Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
Not a member yet
    1215 research outputs found

    STRATEGI PEMERINTAH PADA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DITENGAH PANDEMI COVID-19 DALAM MENDUKUNG KETAHANAN EKONOMISTRATEGI PEMERINTAH PADA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DITENGAH PANDEMI COVID-19 DALAM MENDUKUNG KETAHANAN EKONOMI

    No full text
    Pemerintah Indonesia selalu memberi perhatian dan fokus dalam rangka pemulihan ekonomi disaat Pandemi Covid-19 kepada UMKM agar mampu bangkit dari keterpurukan dan mampu menyerap kembali tenaga kerja yang ikut kehilangan mata pekerjaan di masa pandemi covid-19. Banyak dunia usaha khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah mengalami kebangkrutan dan menutup usahanya karena demand dari konsumen yang jatuh bebas. Penelitian ini menggunakan teori strategi Lykke,1989 yang mencakup 3 (tiga) aspek Ends, Ways dan Means, dengan metode kualitatif deskriptif. Tulisan ini bertujuan membahas pentingnya Strategi Pemerintah dalam membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah dimasa pandemi COVID-19 agar dapat bertahan dan tetap meningkatkan usahanya dalam mendukung ketahanan ekonomi Indonesia. Hasil yang dicapai adalah perlunya peningkatan strategi pada Ways antara lain strategi yang tepat dimulai dengan kerangka regulasi dan insentif berupa kebijakan dalam perundang-undangan, peraturan-peraturan pemerintah yang komprehensif dan berkelanjutan dalam membantu sektor UMKM agar tetap bertahan dan keluar dari kesulitan selama masa pandemi Covid-19 sehingga dapat mendukung ketahanan ekonomi masyarakat dan bangsa Indonesia

    STRATEGY OF THE ARMY NUBIKA ZENI COMPANY TO FACE THE COVID-19 PANDEMIC

    Get PDF
    Abstract-The threat of pandemics and epidemics of dangerous and deadly diseases is very likely to occur in Indonesia. The spread of Covid-19 that is out of control and exceeds the capacity of the epidemic, and has made the status of the spread of Covid- 19 a pandemic outbreak. Pusziad CBRNE Company is a central-level implementing agency in the field of CBRNE. Biological threats increase and spread, such as in handling the Covid-19 pandemic, Pusziad CBRNE Company has limitations. Pusziad CBRNE Company's capability is not sufficient from the aspect of the organization, personnel resources, and equipment. This study analyzes how the strategy of Pusziad CBRNE Company in dealing with the Covid-19 pandemic with qualitative research and data collection through observation, interviews, and documentation. The occurrence of the Covid-19 pandemic that hit the world, including Indonesia with a fairly high death rate, is clear evidence of a biological threat. Biological threats in Indonesia are increasing evident with the development of bio-science and its supporting facilities in Indonesia as well as the opening up of bioterrorism actions. With increasing biological threats such as the Covid-19 pandemic, the role of Pusziad CBRNE Company becomes very important. Faced with the limitations of Pusziad CBRNE Company, the strategies that need to be suggested are reviewing the Pusziad CBRNE Company organization to be upgraded to a detachment or battalion, proposing optimal budget support, equipping special equipment for CBRNE, and increasing the human capacity resources of Pusziad CBRNE Company personnel. Therefore, against the backdrop of increasing perceptions of biological threats in Indonesia, Pusziad CBRNE Company needs to improve its organization, personnel capabilities, and equipment, so that Pusziad CBRNE Company has reliable capabilities supported by a proportional organization with professional personnel and sophisticated equipment.Keywords: Nuclear biology and chemistry (CBRNE), Biological Threats, Covid-19 Pandemic, Capabilities and Strategie

    MARITIME SECURITY INCREASES DEFENSE DIPLOMACY IN THE WORLD MARITIME AXIS FRAMEWORK

    Get PDF
    President Jokowi, in his vision of the World Maritime Axis, wants Indonesia to return to its nature as a maritime country, where Indonesia is the largest archipelagic country in the world which occupies a strategic position between the Indian Ocean and the Pacific Ocean The two oceans constitute a global trade crossing route which is the driving force of the world economy Indonesia's geographic existence between the two oceans benefits Indonesia geo-economically and geostrategically Moreover, Indonesia's territory also includes the Malacca Strait and the Singapore Strait, which are the two busiest routes globally, making threats and challenges that have their maritime dimensions for Indonesia Ensuring maritime security in national and regional waters is an absolute thing for Indonesia to support global economic stability by trading various commodities in these sea routes In dealing with cross-border maritime security threats, handling by one country is not possible because it is related to the territorial sovereignty of another country, so defense diplomacy becomes one of the main pillars in the development of maritime security in Indonesia Implementing defense diplomacy in addressing maritime security disturbances will gradually increase defense capabilities This article discusses the importance of maritime security in improving Indonesia's defense diplomacy within the framework of the World Maritime Axis, with qualitative research using the content analysis method In discussing this issue, he refers to the maritime security approach and the concept of defense diplomacy

    STRATEGI PENGGUNAAN HELIKOPTER TNI AU GUNA MENDUKUNG PENANGGULANGAN BENCANA ALAM DI INDONESIA

    No full text
    Alat angkut udara TNI yaitu helikopter memiliki keunggulan kecepatan yang lebih tinggi dan jangkauan yang luas di segala medan bencana alam. Dengan keterbatasan yang dimiliki TNI baik dari segi kemampuan dan jumlah helicopter yang dimiliki, diperlukan strategi penggunaan helikopter milik TNI bisa dioptimalkan untuk mendukung penanggulangan bencana guna menyelamatkan lebih banyak korban jiwa dan meminimalisir kerugian sehingga mampu meningkatkan stabilitas keamanan nasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan data yang diperoleh dari teknik wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kondisi penggunaan helikopter TNI dalam rangka mendukung penanggulangan bencana alam masih belum optimal dan masih perlu ditingkatkan dan didukung kelengkapannya guna pencapaian keberhasilan operasi. Strategi Optimalsasi Penggunaan Helikopter TNI Pada Penanggulangan Bencana Alam bertujuan untuk mendukung pertahanan berlapis dengan memanfaatkan kelebihan dari pesawat helikopter yang dapat digunakan untuk tugas tempur, tugas angkut, tugas penyelamat dan tugas dukungan dengan maksimal. Adapun cara-cara yang dilakukan adalah Peningkatan Kekuatan dan Kemampuan Operasional Pesawat Helikopter TNI;Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia yang Mengawaki Pesawat Helikopter TNI; Peningkatan dukungan Sarana Prasarana Pendukung Operasional Pesawat Helikopter TNI; Peningkatan Kapabilitas Organisasi yang Mengoperasikan Pesawat Helikopter TNI

    IMPLEMENTASI KEBIJAKAN IMBAL DAGANG KANDUNGAN LOKAL DAN OFSET (IDKLO) DALAM PENGADAAN MERIAM 155 MM CAESAR UNTUK MENDUKUNG PERTAHANAN NEGARA

    Get PDF
    Sistem pertahanan negara membutuhkan ketersediaan alat peralatan pertahanan dankeamanan. Untuk memenuhi kebutuhan serta kemandirian industri pertahanan dalam negeri, makapemerintah berusaha meningkatkan kemampuan industri pertahanan melalui mekanisme imbaldagang, kandungan lokal dan ofset (IDKLO). Pada pengadaan Meriam 155 mm Caesar melaluikebijakan IDKLO, masih diperlukan keberlanjutan adanya program pengembangan yang mampumemenuhi local content sehingga industri pertahanan dalam negeri dapat membuatnya sendiri.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui implementasi kebijakan Imbal Dagang Kandungan Lokal(IDKLO) pengadaan meriam 155 mm Caesar, kendala apa yang dihadapi serta bagaimana upayauntuk menghadapinya. Proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara danstudi pustaka. Proses analisa data dilakukan dengan triangulasi menggunakan pendekatan teoriimplementasi kebijakan Edward III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakanImbal Dagang Kandungan Lokal dan Ofset (IDKLO) pengadaan Meriam 155 mm Caesar sudahdilaksanakan sebagaimana ketentuan pada peraturan perundang-undangan serta berdasarkanperspektif birokrasi, sumber daya, disposisi/ pelaksana maupun komunikasi. Kendala implementasikebijakan IDKLO pada pengadaan meriam 155 mm Caesar untuk mendukung pertahanan negaraadalah masih perlu adanya penguasaan teknologi KLO Meriam 155 mm Caesar yang perlu dilakukanoleh industri dalam negeri serta perlunya sumber daya pertahanan yang saling terintegrasi. Adapunupaya menghadapi kendala implementasi kebijakan IDKLO pada pengadaan meriam 155 mm Caesaradalah dengan meningkatkan kemampuan sumber daya pertahanan serta menambah personelnegosiator supaya output ToT melalui ofset dapat terlaksana sebagaimana mestinya dalammendukung sistem pertahanan negara.Kata Kunci: Birokrasi, disposisi, IDKLO, komunikasi dan sumber day

    Analisis Strategi Peningkatan Semangat Bela Negara Anggota Gerakan Pramuka Melalui Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

    Get PDF
    Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGS) sebagai agenda global tentu saja menjadi tanggungjawab setiap negara. Pelaksanaan pembangunan berkelanjutan penting untuk dilaksanakan karena kondisi ketidaksinambungan pembangunan sosial, ekonomi dan lingkungan hidup terjadi. Pelaksanaan SDGs di Indonesia dapat dilakukan melalui instansi pemerintahan dan organisasi. Salah satu organisasi yang dapat melaksanakan program-program global adalah Gerakan Pramuka. Sebagai wujud tanggungjawab kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai dengan janji pramuka, maka dalam proses peningkatan semangat bela negara anggota pramuka dapat dilakukan dengan pendidikan kepramukaan yang berlandaskan pada program global seperti SDGs. Artikel ini ditulis berdasarkan hasil penelitian kualitatif dengan menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SDGs sebagai strategi dalam meningkatkan semangat bela negara dengan indikator ends, ways, dan means merupakan hal penting yang dapat digunakan dalam meningkatkan semangat bela negara anggota pramuka. Ends atau tujuan dari Gerakan Pramuka yaitu membantu pemerintah dalam pembentukan dan pembinaan watak/karakter anggota pramuka dalam menjalankan kehidupan di bumi dan memiliki keterampilan dan ketahanan diri untuk dapat menjaga alam semesta dari kerusakan dan ancaman lainnya sebagai bentuk pengamalan nilai-nilai bela negara. Ways yang digunakan yaitu menyelaraskan kurikulum pendidikan kepramukaan dengan program-program SDGs. Means yang digunakan yaitu meningkatkan kapasitas SDM anggota dewasa dan anggota muda Gerakan Pramuka serta melaksanakan kegiatan-kegiatan kepramukaan yang mengarah kepada program-program SDGs. Proses peningkatkan semangat bela negara anggota pramuka memiliki faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan strategi SDGs diantaranya yaitu budaya organisai, struktur organisasi, dan sumber daya organisasi

    PEMBINAAN KESADARAN BELA NEGARA DALAM MENDUKUNG PERTAHANAN NEGARA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penyelenggaraan program Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) di Badiklat Kemhan RI dalam mendukung pertahanan negara. Data dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi. Data yang didapat selanjutnya dianalisis dengan menggunakan model evaluasi context, input, process, product (CIPP). Masing-masing elemen CIPP tersebut dianalisis kondisi aktualnya untuk selanjutnya dari setiap komponen tersebut dikombinasikan untuk menghasilkan suatu kesimpulan dari keseluruhan penyelenggaraannya. Hasil penelitian antara lain:  hasil temuan dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan program PKBN sesuai dengan kriteria evaluasi yaitu berorientasi pada undang-undang atau kebijakan pemerintah dan mempunyai tujuan dan sasaran yang jelas sesuai visi dan misi dari Kemhan RI. Melakukan penelitian atas struktur organisasi, kurikulum, sumber daya manusia, dukungan anggaran serta prosedur penyelenggaraan PKBN ; Aspek yang dievaluasi  yaitu : a. perencanaan  bahwa Badiklat Kemhan RI  telah membuat suatu perencanaan pembentukan kader bela negara, b. pelaksanaan   pembentukan kader bela negara dilaksanakan dalam bentuk diklat, metode yang digunakan ceramah, sosialisasi, diskusi dan latihan lapangan, dan c. pengawasan terdapat kesesuain antara kriteria evaluasi dengan hasil temuan hal ini ditunjukan dengan adanya pengawasan yang dilakukan internal Pusdiklat Bela Negara, Badiklat dan Itjen Kemhan RI serta BPK RI. Terbentuknya sejumlah kader bela negara yang berasal dari tiga lingkungan yaitu lingkungan pendidikan, lingkungan pekerjaan dan lingkungan pemukiman, selanjutnya kader-kader bela negara tersebut diharapkan untuk dapat mensosialisasikan sekaligus mengamalkan nilai-nilai bela negara sehingga keberadaan mereka dapat memberikan dampak pada pengamalan nilai-nilai bela negara bagi masyarakat

    SINERGITAS KOMISI NASIONAL HAM DENGAN KEJAKSAAN RI DALAM PENANGANAN PERKARA HAM BERAT TIMOR-TIMUR GUNA MEMPERKUAT KONTRIBUSI PENANGKALAN DIBIDANG HUKUM TAHUN 1999

    Get PDF
    Komnas HAM dan Kejaksaan RI merupakan dua lembaga yang independen dan memiliki visi yang hamper sama, kedua lembaga tersebut sebagai kekuatan pertahanan nirmiliter harus bersinergi untuk melindungi HAM dan Kedaulatan Hukum, sebagaimana amanat UU RI  Nomor 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara bahwa dalam penegakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, keselamatan bangsa dari segala ancaman harus dilaksanakan secara semesta dengan cara dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total, terpadu, terarah dan berlanjut. Dalam menghadapi ancaman non militer berdimensi legislasi dan hukum, Komnas HAM dan Kejaksaan RI adalah komponen utama dengan dibantu oleh komponen lain untuk menghasilkan daya tangkal pada situasi tertentu. Apabila pelanggaran HAM Timor-timur 1999 tidak diselesaikan melalui mekanisme hukum nasional, maka akan diambil alih oleh mekanisme hukum internasional, sehingga membawa dampak yang tidak baik pertahanan negara khususnya kedaulatan hukum. Tujuan penelitian Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain fenomenologi dan teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi untuk dianalisa menggunakan triangulasi. Hasil penelitian sinergitas kedua lembaga dari aspek komunikasi dan koordinasi sudah baik namun hambatannya masih ada perbedaan pemahanan atas penerapan regulasi UU Nomor 26 tahun 2000 tentang Pengadilan HAM, sehingga  kontribusinya terhadap penangkalan dibidang hukum sudah memuaskan, tetapi tidak sepenuhnya, ditandai dengan pengaruh intervensi pihak lain. , sehingga disimpulkan komunikasi dan koordinasi sudah berjalan namun masih bersifat respectful belum meningkat menjadi synergistic, masih adanya intervensi pihak lain terhadap warga negara Indonesia sedangkan penyelesaian hukum HAM Berat Timur-timur tahun 1999 sudah selesai melalui mekanisme hukum nasiona

    KETAHANAN ENERGI NASIONAL BERDASARKAN DIMENSI SUSTAINABILITY DALAM MEMPERKUAT PERTAHANAN NEGARA

    Get PDF
    Pengukuran indeks ketahanan energi yang sudah digunakan saat ini, seperti oleh DEN adalah dengan konsep 4A, atau mencakup availability, accessibility, affordability, acceptability. Pada prodi Ketahanan Energi konsep ketahanan energi adalah 4A + 1S, yaitu tambahan dimensi sustainability. Namun, hingga saat ini belum ada indikator terukur untuk mengukur dimensi sustainability tersebut sehingga penulis meneliti permasalahan ini dengan tujuan untuk: (1) menentukan indikator yang relevan pada dimensi sustainability dalam pengukuran ketahanan energi; (2) menganalisis kondisi keenergian nasional berdasarkan konsep ketahanan energi nasional tersebut; dan (3) menganalisis pengaruh sustainability dalam indeks ketahanan energi nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain penelitian kuasi kualitatif. Secara umum, penelitian ini terdiri 3 tahapan yaitu penentuan indikator sustainability, pembobotan dengan menggunakan Analitycal Hierarchy Proccess (AHP) dan penilaian indikator. Berdasarkan studi literatur dan diperkuat hasil wawancara expert di sektor energi, ditentukan indikator pada dimensi sustainability yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: (1) intensitas karbon, (2) produksi listrik dari energi terbarukan, (3) efisiensi penyediaan tenaga listrik, (4) teknologi, (5) luasan hutan. Hasil pengukuran yaitu dengan konsep 4A+1S didapat adalah 6,34 atau dalam kondisi tahan dalam skala ketahanan energi. Sustainability memiliki pengaruh positif sebesar 0,04 dalam indeks ketahanan energi apabila dibandingkan dengan konsep 4A.Kata Kunci: indeks ketahanan energi, ketahanan energi, sustainability, intensitas karbon, teknolog

    PICTURE INTERPRETATION IN CONTEXT OF A.P.I AND POWER: AUSTRALIA, CHINA, US INTERACTION IN INDO-PACIFIC REGION

    Get PDF
    In recent times, the Indo-Pacific region is one of the most dynamic with newly rising and developing powers. Rivalry within the region, which has stemmed from border issues to cultural issues within nations, sets the region to be one of the most volatile ones. Its dynamics along with its abundance of resources has caught the attention of major powers to gain influence in the region, including the People’s Republic of China, Australia, and The United States. In depicting tense political situations, satirical cartoons are one of the most popular media to be used in publications. This paper conducts a semiotic analysis towards one of these cartoons which can be interpreted to depict the recent developments regarding major power rivalry within the region. Relating to the concept of balance of power, the analysis will be used to further explain the actions and history of interactions between these powers in the region along with their future motivations

    993

    full texts

    1,215

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇