Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
Not a member yet
1215 research outputs found
Sort by
POTENSI PEMANFAATAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GELOMBANG LAUT DI PERAIRAN SELATAN PULAU JAWA DALAM MENDUKUNG KETAHANAN ENERGI
Energi fosil masih sangat mendominasi dengan proporsi 91%. Mengingat ancaman krisis iklim yang kian nyata, komitmen untuk mereduksi jumlah emisi yang dilepas ke lingkungan perlu dilakukan. Salah satu langkah penghindaran emisi adalah transisi energi ke energi bersih. Sebagai negara maritim, energi laut menjadi salah satu sumber energi terbarukan yang tersedia dalam jumlah besar di Indonesia namun belum banyak dimanfaatkan. Diapit oleh dua samudera, Indonesia memiliki potensi energi gelombang laut yang besar. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi pemanfaatan pembangkit listrik tenaga gelombang laut di Perairan Selatan Jawa, menganalisis kendala pengembangan pembangkit listrik tenaga gelombang laut di Perairan Selatan Jawa, dan menganalisis upaya untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian dilakukan dengan desain kuasi kualitatif dengan berbatas pada kajian teknis. Hasil yang didapat menyimpulkan bahwa Perairan Selatan Pulau Jawa memiliki Potensi Energi Gelombang Laut yang cukup besar. Pengembangan PLTGL di Selatan Pulau Jawa juga menghadapi beberapa kendala namun masih potensial untuk dikembangkan dengan beberapa strategi mengingat sumber daya yang tersedia cukup besar.Kata Kunci: Energi Laut, Gelombang Laut, Ketahanan Energi, PLTGL, Transisi Energ
LOGISTIC SUPPORT IN ORDER TO GUARANTEE THE OPERATIONAL READINESS ON PEACE KEEPING OPERATION IN LEBANON (CASE STUDY ON MECHANIZED BATTALION TASK FORCE XXIII-M 2018-2019)
Dalam melaksanakan tugasnya di Lebanon, kesiapan operasional Satuan tugas Yonmek XXIII-M harus senantiasa dalam kondisi baik. Hal tersebut tidak terlepas dari peran dukungan logistik yang dilakukan oleh TNI. Tetapi, hasil Operational Readiness Inspection TW I Tahun 2019 menunjukkan bahwa persentase tingkat kesiapan operasional hanya 38%. Atas dasar tersebut, artikel ini ingin melihat efektivitas organisasi dan personel yang terlibat dalam pelaksanaan dukungan logistik serta strategi dukungan logistik yang digunakan dalam rangka menjamin kesiapan operasional Satuan tugas dengan menggunakan metode kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa dukungan logistik dalam rangka menjamin kesiapan operasional Satuan tugas masih perlu dioptimalkan lagi dengan melakukan langkah-langkah antara lain: (1) mengoptimalkan pemanfaatan pendidikan dan latihan yang diselenggarakan oleh GPOI (Global Peace Operation Initiative); dan (2) perubahan metode dukungan logistik serta penyederhanaan jalur birokrasi logistik.Kata Kunci : Dukungan Logistik, Kesiapan Operasional, Misi Pemeliharaan Perdamaian
STRATEGY FOR INTEGRATED LAND INFORMATION SYSTEM NETWORK ARRANGEMENTS FOR THE INDONESIAN NATIONAL ARMY
In the era of globalization and information as it is today, and easily accessible data and information management system has become a necessity. Data and information containing ideological, political, economic, socio-cultural, and security aspects are urgently needed to manage national defense policies in order to be able to manage data and information in accordance with the interests of the system, which requires an integrated information network that can collect and manage and regulate the use of data and information. Information according to defense needs. The purpose of this study was to analyze the Strategy for Networking the Integrated Ground Defense Information System, a phenomenological qualitative research method accompanied by data collection techniques of observation, interviews, and documentation studies. The results showed that the TNI AD information system network was not well organized and not integrated where it was found that there were still ranks of the TNI AD that had not been reached by the information system network, then the number of units in the TNI AD was presented, the allocation of internet support for information system purposes was very important. The limited data transmission process, with the non-integration of the information system in the Indonesian Army, resulted in data and information being unable to be shared between data users. The conclusion from this research is that the current Information System Network Arrangement is not optimal, so the Strategy for the Integrated Ground Defense Information System Network Arrangement is carried out with a plan which includes the preparation of an information system title roadmap, the preparation of standards, and the use of independent data, the development of which includes doctrine, personnel, and structure. Organizing and strengthening Infrastructure, which includes the arrangement of LAN and WAN as well as information system network security, including background, objectives, design/methodology/approach, and results/conclusions.Keywords: strategy, structuring, Information System Network, integrate
ASPEK GEOSTRATEGI PADA SELAT SUNDA DALAM MENCAPAI VISI POROS MARITIM DUNIA
Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada titik persilangan antara benua Asia dan Australia, serta samudera Hindia dan Pasifik. Indonesia juga merupakan negara yang memiliki luas wilayah perairan 3.273.810 km2 dan juga empat titik strategis atau choke points yang dilalui oleh kapal-kapal perdagangan asing. Salah satu dari titik strategis tersebut adalah Selat Sunda yang merupakan salah satu peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi pusat industri perdagangan serta pelayaran maritim dunia. Dilihat dari aspek geostrategi, kondisi serta konstelasi geografi pada Selat Sunda mendukung tercapainya visi Republik Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Artikel ini menggunakan metode penelitian literature review dengan mengumpulkan serta menggunakan data-data yang didapatkan dari artikel, jurnal, serta buku. Dengan melakukan review pada data-data yang berhasil dikumpulkan maka dapat dilihat bahwa Selat Sunda yang dilihat melalui aspek geostrategi dapat mendukung tercapainya visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia
2nd AIR SCADRON STRATEGY INCREASING SUPPORT OF AIR DEFENSE OPERATIONS THROUGH WEATHER MODIFICATION TECHNOLOGY
The involvement of the Indonesian Air Force in Weather Modification Technology Operations is part of Military Operations Other than War. Along with the rapid development of technology in the field of Weather Modification which makes the use of this technology easier. One of the benefits of Operation Weather Modification Technology is to support Air Defense Operations. However, in several implementations there are several obstacles encountered, the Air Squadron is not yet equipped with a sophisticated weather radar. Today's weather radar requires a technology upgrade. The 2nd Air Squadron had problems carrying out TMC Operations at night. In order for the use of Weather Modification Technology to be used optimally for military operations and able to support air defense operations, an effective and efficient strategy is needed. The purpose of this study is to analyze the main obstacles, the implementation of Air Defense Operations, possible air threats and strategies to increase support for air defense operations through the use of Weather Modification Technology by the Air Squadron 2. The research method used is a qualitative case study design. Theories used include strategy, air power, weather manipulation and air defense operations. The results of this study are the main obstacles encountered related to the use of Air Squadron TMC are weather conditions, lack of raw materials and inadequate equipment. The conditions for the implementation of air defense operations are not optimal and there are several threats that can arise in the Indonesian air sovereignty area. The strategy used to achieve the goal is to overcome existing obstacles and improve the ability of the Air Squadron 2 through existing instruments. The conclusion of this study is that threats to air sovereignty can be anticipated by optimizing the Air Squadron 2's weather modification capabilities.Keywords : 2nd Air Squadron Ability, Air Defense Operations, Utilization, Strategy, Weather Modification Technolog
KAJIAN POTENSI PENGEMBANGAN MATERIAL KOMPOSIT BERPENGUAT BAHAN ALAM UNTUK DIAPLIKASIKAN SEBAGAI BODY ARMOR
Salah satu jenis komposit yang saat ini mengalami perkembangan yaitu pemanfaatan serat alam sebagai salah satu jenis bahan penyusun komposit. Di indonesia tumbuh berbagai macam tanaman, yang dapat dimanfaatkan seratnya sebagai penguat komposit. Pemanfaatan serat alam ini salah satunya dikarenakan, serat alam merupakan bahan yang bersifat biodegredable/bisa didaur ulang. Dengan mampu mengetahui komposisi, dan karakteristik dasar pada material komposit berbahan dasar serat alam, maka dapat dijadikan sebagai dasar penelitian untuk kedepannya. Metode yang digunakan dalam beberapa penelitian pemanfaatan serat alam merupakan metode eksperimen dengan beberapa tahapan meliputi pembuatan specimen, dilanjutkan dengan pengujian seperti uji impak, uji tarik maupun uji balistik. Paper ini disusun untuk mereview tentang pengembangan serat alam sebagai bahan body armor sehingga dapat dijadikan sebagai panduan dalam penelitian lebih lanjut
Pembentukan Karakter Siswa Sma Dalam Mendukung Sumber Daya Manusia Pertahanan: Studi Tentang Pembentukan Karakter Di Sma Taruna Nusantara Melalui Pendidikan Berbasis Kurikulum Khusus
Penerapan Pendidikan Karakter (PPK) pada Kurikulum 2013, Indonesia masih jauh dalam pembentukan karakter. Hal tersebut ditandai dengan banyaknya kasus yang terjadi dan mencoreng pendidikan di Indonesia. Seharusnya, pendidikan di sekolah dianggap memegang peranan penting dalam pembentukan karakter sehingga sekolah harus dapat mengintegrasikan kurikulum pendidikan dengan pembentukan karakter. Salah satu sekolah yang menerapkan pembentukan karakter yang berorientasi pada sikap nasionalisme dan cinta tanah air ialah SMA Taruna Nusantara. SMA Taruna Nusantara menyusun Kurikulum Khusus untuk mendampingi Kurikulum Nasional yang telah disusun oleh pemerintah. Penelitian ini difokuskan pada pembahasan terkait dengan pendidikan berbasis Kurikulum Khusus yang didalamnya akan ditelaah mengenai pembentukan karakter siswa didasarkan pada tiga aspek tri wawasan yakni Kebangsaan, Kejuangan, dan Kebudayaan. Tulisan ini ditulis dengan tujuan untuk menganaslisis pembentukan karakter melalui wawasan kebangsaan, wawasan kejuangan, dan wawasan kebudayaan yang diterapkan oleh SMA Taruna Nusantara dalam mendukung sumber daya manusia pertahanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori pertahanan negara, manajemen pertahanan dan sumber daya manusia pertahanan, bela negara, pendidikan berbasis kurikulum khusus serta karakter. Kemudian dalam proses pengumpulan data dilaksanakan dengan melakukan wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dimulai dari pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dengan metode kualitatif pada proses pembentukan karakter siswa SMA dalam mendukung sumber daya manusia pertahanan, nilai karakter yang dibangun melalui wawasan kebangsaan, kejuangan, dan kebudayaan meliputi cinta tanah air dan semangat kebangsaan, demokratis, peduli lingkungan, gigih, tangguh, pantang menyerah, disiplin, berani, tanggung jawab, mandiri, rela berkorban, toleransi, santun, dan tertib
PENGELOLAAN DATA SURVEI DAN PEMETAAN HIDRO-OSEANOGRAFI PADA PUSAT HIDRO-OSEANOGRAFI TNI ANGKATAN LAUT DALAM MENDUKUNG EKONOMI PERTAHANAN
Dalam perekonomian global dan perdagangan transportasi laut merupakan salah satu angkutan yang sangat dibutuhkan, 90% dari jalur perdagangan dunia diangkut melalui laut dan 40% dari perdagangan tersebut melalui perairan Indonesia. Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut atau Pushidrosal mempunyai tugas dalam menyelenggarakan operasi survei pemetaan Hidro-Oseanografi militer maupun nasional yang meliputi survei, penelitian, pemetaan hidros, publikasi, penerapan lingkungan laut, dan keamanan navigasi pelayaran dan menyiapkan data dan informasi wilayah perairan dan otoritas nasional dalam rangka mendukung kepentingan TNI maupun publik untuk pertahanan negara dan pembangunan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang peran Pusat hidro-oseanografi TNI AL dalam pengelolaan data survei dan pemetaan hidros meliputi upaya dan strategi Pushidrosal dalam penyediaan data yang akurat, akuntabel dan update, guna mendukung ekonomi pertahanan. Metode penelitian yang digunakan merupakan pendekatan deskriptif kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan yaitu kepustakaan (library research), teknik berupa pengumpulan data yang berkaitan dengan obyek penelitian atau pengumpulan data yang bersifat kepustakaan, hasil penelitian pengelolaan data survei dan pemetaan hidros yang berhubungan dengan instansi lain yang memerlukan survei dan pemetaan hidros dengan menghasilkan produk publikasi berupa peta laut dan buku-buku nautika yang dibutuhkan dalam pelayaran di daerah laut Indonesia, pembangunan pelabuhan, pengembangan infrastruktur di laut dan pantai, perencanaan lingkungan laut yang akan diterapkan, pertahanan pesisir dan pulau-pulau serta penetapan batas maritim. pengelolaan data survei dan pemetaan hidros memiliki peran penting dalam kegiatan ekonomi serta dalam menjaga pertahanan negara dalam pengelolaan data survei hidros memerlukan strategi dan upaya dalam penyediaan data yang akurat, akuntabel dan update
ASEAN'S RESPONSE TO DRUG CRIME
Perdagangan narkoba atau drugs trafficking merupakan isu yang menganggu keamanan nontradisional, serta mengancam stabilitas sebuah negara. Karena dengan banyaknya sindikat perdagangan ilegal obat-obatan terlarang tersebut, menandakan banyaknya pula para pengguna yang menjadi korbannya. Tentunya masalah seperti ini menimbulkan keresahan dan kekhawatiran negara, karena hal ini bisa menjadi penyebab pemerosotan moral generasi penerus bangsa. Masalah terbesar yang dihadapi dari penyalahgunaan narkoba ini salah satunya karena praktik penyelundupan yang masih bisa lolos dari jangkauan. Perdagangan narkoba kini bukan hanya menjadi masalah domestik saja, karena di dalamnya lebih banyak melibatkan banyak negara atau yang disebut dengan transnasional. Bahkan di berbagai negara kawasan Asia Tenggara, produksi, perdagangan hingga penyalahgunaan narkoba masih cukup besar. Sehingga hal ini berubah menjadi masalah non tradisional yang harus diberantas secara bersama-sama dengan mengandalkan berbagai lembaga atau organisasi berwenang, salah satunya ASEAN (Association of Southeast Asian Nations). Dan melalui penelitian ini, peneliti ingin melihat bagaimana upaya ASEAN dalam menghadapi situasi yang pelik ini, ditinjau menggunakan etode pengumpulan data kepustakaan dan analisis konten, serta dihubungkan dengan teori sekuritas. Dari pengumpulan data dan analisis konten yang dilakukan, peneliti menyimpulkan bahwa kasus darurat narkoba merupakan ancaman yang dapat menyeret berbagai sektor secara luas, tidak hanya pada keamanannya saja. Dari berbagai upaya yang telah dilakukan, terlihat bahwa ASEAN memandang darurat narkoba marupakan masalah yang harus ditindak secara cepat, meluas, dan berkelanjutan. Bahkan tidak dipungkiri meskipun berbagai usaha pemberantasan narkoba telah banyak dilakukan melalui berbagai cara, namun masih ada sajagerak-gerik sindikat narkoba yang masih meresahkan. Oleh karena hal ini, kiat memerlukan regulasi dan resolusi yang lebih terarah lagi sesuai dengan tingkat urgensi yang dialami
STRATEGI PERTAHANAN LAUT DALAM MENGHADAPI ANCAMAN PASCA TERBENTUKNYA QUAD
Secara resmi pembicaraan keselamatan Segi-4, Kerjasama segi-4 diawali dengan kerjasama lapang selepas tidal wave Samudera Hindia 2004 sangat memusnahkan, Dari ke-4 negara yang bersama untuk membantu dalam misi kemanusian dan bencana ke wilayah yang terimbas dari bencana tersebut. Itu disahkan oleh eks pemimpi Jepang Shinzo Abe tahun 2007, selanjutnya tidak berperan selama nyaris 1 dasawarsa, lebih-lebih di saat kecemasan Australia maka keterlibatan saat blok itu bakal mengusik Cina. Fakta pertahanan ini dihidupkan kembali tahun 2017, itu mencontohkan perubahan sikap di wilayah terhadap dampak Cina yang bertambah luas. Walau presiden Donal Trump dan Joe Biden menilai QUAD menjadi tujuan untuk meletakkan terutama pada kawasan samudera hindia,, terlebih menjadi penyeimbang bagi pengaruh Cina. Maka penggung jawab Quad melakukan pembicaraan resmi per-1 pada tahun 2021 dan berdialog Kembali secara online pada bulanke-3. Menghadapi proyeksi militer atau menganggap QUAD sebagai langkah penyeimbang karena integritas tegas China perairan China Selatan. Secara geografis dan politik Indonesia adalah aktor utamanya karena terletak di tengah-tengah wilayah komplik . Artikel ini meneliti bagaimana seharusnya strategi pertahanan laut Indonesia dalam menghadapi ancaman yang ditimbulkan oleh QUAD di tingkat kawasan. peneliti menganalisa pentingnya membangun kemampuan nasional kami sendiri untuk mencegah ancaman kedepan baik dengan penyabaran pasukan TNI maupun meningkatkan kemampuan industri pertahanan. Penyebaran pasukan dan Industri pertahanan menemukan berpengaruh dalam situasi ini. peneliti menawarkan agar Indonesia meletakkan pasukan TNI diposisi-posisi strategis dan kesinambungan bidang industri pertahanan nasional sebagai agenda utama strategi kerawanan keamanan saat ini dan masa depan