Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
Not a member yet
    1215 research outputs found

    PENGARUH PROFESIONALISME PRAJURIT DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP KINERJA KODIM 0609/KABUPATEN BANDUNG DALAM PROGRAM TNI MANUNGGAL MEMBANGUN DESA KE 102

    Get PDF
    One manifestation of the Indonesian Army’s task in helping accelerate development in the regions is the implementation of the Indonesian Army Entered the Village (TMMD). Implementation of TMMD by Kodim 0609/Kab. Bandung which has been running for a long time and the impact caused by the implementation of TMMD, it is necessary to know and measure the performance of Kodim 0609/Kab. Bandung in implementing TMMD so that the program can continue and be sustainable. This study uses a quantitative method with Proportionate Stratified Random Sampling techniques with a number of samples taken from several personnel at Kodim 0609/Kab. Bandung, as many as 110 people and aims to obtain an overview of the influence of the TMMD program against the acceleration of development in the District of Kertasari. From the results of the T Test show that the professional variables of soldiers and community participation have a positive and significant direct effect on the performance of Kodim 0609 / Kab.Bandung in the TMMD program. This is reinforced by the data from the results of the Parsiile Determination Coefficient Test where the professional variable of soldiers gives an effect of 21.03% and the ability variable gives an effect of 66.9%. Furthermore, from the F Test results obtained F count of 40.754 and F table of 3.080 because Fcount> Ftable (40.754 > 3.080) means simultaneously the two independent variables consisting of professional soldiers and community participation have a positive and significant direct effect on the Performance of District Military Command 0609 / Kab. TMMD program

    URGENSI PEMBENTUKAN KOMPONEN CADANGAN (KOMCAD) TENTARA NASIONAL INDONESIA ANGKATAN LAUT

    Get PDF
    Undang-Undang..tentang Pengelolaan.Sumber.Daya.Nasional (PSDN). Untuk Pertahanan .Negara .telah disahkan pada tanggal 26 September 2019, hal tersebut menjadi payung hukum dalam implmentasi bela negara oleh seluruh komponen bangsa melalui konsep Sistem Pertahanan Semesta (Sishanta). Salah satu Implementasi dari usaha bela negara dalam konsep pertahanan Sishanta, dilakukan melalui pembentukan Komponen Cadangan (Komcad). Komcad Matra Laut merupakan komponen masyarakat yang telah diseleksi dan dilatih untuk disiapkan sebagai alat pertahanan yang digerakkan melalui mobilisasi dalam keadaan perang untuk meningkatkan kekuatan TNI Angkatan Laut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis urgensi pembentukan Komcad Matra Laut sebagai bentuk implementasi pemberdayaan wilayah pertahanan laut (Dawilhanla) ditinjau dari aspek strategi pertahanan laut. Metode peneletian yang di gunakan adalah pendekatan kualitatif dengan Analisa deskriptif. Peneliti menggunakan teori Sea Power dari A.T .Mahan yang menyatakan bahwa ada 6 komponen yang mempengaruhi kekuatan laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan Komcad Matra Laut berperan penting bagi TNI Angkatan Laut dalam melaksanakan Dawilhanla. Dalam keadaan damai, Komcad Matra Laut dapat dijadikan sebagai mata dan telinga bagi kepentingan TNI Angkatan Laut. Sebagai kesimpulan dari penelitian ini adalah keberadaan Komcad Matra Laut dibutuhkan bagi TNI Angkatan Laut dalam rangka implementasi kegiatan pemberdayaan wilayah pertahanan laut guna perwujudan Sishanta

    INTEROPERABILITY PESAWAT TERBANG TANPA AWAK DAN KAPAL PERANG UNTUK PENGAMANAN ALUR LAUT KEPULAUAN INDONESIA

    Get PDF
    Ancaman pertahanan yang cukup serius di ALKI 1 membutuhkan perhatian dari TNI. Potensi ancaman pelayaran internasional, pelanggaran wilayah territorial,illegal loging, konflik perbatasan negara yang ada di wilayah ALKI 1 harus diantisipasi dengan operasi pengamanan oleh TNI AL dan TNI AU. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis strategi interoperabilitas PTTA TNI AU dengan KRI dalam operasi pengamanan ALKI 1. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan berdasarkan interoperabilitas aspek teknis masih terdapat keterbatasan dalam hal koordinasi, komunikasi, penggelaran dan system interoperabilitas antara KRI dan PTTA masih terbatas berupa transfer data audio dengan frekuensi radio saja, sehingga belum mendukung terwujudnya system Network Centric Warfare (NCW). Dari aspek procedural Sistem pengendalian terpadu matra udara dan laut menggunakan system data link dengan cara transfer voice terbatas. Dari aspek interoperabilitas manusia terdapat keterbatasan jumlah SDM Pengawak PTTA serta jumlah skadron udara PTTA ini sendiri. Kesimpulan penelitian dari tinjauan aspek teknis, procedural dan manusia,interoperabilitas PTTA TNI AU dan KRI TNI AL dalam rangka operasi pengamanan ALKI 1 masih belum optimal. Strategi pemanfaatan PTTA dalam operasi pengamanan ALKI 1 dalam rangka menjaga kedaulatan negara adalah dalam rangka menangkal dan menindak setiap ancaman yang mengganggu kedaulatan NKRI termasuk pulau-pulau terluar dan wilayah perbatasan laut. Sumber daya yang digunakan adalah seluruh gelar Koarmada 1 dan Koopsau 1 selaku unsur penindak dapat terintegrasi dalam operasi pengamanan ALKI 1

    PENGEMBANGAN SISTEM KOMUNIKASI SATELIT SATUAN KOMUNIKASI ELEKTRONIK TENTARA NASIONAL INDONESIA DALAM MENDUKUNG OPERASI DAN LATIHAN TENTARA NASIONAL INDONESIA

    Get PDF
    Pengembangan Sistem Komunikasi Satelit (Siskomsat) TNI menjadi salah satu komponen yang penting dalam menjaga kedaulatan negara, seiring dengan perkembangan teknologi di masa kini. Masih adanya kendala-kendala dalam pelaksanaan tugas operasi menggunakan Siskomsat TNI. Tesis ini membahas bagaimana sistem dan metoda yang ada pada Sistem Komunikasi Satelit TNI, sarana dan prasarananya yang berupa infrastruktur Siskomsat, SDM pengawak Siskomsat yang menjadi kriteria dalam mengevaluasi kebijakan Pimpinan TNI dalam Siskomsat TNI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tentang sistem dan metoda, sarana dan prasarana serta SDM yang dibutuhkan dalam pengembangan Siskomsat TNI dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI, terutama dalam operasi dan latihan TNI. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperlukannya upaya strategis yang meliputi penataan sistem dan metoda, peningkatan atau pengembangan sarana dan prasarana, peningkatan kemampuan SDM, dan pola perencanaan pengembangan Siskomsat TNI yang terpadu sehingga dapat mendukung pelaksanaan operasi dan Latihan TNI dengan maksimal

    MEMBANGUN KEWASPADAAN KEAMANAN SIBER TNI AL SEBAGAI BAGIAN STRATEGI PERTAHANAN LAUT INDONESIA

    Get PDF
    Perkembangan kemajuan teknologi informatika dalam dunia siber saat ini, telah banyak membuat perubahan terhadap kehidupan sosial manusia. Yang memiliki dampak positif dan negatif sebagai konsekuensinya, dampak negatif tersebut adalah kejahatan siber yang berupa serangan-serangan lewat jaring komunikasi dan data yang mengakibatkan gangguan terhadap sistem sosial yang bisa mengancam keamanan dan pertahanan bangsa. Serangan yang dimaksud dapat datang state dan non state actor, ancaman ini semakin meningkat eskalasinya akhir-akhir ini sehingga memerlukan perhatian khusus untuk mengatasinya dengan bijak. TNI AL sebagai komponen utama dalam Startegi Pertahanan Laut juga tidak luput dari ancaman siber ini, oleh karena tujuan dari serangan siber adalah data atau informasi yang bisa disalah gunakan oleh para Hacker, hal ini dapat dicegah atau diminimalisir dengan cara membangun kewaspadaan keamanan siber terhadap data dan informasi secara umum agar terjaga dari para hacker, yang dimulai dari kewaspadaan personal TNI AL, terutama yang mengelola data dan informasi penting/krusial. Metodelogi yang digunakan pada artikel ini adalah studi pustaka dengan pendekatan teori komunikasi dan pertahanan siber dengan literatur peraturan kementerian pertahanan yang memberikan pedoman penanganan pertahanan siber, untuk mencari solusi terhadap ancaman dan serangan siber dengan cara membangun kewaspadaan keamanan siber pada personel TNI AL. Dengan mempelajari kemungkinan datangnya serangan dan celah-celah dalam sistem yang dapat menjadi kelemanan yang digunakan oleh hacker maka dapat diambil simpulan adalah Sebagian besar serangan adalah dari human error yang kurang waspada terhadap keamanan data dan informasi krusial baik pribadi ataupun organisasi. Dengan mengambil contoh kasus serangan siber selama tahun 2019

    PENGARUH KETAHANAN ENERGI DAN DIPLOMASI ANGKATAN LAUT DENGAN PENINGKATAN KEHADIRAN UNSUR KAPAL REPUBLIK INDONESIA DI LAUT TERHADAP PERTAHANAN LAUT INDONESIA

    Get PDF
    Penetapan visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia pada awal pemerintahan Presiden Joko Widodo tahun 2014 yang menempatkan “Pertahanan, Keamanan, Penegakan Hukum, dan Keselamatan di Laut” sebagai pilar kedua dalam mewujudkan visi tersebut, menjadikan aspek Pertahanan Laut sebagai salah satu hal yang krusial karena menyangkut kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di laut. Pertahanan Laut yang kuat sangat dibutuhkan Indonesia, mengingat berbagai ancaman di dan lewat laut yang selama ini telah terjadi dan berpotensi terjadi di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa aspek yang dapat memberikan pengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan Pertahanan Laut, yaitu Ketahanan Energi dan Diplomasi Angkatan Laut baik secara langsung maupun melalui Peningkatan Kehadiran Unsur Kapal Republik Indonesia (KRI) di Laut. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan format eksplanasi dan desain non-eksperimental dimana menggunakan kuisioner sebagai instrumen penelitian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode Structural Equation Models (SEM) untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel eksogen terhadap variavel-variabel endogen. Hasil penelitian menunjukan bahwa Ketahanan Energi dan Diplomasi Angkatan Laut baik masing-masing maupun secara simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Pertahanan Laut maupun Peningkatan Kehadiran Unsur KRI di Laut. Kemudian Peningkatan Kehadiran Unsur KRI di Laut selain memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Pertahanan Laut, juga memiliki efek mediasi yang memperkuat pengaruh Ketahanan Energi dan Diplomasi Angkatan Laut terhadap Pertahanan Laut

    52 INTEROPERABILITY OF COMMAND TROOPS WITH COMBAT AIRCRAFT AND HELICOPTER PERSONNEL IN SUPPORTING COMBAT S EARCH AND RESCUE OPERATIONS

    Get PDF
    The interoperability of the Paskhas (Indonesian Airforce Special Troops) Combat SAR (CSAR) Team with elements of RESCAP and RESCORT combat aircraft and CSAR helicopters is very much needed in the implementation of Combat SAR Operations. However, exercises are rarely carried out with the dynamics of actual and complex Combat SAR operation scenarios, at this time the exercises are only limited to demonstrations of Combat SAR operations. The current problems are the lack of Ground Forward Air Control (GFAC) capability of the Combat SAR (CSAR) team, the lack of training with aircraft elements, special equipment and limited infrastructure, and the absence of software to support the creation of Interoperability of the Paskhas Combat SAR (CSAR) Team with elements of fighter aircraft and helicopters. The purpose of this study was to analyze the existing and ideal conditions of interoperability of the Combat SAR Paskhas team with the crew of RESCAP, RESCORT and CSAR helicopters to support Combat SAR operations and the efforts made to overcome these interoperability constraints. The method used is qualitative. The results of the discussion of this study are that the interoperability of the Paskhas Combat SAR (CSAR) Team with elements of RESCAP fighter aircraft, RESCORT fighter elements, and CSAR helicopter elements is not optimally.Keywords: Interoperability, Capability, Paskhas (Indonesian Airforce Special Troops), Combat SAR Operation

    PERFORMANCE IMPROVEMENT IN INTELLIGENCE PERSPECTIVE (CASE STUDY AT KODAM III SILIWANGI)

    Get PDF
    Abstract - This research is motivated by the phenomenon of threatening national defense in West Java. The objectives of this study are (1) To analyze the threat of national defense in West Java; (2) To analyze the performance intelligence detachment of the 3rd military regional command (KODAM III)/Siliwangi in overcoming the threat of national defense in West Java; and (3) To analyze the strategy intelligence detachment of 3rd military regional command (KODAM III)/Siliwangi in improving performance to overcome the threat of national defense in West Java. The research method used is qualitative. The results showed that; (1) State defense threats in West Java are related to ideological, political, economic, socio-cultural, and security threats; (2) The performance intelligence detachment of the 3rd military regional command (KODAM III)/Siliwangi in overcoming the threat of national defense in West Java is related to collection, analysis, counterintelligence, and covert operations. As for the implementation, Kodam III Siliwangi did some support such as data collection, deepening, raising, coordination, and social communication; and (3) Strategy intelligence detachment of 3rd military regional command (KODAM III)/Siliwangi in improving performance in order to overcome the threat of national defense in West Java through improving the capability of soldiers, increasing the number of soldiers, increasing the responsiveness of information and situations, and improving facilities and infrastructure through procurement based on priorities. The conclusion of the research shows that the performance intelligence detachment of the 3rd military regional command (KODAM III)/Siliwangi is quite good but it needs strengthening based on a priority scale.Keywords: Threats, Intelligence, Performanc

    KAJIAN TERAMEKANIKA PENDARATAN KENDARAAN AMPHIBIOUS RIG M3 PADA TEPIAN SUNGAI TERJAL DAN JENIS LEMPUNG MELALUI STUDI KASUS LATIHAN DI GEDEBAGE BANDUNG

    Get PDF
    Kendaraan Amphibious RIG M3 merupakan salah satu alutsista TNI AD yang digunakan dalam misi penyeberangan sungai pada Operasi Militer Perang (OMP) maupun mitigasi kebencanaan pada Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Titik kritis pertama penggunaan kendaraan amfibi adalah ketersediaan landasan agar proses pendaratan dapat berjalan dengan aman. Aspek topografis berupa lereng terjal dan geologis berupa daya dukung tanah yang buruk akan menjadi masalah bagi kendaraan amfibi untuk melakukan pendaratan. Pembahasan pada penelitian ini untuk mengetahui proses teramekanika kendaraan amfibi pada saat melakukan pendaratan di landasan berupa tanah berjenis lempung sehingga dapat memberikan gambaran seberapa besar kemiringan landasan yang akan menyebabkan No Go bagi kendaraan amfibi untuk mendarat. Karakteristik sungai bertepian terjal dan berjenis tanah lempung sebagai tinjauan masalah dalam pendaratan amfibi mengambil contoh pada studi kasus latihan simulasi penyeberangan sungai dengan menggunakan kendaraan Amphibious RIG M3 oleh Batalyon Zeni Tempur 9 Lang Lang Bhuwana Kostrad di Gedebage Bandung. Pembahasan mempergunakan bidang ilmu teramekanika yaitu menitikberatkan pada interaksi muka ban dan tanah dengan menggunakan metode Wong melalui benchmark pada hasil penelitian Tison (2019). Hasil perhitungan menunjukkan jenis tanah lempung (clay) merupakan faktor penghambat dalam proses pendaratan, kemiringan landasan pendaratan sebesar 13,75% pada jenis tanah tersebut mengakibatkan kendaraan Amphibious RIG M3 tidak dapat melakukan pendaratan (No Go), sehingga diperlukan sebuah alat, metode dan material bantu. Proses ketidakmampuan kendaraan amfibi dalam melakukan pendaratan disebabkan oleh terjadinya sinkage (roda terbenam) pada interaksi antar muka roda dan tanah

    IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA DI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI SUMATERA UTARA UNTUK MENDUKUNG PERTAHANAN NEGARA (STUDI PADA BIDANG REHABILITASI)

    Get PDF
    Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan salah satu ancaman nonmiliter yang berbahaya bagi generasi bangsa dan negara Indonesia. Dikarenakan kejahatan ini bisa menyebabkan kerugian yang sangat besar, baik kesehatan, sosial ekonomi, dan keamanan yang mengakibatkan hilangnya suatu generasi bangsa (lost generation). Provinsi Sumatera Utara menempati posisi pertama dengan kasus dan tersangka narkoba terbanyak di tingkat nasional. Atas dasar tersebut Badan Narkotika Nasional membuat program P4GN sebagai upaya pencegahan kejahatan narkotika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program P4GN BNN Provinsi Sumatera Utara dengan menggunakan desain penelitian quasi kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan tahapan analisis meliputi pengumpulan, kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan implementasi program P4GN BNN Provinsi Sumatera Utara telah berjalan namun kurang efektif, hal itu dikarenakan sumber daya manusia yang ada di Bidang Rehabilitasi masih jauh dari kata ideal dari segi kuantitas. Kemudian dari aspek anggaran masih sangat minim. Selanjutnya dari aspek sarana dan prasarana masih belum memadai.Kata Kunci: Ancaman Nonmiliter, Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara, Implementasi, Kebijakan, Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN

    993

    full texts

    1,215

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇