Daftar Jurnal yang terbit di Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma
Not a member yet
1412 research outputs found
Sort by
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBELIAN KENDARAAN OPERASIONAL MENGGUNAKAN METODE AHP
ABSTRAKSistem Pendukung Keputusan merupakan implementasi teori – teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu – ilmu seperti Operation Research dan Management Science, hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yang dihadapi harus dilakukan perhitungan iterasi secara manual (biasanya untuk mencari nilai minimum dan maksimum), saat ini komputer telah menawarkan kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang sama dalam waktu yang relatif singkat. Sistem ini digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi semi terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur, dimana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat mengarahkan kepada pengguna informasi agar dapat melakukan pengambilan keputusan dengan lebih baik. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan adalah AHP. AHP suatu teori umum tentang pengukuran yang digunakan untuk menemukan skala rasio, baik dari perbandingan berpasangan yang diskrit maupun kontinyu. AHP menguraikan masalah multi faktor atau multi kriteria yang kompleks menjadi suatu hirarki. Aplikasi yang dibuat menggunakan berbasis web dengan bahasa pemrograman PHP serta penyimpanan menggunakan DBMS MySQL Kata Kunci : ahp. Pendukung keputusan, kendaraan operasiona
PERANAN UNIT LOST AND FOUND DALAM PENANGANAN BAGASI YANG BERMASALAH PADA MASKAPAI CITILINK INDONESIA DI BANDARA HALIM PERDANAKUSUMA
AbstrakAngkutan udara dalam masyarakat masa kini sangat berperan. Peran tersebut diwujudkan oleh maskapai penerbangan Citilink yang memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan dalam masalah bagasi. Pelayanan tersebut dapat diwujudkan dalam peranan unit lost and found dalam penanganan bagasi yang bermasalah pada maskapai Citilink Indonesia di Bandara Halim Perdanakusuma. Memiliki rumusan masalah bagaimana petugas unit lost and found dalam menangani bagasi yang bermasalah sesuai prosedur yang ditetapkan oleh Citilink Airlines. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan unit lost and found dalam penanganan bagasi yang bermasalah sesuai dengan prosedur maskapai citilink. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif melalui studi pustaka, literature, dan pengamatan umum di lapangan. Data akan dianalisa dengan metode deskriptif kualitatif. Landasan teori yang digunakan adalah teori studi pustaka. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh petugas lost and found yang mampu memonitor dan mengkoordinasikan segala kegiatan yang ada dengan unit-unit terkait dalam melaksanakan pelayanan terhadap penumpang sehingga terciptanya keamanan, kenyamanan, dan ketepatan waktu. Semua tenaga kerja mampu melayani penumpang dengan ramah dan sabar pada setiap keluhan bagasi yang dialami oleh penumpang, seluruh tenaga kerja pun menjalin kerja sama yang baik antara tenaga kerja satu dengan lainnya sehingga saat terjadi kendala dalam unit lost and found seluruh tenaga kerja mampu menyelesaikannya dengan baik. Kata Kunci: Peranan; Petugas; prosedur kerja; Pelayana
SISTEM PENGENDALIAN INTERN PENJUALAN KREDIT PADA PT XYZ
ABSTRACTPT. XYZ is a manufacturing company that processes plastic raw materials into toy products, the company has been running since 2015, in an effort to make the company a better direction, management develops companies with a computerized accounting recording system. In a credit sales system that has a greater risk level than cash sales, PT XYZ requires a good internal control system. This study aims to determine the procedures that form a credit sales system and determine whether the internal control system has been implemented in the company. The type of data used in this research is primary data and secondary data which are collected through documentation and literature. From the results of the evaluation, it was found that the PT XYZ timber company credit sales system procedure was not good because sometimes receiving orders used personal email from Marketing. The internal control system implemented at PT. XYZ has not been carried out well, these deficiencies can be seen in the concurrent duties section, as well as the absence of credit and billing sections and forms used by the company, even though there is document numbering but it is still in the interests of each section, so document accountability is difficult to trace. Keywords: Credit Sales Procedure, Internal Control System
MENINGKATKAN MINAT KEWIRAUSAHAAN DI ERA GLOBAL MELALUI E-COMMERCE
Perkembangan zaman atau yang disebut dengan era globalisasi turut mempengaruhi perkembangan transaksi jual beli yang terjalin antara penjual dengan pembeli. Perkembangan zaman ini mampu membuat penjual dan pembeli tidak harus bertemu langsung untuk melakukan transaksi. Pembeli dapat membeli barang atau akan menggunakan jasa sesorang wirausaha melalui aplikasi yang terdapat di internet yang dapat diakses melalui gawai berbasis android atau sejenisnya. Hal ini memudahkan konsumen untuk membeli keperluan atau keinginannya di mana pun ia berada. Aplikasi yang dapat memudahkan konsumen tersebut dikenal dengan perdagangan elektronik (e-commerce).Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran bagaimana pemanfaatan e-commerce, dan seberapa besar kontribusi pemanfaatan e-commerce terhadap perilaku berwirausaha. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui e-commerce dapat memberikan peluang seseorang untuk menjadi seorang wirausaha. Kata Kunci : Kewirausahaan, E-commerc
ANALISIS DAMPAK COVID 19 TERHADAP PENERBANGAN DI INDONESIA
ABSTRAKPenulisan ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan penerbangan dalam hal pengangkutan barang yang dimuat dan penumpang pesawat dalam penerbangan domestik dan penerbangan internasional tahun 2019 dan 2020 (sebelum dan selama pandemi covid 19). Data yang diambil dari lima bandara utama yaitu Bandara Polonia, Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Juanda, Bandara Ngurah Rai, dan Bandara Hasanuddin. Pengujian dilakukan dengan analisis uji-t dua sampel berpasangan. Dalam pengujian disimpulkan bahwa perbandingan rata-rata tahun 2019 bisa mengangkut 51.974,8 ton dan tahun 2020 mengangkut 43.586 ton, hal ini berarti ada penurunan jumlah barang yang dimuat dalam penerbangan domestik. Berdasarkan perbandingan rata-rata tahun 2019 bisa mengangkut 42.638,4 ton dan tahun 2020 mengangkut 27.215,2 ton, hal ini berarti ada penurunan jumlah barang yang dimuat dalam penerbangan internasional. Berdasarkan perbandingan rata-rata tahun 2019 bisa mengangkut 7.298.817 orang dan tahun 2020 mengangkut 2.912.040 orang, hal ini berarti ada penurunan jumlah penumpang pesawat dalam penerbangan domestik.  Berdasarkan perbandingan rata-rata tahun 2019 bisa mengangkut 4.277.218 orang dan tahun 2020 mengangkut 800.579 orang, hal ini berarti ada penurunan jumlah penumpang pesawat dalam penerbangan internasional. Meskipun keadaan selama pandemi covid 19 ini masih terasa berat khususnya untuk industri penerbangan, namun harus tetap tangguh dan bisa mengatasi hal ini dengan kemampuan maksimal serta menerapkan aturan protokol kessehatan dan memberikan fasilitas yang baik untuk mendukung usaha ini. Keywords: penyakit menular, penerbangan, kargo, dan penumpan
PERSPEKTIF FORCE MAJEURE DAN REBUS SIC STANTIBUS DALAM SISTEM HUKUM INDONESIA
Abstrak :Peranan kontrak sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Kontrak adalah: Kesepakatan para pihak tentang sesuatu hal yang melahirkan perikatan/hubungan hukum, menimbulkan hak dan kewajiban, apabila dilanggar menimbulkan sanksi. Sahnya kontrak harus memenuhi Pasal 1320 KUHPerdata. Kontrak didasarkan pada asas-asas yang berfungsi sebagai pedoman pelaksanaan kontrak. Pasal 1338 ayat (1) KUHPerdata; "Semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya". Para pihak bebas membuat isi kontrak asal tidak bertentangan dengan undang-undang, kesusilaan dan ketertiban umum. Kontrak melahirkan perikatan yang menimbulkan akibat hukum bagi para pihak yaitu timbulnya hak dan kewajiban yang harus dilaksanakan dengan itikad baik. Kontrak yang sudah dibuat dengan memenuhi persyaratan, belum pasti menjamin terlaksana dengan baik (terjadi wanprestasi). Wanprestasi bisa terjadi karena: Kesalahan dapat berupa kelalaian atau kesengajaan, force majeure dan rebus sic stantibus. Force majeure adalah suatu keadaan di mana salah satu pihak dalam suatu perikatan tidak dapat memenuhi seluruh atau sebagian kewajibannya sesuai apa yang di perjanjikan, disebabkan adanya suatu peristiwa di luar kendali salah satu pihak yang tidak dapat diketahui atau tidak dapat diduga akan terjadi pada waktu membuat perikatan, di mana pihak yang tidak memenuhi kewajibannya ini tidak dapat dipersalahkan dan tidak harus menanggung risiko. Konsep force majeure ditemukan dalam: Pasal 1244 dan 1245 KUHPerdata, juga mengacu pada Pasal 1444 dan 1445 KUHPerdata. Ditemukan juga dalam peraturan perundang-undangan, yurisprudensi dan putusan pengadilan serta berdasarkan pendapat ahli. Terjadinya peristiwa force majeure menimbulkan suatu akibat baik terhadap perikatan maupun terhadap risiko. Force majeure mensyaratkan adanya itikad baik. Clausula rebus sic stantibus adalah asas hukum yang menyatakan bahwa suatu kontrak tidak lagi berlaku akibat perubahaan keadaan yang mendasar. Asas rebus sic stantibus telah menjadi bagian dari asas hukum umum sama halnya dengan asas-asas hukum yang lainnya dalam hukum (kontrak) internasional. Di Indonesia doktrin ini lebih dikenal di dalam hukum (kontrak) internasional dan sedikit di dalam hukum asuransi. Dalam peraturan perundangan Indonesia, keberadaan clausula rebus sic stantibus mendapatkan pengakuan dalam Pasal 18 c Undang-Undang Nomor 24 tahun 2000 tentang Perjanjian internasional. Indonesia telah meratifikasi The UNIDROIT Principles of International Commercial Contracts (UPICC) melalui Peraturan Presiden RI No. 59 Tahun 2008 sebagai salah satu upaya untuk harmonisasi hukum atau pengaturan dalam hukum kontrak internasional, Dalam UNIDROIT terdapat asas-asas, antara lain: Asas pacta sunt servanda dan asas rebus sic stantibus istilah yang dipakai adalah hardship clauses (klausul kesulitan). Dalam KUHPerdata tidak ada mengatur tentang clausula rebus sic stantibus, yang ada adalah mengatur tentang force majeure. Walaupun secara khusus clausula rebus sic stantibus belum diatur, dengan mencermati perkembangan yang terjadi sangat mungkin secara diam-diam kita sebenarnya sudah mengadopsi doktrin tersebut dan menerapkannya di dalam berbagai kasus di pengadilan. Clausula rebus sic stantibus dibutuhkan terutama untuk kontrak jangka panjang dengan nilai yang sangat tinggi bertujuan untuk mengatasi kesulitan atau kegagalan berkontrak (frustation). Dalam praktiknya terdapat banyak permasalahan-permasalahan terkait dengan force majeure dan rebus sic stantibus. Hal ini dipengaruhi berbagai faktor, antara lain: Berkaitan dengan substansi, struktur, dan budaya (kultur) hukum. Penelitian ini membahas tentang: Bagaimana pengaturan force majeure dan rebus sic stantibus dalam sistem hukum Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dibutuhkan adanya solusi agar tercipta apa yang menjadi tujuan dari pembuatan kontrak yaitu terwujudnya keadilan bagi para pihak. Kata kunci : Kontrak, Force Majeure, Rebus Sic Stantibus. Abstract :The role of contracts is very important in everyday life. Contract is: Agreement of the parties regarding something that gives birth to a legal engagement / relationship, gives rise to rights and obligations, if it is violated it will lead to sanctions. The validity of the contract must comply with Article 1320 of BW. Contracts are based on principles that serve as guidelines for contract performance. Article 1338 paragraph (1) of BW; "All agreements made legally act as laws for those who make them". The parties are free to make the contents of the contract as long as it doesn’t violate the law, decency and public order. The contract gives birth to an agreement that has legal consequences for the parties, namely the emergence of rights and obligations which must be carried out in good faith. A contract that has been made fulfilling the requirements is not certain to guarantee that it will be executed properly (default occurs). Default can occur due to: Errors can be in the form of negligence or deliberate action, force majeure and rebus sic stantibus. Force majeure is a situation in which one of the parties in an engagement can’t fulfill all or part of its obligations as agreed, due to an event beyond the control of one of the parties that can’t be known or can’t be predicted will occur at the time of making the engagement. , where the party that doesn’t fulfill this obligation can’t be blamed and doesn’t have to bear the risk. The concept of force majeure is found in: Articles 1244 and 1245 of BW, also refers to Articles 1444 and 1445 of BW. It is also found in statutory regulations, jurisprudence and court decisions and based on expert opinion. The occurrence of force majeure events has an effect both on the engagement and on the risks. Force majeure requires good faith. Clausula rebus sic stantibus is a legal principle which states that a contract is no longer valid due to a change in fundamental circumstances. The principle of rebus sic stantibus has become part of the principle of general law as well as other legal principles in international law (agreement). In Indonesia this doctrine is better known in international law (agreement) and less in insurance law. In Indonesian legislation, the existence of the clause rebus sic stantibus is recognized in Article 18 c of Law Number 24 of 2000 concerning International Treaties. Indonesia has ratified The UNIDROIT Principles of International Commercial Contracts (UPICC) through Presidential Regulation of the Republic of Indonesia No. 59 year 2008 as an effort to harmonize laws or regulations in international contract law, UNIDROIT has principles, including: Pacta sunt servanda principle and rebus sic stantibus, the term used is hardship clauses (difficulty clauses). In the BW (burgerlijk wetboek), there is no regulation on clauses of rebus sic stantibus, only about force majeure. Although in particular the clauses of rebus sic stantibus have not been regulated, by looking at the developments that have occurred, it is very possible that we have actually adopted this doctrine secretly and applied it in various cases in court. The rebus sic stantibus of clausula is needed especially for long-term contracts with very high value aimed at overcoming the difficulty or failure of the contract (frustation). In practice, there are many problems related to force majeure and rebus sic stantibus. This is influenced by various factors, including: Relating to the substance, structure, and culture of law. This research discusses: How to regulate force majeure and rebus sic stantibus in the Indonesian legal system. The research method used is normative juridical. To overcome this problem, a solution is needed in order to create what is the goal of making a contract, namely the realization of justice for the parties. Keywords: Contract, Force Majeure, Rebus Sic Stantibus
ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI TICKETING HELPDESK ONLINE BERBASIS WEB: STUDI KASUS PT XYZ
AbstractionIn this research a web-based online helpdesk application system was developed, at PT.XYZ, currently if there are problems with work tools such as computers and other hardware at the office or in branch stores they must do manual reporting such as telephone and whatsapp. With such problems created a Web-based Ticketing Helpdeks System application development to facilitate these problems. The research methods used include analytical methods (field studies and literature studies) and application program design methods using SDLC. Based on the results of research at PT. , it can be identified that the control system for complaints that are reported cannot be done quickly because there is no ticket or work scheduling system. Ticketing Helpdesk System helps each department and branch store to report damage to computers, other hardware. The software used is Notepad ++, MySQL and PHP. So after the existence of this website, it is hoped that it can help each complaint be carried out effectively and efficiently. Keywords: PHP, MySQL, Ticketing System Helpdes
PERSIAPAN PETUGAS RAMP HANDLING DI BANDARA ABDUL RACHMAN SALEH DALAM PROSES PERSIAPAN PEMBERANGKATAN
ABSTRACTThe company's operational activities are indeed the main point in achieving the targets to be achieved. This applies to every airline company that is a direct customer such as a passenger. Ground Handling, namely the pre-flight service and post-flight service phases, namely the handling of passengers and aircraft while at the airport. The ramp handling officer is tasked with carrying out field activities based on existing SOPs. Keyword : Ground Handling, Ramp Handlin
ALAT PENDETEKSI ORIGINALITAS BATERAI TIPE 18650 BERBASIS ARDUINO NANO
Baterai merupakan sebuah alat yang dapat merubah energi kimia menjadi energi listrik dan digunakan pada suatu perangkat elektronik. Hampir semua perangkat elektronik yang portabel seperti handphone, laptop, senter, dan remote control menggunakan baterai sebagai sumber listriknya. Berdasarkan survei lapangan ternyata banyak baterai palsu ( cloning ) yang beredar dimasyarakat khususnya baterai tipe 18650. Penggunaan baterai cloning dapat merusak peralatan elektronik. Perbedaan antara baterai otane (original ) dan cloning ( palsu) adalah nilai daya (mAh) dan tegangan (volt) tidak sesuai dengan yang tertera pada baterai dan perbedaan tersebut tidak dapat terlihat secara kasat mata. Perancangan alat portable pendeteksi originalitas baterai untu tipe 18650 menggunakan Arduino Nano dapat mengukur nilai daya dan tegangan pada baterai. Pengujian alat dengan mengukur tegangan awal dan akhir baterai selama pemakaian 20 menit. Hasil pengujian alat menunjukkan bahwa selama pemakaian, pada baterai cloning mengalami penurunan tegangan yang drastis sedangkan pada baterai original perlahan atau konstan. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa baterai palsu hanya dapat digunakan ± 20 menit dengan rata-rata tegangan awal 4.2 v dan rata-rata tegangan akhir 1.9 v, sedangkan baterai original dapat digunakan ± 8 jam dengan ratarata tegangan awal 4.2 v dan rata-rata tegangan akhir 1.6 v.Keyword : Baterai 18650, Baterai Cloning, Baterai Otan
IMPLEMENTASI ISAK 35 ( NIR LABA ) PADA ORGANISASI NON LABA ( MASJID, SEKOLAH, KURSUS )
Akuntansi berperan pada segi pengelolaan keuangan suatu entitas semakin disadari oleh banyak pihak, baik entitas yang berorientasi laba ataupun non laba. Organisasi nirlaba semenjak tahun 1997 diatur dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 45. Namun mulai tahun 2019 PSAK 45 diganti dengan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) 35. Masjid Kampus dan Yayasan sebagai bagian dari Organisasi Nir Laba. Metode Penelitian dengan Literatur dan Wawancara. Kebutuhan Sosialisasi dan Pelatihan menjadi mendesak karena banyaknya ketidakpahaman perubahan dari PSAK 45 ke ISAK 35 sehingga akan membuat laporan menjadi lebih baik dan siap untuk di tampilkan Kata Kunci: ISAK 35, Organisasi Nir laba, laporan keuanganÂ