Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
Not a member yet
1215 research outputs found
Sort by
Sistem Pengembangan Alarm Menggunakan Arduino Dalam Pengontrolan Sistem Bahan Bakar Pada Tanki Kapal
Proses pemantauan temperature dan kondisi bahan bakar dalam tanki adalah sesuatu aktivitas kontrol yang wajib dilakukan, tentunya dibutuhkan kualitas sumber daya manusia yang ahli dibidangnya, saat ini kita masih menggunakan cara manual dan langsung dalam melakukan pengontrolan, dan cara ini masih terdapat banyak problem atau masalah, mulai dari kondisi penerangan disekitar yang kurang memadai dan kadang menyebabkan kesulitan hingga ketidakakuratan dalam pengukuran, penelitihan ini dibangun dengan memanfaatkan mikrokontroller Arduino dibantu dengan sensor cahaya berupa photoresistor, sensor suhu berupa LM35, dan sensor jarak berupa HCSR04 sebagai input data, serta Bahasa pemograman untuk menjalankan prototype ini, data yang diperoleh memberikan informasi kondisi bahan bakar yang diharapkan dapat membantu kerja dari teknisi kapa
STRATEGI KOLABORASI PEMBANGUNAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI SUMATERA BARAT DALAM MENDUKUNG PERTAHANAN NEGARA
Pembangunan pertahanan nirmiliter bertujuan untuk mengantisipasi ancaman non militer. Perang antara Rusia dan Ukraina menimbulkan beberapa ancaman potensial dan salah satunya adalah krisis pangan. Provinsi Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi sentra produksi pangan komoditas beras di Indonesia sehingga diharapkan dapat menjawab ancaman krisis pangan global melalui program pembangunan ketahanan pangan. Stakeholders dalam kolaborasi pentahelix yang terdiri dari sektor pemerintah, bisnis, akademisi, komunitas dan media telah memberikan kontribusi dalam pembangunan ketahanan pangan. Sehingga berdasarkan latar belakang tersebut penelitian ini untuk menganalisis strategi kolaborasi pembangunan ketahanan pangan provinsi Sumatera Barat dalam mendukung pertahanan negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif analitis kualitatif dan dianalisa berdasarkan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Provinsi Sumatera Barat masih dalam kategori daerah dengan ketahanan pangan yang baik dengan menduduki peringkat 8 nasional. (2) Masih terdapat beberapa hambatan pelaksanaan pembangunan ketahanan pangan di Provinsi Sumatera Barat. (3) Kolaborasi pentahelix menjadi strategi yang baik untuk membentuk pembangunan ketahanan pangan provinsi Sumatera Barat. Maka daripada itu kolaborasi antar stakeholders di provinsi Sumatera Barat perlu diperkuat untuk mengatasi hambatan dalam pembangunan ketahanan pangan agar mampu mendukung pertahanan negar
PEMBINAAN SATUAN KEPADA ANGGOTA KOMPONEN CADANGAN GUNA MEWUJUDKAN POSTUR PERTAHANAN NEGARA
Komponen cadangan merupakan program pemerintah untuk memperbesar kekuatan dan kemampuan dari komponen utama pertahanan negara. Komponen cadangan memiliki sisi postif dan negatif, segi negatifnya yaitu berpotensi terjadinya kemungkinan-kemungkinan peristiwa diluar dugaan (ekses). Kemudian tidak siapnya komcad dimobilisasi. Sehingga keberadaan komponen cadangan ini harus dibina sikap individu, kemampuan kemiliteran serta kesetiaannya terhadap negara. Pembinaan yang kurang maksimal dapat menjadikan potensi negatif tersebut menjadi kenyataan. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif. Data didapatkan melalui wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian membahas terkait pembinaan, hambatan dan strategi pembinaan kepada anggota komcad. Pembinaan yang dilaksanakan saat ini melalui pembinaan administrasi dan kemampuan. Hambatan yang dihadapi dalam pembinaan yakni keterbatasan anggaran, belum memiliki lemdik komcad sendiri, kurangnya sumber daya manusia, dan komunikasi. Strategi yang dilakukan dengan bertujuan menyiapkan komcad untuk menggandakan komut. Sarana prasarana yang digunakan yakni kemhan, fasilitas TNI, dan regulasi yang ada saat ini. Caranya seperti kemhan membentuk sisinfo sumdahan, fasilitas TNI dari pembentukan hingga pembinaan, koordinasi Sisinfo Sumdahan kepada disdukcapil dan TNI. Pada hakikatnya penyiapan komcad diorganisir berbentuk satuan karena akan diintegrasikan dengan komut, namun saat ini belum dilakukan pembinaan satuan kepada komcad. Pembinaan yang dapat terlaksana saat ini baru pembinaan administrasi. Pembinaan satuan kepada anggota akan menyiapkan standar kekuatan, kemampuan dan gelar pertahanan negara, sehingga terwujudlah postur pertahanan negara yang handal
KAPABILITAS PEMERINTAH INDONESIA DALAM MENGHADAPI MULTI BENCANA PASKA PANDEMI COVID-19 GUNA MENDUKUNG KEAMANAN NASIONAL
Kapabilitas Pemerintah Indonesia semakin dibutuhkan dalam menghadapi multi bencana terutama di masa berakhirnya pandemi Covid-19 dengan dilonggarkannya aturan pembatasan aktivitas masyarakat di tempat-tempat umum. Dampak bencana akan mengganggu ketahanan masyarakat dimana jika pemerintah dalam kapasitasnya sebagai pembuat kebijakan terutama di masa peristiwa bencana alam skala besar terjadi tidak segera diatasi akan sangat berpengaruh terhadap keamanan nasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif eksploratif. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara mendalam serta dokumentasi. Teknik analisis data dengan teknik analisis data kualitatif Miles dan Huberman. Hasil penelitian didapatkan bahwa pentingnya merumuskan dan mengawal program penanggulangan dan mitigasi bencana dalam RPJMN setiap 5 tahun (2020-2024). Pemerintah Indonesia harus menjalin kerjasama dengan negara Jepang yang telah lebih dulu menerapkan berbagai kebijakan yang efektif dalam penanggulangan risiko bencana. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa upaya peningkatan kapabilitas yang seharusnya dilakukan oleh Pemerintah Indonesia untuk mengantisipasi dan menanggulangi multi bencana yaitu perlunya penggunaan teknologi dalam penanganan kebencanaan, edukasi kebencanaan bagi masyarakat, dan mewujudkan ketahanan komunitas (community regeneration/ resilience). Peningkatan kapabilitas pemerintah pada masa paska pandemi Covid-19 ini dapat dilakukan dengan mencontoh langsung keberhasilan negara Jepang guna mendukung keamanan nasional
PEACE EDUCATION AT THE REPUBLIC OF INDONESIA DEFENSE UNIVERSITY IN INCREASING WORLD PEACE
In the context of dynamic changes in global security issues, the important role of peace education at the Republic of Indonesia Defense University (RIDU) is becoming increasingly prominent as a key factor in strengthening efforts to achieve world peace. Through educational programs that are holistic, proactive, and solution-oriented, the RIDU is committed to building an in-depth understanding of the importance of cooperation, dialogue, and peaceful conflict resolution to create broad positive impacts in reducing tensions and promoting sustainable peace at the global level. The main objectives of this qualitative study were to explore the important role of peace education at the RIDU in supporting and encouraging efforts to achieve world peace. The qualitative research approach was chosen to delve deeply into the nuances and complexities of peace education at the Republic of Indonesia Defense University. This approach provides rich, descriptive insights that are invaluable in understanding the intrinsic values, beliefs, and practices of those engaged in promoting peace. The discussion on efforts to build peace education holistically is carried out with three main pillars: increasing educational capacity, socializing peace education standards in the defense discipline, and establishing education standards and quality education personnel in the field of peace. The conclusions from this article are in carrying out peace education, it is necessary to increase the capacity of education, and socialization of peace education standards in the discipline of defens
TATA KELOLA PENANGGULANGAN PASCA BENCANA DI KECAMATAN BAYAH
Bayah is one of the sub-districts in the southern part of Lebak which has a fairly wide and beautiful coastline.This proves that there are several tourist spots in it. Among them are sawarna beach,pulo manuk beach and othersIn addition,bayah is also often hit by natural disasters such as flash floods,landslides, earthquakes and also the risk of tsunamis.because here there are several rivers and also the coast of the Indian Ocean. The area is directly facing one of the sources of triggers for the greatest potential for natural disasters in the world, namely the megathrust of the subduction zone of active tectonic plates of Indo-Australia and Eurasia.This article will explain the results of the identification and analysis of the level of vulnerability to natural disasters. With research fokus on post-disaster management governance agains of bayah, Lebak regency, Banten. The research method used is qualitative research, which is a research process that provides understanding based on methods that are in the nature of investigating a social phenomenon that exists in society. The level of threat to people living in disaster-prone areas in order to increase vigilance to avoid the risk of natural disaster cases that are most often encountered in bayah district namely floods,landslides,earthquakes and land movements.The level of vulnerability to natural disaster hazards is in the moderate to high category. The level of regional capacity in dealing with natural disasters belongs to the moderate category. In this case of course,there are post-disaster objects that need to be traced
STRATEGI KOMPI ZENI NUBIKA ANGKATAN DARAT MENGHADAPI PANDEMI COVID-19
Ancaman pandemi dan wabah penyakit berbahaya dan mematikan sangat mungkin terjadi di Indonesia. Penyebaran Covid-19 yang tidak terkendali dan melebihi kapasitas epidemi, menjadikan status penyebaran Covid-19 sebagai wabah pandemi. Perusahaan Pusziad CBRNE merupakan lembaga pelaksana tingkat pusat di bidang CBRNE. Ancaman biologis semakin meningkat dan menyebar, seperti dalam penanganan pandemi Covid-19, Perusahaan Pusziad CBRNE mempunyai keterbatasan. Kemampuan Perusahaan Pusziad CBRNE belum mencukupi dari aspek organisasi, sumber daya personel dan peralatan. Penelitian ini menganalisis bagaimana strategi Perusahaan Pusziad CBRNE dalam menghadapi pandemi Covid-19 dengan penelitian kualitatif dan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Terjadinya pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk di Indonesia dengan angka kematian yang cukup tinggi, merupakan bukti nyata adanya ancaman biologis. Ancaman hayati di Indonesia semakin nyata dengan berkembangnya biosains dan fasilitas pendukungnya di Indonesia serta terbukanya tindakan bioterorisme. Dengan meningkatnya ancaman biologis seperti pandemi Covid-19, peran Perusahaan Pusziad CBRNE menjadi sangat penting. Menghadapi keterbatasan Kompi Pusziad CBRNE maka strategi yang perlu disarankan adalah mengkaji ulang organisasi Kompi Pusziad CBRNE untuk ditingkatkan menjadi Detasemen atau Batalyon, mengusulkan dukungan anggaran yang optimal, memperlengkapi peralatan khusus CBRNE dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Pusziad. Personel Perusahaan CBRNE. Oleh karena itu, di tengah meningkatnya persepsi terhadap ancaman biologis di Indonesia, Perusahaan Pusziad CBRNE perlu melakukan pembenahan organisasi, kemampuan personel dan peralatan, agar Perusahaan Pusziad CBRNE mempunyai kemampuan yang handal yang didukung oleh organisasi yang proporsional dengan personel yang profesional dan peralatan yang canggi
PENGEMBANGAN FLIGHT MONITORING SYSTEM MODE-S BERBASIS OFFLINE MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN TEKNOLOGI PENERBANGAN
Technological independence is important for every country in global competition. One of the technological advancements developed by the Indonesian government through BPPT is Automatic Dependent Surveillance Broadcast (ADS-B) type in, which functions as a flight monitoring system. The Indonesian Air Force (TNI AU) through Depohar 50 (Depot Maintenance 50) has also developed ADS-B type in, which is currently deployed in six radar units known as the Flight Monitoring System (FMS) Mode-S. Accordance with government regulations (Minister of Transportation Regulation No. 81 of 2017), the government has mandated the use of ADS-B for flight safety. ADS-B has two types, in and out. In the TNI AU, ADS-B out is installed on aircraft such as Grob, KT-1, and Cessna, while ADS-B in is installed on Weibel radar. However, since ADS-B is not yet installed on TNI AU aircraft, flight data from the Air Traffic Control (ATC) was communicated to the pilots, hence, they can be aware of the air traffic situation. Furthermore, due to the increasing air traffic, communication with ATC has become limited. A qualitative method was used in the development of the ADS-B type in TNI AU aircraft, and the previous ADS-B type in development could only be installed on the ground station. The information received from ADS-B on the aircraft was real-time air traffic, which helps pilots make decisions to enhance flight safety, such as reducing the risk of aircraft collisions. The use of this technology on TNI AU aircraft is important for improving flight safety and technological independence
Manufaktur Bracket Front Seat Cushion Lh Menggunakan Material SPCC
Bracket Front Seat Cushion LH adalah salah satu komponen pada kursi mobil yang berperan sebagai penghubung antara kursi mobil dan rel kursi, sehingga memungkinkan kursi mobil tersebut dapat digerakkan, dibuka, atau dapat ditutup dengan mudah. Tujuan dari penulisan ini untuk memahami proses manufaktur Bracket Front Seat Cushion LH, yang melibatkan beberapa tahap seperti pembentukan (drawing), penekukan (bending), pelubangan (piercing), dan penghalusan (deburring). Bracket front seat cushion LH dibuat melalui beberapa Proses yaitu proses Stamping dengan konfigurasi tandem dies, di mana satu mesin press digunakan sesuai dengan pola pembentukan yang diperlukan. Berdasarkan pengamatan lapangan menggunakan material SPCC dengan panjang 392 mm, lebar 110 mm, dan tebal 1,6 mm serta kekuatan tarik sebesar 299,37 N/mm sebagai bahan utama untuk pembuatan bracket front seat cushion LH, ditemukan bahwa tonase mesin stamping adalah sebesar 100 ton dengan nilai faktor keamanan 0 yang telah distandarkan untuk penggunaan beban statis
STRATEGI SISTEM DISTRIBUSI PADA PENGIRIMAN LOGISTIK BEKAL KELAS V TNI ANGKATAN LAUT KE WILAYAH KERJA KOMANDO ARMADA I
Amunisi merupakan salah satu bagian dari bekal kelas V sistem persenjataan TNI Angkatan Laut, sehingga perlu dipersiapkan seoptimal mungkin guna pencapaian tingkat kecepatan yang tepat waktu dalam penyediaan bekal kelas V dan efektifitas operasional. Kendala yang dihadapi dalam pengelolaan bekal kelas V antara lain adalah pelaksanaan penyediaan dan dukungan bekal kelas V kepada unsur atau satuan-satuan pemakai TNI Angkatan laut, dihadapkan pada menyebarnya dislokasi satuan-satuan pemakai TNI Angkatan Laut di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di wilayah kerja Koarmada I. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berbentuk informasi dari narasumber yang didapat dari wawancara atau telaahan dokumen dengan pertimbangan bahwa metode ini dapat menjelaskan fenomena dengan lebih mendalam. Analisis data penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan pendistribusian logistik Bekal Kelas V untuk pemenuhan bekal ulang bekal kelas V di wilayah kerja Koarmada I, diakibatkan tidak adanya kapal/KRI dan terlalu jauhnya jarak gudang pusat Arsenal batuporon Madura di Surabaya dengan gudang satuan pemakai yang ada di wilayah kerja Koarmada I. Untuk mengatasi kendala tersebut perlu dilaksanakan strategi dan upaya-upaya untuk memenangkan atau kejayaan sebuah perang (winning atau victory of war), yaitu terdiri dari tujuan (ends), sarana atau sumber daya (means), dan cara untuk mencapainya (ways)