuan nasional dalam bidang pertahanan

    993

    full texts

    1,215

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇