Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
Not a member yet
1215 research outputs found
Sort by
STUDI PAPARAN MEDIA DAN PENGALAMAN BENCANA TERHADAP PERSEPSI RISIKO BENCANA ERUPSI GUNUNG SEMERU DESA KAJARKUNING
This study aims to analyze the influence between disaster experience and media exposure on the risk perception of the disaster Edisruption of Mount Semeru in Kajarkuning Village, Candipuro District, Lumajang Regency, East Java Province. The sample in this study was the people of Kajarkuning Village, Candipurno District, Lumajang Regency, East Java Province, as many as 100 respondents. The data analysis used in this study was multiple linear regression analysis, using SPSS. The results of this research are important to do considering that no previous research has been carried out with the theme of media exposure about disasters and disaster experiences on risk perception in Indonesia,especially in the case of Mount Semeru Eruption. The results of the study used regression analysis. This research method also uses a combined qualitative and quantitative method. It was found that the value of the coefficient of 0.204 is greater than the significant value of 0.001 means that there is a relationship, then the value of the coefficient of the media exposure variable 0.546 is greater than the value of the coefficient of 0.000 means significant. The results found that disaster experience has a positive and significant effect on disaster risk perception , meaning that disaster experience has an important role in influencing disaster risk perception felt by the community. Furthermore, this study also found that media exposure had a positive and significant effect on disaster risk. This research shows that both traditional and new forms of media are important factors influencing disaster risk perception. This means that the higher the frequency of using traditional media, the lower the perceived lead rating score from risk. The higher the media exposure in the disaster experience, the more positive the level of risk perceptionthe lower the rating score of the likelihood of occurrence of a perceived disaster. The results of this study also found that the usefulness of traditional media is higher than that of new media, and this result is especially true in Kajarkuning Village, Candipuro District, Lumajang Regency, East Java Province. The underlying reasons are geographical differences and usage habits of the population. The geographical location of Kajarkuning Village is located in the hills and slopes of Mount Semeru, while for habit, rural residents tend to read fewer newspapers and magazines and tend to listen less to the radio
BATALYON KAVALERI ROK 2011 DALAM MENDUKUNG TUGAS PENGAMANAN IBUKOTA JAKARTA
Batalyon Kavaleri 9/SDK merupakan satuan jajaran Kodam Jaya/Jayakarta untuk mendukung tugas pengamanan Ibukota. Dihadapkan dengan perkembangan Alutsista, Batalyon Kavaleri TNI AD menggunakan 2 (dua) jenis Organisasi dan Tugas (Orgas) yakni Orgas ROK 2011 dan Orgas ROK 2013. Batalyon Kavaleri 9/SDK melaksanakan penyesuaian Orgas menjadi Orgas ROK 2011 mulai tahun 2016 sehingga menyebabkan perubahan terhadap personel, materil dari satuan. Namun disisi lain, Batalyon Kavaleri 9/SDK melaksanakan penugasan dalam mendukung tugas pengamanan Ibukota dengan karakteristik berbeda dengan Batalyon Kavaleri yang berada di Kotama lain. Dalam melaksanakan tugas pengamanan Ibukota, Batalyon Kavaleri 9/SDK melaksanakan tugas siaga pengamanan Ibukota, Objek Vital Tentara Nasional Indonesia (TNI), Alat Utama Senjata TNI, Bantuan kepada Kepolisian Republik Indonesia, dan Pengamanan Very Very Important Person (VVIP). Tujuan Penelitian untuk mengetahui Implementasi Orgas ROK 2011 dalam mendukung tugas pengamanan Ibukota, kendala dalam penerapan Orgas tersebut serta upaya yang dilakukan. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa penerapan Orgas ROK 2011 di Batalyon Kavaleri 9/SDK belum efektif dihadapkan pada pelaksanaan tugas pengamanan Ibukota. Hal tersebut karena dalam penerapan Orgas ROK 2011 terdapat kendala pada bidang personel dan materiil untuk dapat mendukung tugas pengamanan Ibukota tersebut. Oleh karena itu, diperlukan validasi Orgas Satuan Kavaleri secara khusus dalam melaksanakan tugas pengamanan Ibukot
URGENSI BANTUAN TEMBAKAN UDARA DALAM OPERASI DUKUNGAN UDARA
Operasi dukungan udara merupakan bagian integral dari strategi pertahanan nasional, yang melibatkan koordinasi efektif antara pasukan darat, laut, dan udara. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji urgensi bantuan tembakan udara sebagai elemen kunci dalam operasi dukungan udara. Tembakan udara memiliki peran vital dalam memberikan keunggulan taktis, mengatasi ancaman, dan memastikan keberhasilan misi. Melalui analisis literatur review, artikel ini mendemonstrasikan bagaimana bantuan tembakan udara mampu meningkatkan respons cepat terhadap situasi darurat, mengefektifkan penggunaan sumber daya, dan meningkatkan mobilitas pasukan. Selain itu, pembahasan akan mencakup perkembangan teknologi terbaru dalam sistem tembakan udara, memperkuat argumen tentang relevansinya dalam konteks modern. Keberhasilan operasi militer sering kali tergantung pada kemampuan untuk mengendalikan dan memanfaatkan ruang udara. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang urgensi bantuan tembakan udara menjadi krusial bagi perencanaan strategis dan taktis. Artikel ini juga membahas tantangan dan peluang yang terkait dengan penerapan tembakan udara dalam operasi dukungan udara, termasuk koordinasi lintas cabang dan integrasi teknologi canggih. Dengan mempertimbangkan aspek-aspek tersebut, penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman lebih lanjut tentang peran kritis bantuan tembakan udara dalam konteks operasi dukungan udara. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan kebijakan dan strategi yang lebih efektif dalam memanfaatkan potensi penuh tembakan udara dalam mendukung keamanan nasiona
PERAN DIREKTORAT KEPOLISIAN PERAIRAN DAN UDARA DALAM MENINGKATKAN PATROLI UDARA
This research is motivated by the fact that apart from being used as a positive means, the waters of South Kalimantan also have great potential for various illegal activities and violations, such as illegal fishing, theft by weighting and also including the potential for related criminal acts. with transnational crime, this study uses a qualitative approach with descriptive analytical methods supported by interviews, literature studies, and observation as a method of tracing data and facts, where based on the results of the research it is known that based on the potential threats it can be assumed that the territorial waters have threats with a security dimension which will affect Kamtibmas. These various potential threats can basically be minimized by optimizing water patrols which are one of the main tasks of the South Kalimantan Regional Police Ditpolairud, but with the limited infrastructure of Patrol Boats, the use of the air element in water patrols is one aspect that can be used in these water
PERAN KORPS KEPOLISIAN PERAIRAN DAN UDARA (KORPOLAIRUD) DALAM MENJAGA KEAMANAN DI WILAYAH SELAT SUNDA
Selat Sunda merupakan jalur pelayaran yang merupakan bagian dari Alur Laut Kepulauan Indonesia I (ALKI) yang dilalui oleh kapal barang, kapal tanker, kapal tunda, kapal penangkap ikan serta kapal dan kapal militer. Untuk mencegah dan menindak kejahatan atau tindak pidana yang terjadi di wilayah perairan tersebut, maka peran dan keberadaan kapal polisi dan pesawat polisi sangat diperlukan. Oleh karena itu, Korpolairud yang bertugas mengamankan perairan laut dan udara juga merupakan bagian penting dari kepolisian dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat atau disingkat kamtibmas yang berkaitan atau berkaitan dengan perairan laut dan udara. Kemudian penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif didukung dengan studi literatur sebagai metode dalam penelusuran data dan fakta, dimana berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Strategi Ditpolairud dalam meningkatkan perannya dalam mengamankan Selat Sunda Daerah melalui pemanfaatan teknologi untuk lebih memudahkan pelaksanaan patroli udara Polri. Strategi ini diimplementasikan melalui penggunaan kamera pengawas pada pesawat yang sudah dilengkapi dengan sensor termal. Kendala yang dihadapi adalah terbatasnya pesawat berteknologi tinggi untuk pelaksanaan patroli udara polisi dalam rangka pengamanan kawasan Selat Sunda
MENGUKUR TINGKAT KECENDERUNGAN RADIKALISME, PENGEMBANGAN TEORITIS INSTRUMEN PSIKOLOGI
Beberapa tahun belakangan ini, radikalisme menjadi isu yang selalu hangat diperbincangkan di dunia, khususnya di Indonesia. Penyebaran radikalisme di Indonesia cukup memprihatinkan karena penyebarannya ke beberapa institusi seperti lembaga pendidikan. Namun, ukuran yang menilai kecenderungan berpikir dan bertindak radikal belum banyak ditemukan, khususnya di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen psikologis dengan sifat psikometrik yang memuaskan untuk mengukur kecenderungan radikalisme seseorang. Skala radikalisme dibuat dengan menggunakan pemahaman radikalisme dari perspektif masyarakat Indonesia dan disarikan menjadi lima aspek yang dijabarkan menjadi beberapa indikator secara kognitif, afektif, dan konatif pada masing-masing komponen. Terdapat 188 remaja dengan usia minimal 18 tahun yang berpartisipasi sebagai responden penelitian. Skala akhir bernama RSCAL-32 terdiri dari 32 item yang diwakili oleh dua item pada masing-masing indikator. Setiap item diuji dengan validitas isi V Aiken dan lulus tes indeks diskriminasi sebagai persyaratan awal pengukuran psikologis yang dapat diterima. Sementara itu, reliabilitas alfa diestimasi menggunakan konsistensi internal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RSCAL-32 memiliki indeks koefisien alpha sebesar 0,906. Selain itu, dalam validitas konstruk menggunakan exploratory factor analysis (EFA), skala ini cukup untuk membuktikan unidimensionalitas skala seperti dalam konsep teoritis yang mendasarinya. Meskipun demikian, skala ini memiliki kelemahan pada standard error pengukuran yang tinggi (S_e=4,772), namun secara umum skala radikalisme RSCAL-32 memiliki sifat psikometrik yang memuaskan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya oleh penelit
STRATEGI PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT MENGHADAPI ANCAMAN PAHAM ANARKO SINDIKALIS DALAM PERSPEKTIF PEPERANGAN PADA PERINGATAN HARI BURUH 2019 DI KOTA BANDUNG
Aksi damai demonstrasi buruh di kantor pemerintahan Jawa Barat diciderai oleh aksi vandalisme dan anarkis yang dilakukan aktor anarko sindikalis. Perkembangan teknologi informasi mempermudah penyebaran provokasi dan narasi anti pemerintah sehingga memunculkan dukungan dari simpatisan massa aksi. Namun demikian, strategi Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum efektif dalam mencegah infiltrasi aktor anarko sindikalis yang menggunakan taktik asimetris. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis ancaman anarko sindikalis dalam perspektif peperangan asimetris dan strategi pemerintah Provinsi Jawa Barat menghadapi ancaman paham anarko sindikalis dalam perspektif peperangan asimetris pada peringatan hari buruh 2019 di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Teknik Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terbuka dan observasi tersamar, wawancara semi terstruktur, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anarko sindikalis merupakan ancaman asimetris yang menanamkan sikap anti pemerintah melalui media sosial, vandalisme, dan budaya tren anak muda. Aktor dan simpatisan anarko sindikalisme kemudian dapat dimanfaatkan oleh orang atau kelompok berkepentingan yang bersebrangan dengan pemerintah karena simpatisan tidak hanya berasal dari buruh tetapi juga pelajar, mahasiswa, dan masyarakat yang terpinggirkan. Strategi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dilakukan melalui deteksi intelijen, pre-emptive, preventif, penegakkan hukum, dan pemulihan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah strategi Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum efektif dalam menghadapi gerakan anarko sindikalis yang liar, taktik berubah-ubah, dan terbentuknya simpatisan anarko sindikalis tidak terprediksi
STRATEGI PENYIAPAN PASUKAN SIAGA OPERASI (STANDBY FORCE) TENTARA NASIONAL INDONESIA DALAM TUGAS OPERASI PEMELIHARAAN PERDAMAIAN DUNIA
Internal and external changing in policies on global peacekeeping missions creates problems for the preparation of standby forces, especially in Indonesia. The purpose of this research is to analyze the obstacles in realizing the strategy of preparing the TNI's standby force in supporting the peacekeeping operations and analyzing the strategies carried out by the TNI in preparing the standby force through pre-deployment training. The research was conducted using a descriptive qualitative method. The results of the research related to obstacles in realizing the strategy of preparing the TNI's standby force in supporting peacekeeping operations include budget constraints from internal and external sources, unoptimized facilities and infrastructure, limited personnel capabilities and shifting the place where pre-deployment training is carried out which was originally at PMPP TNI transferred to the main body unit that will depart for duty, limited personnel capabilities also hamper the implementation of the TNI's main tasks. Strategy as part of the ways with pre-deployment training to improve means, namely the ability of personnel to standby operations and policies and rules from the UN, for ends is the mission of maintaining for world peace according to the UN mandate in line with the realization of Indonesia's national interests to participate in maintaining world peac
Peranan Pemandu Lalu Lintas Udara Dalam Menunjang Pertahanan Laut di Indonesia oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut
Negara Indonesia merupakan negara kepulauan dan memiliki luas laut yang besar dibandingkan negara lain di dunia, karena itu laut menjadi salah satu penghubung kepulauan di Indonesia dan wilayah laut merupakan salah satu gerbang masuk menuju Indonesia. Karena kondisi geografis ini laut menjadi objek penting untuk dipertahankan teritorinya oleh petugas keamanan laut yang salah satunya TNI Angkatan laut. Untuk menjaga wilayah laut TNI Angkatan Laut dibekali oleh pesawat udara untuk mempermudah menjaga laut Indonesia. Dalam operasi penyelamatan dan pengamanan di laut, pesawat udara yang dimiliki oleh TNI Angkatan Laut membutuhkan lalu lintas ruang udara yang bebas sehingga mempermudah kegiatan TNI Angkatan Laut. Untuk membebaskan ruang udara dibutuhkan peranan Pemandu Lalu Lintas Udara (PLLU). Peranan PLLU sangat vital dalam mendukung kinerja pesawat udara TNI Angkatan Laut. Berdasarkan fenomena tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peranan PLLU dalam mendukung petugas keamanan laut termasuk TNI AL dan mengetahui integrasi PLLU dengan TNI Angkatan Laut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif evaluatif menggunakan data sekunder dan teori. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa PLLU dapat mengosongkan wilayah udara guna mendukung operasi pesawat TNI Angkatan Laut serta integrasi antara PLLU dan TNI Angkatan Laut dapat tercipta dengan koordinasi dan pembagian tugas sesuai fungsinya yang dimana PLLU bertindak fokus terhadap radar
KESIAPSIAGAAN PESAWAT ANGKUT C-130 UNTUK PENANGGULANGAN BENCANA ALAM
The involvement of the Indonesian National Armed Forces (TNI) in the task of humanitarian operations is very strategic. Among other things, this task was carried out by Squadron 31, namely by providing heavy and long-distance transportation equipment. Preparedness in humanitarian operations by providing 130 Hercules aircraft is an important aspect that supports the success of humanitarian operations. Research purposes. Analyzing the Preparedness of the 31 Squadron at Halim Perdanakusuma Air Base in the Provision of C-130 Transport Aircraft for Natural Disaster Management in Indonesia.Research methods using a descriptive qualitative approach with the selection of data sources using purposive sampling. Analysis of data from interviews, observations and documentation studies. Constructive analysis techniques with interactive procedures. Improvements to an effective humanitarian logistics management system to support the availability of spare parts in adequate and timely quantities for Squadron 31. Organizing training and education for aircraft crews for disaster management in accordance with the qualification standards of the National Disaster Management Agency (BNPB) as well as internationally involving the Indonesian Air Force and the Air Force and BNPB