Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
Not a member yet
1215 research outputs found
Sort by
SRI LANKA’S STRATEGIC LOCATION AND FOREIGN POLICY RESPONSE TOWARDS INDIA AND US ON CHINESE INVESTMENTS IN SRI LANKA
Sri Lanka is a small state strategically placed between two powerful States India and China, the island nation is significant for India as its closest maritime neighbor and on the other hand China has become an all-weather friend to Sri Lanka who has not interfered into the internal political issues and a supporting character in international politics. Sri Lanka has been sandwiched between the great power politics of these powerful nations since the U.S. is carrying out its strategy using the strategic alliance of the United States, India, UK, Japan, and Australia to counter the growing influence of China. Most importantly, Sri Lanka being a small state, having balanced relations with the big powers is effective to foster the development goals of the countries. Having understood this paper discusses Sri Lanka’s strategic location and foreign policy response towards India and United States on Chinese investments in Sri Lanka. This paper further discusses external and internal factors, core issues, and intentions of above mentioned powerful nations and Sri Lankan foreign policy towards these powerful nations by fostering closer ties in world politics with two regional giants and the United States
DEFENSE DIPLOMACY OF INDONESIAN AND SAUDI ARABIA AS A DEVELOPMENT OF INDONESIAN MILITARY STRENGTH
This article explains the cooperative relationship in the defense sector between Indonesia and Saudi Arabia. Diplomatic relations between the two countries are well established. Saudi Arabia and Indonesia have a relationship with each other in carrying out their foreign policy. The method used in this research is descriptive analytical method and defense diplomacy approach as a means to elaborate the discussion. After doing research, it can be concluded that in carrying out political policies, especially foreign countries, these two countries have a cooperation program in the defense sector. This cooperation program in the defense sector is a diplomatic effort of the two countries to strengthen national security. Defense diplomacy carried out by Indonesia against Saudi Arabia includes the exchange and education of military soldiers, in the fields of technology and humanitarian missions. Diplomatic relations with Saudi Arabia are the main attraction for Indonesia, considering that Indonesia has national interests with Saudi Arabia both in the defense sector and in other fields
NUCLEAR POWERED WARSHIP, DOES INDONESIA NEED IT?
The regional security environment is heating up due to the formation of defense cooperation between Australia, America and Britain (AUKUS) with their first agreement, namely the procurement of nuclear-powered attack submarines for Australia from the US. Through the Minister of Foreign Affairs, Indonesia expressed that Indonesia is concerned about the decision because it could disrupt regional security stability and also lead to an arms race. However, this nuclear-powered submarine has many advantages that conventional diesel-powered submarines do not have. Actually, what is a nuclear-powered submarine? Which countries have used it? And does Indonesia also need submarines or other nuclear-powered warships? These three questions will be discussed in research using qualitative methods by considering previous research and international law related to maritime affairs and defense. Although Indonesia needs modernization of defense equipment to be able to balance its power with regional countries, there are many considerations if the modernization is carried out by procuring nuclear-powered submarines, ranging from costs, human resources, facilities, Indonesian principles to applicable international law
IDENTIFIKASI KERENTANAN SEISMIK KAWASAN RINDAM ISKANDAR MUDA UNTUK PENATAAN RUANG WILAYAH PERTAHANAN
Resimen Induk Daerah Militer Iskandar Muda (Rindam Iskandar Muda) di provinsi Aceh merupakan salah satu objek vital pertahanan yang memiliki satuan jajaran yang terdiri dari: Sekolah Calon Tamtama (Secata), Sekolah Calon Bintara (Secaba), Depo Pendidikan Kejuruan (Dodikjur), Depo Pendidikan Bela Negara (Dodik Bela Negara). Secara geologi kawasan Rindam Iskandar Muda berada di atas sesar (patahan) Aceh yang merupakan area potensi sumber kegempaan. Selain itu, sesar (patahan) Seulimum yang berada di timur dan zona subduksi yang berada di barat kawasan Rindam Iskandar Muda juga merupakan area-area potensi sumber utama kegempaan dari skala yang kecil hingga skala yang besar. Dengan adanya pengembangan pembangunan dan infrastruktur yang berkesinambungan di kawasan Rindam Iskandar Muda maka salah satu upaya peningkatan mitigasi bencana gempabumi yaitu dengan pengetahuan terkait kondisi lapisan sedimen dan responnya terhadap gempabumi yang terjadi. Kajian mikrotremor melalui metode Horizontal to Vertical Spectrum Ratio (HVSR) dapat mengetahui karakteristik lapisan sedimen. Penelitian ini memiliki tujuan dalam mengidentifikasi frekuensi dominan (fo), faktor amplifikasi (A) dan indeks kerentanan seismik (Kg) berdasarkan hasil interpretasi kurva HVSR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan Rindam Iskandar Muda memiliki rentang nilai frekuensi dominan antara 0.33 Hz hingga 11.6 Hz dengan variasi faktor amplifikasi antara 1.43 hingga 4.32 dan indeks kerentanan seismik antara 0.34 hingga 7.77. Berdasarkan manifestasi rentang frekuensi dominan tersebut, 55 % kawasan Rindam Iskandar Muda berada di atas permukaan tanah yang memiliki ketebalan lapisan sedimen lebih dari 30 meter. Ditinjau dari faktor amplifikasi lebih dari 77 % area Rindam Iskandar Muda berada dalam kategori rendah hingga sedang. Zona dengan indeks kerentanan seismik 6 hingga 7.7 berada nyaris melingkar melingkupi kawasan Rindam Iskandar Muda. Validitas terhadap varibael indeks kerentanan seismik memiliki akurasi yang tinggi dengan data-data visual di lapangan yaitu berupa tingkat keretakan dinding bangunan
KONSEP PEMBANGUNAN TEKNOLOGI PERTAHANAN CYBER SECURITY BERBASIS SIX WARE FRAMEWORK DI MARKAS KOMANDO PANGKALAN TENTARA NASIONAL INDONESIA ANGKATAN LAUT PALU
Teknologi informasi dan komputer di Mako Lanal Palu selalu berkaitan dengan cyberspace. Instansi Militer adalah bagian integral yang paling utama dari kemampuan pertahanan suatu negara sehingga kemungkinan mendapatkan serangan siber untuk mendisrupsi proses penyelengaraan pertahanan atau mencuri data rahasia oleh aktor state maupun non-state adalah sangat tinggi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan mendeskripsikan kondisi sistem pertahanan siber di Mako Lanal Palu saat ini berdasarkan SWCS dan untuk merumuskan konsep pembangunan teknologi pertahanan sebagai pendukung cyber security di Mako Lanal Palu berdasarkan konsep SWCS. Penelitian ini menyajikan pendekatan "SWCSF" untuk memahami implementasinya sesuai karakteristik instansi pertahanan militer di Lanal Palu. Penelitian ini menggunakan metode campuran: survei dan pendekatan statistik inferensial. Pengumpulan data di lokus dengan kuesioner terhadap 21 responden dan wawancara kepada informan yang terkait di Lanal Palu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa “SWCSF” sangat cocok diterapkan di instansi pertahanan militer. berdasarkan analisis kualitatif Lanal Palu belum mampu menangani adanya ancaman/serangan siber karena belum ada bidang khusus (peta jabatan) dalam struktur organisasi Lanal Palu dan belum adanya SDM yang secara khusus berkualifikasi IT dan keamanan siber yang bertanggung jawab terkait keamanan siber dan IT serta belum ada rencana untuk program kerja dan anggaran sedangkan analisis kuantitatif kemampuan teknologi pertahanan siber berbasis SWCSF di Mako Lanal Palu dalam menghadapi ancaman siber dalam kategori baik. bahwa SWCSF memiliki keunggulan berupa kemudahan implementasi dalam mengukur kesiapan suatu organisasi terhadap ancaman/serangan siber
State defending and neo-colonialism
The development of an increasingly modern human mindset cannot eliminate the nature of domination that tends to be put forward. The provisions made are always followed by loopholes that become a way to satisfy the desire for domination. Neo-colonialism is a picture of human love for colonialism and a reminder that colonialism still exists and covered in other motivations at first. These are the reasons for this research. Totality is a comprehensive concept of togetherness to face the threat of neo-colonialism. The nature of totality becomes stronger if it is done with sincerity based on an understanding of love to the nation. Defense the country with efforts of Bela Negara (state defending), illustrate that "nation's soul" strengthening is the main element, which aims to detect and be able to overcome the threat of new colonialism. Research purpose was to analyze the efforts of state defending to face neo-colonialism, using descriptive analytic methods. The conclusion is that neo-colonialism entered in disguise and the implementation of state defending was a powerful way to counteract it. State defending must be introduced early on, through family and the surrounding environment sustainably. Including the development of state defending organization, is needed to expand coordination, interaction and monitoring
MENINGKATKAN KINERJA PRAJURIT TNI AD UNTUK MENGATASI ANCAMAN TERORISME
The threat of terrorism continues to grow and increasingly complex, the Army as a major component of national defense has the main task and is prepared to overcome these threats. However, faced with the performance of army soldiers in the field, they have not been able to carry out their main tasks optimally. Soldier's performance in terms of quality of work, quantity of work, initiative, cooperation and obedience. This study aims to analyze strategies to improve the performance of Yonif Raider 500 / Sikatan soldiers in overcoming the threat of terrorism in the region. The qualitative method was chosen as a research method with descriptive analysis technique, where the personnel of Yonif Raider 500 / Sikatan as informants and data / information in the form of reports as secondary data. From the research conducted, the results show that the performance of soldiers in conditions is quite good, but still needs to be improved so that efforts to tackle terrorism are more optimal. Steps and efforts going forward are carried out through: Increasing the knowledge of Yonif Raider 500 soldiers / Attitudes on terrorism (patterns, actions and horns); The alertness of soldiers in carrying out work that tends to be sudden; Improved communication skills and the provision of rewards and punishments so as to be able to increase obedience as well as to foster the motivation of the soldiers. The importance of the performance of the Battalion 500 Raider soldier / Sikatan, because it will be able to overcome the threat of terrorism in the region optimally
MARITIME SURVEILLANCE SYSTEM UNTUK MENDUKUNG PERTAHANAN IBU KOTA NEGARA NUSANTARA
PIndonesia adalah negara kepulauan yang berada di antara benua Asia dan Australia, serta Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Indonesia memiliki wilayah perairan dengan luas hingga 5,8 juta km2, dengan panjang garis pantai sejauh 81.000 km, memiliki lebih dari 17 ribu pulau, dengan empat titik choke points di dalamnya yang dilalui oleh kapal-kapal asing. Selain itu, Indonesia juga dilengkapi dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang terbagi menjadi tiga, yakni ALKI I, II,dan III. Sebagaimana yang diketahui, terdapat rencana pemindahan Ibu Kota Negara Nusantara yang ditindak lanjuti dengan menentukan lokasi di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Penajam Paser Utara, di Provinsi Kalimantan Timur. Letak IKN tersebut berdekatan dengan negara tetangga, yakni Malaysia dan Filipina, serta berdekatan pula dengan ALKI II yang bersifat ‘terbuka’. Dengan mengesampingkan keuntungan yang didapatkan, perlu juga dipahami bahwa terdapat potensi-potensi ancaman yang dapat hadir karena letak IKN Nusantara yang bersebelahan dengan negara tetangga dan ALKI II. Maka diperlukanlah implementasi dari Maritime Surveillance System duna mendukung pertahanan dari Ibu Kota Negara atau IKN
ANCAMAN HOAKS DITINJAU DARI STRATEGI PERTAHANAN NIRMILITER (STUDI PADA PEMILU PRESIDEN 2019)
Penyebaran hoaks pada Pemilu Presiden 2019 sangat masif dan tak terkontrol. Penyebaran hoaks ini terus meningkat seiring dengan semakin dekatnya waktu pemilihan. Pada saat mendekati hari penetapan pemenang pemilu, penyebaran hoaks bereskalasi menjadi ancaman terhadap keselamatan segenap bangsa. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, ancaman hoaks tergolong dalam ancaman nonmiliter, dan penanganannya dilakukan menggunakan strategi pertahanan nirmiliter. Permasalahan penelitian yaitu tentang Ancaman Hoaks pada Pemilu Presiden 2019 ditinjau dari perspektif Pertahanan Nirmiliter. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis Ancaman Hoaks pada Pemilu Presiden 2019 ditinjau dari perspektif Pertahanan Nirmiliter. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh dari para informan yang ditetapkan yang selanjutnya dianalisis dengan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam dari perspektif Pertahanan Nirmiliter, ancaman hoaks pada Pemilu Presiden penanganannya belum dilakukan dalam kerangka Strategi Pertahanan Nirmiliter. Hal ini dapat dilihat dari belum dilibatkannya seluruh rakyat Indonesia dam belum digunakannya seluruh sumber daya nasional yang ada dalam penanganan ancaman hoaks. Kesimpulan penanganan ancaman hoaks perlu dilakukan dalam kerangka Strategi Pertahanan Nirmiliter, sehingga penanganan hoaks akan optimal, dan hoaks yang tersebar tidak bereskalasi menjadi ancaman terhadap kedaulatan negara, keutuhan wilayah serta keselamatan segenap bangsa
Manajemen Ketahanan Pangan Melalui Program Diversifikasi Pangan Di Sumatera Utara Dalam Rangka Mendukung Pertahanan Negara
Masalah ketahanan pangan merupakan permasalahan sangat penting, di mana ketahanan pangan mengindikasikan pada ketersediaan akses terhadap sumber makanan untuk dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Diversifikasi konsumsi pangan merupakan cara alternatif yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk mendapatkan beragam sumber karbohidrat dari jenis tanaman selain beras. Tulisan ini ditulis dengan tujuan untuk analisis manajemen ketahanan pangan melaui program diversifikasi pangan yang dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Utara, dan di Perum Bulog Sumatera Utara sebagai informasi tambahan mengenai kesiapannya dalam mendata pangan lokal yang dimiliki dan memodifikasi gudangnya agar dapat menyimpan berbagai jenis pangan lokal. Tulisan ini ditulis berdasarkan hasil penelitian kualitatif dengan menggunakan desain penelitian fenomenologi. Pada penelitian ini proses pengumpulan data dilaksanakan dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui empat tahap, yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen ketahanan pangan Pemda Sumatera Utara dalam memenuhi kebutuhan pangan rakyat terdiri dari 4 fungsi, yaitu perencanaan ketahanan pangan dengan cara pengolahan pangan lokal dalam peningkatan minat masyarakat dalam konsumsi pangan lokal, pengorganisasian ketahanan pangan dengan cara pemerintah dan masyarakat bersama-sama dalam peningkatan produksi dan konsumsi pangan lokal, pelaksanaan ketahanan pangan dengan cara peningkatan ketersediaan bahan pangan sumber karbohidrat non beras dan pengembangan teknologi, serta pengawasan ketahanan pangan dilakukan dengan penyusunan peta ketahanan dan kerentanan pangan. Kendala yang dihadapi dari program diversifikasi pangan di Sumatera Utara yaitu terjadinya konversi lahan pertanian ke nonpertanian, permasalahan irigasi, dan ketergantungan masyarakat terhadap beras masih sangat tinggi