Administratio : Jurnal Ilmiah Administrasi Publik dan Pembangunan
Not a member yet
122 research outputs found
Sort by
PENGARUH KEPEMIMPINAN TERHADAP PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM REHABILITASI-SOSIAL RUMAH TIDAK LAYAK HUNI (RS-RTLH): (Desa Mumbang Jaya Kecamatan Jabung Kabupaten Lampung Timur)
Kepemimpinan merupakan faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi partisipasi masyarakat. Kepemimpinan sangat penting dan amat menentukan dalam kehidupan setiap bangsa, karena maju mundurnya masyarakat ditentukan oleh pimpinannya. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh dan menghasilkan gambaran tentang besarnya pengaruh kepemimpinan Kepala Desa terhadap tingkat partisipasi masyarakat dalam Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS RTLH) di Desa Mumbang Jaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 60 responden dari populasi survey yaitu 70 KK dengan menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah uji regresi sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala desa mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat partisipasi masyarakat. Kontribusi pengaruh kepemimpinan kepala desa terhadap tingkat partisipasi masyarakat yaitu 0,545 atau 54,5% sedangkan sisanya yaitu 45,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti usia, pendidikan, jenis pekerjaan, tingkat penghasilan, lamanya tinggal di desa tersebut dan tingkat komunikasi. Dengan demikian untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam RS-RTLH maka pemerintah desa dan para stakeholder program ini harus meningkatkan keterlibatannya dalam pelaksanaan program di Desa Mumbang Jaya.
 
PARTISIPASI CIVIL SOCIETY DALAM UPAYA PEMBERDAYAAN EKS BURUH MIGRAN INDONESIA ASAL LAMPUNG (Studi Pada Serikat Buruh Migran Indonesia Lampung
ABSTRACT. Good governance is a governmental management in organizing and managing sosial andeconomic resources to develop the growth of the nation. The role of civil society like NGO/ NonGovernment
Organizations in Good governance is supporting the participatory development. The lowavailability of employment is one of the problems in the development. This research focuses on theforms of Indonesian Migrant Workers Union (SBMI) participation as a civil society in empowering theformer Indonesian migrant workers from Lampung region.. And also data analyzation. The result of thisresearch showed that the participation of SBMI Lampung in empowering the former Indonesian migrantworkers from Lampung in form of non-physical participation, included: planning, decision making onevaluation and counseling, empowerment, mentoring and rehabilitation; while the physical participation was done in form of procurement necessity for ex-BMI (Indonesian Migrant Workers) such as; materials, machinery and money. In addition, SBMI focused on the process of empowerment in thefield of motivation, self-development, management, resource mobilization and network development. Keywords: Good governance, civil society, SBMI, participation, ex-migrant workers from Lampung.ABSTRAK. Good governance merupakan tata cara pemerintah yang digunakan dalam rangka mengaturdan mengelola sumber daya sosial, ekonomi guna mengembangkan pembangunan bagi masyarakat. Perancivil society yang termasuk dalam (LSM)/Organisasi non-Pemerintahan dalam Good governancemerupakan salah satu aktor yang mendukung proses pembangunan yang bersifat partisipatif. Minimnyaketersediaan lapangan kerja merupakan salah satu masalah dalam pembangunan. Penelitian inimemfokuskan pada bentuk-bentuk partisipasi SBMI sebagai civil society dalam upaya pemberdayaan eksburuh migran Indonesia asal Lampung. Metode penelitian ini yaitu dengan menggunakan tipe penelitiandeskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah bahwa partisipasi SBMI Lampungdalam upaya pemberdayaan eks buruh migran Indonesia asal Lampung dalam bentuk partisipasi non-fisikseperti upaya perencanaan, pengambilan keputusan evaluasi dan konseling, palaksanaan pemberdayaan,pendampingan dan rehabilitasi. serta partisipasi fisik dalam bentuk pengadaan kebutuhan bagi eks BMIseperti materi, Mesin dan Uang, selain itu SBMI memfokuskan proses pemberdayaan dalam penanamanmotivasi, pengembangan diri,manajemen, mobilisasi sumberdaya dan pengembangan jejaring. Kata kunci: Good governance, civil society, SBMI, partisipasi, eks buruh migran Lampung
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS PELAYANAN PADA PUSAT PELAYANAN SATU ATAP (PPSA) PT. PELABUHAN INDONESIA II (PERSERO) CABANG PANJANG
ABSTRACT. This study aims to determine and analyze the factors that affect the quality of serviceat One Stop Service Center (PPSA) in PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) Panjang Branch of BandarLampung City. The method used is qualitative with descriptive type. Determination of informantsbased on the criteria of informants obtained through snowball sampling technique. Furthermore,data collection techniques used are in-depth interviews documentation and observation. While thedata analysis techniques used are data reduction, data presentation, conclusion, and verification.The results showed that the factors that influence or encourage the quality of service at One StopService Center (PPSA) in PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) Panjang Branch of Bandar Lampung Cityinclude human resources, services through customer-oriented system, facilities dan infrastructure,and programme activities by engaging customers. While the inhibiting factor of service quality atPPSA is caused the internal factor a company, covering system or network coming from networkprovider itself. Keywords: Service Quality, Management, and Human ResourcesABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yangmempengaruhi kualitas pelayanan pada Pusat Pelayanan Satu Atap (PPSA) di PT. Pelabuhan IndonesiaII (Persero) Cabang Panjang Kota Bandar Lampung. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengantipe deskriptif. Penentuan informan berdasarkan kriteria informan yang diperoleh melalui tekniksnowball sampling. Lebih lanjut, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancaramendalam, dokumentasi dan observasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksidata, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwafaktor-faktor yang mempengaruhi atau mendorong kualitas pelayanan pada Pusat Pelayanan Satu Atap(PPSA) di PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Panjang Kota Bandar Lampung antara lainsumber daya manusia, pelayanan melalui sistem, sarana dan prasarana berorientasi pelanggan, danprogram kegiatan dengan mengikutsertakan pelanggan. Sedangkan faktor penghambat kualitaspelayanan pada PPSA yaitu disebabkan oleh faktor internal perusahaan, meliputi sistem atau jaringanyang berasal dari penyedia jaringan itu sendiri. Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Manajemen, Sumber Daya Manusi
JALAN BERLIKU MENUJU PENETAPAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TEPAT WAKTU (Study Proses Penyusunan dan Penetapan APBD Kabupaten Blitar)
ABSTRACT. This paper examines managerial and political dimensions of local budgetpreparation and approval process. Data derived from observation, interviews anddocumentation. Results of the analysis showed that in the process of preparation andadoption of Blitar Regency’s Local Budget of Fiscal Year 2013-2015, the managerialdimension occurs in stages preparation and adoption RKPD, KUA PPAS preparation,preparation of the budget document and budget evaluation process, while the politicaldimension occurs in discussion phase and the memorandum of understanding KUA PPAS,discussion and approval of the budget and the budget determintaion. As a series of cyclesof preparation and approval of the budget process when a late stage would affect thewhole stage. Changes in regional governance law of Act 32 of 2004 into Act 23 of 2014which set of sanctions against the head region and Parliament when the budget late set apositive influence on the timeliness of APBD. In conclusion, the sanctions regents andDPRD positive effect on the timeliness of the determination of Blitar Regency’s LocalBudget of Fiscal Year 2015 differs with the approval of Blitar Regency’s Local Budget inthe previous year always late set.
Keywords: APBD, budget preparation dan approval process, late budget, sanction,Kabupaten BlitarABSTRAK. Makalah ini membahas dimensi manajerial dan politik dari proses penyusunandan persetujuan anggaran daerah. Data berasal dari observasi, wawancara dandokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam proses penyusunan dan adopsi APBDKabupaten Blitar Tahun Anggaran 2013-2015, dimensi manajerial terjadi pada tahappersiapan dan adopsi RKPD, persiapan KUA PPAS, penyusunan dokumen anggaran danproses evaluasi anggaran, Sedangkan dimensi politik terjadi dalam tahap diskusi dan notakesepahaman KUA PPAS, pembahasan dan persetujuan anggaran dan ketetapan anggaran.Sebagai rangkaian siklus persiapan dan persetujuan proses anggaran saat tahap akhir akanmempengaruhi keseluruhan panggung. Perubahan undang-undang tata kelola daerah UU 32tahun 2004 menjadi Undang-Undang 23 Tahun 2014 yang menetapkan sanksi terhadapdaerah kepala dan DPR saat anggaran terlambat memberi pengaruh positif terhadapketepatan waktu APBD. Kesimpulannya, sanksi bupati dan DPRD berpengaruh positifterhadap ketepatan waktu penetapan APBD Kabupaten Blitar Tahun Anggaran 2015berbeda dengan persetujuan APBD Kota Blitar pada tahun sebelumnya yang selaluterlambat ditetapkan.
Kata kunci: APBD, penyusunan anggaran dan proses persetujuan, anggaranketerlambatan, sanksi, Kabupaten Blitar
TRANSFORMASI ORGANISASI PENYEDIA JASA LAYANAN JAMINAN KESEHATAN (Studi Tentang Transformasi PT. Askes (Persero) Menjadi BPJS Kesehatan)
ABSTRACT. Health insurance is a necessity that must be owned by the community ascitizens. After the demands of the changing times and other factors, then governmentdecided to transform PT. Askes (Persero) to BPJS Kesehatan by the Regulation of SJSN andthe regulation of BPJS. The transformation causes changes in the health insurance systemin Indonesia. This study aims to determine the reasons or factors that encourage theimplementation of the transformation, stages of transformation that is passed by PT.Askes (Persero) to be BPJS Kesehatan, and change what happened. The research is aqualitative study using a descriptive approach, data collection techniques used areliterature. The conclusion from this study is there are two factors that underlie theimplementation of the transformation of PT. Askes (Persero) to BPJS Kesehatan, thefactors are domestic and international factors. Domestic factors is complaints from thepublic, and the international factor is the intervention of foreign parties. Thistransformation then passes through three stages namely unfreezing, movement, andrefreezing. In each of these stages there are some changes implemented steps ofachieving the respective stages. transformations that occur in the PT. Askes (Persero)caused a lot of changes, including: changes in goals, culture, technology, organizationalstructure, and the volume of activity.
Keywords : Health Insurance, Transformation, Public AgencyABSTRAK. Asuransi kesehatan merupakan kebutuhan yang harus dimiliki masyarakat sebagai warga negara. Setelah tuntutan perubahan zaman dan faktor lainnya, makapemerintah memutuskan untuk mengubah PT. Askes (Persero) kepada BPJS Kesehatandengan Peraturan SJSN dan peraturan BPJS. Transformasi tersebut menyebabkanperubahan sistem asuransi kesehatan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui alasan atau faktor yang mendorong pelaksanaan transformasi, tahapantransformasi yang dilalui oleh PT. Askes (Persero) menjadi BPJS Kesehatan, dan mengubahapa yang terjadi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakanpendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah literatur.Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada dua faktor yang mendasari pelaksanaantransformasi PT. Askes (Persero) kepada BPJS Kesehatan, faktor-faktornya adalah faktordomestik dan internasional. Faktor domestik adalah keluhan masyarakat, dan faktorinternasional adalah intervensi pihak asing. Transformasi ini kemudian melewati tiga tahapyaitu unfreezing, movement, dan refreezing. Pada masing-masing tahap tersebut adabeberapa perubahan yang dilakukan langkah-langkah pencapaian tahapan masing-masing.Transformasi yang terjadi di PT. Askes (Persero) menyebabkan banyak perubahan, antaralain: perubahan tujuan, budaya, teknologi, struktur organisasi, dan volume aktivitas.
Kata kunci: Asuransi Kesehatan, Transformasi, Badan Publi
SOCIAL WELFARE POLICY AND SOCIO ECONOMIC DEVELOPMENT IN INDONESIA
ABSTRACT. This paper examines the social welfare policy and its contribution to socioeconomic development in Indonesia. This research uses qualitative approach with datacollection technique using literature study. As the results, the government of Indonesiahas implemented several strategies of social welfare policy in order to improve the wellbeingof
the citizen, especially the poor people. The main strategy is divided into threeparts, namely social assistance; community empowerment and micro-enterprise program.The implementation of the program has proved that the social welfare programcontributes to the socioeconomic development in Indonesia. However, GoI needs toimprove the program effectiveness. Another matter that we need to consider is thatsocial welfare strategy is not the only approach of reducing poverty. The GoI needs tocombine it with another approach in the socio-economic development context. Socialwelfare policies should be an integrated approach within several policies of employmentand macro-economic strategies in order to reduce risks and increase sustainable growth.
Key words: social welfare policy, socio economic developmentABSTRAK. Artikel ini mengkaji kebijakan kesejahteraan sosial dan kontribusinya terhadappembangunan sosio ekonomi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatankualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka. Sebagai hasilnya,pemerintah Indonesia telah menerapkan beberapa strategi kebijakan kesejahteraan sosialuntuk meningkatkan kesejahteraan warga, terutama masyarakat miskin. Strategi utamadibagi menjadi tiga bagian, yaitu bantuan sosial; Pemberdayaan masyarakat dan programusaha mikro. Implementasi program ini telah membuktikan bahwa program kesejahteraansosial berkontribusi terhadap pembangunan sosial ekonomi di Indonesia. Namun,pemerintah Indonesia perlu memperbaiki keefektifan program. Hal lain yang perlu kitaperhatikan adalah strategi kesejahteraan sosial bukan satu-satunya pendekatan untukmengurangi kemiskinan. Pemerintah Indonesia perlu menggabungkannya denganpendekatan lain dalam konteks pembangunan sosio-ekonomi. Kebijakan kesejahteraansosial harus menjadi pendekatan terpadu dalam beberapa kebijakan kerja dan strategimakroekonomi untuk mengurangi risiko dan meningkatkan pertumbuhan yangberkelanjutan.
Kata Kunci: kebijakan pembangunan sosial, pembangunan sosial-ekonom
REVITALISASI PERAN KARANG TARUNA MELALUI PEMBERDAYAAN SNS (SOCIAL NETWORKING SITES) (STUDI PADA KARANG TARUNA KECAMATAN PARDASUKA KAB. PRINGSEWU)
ABSTRACT. This research background of the highest internet user in Indonesia is youth that isequal to 59% from all internet user in Indonesia. 80% of these young users access to socialmedia or Social Networking Sites (SNS). The use of SNS in a very fantasastic number byIndonesian youth, should be able to contribute to the existence of the organization of youth.The purpose of this research is to obtain description and analysis of the role of youth indeveloping young generation and also to empower SNS in revitalizing the role of youth indeveloping young generation in Pardasuka village. This type of research is descriptive, with aqualitative approach. The results of this study indicate that the role of Youth in developingyoung generation in Pardasuka sub-district, Pringsewu regency has not been limited to thetechnical role only. The youth also did not use SNS to revitalize the role of Karang Taruna dueto several inhibiting factors.
Keywords: Revitalization, Karang Taruna, empowerment, Social Networking Sites (SNS)ABSTRAK. Penelitian ini dilatar belakangi dari pengguna internet tertinggi di Indonesia adalahpemuda yakni sebesar 59% dari keseluruhan pengguna Internet di Indonesia. 80 % dari sekianpengguna muda tersebut mengakses ke media social atau Social Networking Sites (SNS)/SitusJejaring Sosial. Penggunaan SNS dalam jumlah yang sangat fantasastis oleh pemuda Indonesia,sudah selayaknya dapat berkontribusi terhadap keberadaan organisasi karang taruna. Tujuandari penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi dan analisa peran karang taruna dalammembina generasi muda serta pemberdayaan SNS dalam merevitalisasi peran karang tarunadalam membina generasi muda di desa Pardasuka, kecamatan pardasuka, kabupaten Pringsewu.Tipe peneltian ini deskriptif, dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa peran Karang Taruna dalam membina Generasi muda di kecamatan Pardasuka,Kabupaten Pringsewu belum maksimal baru sebatas pada peran teknis. Para pemuda juga blmmemanfaatkan SNS guna merevitalisasi peran Karang Taruna dikarenakan beberapa faktorpenghambat.
Kata Kunci: Revitalisasi, Karang Taruna, pemberdayaan, Social Networking Sites (SNS)
PENATAAN ORGANISASI: STUDI PADA DINAS PENGAIRAN DAN PEKERJAAN UMUM KABUPATEN LAMPUNG TIMUR
ABSTRACT. Organizational structuring provides many opportunities for the organization being studied and the method to be used. Organizational structuring is tailored to the environmental needs in which the organization lives. This study aims to describe the organization arrangement of the Public Works Irrigation Office in East Lampung Regency. The study was conducted with a descriptive qualitative approach, with data collection techniques through in-depth interviews, observation and documentation studies. The results of the study concluded that the establishment of the Dinas Pengairan and Public Works was in accordance with the needs and environmental conditions of the organization. However, the existing organizational structure needs to be adjusted to the needs and environment
PENERAPAN SOCIOPRENEUR PADA INDUSTRI TAHU DI KELURAHAN GANJAR AGUNG KOTA METRO
ABSTRAK. Sosial enterpreneur atau dikenal dengan sociopreneur merupakan membangun usaha berbasis kegiatan sosial. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa usaha atau bisnis pembuatan tahu di kelurahan Ganjaragung merupakan salah satu bentuk sociopreneur. Dalam hasil wawancara para pengusaha tahu telah mempekerjakan masyarakat sekitar dalam pembuatan tahu. Selain itu, dalam memperhatikan lingkungan pra produsen telah mengolah sisa hasil olahan tahu. Salah satu hasil olahan limbah cair yaitu nata de soya yang benilai ekonomi dan kualitas tinggi. Sedangkan limbah padat dimanfaatkan sebagai pakan ternak bagi masyarakat sekitar
PROGRAM KEMITRAAN BNN – PKK: KERJA SAMA KOMUNITAS UNTUK PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI LINGKUNGAN KELUARGA
Drug abuse is a complex issue and causes other health and social problems. This study to understand the community's cooperation to family based drug abuse prevention by describing BNN partnership program with PKK and community based prevention process in Kalideres Subdistrict. The method used was qualitative with descriptive analysis technique. The results showed that BNN's partnership with PKK directly resulted the forming of special cadres of family based drug abuse prevention. The prevention process is community-based through PKK and PKK cadres as agents of social change. Community cooperation for the prevention of drug abuse is done “by and for community"