Jurnal Program Studi Universitas Pertahana
Not a member yet
1215 research outputs found
Sort by
KEMAMPUAN SATBRAVO 90 KOPASGAT GUNA MENINGKATKAN KESIAPAN TUGAS TNI DI PAPUA
Kasus yang terjadi di Papua hingga saat ini masih belum terselesaikan. Diketahui salah satu kasus di papua ialah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) semakin banyak memakan korban. Pemerintah dalam hal ini khususnya Tentara Nasional Indonesia telah banyak melakukan pencegahan terhadap konflik di Papua. Salah satu pasukan khusus dalam operasi penanganan kasus di Papua ialah Satuan Bravo 90 Kopasgat. Hal tersebut menuntut Satbravo 90 Kopasgat harus memiliki kemampuan yakni kemampuan intelijen, kemampuan aksi khusus, dan kemampuan bantuan khusus. Penelitian ini menggunakan metode kualitiatif deskriptif analitik. Hasil dalam penelitian ini adalah Kemampuan Satuan Bravo 90 Kopasgat belum optimal dalam meningkatkan kesiapan tugas TNI di Papua. Satuan Bravo 90 Kopasgat harus mampu mengembangkan kemampuan yang difokuskan dalam empat bidang yaitu human resource/SDM yang mengarah pada skill/ketrampilan dan capacity/kapasitas, infrastructure/sarana prasarana, organization framework/struktur organisasi dan software/piranti lunak. Hal tersebut dapat di optimalkan dengan cara memberikan kursus atau pelatihan yang kompeten dan memiliki sarana dan prasarana yang moder
STRATEGI PERTAHANAN MARITIM INDONESIA SEBAGAI RESPON TERHADAP SENGKETA DI WILAYAH LAUT CINA SELATAN
Abstrak: Dinamika lingkungan strategis di kawasan Laut China Selatan terus mengalamiperubahan. Indonesia yang secara tegas mendeklarasikan dirinya sebagai non-claimantstatesturutdalam arena persengketaan dalam upaya claimant-states dalam merebutkan hak di Laut CinaSelatan. Sengketa tersebut melibatkan Indonesia akibat adanya klaim wilayah Laut Cina Selatanoleh Tiongkok yang beririsan dengan wilayah yurisdiksi ZEE Indonesia di laut Natuna Utara.Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai stratrgi pertahanan maritimIndonesia sebagai respon terhadap konflik Laut Cina Selatan. Penelitian ini dikembangkanmenggunakan metode studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah telahmelakukan sejumlah upaya yang diperlukan terkait dengan sengketa Laut Cina Selatan melaluiproses diplomasi dan menghadirkan kekuatan militer dan nonmiliter di Laut Natuna Utara.Kesimpulan penelitian ini adalah pemerintah Indonesia telah melakukan sejumlah cara untukmenyelesaikan sengketa di laut Natuna Utara melalui diplomasi dan menghadirkan kekuatanmiliter. Pemerintah Indonesia harus senantiasa mencermati perkembangan dinamika yang terjadidi LCS dan meningkatkan koordinasi antar institusi terkait dalam menangani sengketa di Laut CinaSelatan tsb. Koordinasi institusi yang terkait seperti TNI AL, BAKAMLA, KPLP, POLAIR, PSDKP harusterus dijaga dan ditingkatkan untuk mempertahankan kedaulatan NKRI. Pengerahan alutsistatambahan berupa kapal patroli dan khususnya pesawat dapat dilakukan sebagai salah satu carauntuk memperbesar wilayah pengawasan TNI AL dan instansi terkait lainnya untuk menjaga danmempertahankan kedaulatan wilayah Indonesia. Dengan hadirnya kekuatan militer dan non militersecara aktif di wilayah Natuna Utara akan menunjukkan bahwa Indonesia akan selalumempertahankan serta menjaga wilayah kedaulatannya dan juga hal tersebut akan mempersempitcelah bagi negara Tiongkok untuk mengklaim wilayah laut Natuna Utara.Kata Kunci: Laut Cina Selatan, Laut Natuna Utara, Strategi Pertahanan Maritim
Desain Mekanikal Model Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut Menggunaan Autodesk Inventor
Penelitian ini bertujuan mengembangkan desain mekanikal inovatif untuk model pembangkit listrik tenaga gelombang laut menggunakan perangkat lunak Autodesk Inventor. Fokus penelitian mencakup tiga aspek utama: efisiensi konversi energi, daya tahan dan keandalan, serta adaptabilitas terhadap lingkungan maritim. Melalui integrasi teknologi Autodesk Inventor, penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja model guna mencapai konversi energi gelombang laut yang efisien dan dapat diandalkan. Desain ini juga diharapkan dapat mengakomodasi variasi kondisi gelombang laut untuk memaksimalkan potensi energi terbarukan. Keberhasilan penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi positif pada pengembangan teknologi energi terbarukan, mendukung keberlanjutan lingkungan, meningkatkan efisiensi operasional, dan merangsang perkembangan teknologi maritim dalam sektor perikanan dan transportasi laut. Dengan pendekatan terpadu terhadap desain mekanikal, penelitian ini diharapkan mampu memberikan solusi konkret terhadap kompleksitas tantangan dalam mengkonversi potensi energi gelombang laut menjadi sumber daya listrik yang handal dan berkelanjutan
TINGKAT KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR DI KELURAHAN KAMPUNG MELAYU, KECAMATAN JATINEGARA, JAKARTA TIMUR
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan yang dilakukan oleh masyarakat terdampak dalam menghadapi bencana banjir di Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2022. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan teknik skoring pembobotan. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh warga terdampak yang bertempat tinggal pada daerah rawan banjir di Kelurahan Kampung Melayu. Kemudian untuk sampel pada penelitian ini adalah warga yang terdampak dengan usia produktif yaitu usia 15 – 65 tahun dengan jumlah 97 responden. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan proporsional random sampling. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan data primer dan data sekunder, yaitu untuk data primer dengan penyebaran angket yang diberikan kepada responden, kemudian untuk data sekunder yaitu data masyarakat yang terdampak banjir dari Kelurahan Kampung Melayu. Berdasarkan hasil penelitian bahwa kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir di Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur yaitu memiliki nilai indeks sebesar 75 dengan kategori siap. Pada penelitian ini, aspek yang memiliki nilai paling tinggi adalah dari aspek sistem peringatan bencana dengan nilai indeks sebesar 89 dan termasuk kategori siap dalam menghadapi bencana banjir. Sedangkan aspek yang memiliki nilai terendah adalah aspek mobilisasi sumber daya dengan nilai indeks sebesar 51 dan memiliki kategori kurang siap dalam menghadapi bencana banjir.
MANAJEMEN STRATEGIS KEMENTERIAN PERTAHANAN MENGHADAPI COUNTERING AMERICA’S ADVERSARIES THROUGH SANCTIONS ACT GUNA MENDUKUNG POSTUR PERTAHANAN NEGARA
- Indonesia berupaya memperkuat postur pertahanan negara dengan meningkatkan kemampuan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Untuk mewujudkannya, Indonesia melakukan kerja sama pengadaan pesawat tempur Sukhoi Su-35 dengan Rusia. Dalam realisasinya, hubungan kerja sama menemui hambatan potensi sanksi Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act Amerika Serikat sehingga dibutuhkan manajemen strategis oleh Kementerian Pertahanan. Penelitian bertujuan menganalisis Pengadaan alutsista TNI, kendala CAATSA serta manajemen strategis menghadapi CAATSA. Metode Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian kuasi kualitatif menurut Bungin. Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa 1) Kementerian Pertahanan dalam pengadaan alutsista dilakukan melalui Minimum Essential Force, terdapat hambatan berupa alutsista di bawah standar (underspec), pengadaan tidak menerapkan ToT, alutsista bekas, daya dukung anggaran minim dan potensi sanksi internasional. Selain itu kontribusi industri pertahanan dalam pengadaan alutsista TNI masih minim 2) Keberadaan CAATSA telah menjadi hambatan realisasi kerja sama pengadaan alutsista antara Indonesia dengan Rusia berupa larangan transaksi perbankan dan potensi larangan kerja sama pertahanan dengan AS 3) Manajemen Strategis Kementerian Pertahanan diformulasikan berdasarkan arah kebijakan pertahanan, kebijakan nasional dan tujuan kepentingan nasional. Implementasi Strategi yang dilakukan melalui Diplomasi Pertahanan, CBM kepada Rusia dan Amerika, Diversifikasi pengadaan alutsista serta mengembangkan industri pertahanan nasional. Sebagai evaluasi strategi CBM terhadap Rusia terdapat perbedaan penentuan harga komoditi, CBM terhadap AS perlu menekankan peningkatan hubungan berbasis kepentingan dan kemitraan, Diversifikasi Pengadaan Alutsista terdapat hambatan anggaran dan pengadaan alutsista bekas, pengembangan Industri Pertahanan Nasional melalui IDKLO dan ToT perlu dilaksanakan konsisten, peraturan turunan perlu diatur dan di prioritaskan mengedepankan produk pertahanan dalam neger
STRATEGI PENGENDALIAN WAKTU DALAM IMPOR SUKU CADANG PESAWAT SUKHOI
Kesiapan alutsista TNI AU saat ini mengalami penurunan kuantitas sampai dengan 20% dikarenakan terhambatnya pemenuhan suku cadang yang dibutuhkan untuk mendukung pemeliharaan alutsista. Seringnya terjadi kecelakaan pesawat TNI juga menjadi indikasi permasalahan dalam upaya pemeliharaan dan perawatan yang harus segera diatasi. Proses pengadaan suku cadang harus dioptimalkan agar dapat mendukung kemampuan alutsista TNI AU. Sehingga tujuan penelitian ini adalah menganalisis strategi pengendalian waktu dalam pengadaan barang/jasa tingkat pusat di Mabesau guna memenuhi kebutuhan suku cadang pesawat tempur Sukhoi dalam rangka mendukung tugas pokok Tentara Nasional Indonesia. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian dalam pengadaan suku cadang masih menggunakan referensi harga kontrak sebelumnya sehingga masih berpotensi terjadi kesalahan. Transformasi pengadaan diharapkan dapat diwujudkan pada tahap perencanaan, pelaksanaan dan pengakhiran. Pada manajemen pesanan barang juga masih belum terdapat sistem pengendalian internal Disadaau yang dapat menilai resiko dan menjamin mutu hasil pekerjaan. Selain itu, faktor eksternal yang mempengaruhi pemesanan suku cadang adalah kebutuhan Satuan TNI AU, peraturan dalam impor alutsista, dinamika keamanan global, dan kebutuhan operasi pesawat tempur itu sendiri. Kesimpulan penelitian adalah Pengendalian Waktu dalam pengadaan barang/jasa tingkat pusat di Markas Besar Angkatan Udara guna memenuhi kebutuhan suku cadang pesawat tempur sukhoi dalam rangka mendukung tugas pokok Tentara Nasional Indonesia saat ini masih belum optimal ditandai dengan masih ditemukannya permasalahan kesiapan pesawat tempur yang hanya 20%, keterlambatan pengiriman suku cadang, banyaknya kontrak yang harus ditangani oleh Disadau itu sendir
PENGARUH MOTIVASI PELAYANAN PUBLIK DAN MODAL PSIKOLOGIS TERHADAP KEPUASAN KERJA DENGAN KETERIKATAN KERJA SEBAGAI MEDIATOR PADA SATGAS BATALYON GERAK CEPAT (BGC) KONGA XXXIX-D/MONUSCO
Satgas Kontingen Garuda merupakan garda terdepan dalam misi OMSP TNI. Pada pelaksanaan tugas perdamaian dunia tersebut, TNI diharapkan memiliki kinerja yang optimal. Namun, masih terdapat beberapa permasalahan terkait kepuasan kerja yang dapat menjadi penghambat kinerja Satuan Tugas. Peneliti menguji model faktor psikologis personal yang dapat meningkatkan kepuasan kerja. Adapun tujuan penelitian ini untuk menguji dan menganalisis hipotesis dari variabel-variabel motivasi pelayanan publik, modal psikologis dan keterikatan kerja sehingga berimplikasi pada peningkatan kepuasan kerja secara optimal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan pendekatan korelasional. Data dikumpulkan dari 272 orang sebagai sampel. Sampel dipilih dengan teknik cluster random sampling secara proporsional kepada 849 orang sebagai populasi yang tergabung dalam Satgas Batalyon Gerak Cepat (BGC) Konga XXXIX-D/Monusco. Hasil penelitian yang diperoleh, yaitu: (1) Motivasi pelayanan publik dan modal psikologis memberikan pengaruh langsung secara signifikan terhadap kepuasan kerja. (2) Keterikatan kerja terbukti merupakan pemediasi pengaruh tidak langsung motivasi pelayanan publik terhadap kepuasan kerja (p value 0,00 dan t statistik 4,091) (3) Keterikatan kerja terbukti merupakan pemediasi pengaruh tidak langsung modal psikologis terhadap kepuasan kerja (p value 0,00 dan t statistik 5,630). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa motivasi pelayanan publik dan modal psikologis berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja personel baik secara langsung maupun tidak langsung melalui mediasi keterikatan kerja. Kemudian, saran dari penelitian ini adalah kedepannya perlu dilakukan penelitian dampak kepuasan kerja terhadap kinerja, serta perlu mengidentifikasi variabel lain yang berpengaruh terhadap kepuasan kerja
KONDISI DAN STRATEGI PERTAHANAN MARITIM INDONESIA DI KAWASAN ASIA TENGGARA
Kawasan Asia Tenggara merupakan kawasan yang secara geografi sangat strategis dan dapat dipengaruhi langsung oleh kekuatan politik dunia yang lebih besar. Potensi kekayaan alam yang terdapat Asia Tenggara tentunya menjadi target tersendiri bagi pemangku kepentingan untuk memperbesar pengaruhnya. Pengaruh negara besar di Asia seperti Cina ternyata memiliki pengaruh yang luar biasa dalam proses pengambilan keputusan negara ASEAN dalam menjalankan strategi maritimnya. Dari sudut pandang negara ASEAN sendiri perlu adanya tindakan kerjasama antar negara di wilayah regional dengan tujuan untuk mempertahankan pengaruh dan independensi keputusan. Atas dasar inilah dibentuknya ASEAN Maritime Forum (AMF) sebagai wadah negara-negara ASEAN dalam mengambil keputusan dan menentukan strategi dalam bidang mariti
Pengaruh Variasi Sudut Potong Pahat Dan Kedalaman Potong Mesin Bubut Terhadap Tingkat Kekasaran Benda Kerja
Proses pemesinan sangat penting dan sering digunakan dalam dunia industri. Salah satu proses pemesinan adalah proses pembubutan. Mesin bubut merupakan mesin perkakas yang mengerjakan benda kerja (biasanya berbentuk silindris) dengan cara menyayat dan bergerak secara berputar.Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui berapa Besar tingkat Kekasaran Permukaan benda uji Dengan Variasi Sudut Yang Berbeda Dan Kedalaman Potong Terhadap Tingkat Kekasaran Benda Kerja (2) Untuk bisa mengetahui dan menentukan parameter sudut potong dan kedalaman potong mesin bubut dan juga untuk mengetahui tingkat kekasaran tertinggi dan tingkat kekasaran terendah. Dari hasil percobaan pembubutan rata dengan variasi sudut yang pertama yaitu sudut 90° kedalaman potong 0,3, 0,5, dan 0,7 sebanyak 3 kali percobaan eksperimen pertama tingkat kekasaran terendah 7,902pm kedalaman pemakanan 0,7 .percobaan sudut kedua 80° kedalaman potong 0,3, 0,5, dan 0,7 eksperimen kedua tingkat kekasaran tertinggi 9,661 pm kedalaman pemakanan 0,3 .dan percobaan sudut ketiga 70° kedalaman potong 0,3, 0,5, dan 0,7 eksperimen ketiga tingkat kekasaran tertinggi 7,588 pm, kedalaman potong 0,3.Data percobaan diolah kedalam bentuk tabel Anova dengan mendapatkan SNR dengan pengaruh tertinggi yaitu faktor sudut dengan delta sebesar 3,36 dan Depth Of Cut (kedalaman potong) sebesar 2,25 .Dan dari hasil analisis anova menunjukkan sudut 80° ,dan kedalaman potongnya 0,3 mendapat nilai tingkat kekasaran tertinggi 9,661 pm dan sudut sudut 90° dengan kedalaman potong 0,7 menghasilkan nilai kekasaran terendah 2,953 pm
PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA PROGRAM ALIH TEKNOLOGITANK HARIMAU PT PINDAD (PERSERO) DENGAN FNSS TURKI GUNA MENDUKUNG PERTAHANAN NEGARA
Pada tahun 2020 program pengembangan medium battle tank Harimau memasuki tahap produksi. Agar alih teknologi dapat maksimal diperlukan pengelolaan sumber daya manusia khusunya dalam program alih teknologi tank Harimau. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan desain penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilaksanakan melalui wawancara dan studi pustaka dianalisis dengan tahapan pengolahan data, pembacaan keseluruhan data, pengkodean data dan hasil akhir narasi. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil personil tim alih teknologi disesuaikan dengan teknologi yang akan dipelajari berdasarkan kompetensi. Proses pengelolaan berjalan baik sesuai dengan kegiatan dari manajemen sumber daya manusia terdiri dari Selection, Appraisal, Reward dan Development. Dalamproses Selection, Appraisal dan Reward relatif tidak menemui kendala meskipun dilakukan lintas fungsi kerja sebab potensi kendala dapat diminimalisasi atau dihilangkan melalui komunikasi dan koordinasi lintas fungsi yang baik dan kendala yang muncul pada saat pelaksanaan kegiatan OJT berlangsung yaitu adanya perbedaan zona waktu antara Indonesia dengan negara tujuan membuat personil harus bekerja lebih lama untuk menyesuaikan waktu mengirim laporan dan hal ini berpengaruh pada proses evaluasi seringkali mundur. Belum ada strategi yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut dan hal ini menjadi temuan agar kedepan dibuat sistem khusus agar jadwal pengiriman laporan dan evaluasi dapat selesai tepat waktu