Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
Not a member yet
1215 research outputs found
Sort by
The role of indigenous institutions in achieving the state defense program in West Sumatera to support the defense of the country
The Province of West Sumatera has Minangkabau Customary Institutions, namely 19 LKAAM (Minangkabau wide Association of Village Adat Council) at the regency/city level, 179 LKAAM at the district level, and 1274 KAN at the nagari (village level) with a population of 580,232. The partnership between the LKAAM and the West Sumatera government accommodates the distribution of aspirations of indigenous communities in terms of preserving indigenous values in the community. LKAAM has a purpose in preserving Minangkabau customs and culture, to the next generation by institutionalizing and increasing community participation, to succeed regional development within the framework of national development altogether. The authors will discuss the role of indigenous institutions in achieving the state defense programs in West Sumatera to support the state defense. This following article utilize library research as the research method, obtained from various literature sources. Based on the result of the discussion, it shows that the existence of LKAAM as an indigenous institution has a strategic role in realizing a developed and independent Minangkabau community, depicting the philosophical nuances of "Adat basandi Syara' and Syara'basandi kitabullah". The local government reaps the benefits and functions of LKAAM, in accelerating regional development, especially in achieving state defense programs.
KESIAPAN KOMANDO OPERASI KHUSUS TENTARA NASIONAL INDONESIA DALAM PENANGGULANGAN ANCAMAN TERORISME UNTUK MENDUKUNG PERTAHANAN NEGARA
Terorisme menjadi ancaman bagi negara-negara di seluruh Dunia, termasuk Indonesia. Peristiwa Bom Bali menjadi titik balik penanggulangan terorisme di Indonesia dengan memberlakukan suatu kebijakan tentang pemberantasan tindak pidana terorisme. Berdasarkan kebijakan yang berlaku, terorisme tidak hanya ditanggulangi melalui prosedur tindak pidana, tetapi juga melalui operasi militer selain perang. Operasi militer selain perang ini merupakan salah satu jalan yang dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia dalam memenuhi tugas pokoknya. Komando Operasi Khusus Tentara Nasional Indonesia berperan dalam penanggulangan ancaman terorisme berdasarkan kebijakan negara. Keberadaan lembaga ini diharapkan dapat mewujudkan penanggulangan terorisme dengan keberhasilan dan kecepatan tinggi. Oleh karena itu, dibutuhkan kesiapan untuk mencapai tujuan tersebut. Akan tetapi, permasalahan dalam hal dukungan muncul sehingga kesiapan tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembangunan kesiapan awal, kendala yang dihadapi dalam pembangunan kesiapan, dan strategi untuk meningkatkan kesiapan. Metode penelitian kualitatif digunakan pada penelitian ini dengan desain penelitian deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pembangunan kesiapan awal telah terlaksana, 2) Terdapat dua kendala dalam pembangunan kesiapan, yaitu kendala dalam kebijakan dan sumber daya, 3) Peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya dapat diterapkan sebagai strategi jangka pendek, sedangkan pendidikan dan pelatihan lanjutan berdasarkan rencana kontingensi dapat diterapkan sebagai strategi jangka panjang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Komando Operasi Khusus Tentara Nasional Indonesia telah memiliki kesiapan melalui pembangunan kesiapan awal. Selanjutnya kesiapan tersebut ditingkatkan dan dijaga sesuai dengan proses produksi kesiapan, sehingga ancaman terorisme terus-menerus dapat tertanggulangi.Kata Kunci: Ancaman, Kesiapan, Koopssus TNI (Komando Operasi Khusus Tentara Nasional Indonesia), Terorisme, Pertahanan Negar
Covid 19 and the USA- China Relationship
The origins of the covid virus have not been empirically identified and different theories have since been proffered. One of these is the belief that the virus was a deliberate biological attack on China by the USA in order to scuttle China’s economic domination of the Asian region and ultimately the whole international arena. This paper sought to analyse the validity of this theory. The paper evaluated both USA and China’s national interests, and the means available towards their achievement under the auspices of the theory concerning the origins of the covid virus
INDONESIA’S NEW CAPITAL NUSANTARA: CONTEMPLATING IKN STRATEGIC DEFENCE AND INDONESIA – MALAYSIA BORDER DIPLOMACY
The strategic benefits related to the newly selected capital city location are also dreaded by added challenges. On one hand, IKN is comparatively safer from natural disasters like being away from fault lines, earthquakes, storms, and floods; at the same time shifting the leadership of the country will also shift the centre of gravity to the new city exposing it to enhanced Mil and non-Mil threats. Therefore, this shifting of capital is also associated with the country’s Defence Forces’ development of new infrastructure and laying down renewed policies ensuring the defence of the newly built IKN and the government therein. While referring to the IKN as a new COG its security becomes an s national interest, which can be exploited by both Mil and non-Mil, actual and potential threats
Battle of Ambarawa from the perspective of the universe war strategy
The battle in Ambarawa was reasonably crucial in the history of the Struggle of the Indonesian nation because the battle of Ambarawa was one of a series of events to maintain independence during the revolution. How the application of the universal war strategy in the battle of Ambarawa is carried out by the warrior figures and the goals to be achieved in Palagan Ambarawa, and the impact resulting from the battle becomes the goal of this historical research in addition to making historical knowledge that may one day be lost. The method used in this study is a historical method that follows the flow from heuristic steps, source criticism, interpretation, and historiography. The Universal People's War Strategy or Incumbent System with Supit Urang tactics applied to the Battle of Ambarawa brought success and victory, apart from the factors of the superiority of infantry tactics and techniques, the superiority of the number of personnel deployed, the management of field administration operations Field logistics and better field health and the integration of operations involving all components of the nation. The victory in the battle in Ambarawa had a significant positive impact on the Struggle for the nation's daughters in cultivating a sense of trust in one's strength in continuing his Struggle, both militarily and politically
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR SEBAGAI KOMPONEN CADANGAN MATRA LAUT DALAM MENDUKUNG PERTAHANAN MARITIM INDONESIA
Indonesia dengan luas wilayah, jumlah penduduk, serta jumlah pulau yang dimiliki menjadikanya negara kepulauan terbesar di dunia. Maka dari itu, Indonesia dapat mewujudkan cita – citanya untuk menjadi Poros Maritim Dunia. Namun berdasarkan lingkungan strategis yang semakin bergerak dinamis, semakin sulit pula memprediksi ancaman yang datang, maka perlu dipertimbangkan kebijakan pertahanan berdasarkan ancamannya. Ancaman yang sewaktu– waktu diprediksi akan datang saat ini tak hanya dari ancaman militer, namun dapat dalam bentuk non-militer dan hibrida. Padahal sebagai negara kepulauan, masyarakat Indonesia juga berusaha memanfaatkan laut untuk kehidupannya terutama pada wilayah pesisir. Untuk mengurai hingga meniadakan berbagai ancaman tersebut diperlukan pertahanan maritim yang kuat. Salah satu pertahanan maritim tersebut dapat dilakukan pada wilayah pesisirnya. Pertahanan negara yang baik dapat diwujudkan melalui partisipasi dari masyarakat khususnya pada wilayah pesisir, yang sangat berpotensi dijadikan sebagai komponen cadangan dalam menopang tugas TNI AL sebagai komponen utama pertahanan negara. Dalam penelitian ini menjabarkan tiga teori diantaranya Strategi Pertahanan Laut, Pemberdayaan Masyarakat Pesisir, dan Komponen cadangan matra laut. Dalam penyusunannya, peneliti mengunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Pemberdayaan Masyarakat Pesisir sebagai penopang TNI diharapkan dapat menjadi salah satu cara dalam meningkatkan kesejahteraan perekonomian serta pertahanan wilayah pesisir negara Indonesia untuk meningkatkan kedaulatan NKRI
Strengthening the state defense and building an attitude of nationalism by implementing the universe war strategy in the era of globalization
Defending the State in a broad sense is not only in dealing with the military but also non-military threats. In the era of globalization and the rapid progress of science and technology, the forms of threats are very varied and complex; only nations that have competitive advantages can compete and win this competition. So that this research is intended to find out more about how defending the country awakens an attitude of nationalism, and the Universal War Strategy can be implemented in dealing with one form of war in the globalization era. The method used in this study is to use a phenomenological qualitative descriptive method, where the researcher will apply and apply his subjectivity and interpersonal skills in the process of exploratory research. The researchers assess that there is a correlation between state defense and nationalism with the implementation of a universal war strategy with efforts to deal with the war in the era of globalization, which must be spelled out more specifically in terms of the application of universality to improve the character of the nation, especially the younger generation to increase further their sense of nationalism towards the State of Indonesia because they are candidates for continuing the nation's struggle and development in the future
LEVELISASI GERAKAN TERORISME, STUDI KOMPARATIF KONTRA TERORISME NEGARA BARAT DENGAN INDONESIA
Ancaman terorisme semakin kompleks. Penanganan ancaman terorisme membutuhkan interoperabilitas institusi pemerintah. Ada hubungan antara pemerataan ancaman terorisme, peraturan perundang-undangan, dan interoperabilitas antar institusi. Peneliti bertujuan untuk mengidentifikasi leveling teori gerakan dan perbandingan counter-terrorist dalam legislasi hukum terorisme di beberapa negara. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi banding dari data literatur perundang-undangan penanganan terorisme dari beberapa negara rentang tahun 2010-2020. Perundang-undangan terorisme di Indonesia meliputi UU No. 5 Tahun 2018, UU No. 34 Tahun 2004, dan UU No. 2 Tahun 2002. Saat ini peraturan perundang-undangan masih perlu memuat penetapan leveling ancaman. Aturan tersebut belum menjelaskan proporsionalitas institusi pelibat dan belum memiliki kesiapan bertindak untuk penanganan terorisme secara komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyamarataan ancaman terorisme dalam regulasi negara AS dan Inggris telah mewujudkan interoperabilitas pemangku kepentingan dalam penanganan terorisme. Sementara Indonesia menghadapi ancaman dalam segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, peraturan perundang-undangan harus menentukan leveling ancaman. Perundang-undangan mengatur proporsionalitas keterlibatan lembaga negara. Perundang-undangan mengatur proporsionalitas keterlibatan institusi-negara. Kementerian atau Lembaga siap bertindak sesuai tugas dan fungsinya dengan mempertimbangkan kemampuannya dalam setiap tahapan tingkatan ancaman
KONTRA-RADIKALISME MELALUI PROGRAM DESA LEWU ISSEN MULANG DI KALIMANTAN TENGAH
Potensi paparan radikalisme di Kalimantan Tengah berada di urutan ke empat secara nasional. Permasalahan penelitian adalah kurang optimalnya upaya pencegahan radikalisme yang ada di Kalimatan Tengah. Sehingga penelitian bertujuan untuk melakukan analisis sinergitas TNI-Polri dalam menangkal paham radikalisme melalui program Desa Lewu Issen Mulang di Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi tidak terstruktur, serta dokumentasi untuk lebih memperkuat hasil penelitian. Pembahasan penelitian dalam Program Desa Lewu Issen Mulang sebagai pilot project dalam pencegahan radikalisme di wilayah Kabupaten Katingan Kalbar menggunakan konsep keterlibatan masyarakat yaitu adanya citizen control, delegated power, partnership, placation dan consultation. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam Program Desa Lewu Issen Mulang terdapat pencegahan paham radikalisme dengan penanaman ideologi Pancasila serta melibatkan masyarakat sebagai kunci pencegahan radikalisme. Adapun aktor-aktor dalam masyarakat yang terlibat erat dalam pencegahan radikalisme adalah Masyarakat Kabupaten Katingan itu sendiri, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Lurah, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupten Katingan, Polresta Kab. Katingan, Dandim 1015/Sampit dan Pemda Kab Katingan. Sehingga, kesimpulan penelitian adalah Sinergisitas TNI-Polri melalui Desa Issen Mulang tidak hanya sekedar memperhatikan aspek Kamtibmas tetapi juga aspek ketahanan wilayah yang sesuai dengan sistem pertahanan semesta. Saran penelitian adalah diperlukan perwujudan penataan ruang yang dapat memberdayakan wilayah dengan keseimbangan anatara kesejahteraan dan keamanan. Selain itu diperlukan pemberdayaan seluruh unsur masyarakat guna menangkal munculnya paham radikalisme
Scenario Planning Integrasi Koridor Ekonomi Nasional dalam Mencapai Pertumbuhan dan Ketahanan Ekonomi
Pembangunan adalah serangkaian usaha untuk mencapai tingkat pertumbuhan pendapatan perkapita (income per capita) yang berkelanjutan. Pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 48 Tahun 2014 tentang Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025 menetapkan arah pembangunan nasional dengan menekankan pada 6 koridor ekonomi yang menjadi poros-poros ekonomi. Dengan adanya MP3EI diharapkan mampu mengurangi kesenjangan pendapatan dan membawa pertumbuhan ekonomi. Perencanaan memiliki peranan sangat vital dalam merealisasikan agenda besar pemerintahan. Perencanaan diharuskan dapat meneropong jauh kedepanbisa di jadikan acuan dalam menentukan kemungkinan-kemungkinan. Scenario planning dapat menjadi solusi untuk dapat melihat dan mengukur kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi dalam masa yang akan datang. Scenario planning mencoba memberi gambaran secara rasional yang berasal dari kekuatan pendorong yang akan mempengarui perkembangan dan gejolak di masa depan. Penggambaran tersebut dapat memproyeksikan kekuatan tak terduga dan dapat mengeplorasi peluang yang bisa di optimalkan oleh Pemerintah sebagai policy maker. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian model deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode literatur study sebagai sumber data utama adaah data sekunder yang diperoleh dari literatur Pustaka. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Terdapat empat jenis skenario yang dapat dibentuk untuk mencapai optimalisasi jaringan transportasi nasional yaitu Bright Future Scenario, Wave of Hope Scenario, Illusion Scenario, dan Thorn Road Scenario. Berdasarkan keempat skenario yang dipaparkan kecenderungan situasi sosial politik dan ekonomi yang dialami Negara Indonesia adalah illusion scenario. Skenario ini mengambarkan bahwa driving force yang akan terjadi adalah swasembada kedelai pada tahun mendatang, indikator pebentuk driving force sosial dan politik memiliki kecenderungan yang pesimis, namun driving force dari sudut pandang ekonomi menunjukkan kecenderungan yang optimis. Sehingga dalam hal ini penulis memberikan solusi terkait skenario kebijakan yang dibuat, yaitu perbaikan kerjasama dengan Badan Usaha, meningkatkan integrasi kelembagaan, transportasi, dan pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) serta penguatan potensi ekonomi berbasis local wisdom