Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
Not a member yet
1215 research outputs found
Sort by
PERAN RUMAH SAKIT TNI AU dr. Moh. SALAMUN DALAM PENANGANAN PANDEMI VIRUS COVID-19 DI WILAYAH BANDUNG
Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 11 Maret 2020. Presiden RI Joko Widodo menetapkan pandemi Covid-19 dengan status bencana non alam lewat Keputusan Presiden RI No. 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Status bencana Non-Alam Covid-19 sebagai bencana Nasional pada 13 April 2020, yang selaras dengan Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Pelibatan TNI dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19 memiliki legitimasi seperti diatur dalam Undang-Undang No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Pengendalian penyakit Virus Covid-19 merupakan salah satu peran yang dituntut dari rumah sakit di Indonesia, tidak terkecuali rumah sakit-rumah sakit yang menjadi unit Diskesau. Dalam hal ini Rumah Sakit TNI AU dr. Moh. Salamun dalam penanganan pandemi virus Covid-19 memiliki dua peran yaitu sebagai rumah sakit dan sebagai unit kesehatan TNI. Dalam andilnya pada penanganan pandemi virus Covid-19 secara nasional itu, muncul sejumlah persoalan yang merupakan kendala-kendala yang terkait dengan sumber daya manusia atau kemampuan personel, infrastruktur, sarana dan prasarana yang belum memadai, hingga perangkat lunak yang belum sepenuhnya mendukung kegiatan tersebut. RSAU dr. M. Salamun dapat menjalankan perannya baik sebagai rumah sakit militer TNI AU di bawah Diskesau maupun Rumah Sakit Umum dalam penanganan pandemi virus Covid-19 di wilayah Bandung baik untuk peran preventif (pencegahan), kuratif (perawatan), promotif (edukasi) hingga rehabilitatif (pemulihan). Dalam menjalankan perannya seperti tersebut di atas, RSAU dr. M. Salamun dihadapkan pada sejumlah kendala sejak awal masa pandemic hingga saat penelitian ini dilakukan, di mana ada sejumlah kendala yang sudah dapat teratasi namun juga masih ada sejumlah kendala yang belum dapat diatasi. Adapun kendala yang belum dapat diatasi tersebut adalah: (1) perbedaan SOP atau birokrasi karena kedudukan RSAU dr. M. Salamun sebagai rumah sakit militer; (2) Keterbatasan ruang rawat inap dan ruang ICU; (3) Tata laksana baku atau SOP untuk kondisi khusus; dan (4) Ada pelayanan tertentu yang hilang
INTEGRATED (TOTAL) DISASTER MANAGEMENT SYSTEM 4.0 SEBAGAI CONCEPTUAL FRAMEWORK DALAM MENYIAPKAN STRATEGI PERLINDUNGAN ASET-ASET INFRASTRUKTUR INDONESIA DARI DAMPAK MULTIDIMENSI BENCANA
Infrastructure assets are state-owned property in the form of infrastructure facilities that function as supports for accelerating economic growth and as providers of basic services for community needs such as education, telecommunications, health, food and other services. These infrastructure assets are vulnerable to being affected by disasters, so serious thought is needed in formulating an asset protection system based on integrated disaster management. This article was prepared using the method of reviewing various literature related to disaster management. The literature studied is literature related to the concept of total disaster risk management (TDRM) and the concept of resilience engineering as the main thinking foundation to be studied as input for the formation of the asset protection system. The result expected by the author is a new perspective to formulate a comprehensive, effective, efficient and sustainable disaster management-based infrastructure asset protection system proposal
KERJASAMA ANTAR NEGARA DALAM MENGIDENTIFIKASI PESAWAT UDARA GUNA MENDUKUNG PENGAMANAN WILAYAH UDARA NASIONAL INDONESIA
Cooperation between countries in securing the national airspace of Indonesia is still not optimal, because there are still violations for various reasons related to flight permits, FIR control in the Riau Islands, the perspective of jurisdictional airspace (EEZ) and ASLs. The purpose of this study is to analyze the mechanism of cooperation between countries in identifying aircraft and analyzing the impact of such cooperation on violations of Indonesia’s national airspace. The study uses a qualitative method with a narrative design. Data were obtained by interview and observation techniques on the actors in the field. The results of the study show that cooperation between countries can be carried out in the form of multilateral cooperation in the form of violation prevention mechanisms under the auspices of the international organization ICAO or in the form of bilateral cooperation in the form of CMAC implementation between Indonesia - Singapore and Joint Integrated Exercise between Indonesia - US in EEZ and ASLs. The cooperation mechanism generally has an impact on reducing the intensity of violations that occur in Indonesia’s national airspace. The conclusion of this study states that cooperation between countries in identifying aircraft will have an impact on reducing violations of Indonesia’s national airspace
PERFORMA AYAM BROILER YANG DIBERI EKSTRAK TANAMAN HERBAL SEBAGAI PAKAN FITOBIOTIK
Peternakan broiler saat ini terus mengalami perkembangan yang sangat pesat, akibat dari adanya kemajuan teknologi dibidang seleksi genetik, pembuatan ransum dan manajemen pemeliharaan. Umur panen yang semakin cepat dengan bobot badan yang tinggi menjadi keunggulkan ayam broiler, namun hal ini diikuti dengan imun yang semakin rendah sehingga rentan terhadap serangan infeksi mikroba patogen. Penggunaan antibiotic biasanya menjadi solusi bagi peternak namun penggunaan dalam jangka panjang menimbulkan dampak negatif bagi tubuh. Fitobiotik adalah pakan aditif dari tanaman herbal yang dapat digunakan sebagai pengganti antibiotic. Fitobiotik dapat berasal dari tumbuhan, rempah-rempah atau tanaman aromatik. Fitobiotik berfungsi sebagai peningkatan pertumbuhan, antioksidan, antimikroba dan sebagai antiinflamasi. Rangkuman dari penggunaan berbagai tanaman herbal sebagai pakan fitobiotik pada ayam broiler belum pernah dilaporkan, oleh karenanya, studi ini dilakukan. Artikel review ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan pakan fitobiotik pada ayam broiler. Studi ini dilakukan berdasarkan studi literatur dengan menganalisis data sekunder dan mensintesis penelitian dari berbagai sumber data yang berasal dari jurnal terakreditasi nasional dan jurnal internasional bereputasi yang membahas mengenai penggunaan fitobiotik pada ayam broiler. Hasil studi menunjukkan bahwa penggunaan berbagai tanaman herbal pada ayam broiler memberikan dampak positif terhadap performa ayam broiler
PERFORMA ANAK KAMBING PERANAKAN ETAWAH BERDASARKAN BOBOT BADAN INDUK YANG BERBEDA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performan anak kambing peranakan etawa berdasarkan bobot induk. Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan dan menggunakan ternak kambing peranakan etawah yang dipelihara secara intensif dengan jumlah induk 89 ekor dan anak 175 ekor. Variabel penelitian terdiri dari peubah bebas (bobot badan induk <30 kg, 30-40 kg, >40 kg) dan peubah terikat (bobot badan anak pada umur 1-2, 3-4, 5-6, 7-8, 9-10, 11-12 minggu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot badan induk secara umum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot badan anak dan panjang badan anak, kecuali pada umur 5-6 minggu berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap tinggi pundak anak
PERTEMPURAN LAUT TEBING MERAH PADA ERA PENGHUJUNG DINASTI HAN
Pertempuran Tebing Merah, Juga dikenal dengan Pertempuran Chibi, adalah pertempuran Laut yang mentukan pada musim dingin tahun 208-209 Masehi di masa penghujung Dinasti Han, Sekitar dua belas tahun sebelum sebelum dimulainya Periode Tiga kerajaan dalam sejarah Tiongkok, pertempuran terjadi antara pasukan sekutu Sun Quan, Liu Bei dan Liu Qi melawan pasukan yang lebih unggul dari Panglima perang Utara Perdana Menteri Cao Cao. Liu Bei bersama Sun Quan Menggagalkan Upaya Cao Cao untuk menaklukan wilayah Selatan Sungai Yangtze dan Menyatukan kembali Wilayah Kerajaan Dinasti Han Timur, bagaimana kekuatan Superior yang lebih unggul di kalahkan oleh Kekuatan Imperior yang lebih lemah mari kita bahas lebih lanjut dalam tulisan dibawah ini
PEMELIHARAAN PESAWAT VIP/VVIP KOOPSUDNAS UNTUK MENDUKUNG KESIAPAN OPERASIONAL PENERBANGAN PESAWAT TNI
Penelitian ini dilatarbekalangi oleh adanya permasalahan pada kemampuan pemeliharaan pesawat VIP/VVIP Koopsudnas dalam rangka mendukung kesiapan operasional penerbangan pesawat TNI. Berdasarkan hal tersebut, maka dirumuskan permasalahan yaitu bagaimana mengoptimalkan kemampuan pemeliharaan pesawat VIP/VVIP Koopsudnas dalam rangka mendukung kesiapan operasional penerbangan pesawat TNI. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori Manajemen, Pemeliharaan, dan Kompetensi. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, penelitian ini lebih sesuai jika menggunakan penelitian kualitatif sebagai metode dalam pelaksanaan penelitian hal ini dikarenakan penelitian kualitatif adalah penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis kualitatif. Hasil Penelitian ini menyimpulkan bahwa; Pertama, Kualitas personel, material, dan sarana prasarana dalam sistem pemeliharaan pesawat VIP/VVIP sangat penting untuk menciptakan kesiapan operasional penerbangan OMSP dan mendukung tugas TNI. Kedua, upaya Mengoptimalkan Kemampuan Pemeliharaan Pesawat VIP/VVIP Koopsudnas Guna Terciptanya Kesiapan Operasional Penerbangan OMSP dalam Rangka Mendukung Tugas TNI berdasarkan Aspek Pemeliharaan Pencegahan, Pemeliharaan Korektif, dan Pemeliharaan Predikti
PEMBINAAN PERSONEL MESSING CATTERING GUNA MENINGKATKAN PROFESIONALISME DI BIDANG PELAYANAN PERSONEL LANUD HALIM PERDANAKUSUMA
Halim Perdanakusuma Air Base plays a significant role in supporting personnel protocol service activities for securing VVIP/VIP individuals and serving VVIP/VIP guests. This research focuses on optimizing the training of Messing Cattering personnel at Halim Perdanakusuma Air Base to enhance professionalism and service quality when facing complex VIP/VVIP guests. A qualitative method, including interviews, observations, and document analysis, was utilized to gather data from Messing Cattering personnel. The results revealed several challenges in personnel training, such as handling the complexity of VIP/VVIP guests' requests, adhering to strict protocol requirements, facing limited resource availability, and dealing with high-pressure situations. Recommendations for improvement include adopting a holistic approach to personnel training, involving all levels of staff, strengthening the service system, and establishing a dedicated mess for VIP/VVIP guests. Additionally, implementing training and educational programs are vital to elevate professionalism and service quality. By taking these steps, it is expected that the quality of service provided when encountering challenges from VIP/VVIP guests will significantly improv
MANAJEMEN LOGISTIK BAHAN BAKAR MINYAK DAN PELUMAS (BMP) DI KAPAL REPUBLIK INDONESIA (KRI) DALAM RANGKA MENDUKUNG TUGASOPERASI KOMANDO ARMADA I
Indonesia memiliki wilayah laut strategis dan potensi laut yang berguna dalam pembangunan nasional. Posisi dan potensi laut Indonesia yang bersifat strategis memiliki berbagai ancaman yang dapat mengganggu pertahanan Indonesia. Untuk itu, dibentuk sistem pertahanan laut Indonesia yang menempatkan TNI AL dalam fungsi pertahanan di laut. TNI AL memiliki fungsi untuk mencegah atau menghambat pemanfaatan laut Indonesia oleh bangsa lain yang dapat merugikan Indonesia. Dalam melaksanakan tugas tersebut, TNI AL membutuhkan KRI sebagai alutsista yang memadai dalam menjaga pertahanan laut di Indonesia. Dalam pengoperasian KRI diperlukan logistik BMP sebagai bahan baku utama untuk menjalankan KRI. Apabila manajemen BMP ini terhambat, maka akan mempengaruhi kemampuan operasi laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis manajemen logistik BMP di KRI yang guna mendukung tugas operasi Koarmada I. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh dari informan yang ditetapkan yang selanjutnya dianalisis dengan teknik analisis kondensasi data Miles dan Huberman Saldana, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Koarmada I melaksanakan fungsi-fungsi manajemen logistik dengan baik. Proses manajemen BMP dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang mulai dari Satkai I (Disbekal dan Dopusbekbar), Satkai II (Koarmada I), Satkai III (Lantamal/Lanal), dan pengguna (KRI)
Belt and Road Initiative: Advantages and Disadvantages for Indonesia
The Belt and Road Initiative, formerly known as One Belt One Road (OBOR), is a crucial element of President Xi's "Major Country Diplomacy" policy. This policy aims to enable China to take on greater leadership in global affairs as a result of its growing power. The BRI's objective is to foster collaboration and joint development between China and countries in Asia, Africa, and Europe. The launch of the BRI coincided with ASEAN's vigorous promotion of its Masterplan for ASEAN Connectivity (MPAC), a strategy aimed at enhancing intra-ASEAN links. There is an opportunity to combine these efforts in a way that respects each other's borders and sensitivities. Indonesia and China are among the four most populated countries in the world, and the BRI will play a crucial role in their bilateral relations. The partnership between China and Indonesia holds great potential in areas such as trade, economy, technology, education, social services, and culture. This process has advantages and disadvantages for Indonesia, which will be discussed in this article, along with the way forward