Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
Not a member yet
    1215 research outputs found

    THE ROLES OF ASEAN IN BUILDING A STRATEGIC EQUILIBRIUM WITH MAJOR POWERS TO STRENGTHEN SUSTAINABLE STABILITY, AND MARITIME SECURITY IN THE REGION

    Get PDF
    The Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) was founded in 1967 with a commitment to fostering socio-economic development and regional stability in Southeast Asia. Over the years, ASEAN has maintained its dedication to peace, stability, and mutual development amidst a changing geopolitical landscape. This article explores ASEAN's pivotal role in establishing a strategic equilibrium with major global powers to ensure sustainable stability and maritime security in the Indo-Pacific region. To analyze ASEAN's role, the research methodology section explains the qualitative research approach used in this study. The primary objective of this research is to elucidate the strategies and mechanisms ASEAN employs to strike a balance with major powers. The discussion section delves into the strategic environment and challenges in Southeast Asia, covering maritime security, environmental vulnerabilities, and issues like drug trafficking and cybercrime. ASEAN's geopolitics are examined, highlighting the region's economic growth and its role as a focal point for strategic rivalry among major global powers. The Indo-Pacific dynamics, particularly ASEAN-China economic relations, and the Belt and Road Initiative, are discussed, emphasizing their implications for maritime security. The conclusion that can be drawn from this paper is ASEAN's role in building strategic balance with major countries to strengthen sustainable stability and maritime security in the region

    THE IMPORTANCE OF INVESTMENT IN DISASTER RISK REDUCTION: LESSONS FROM THE GREAT EAST JAPAN EARTHQUAKE 2011

    No full text
    Japan has a long history of large-scale earthquakes causing damage or collapse of buildings, fires and tsunamis. On March 11, 2011 an earthquake occurred in East Japan with a magnitude of 9.0 striking the Tohoku region (northeast Japan), which includes Sendai City, coastal areas of Iwate, Miyagi and Fukushima prefectures. The earthquake generated a tsunami that destroyed buildings, but also claimed tens of thousands of lives. This is also likely to occur in Indonesia with a threat similar to the potential for a large earthquake from the megathrust fault in the Sunda Strait, Banten, which can have a magnitude of 8.7 which could occur at any time. Seeing one of the priority actions in the Sendai Framework for Disaster Risk Reduction (SFDRR), namely investing in disaster risk reduction (DRR), this study aims to take lessons from large-scale disasters, especially the earthquake and tsunami that occurred in East Japan in 2011 so that the Indonesian people can be resilient to disasters. This study uses a descriptive qualitative approach with the research method being a literature study from literature, e-journals, and websites. The results of this study find that funds from the central government are needed to invest in DRR capacity development for local governments through infrastructure and non-infrastructure in the pre-disaster, preparedness and post-disaster processes

    KEBIJAKAN PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN INFRASTRUKTUR PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PROVINSI SULAWESI TENGGARA GUNA MENDUKUNG KEAMANAN NASIONAL

    No full text
    Pandemi Covid-19 telah ditetapkan menjadi bencana nasional non alam. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara telah melakukan upaya penanganan covid-19 yaitu dengan melaksanakan refocussing kegiatan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan perencanaan dan penganggaran infrastruktur Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus di Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa penerapan kebijakan perencanaan dan penganggaran infrastruktur pada masa pandemi covid-19 di Provinsi Sulawesi Tenggara dilakukan berdasarkan pedoman dari Pemerintah yaitu Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020 untuk alokasi dan prioritas program dan kegiatan dengan memperhatikan kondisi keuangan daerah, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2020 untuk kebijakan keuangan daerah dalam rangka penanganan pandemi covid-19 dan/atau menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian daerah, serta Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2017. Dari penelitian ini didapatkan kesimpulan yaitu Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara telah melakukan pengalokasian sumber daya melalui penetapan besaran alokasi sumber daya anggaran untuk program dan kegiatan, pengalokasian sumber daya anggaran ini sebagai pilihan alokasi sumber daya anggaran yang dapat dikelola, perencanaan sebagai alat pencapaian tujuan dalam masa pandemi covid-19, serta menyusun perencanaan pencapaian tujuan di masa depan

    ASEAN CONVENTION ON COUNTER TERRORISM (ACCT) DAN PENGARUHNYA BAGI INDONESIA DALAM UPAYA KONTRA TERORISME

    No full text
    Abstrak – Terorisme merupakan kejahatan luar biasa. Dampak negatif dari terorisme amat berbahaya dan merugikan. Pasca Insiden 9/11, terorisme menjadi perhatian serius. Berbagai kebijakan dan strategi dibuat untuk mencegah dan memerangi terorisme, baik secara nasional, regional, maupun internasional. Artikel ini secara khusus mempresentasikan bagaimana Asosiation of South East Asian Nations (ASEAN) merespons persoalan terorisme. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui studi literatur, artikel ini menjelaskan pengaruh ASEAN Convention on Counter Terrorism (ACCT) yang merupakan wujud kesungguhan ASEAN, bagi kebijakan dan strategi kontra-terorisme di Indonesia. Dengan meratifikasi ACCT dan menurunkannya ke dalam kebijakan dan strategi pada tiap aspek dan bentuk, Indonesia secara tegas mendukung segala ikhtiar dan memerlukan kerja sama regional dalam melakukan kontra-terorisme

    STRATEGI INTEROPERABILITAS PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DALAM MENDUKUNG NETWORK CENTRIC WARFARE (NCW) MATRA DARAT

    No full text
    Karakteristik utama operasi militer berbasis Network Centric Warfare (NCW) adalah interaksi informasi yang sangat intens antar aktor/unit militer secara terjejaring. Secara strategis perang informasi mempunyai arti penting karena sistem informasi ini berhubungan dengan masyarakat. Ancaman perang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang akan muncul di masa depan memerlukan suatu konsep perang berupa NCW dan kemampuan peperangan siber yang juga akan lebih fokus pada platform-platform persenjataan di hampir semua negara. Kondisi yang terjadi saat ini di TNI perlu dukungan sumber daya yang teratur, doktrin peperangan, perkembangan teknologi dan lingkungan strategis, yang disusun agar pengembangan TIK dapat dimplementasikan di lingkungan Matra Darat. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan mengenai kondisi kemampuan interoperabilitas pemanfaatan TIK di TNI AD dan strategi pemanfaatan NCW di matra Darat. Teori strategi menjadi dasar analisis yang dilakukan peneliti berkaitan dengan strategi pemanfaatan TIK. Untuk melakukan evaluasi terhadap interoperabilitas yang sudah dilaksanakan menggunakan model LISI dan OIM. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis, penelitian dilakukan dengan pengumpulan data melalui wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan NCW matra darat tergolong dalam level 0 untuk aspek data, level 1 untuk aspek prosedur dan aplikasi, serta level 2 untuk aspek infrastruktur. Adapun strategi pemanfaatan NCW dilakukan dengan cara menerapkan pembangunan Integrated Command and Control System (ICCS) TNI AD dan menerapkan protokol komunikasi dalam ICC

    PEMELIHARAAN SATUAN TEMBAK PELURU KENDALI STARSTREAK GUNA MENDUKUNG KESIAPAN OPERASI PERTAHANAN UDARA

    No full text
    The world has experienced a very rapid development of air power technology such as aircraft, missiles, drones, bringing the consequences of the emergence of an air attack threat from one country to another. Indonesia as one of the countries is likely to experience the threat of air attacks from other countries that can endanger national security and territorial sovereignty so that Indonesia needs a strong and resilient air defence. In addition to aircraft as the main element of air defence, there is a ground-to-air missile weapon system, one of which is the Starstreak missile currently owned by the Army Air Defence Artillery unit which is incorporated in the Starstreak missile firing unit in each unit. The weapon system can be operationalised if it is in good condition and ready for operation, so a good maintenance activity is needed and in accordance with procedures. The purpose of the study was to analyse the maintenance of the Starstreak missile firing unit in the Arhanud 8/MBC Battalion to support the implementation of air defence operations that are the responsibility of the unit. The type of research used is descriptive qualitative with a phenomenological approach, using the IITCA theory (Integrative, Interactive, Transparency, Controlling, Accountability). Data were obtained from informants who were determined and then analysed with qualitative analysis techniques. The results showed that the implementation of maintenance of the Starstreak missile firing unit was not in accordance with the provisions or procedures so that there was still damage that occurred proving that maintenance had not been carried out optimall

    PEMBENTUKAN SATUAN ANTARIKSA TNI AU UNTUK MENGATASI ANCAMAN TERHADAP WILAYAH UDARA NASIONAL

    No full text
    Perkembangan teknologi yang pesat berdampak pada perubahan berupa ancaman yang akan dihadapi di masa depan. Berbagai bentuk ancaman udara di masa depan akan semakin kompleks. Oleh karena itu perlu adanya upaya inovasi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dalam meningkatkan dukungannya, salah satunya adalah Teknologi Antariksa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis konsep penciptaan dan pengaruh satuan antariksa TNI AU. Metode penelitian yang digunakan adalah desain deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah secara konseptual organisasi satuan antariksa nantinya berada di bawah TNI AU, bukan pada dimensi tersendiri. Hal yang menjadi pertimbangan adalah kemampuan personel dan kemudahan integrasi antara teknologi satelit dengan sistem persenjataan utama TNI AU dan artileri pertahanan udara dalam mendukung operasi dan mengantisipasi ancaman yang mungkin timbul. Ada beberapa pengaruh dari pembentukan satuan antariksa TNI AU antara lain pemetaan kondisi geografis wilayah lawan, menghalangi pemetaan wilayah Indonesia dari satelit, mencegah penyadap sistem komunikasi, menjaga kedaulatan udara pada ketinggian tertentu di atmosfer yang tidak dapat dijangkau. melalui pesawat tempur, meluncurkan rudal dari luar angkasa sehingga meningkatkan presisi tembakan, mengintegrasikan hasil pengintaian dan penentuan titik GPS ke dalam sistem pesawat tempur dan alutsista yang bersifat arhanud, TNI AU akan memiliki kemampuan anti satelit dan berbagi fasilitas link atau informasi. fasilitas dari alutsista antar dimens

    Pengaruh Proses Overhaul Terhadap Performa Boiler Feed Pump Pada Beban 293 MW Unit 1 Di PT.PJB O&M PLTU Indramayu

    No full text
    Boiler feed pump adalah pompa yang berfungsi untuk memompa air pengisi boiler dari deaerator menuju ke boiler drum, membantu sirkulasi air yang akan di pompa ke boiler, serta menaikan tekanan dan suhu air sebelum masuk ke boiler. Pada penelitian ini membahas tentang komponen yang ada dalam sistem Boiler feed pump, dan menghitung serta menganalisa hasil dari performa Boiler feed pump. Pada overhaul unit 1 akan membandingkan performa boiler feed pump sebelum dan sesudah overhaul, performa boiler feed pump dapat dicari dengan cara menghitung head total pompa, dan daya fluida untuk menemukan hasil efisiensi pompa. Hasil dari perhitungan performa boiler feed pump sebelum overhaul yaitu head 1.724,25 m, daya motor pompa 2619,86 kW, kecepatan putaran 4906,10 rpm, dan efisiensi 70,8% sedangkan setelah dilakukan Overhaul didapatkan nilai dari head 1790,02 m, daya motor pompa 2619,86 kW dan efisiensi boiler feed pump naik hingga 74,14%. Penurunan performa boiler feed pump dikarenakan oleh kerusakan pada internal part baik dari bagian rotary maupun bagian stationar

    Analisis Uji Tarik Pada Hasil Pengelasan Busur Listrik Menggunakan Elektrroda Berdiameter 2.6 mm Pada Plat St 40 Dengan Ketebalan 4 mm

    No full text
    Pengelasan merupakan proses penyambungan peralatan material benda logam yang digunakan dalm konstruksi bangunan maupun konstruksi peralatan mesin dimana pengunan elektroda las san berpengaruh pad material yg disambungkan. Dengan penerapan pada material Baja St 40 dan elektroda berdiameter Ø 2,6 mm maka dari hasil penelitian ini menunjukan analisa bahwa pnggunaan bahan pengelasan Elektroda Ø 26 mm memiliki kekuatan tarik yang lebih baik (96,7 kg/mm). Tegangan Nominal yang dihasilkan dari hail pengelasan menggunkan elektroda Ø 26 mm adalah sebesar 90,72 kg/mm², Regangan yang dihasilkan apabilai bandingkan dengan pengelasan dasar maka didapat hasil sebesar 0,75 kg/mm², Sedangkan reduksi yang dihasilkan sebesar 6,2 kg/mm². hal ini menunjukan bahwa pengunaan elektroda Ø 26 mm masih menjadi rekomendasi dalam penggunaanny

    MANAJEMEN LOGISTIK PT PINDAD (PERSERO) DALAM RANGKA MEMENUHI KEBUTUHAN PERSENJATAAN SS2-V4 UNTUK TNI AD GUNA MENDUKUNG PERTAHANAN NEGARA

    No full text
    Pertahanan Negara yang kuat didukung oleh Alutsista dan Postur Pertahanan yang kuat. PT Pindad (Persero) merupakan Industri Pertahanan yang memproduksi Alutsista terutama SS2-V4. Tujuan Penelitian untuk mengkaji Manajemen Logistik PT Pindad (Persero) dalam rangka memenuhi kebutuhan persenjataan SS2-V4 untuk TNI AD guna mendukung Pertahanan Negara. Metode Penelitian Kualitatif dan teori Manajemen Logistik. Hasil penelitian munujukan bahwa 1) Perencanaan logistik SS2-V4. Prestasi logistik tidak sesuai dengan Availability karena sistem perencanaan logistik SS2-V4 menggunakan By Order sehingga semua bergantung kontrak pemesanan. Capabilities dan Qualities SS2- V4 sudah sangat sesuai dan memuaskan User. Biaya Logistik SS2-V4 disesuaikan Renstra dan APBN dengan Skala Prioritas 2) Pengadaan Logistik SS2-V4 Make or Buy dengan melihat pertimbangan kapasitas produksinya dan kwalitas vendor. 3) Penyimpanan logistik SS2-V4, Fungsi penyimpanan sudah sesuai dengan menggunakan 8 kategori Gudang, Pengamanan berlapis dan teknologi yang mempuni. Kapasitas gudang yang harus di tingkatkan dengan strategi tata letak 4) Kendala Logistik SS2-V4 pada pengadaan “make” yaitu kapasitas produksi yang mengharuskan “buy” dengan kendala pemilihan vendor, kendala raw material tidak terdapat dalam negeri, dan ancaman embargo. 5) Strategi Logistik SS2-V4 sesuai dengan Ends, Means dan Ways. Starategi Penerapan sebagian “Logistics Strategy Triangle”

    993

    full texts

    1,215

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇