Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH)
Not a member yet
    197 research outputs found

    Pendampingan Konselor Menangani Krisis Keluarga: Kasus Sonduk Hela di Suku Batak

    Full text link
    This research aims to be a provision or guide for counselors in accompanying the son-in-law experiencing a family crisis the sonduk hela case the Batak tribe. The focus of the research abaut in accompanying the son-in-law experiencing family crisis the sonduk hela case the Batak tribe in village of Pegagan Julu IV. This research used qualitative methods with literature research (library research), data collection through interviews, observation of data sources, documentation and data analysis using case studies. The results of the research are first by a cross-cultural approach, as a son-in-law becomes aware of the cultural rules Toba Batak, the heir is male and has the courage to make decisions, secondly by the Pastoral Case study metode approach, the son-in-law makes events that occur around him as  objective or realistic inspiration,  and aware of his identity when he is with his in-laws' family. Third, by cultural counselor approach (klb), pastoral case study method (mskp), and theological approach will help the son-in-law deal with the family crisis of the sonduk hela case the Batak tribe. Penelitian ini bertujuan menjadi bekal atau pegangan konselor dalam mendampingi menantu yang mengalami krisis keluarga kasus sonduk hela suku Batak. Fokus penelitian ialah menantu laki-laki yang mengalami krisis keluarga kasus sonduk hela suku Batak di desa Pegagan Julu IV. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan literature risearch (penelitian perpustakaan), pengumpulan data melalui Interview,  Observasi sumber data, dokumentasi dan menganalisa data dengan Case study. Hasil penelitian ialah pertama melalui pendekatan lintas budaya, sebagai menantu laki-laki  menjadi sadar dengan aturan budaya Batak Toba yaitu ahli waris adalah laki-laki dan berani menentukan keputusan, kedua melalui pendekatan Metode Studi Kasus Pastoral, menantu laki-laki menjadikan peristiwa yang terjadi disekitar sebagai inspirasi yang objektif atau realistis, serta menyadari jati dirinya saat bersama keluarga mertua. Ketiga, pendekatan konselor lintas budaya (klb), metode studi kasus pastoral (mskp), dan pendekatan teologi akan membatu menantu menangani krisis keluarga kasus sonduk hela di suku Batak

    Dialektika Pendidikan dalam Perspektif Paulo Freire: Kritik dan Solusi Terhadap Pendidikan Feodalistik

    Full text link
    Effective education provides positive energy to humans as an effort to realize it. However, it is a shame because, lately, educational phenomena are still trapped in the black area. Spaces for discussion, debate, and freedom of thought are reduced to the mere fulfillment of the curriculum. Conditions like this place students as passive objects. This study aims to reveal the principles of liberating education in Christian religious education. This study uses library research with a descriptive qualitative approach. Empirical facts provide evidence that the implementation of education at this time is still conventional. Paulo Freire critically and transformatively breaks through the deadlock in education due to the interference of power and owners of capital by offering revolutionary, philosophical, and reflective concepts and approaches on how humans should be educated to become truly human beings who are aware of their existence and work in the concrete world. This condition can be realize through the application of educational dialectics. The solution recommendation from this research is applying the dialectical method in the educational process as the best way to present superior individuals who understand educational institutions as public spaces where all kinds of perspectives resolve through rigid discourse. Pendidikan efektif memberikan energi positif kepada manusia sebagai upaya mewujudkan. Namun patut disayangkan karena ternyata belakangan ini masih ditemukan fenomena pendidikan yang terjebak di area hitam. Ruang-ruang diskusi, debat, dan kebebasan berpikir direduksi sebatas pemenuhan kurikulum semata. Kondisi seperti ini menempatkan peserta didik sebagai objek pasif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan prinsip pendidikan yang membebaskan dalam pendidikan agama Kristen. Penelitian ini menggunakan riset perpustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Fakta empiris memberi bukti bahwa pelaksanaan pendidikan di saat ini masih konvensional. Paulo Freire secara kritis dan transformatif menerobos kebuntuan pendidikan akibat campur tangan kekuasaan dan pemilik modal dengan menawarakan konsep dan pendekatan revolusioner, filosofis dan reflektif tentang bagaimana manusia seharusnya dididik menjadi benar-benar manusia yang sadar akan eksistensi dan kiprahnya dalam dunia konkretnya. Kondisi ini dapat diwujudkan melalui penerapan dialektika pendidikan. Rekomendasi solutif dari penelitian ini yakni penerapan metode dialetika dalam proses pendidikan sebagai jalan terbaik untuk menghadirkan pribadi unggul yang memahami lembaga pendidikan sebagai ruang publik di mana segala macam perspektif dituntaskan melalui diskursus yang rigid

    Implementasi Pendidikan Lingkungan Hidup Sebagai Pengejawantahan Mandat Budaya Kejadian 1:28 Dalam Gereja Lokal

    Full text link
      This article discusses how the church can realize the cultural mandate through environmental education within the scope of the Christian faith community. The method used is descriptive qualitative. The results of this article research are the manifestation of the cultural mandate by the church can occur through the implementation of environmental education within the scope of local churches. Environmental education in the church can be applied to members of the congregation for all ages and groups, because after all environmental education is part of teaching about the Christian faith and environmental conservation is part of the practice of faith. Both must be integrated to create an environmental education curriculum that can be applied in various forms of teaching in the church. There may be challenges for the church in implementing environmental education. The key is actually in the hands of the church leadership, whether they have sensitivity to environmental conditions and the willingness to obey the cultural mandate that God has given them or not. Artikel ini membahas cara gereja dapat mengejawantahkan amanat budaya itu melalui pendidikan lingkungan hidup dalam lingkup komunitas iman Kristen. Metode yang dipergunakan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian artikel ini adalah pengejawantahan mandat budaya oleh gereja dapat terjadi lewat pengimplementasian pendidikan lingkungan hidup dalam ruang lingkup gereja-gereja lokal. Pendidikan lingkungan hidup di dalam gereja dapat diterapkan pada anggota jemaat untuk semua kalangan dan golongan usia, karena bagaimanapun juga pendidikan lingkungan hidup adalah bagian dari pengajaran tentang iman Kristen dan pelestarian lingkungan hidup adalah bagian dari praktik iman. Keduanya harus diintegrasikan untuk menciptakan kurikulum pendidikan lingkungan hidup yang dapat diterapkan dalam berbagai bentuk pengajaran di gereja

    Pemulihan Citra Diri Remaja Madya: Integrasi Psikologi dan Teologi

    Full text link
    This article aims to explain how the integration of psychology and theology can be used as a method of self-image restoration for middle-aged adolescents. This qualitative descriptive research aims to describe in words the purpose of integrating psychology and theology to help middle adolescents improve their self-image. This research was conducted by collecting data from scientific journals and other references in accordance with the topic of writing. The results show that the integration between psychology and theology can help middle adolescents to improve their self-image. This integration combines psychological theories and theological views that can help middle adolescents understand themselves and acquire strong moral and spiritual values to improve their self-image. Some techniques and strategies applied in the integration of psychology and theology can help middle adolescents overcome self-image problems and improve their quality of life. This research can be an important reference for professionals in the fields of psychology and theology, as well as parents and counselors who want to help middle adolescents improve their self-image. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana integrasi antara psikologi dan teologi dapat digunakan sebagai metode pemulihan citra diri remaja madya. Tujuan riset dengan metode penelitian kualitatif deskriptif ini untuk mengintegrasikan psikologi dan teologi guna menolong remaja madya memperbaiki citra diri. Penelitian ini dikakukan dengan mengumpulkan data dari jurnal ilmiah dan referensi lain sesuai dengan topik penulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara psikologi dan teologi dapat membantu remaja madya untuk memperbaiki citra diri mereka. Integrasi ini menggabungkan teori-teori psikologi dan pandangan-pandangan teologi yang dapat membantu remaja madya memahami diri mereka sendiri dan memperoleh nilai-nilai moral dan spiritual yang kuat untuk memperbaiki citra diri mereka. Beberapa teknik dan strategi yang diterapkan dalam integrasi psikologi dan teologi dapat membantu remaja madya mengatasi masalah citra diri dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Penelitian ini dapat menjadi referensi penting bagi profesional di bidang psikologi dan teologi, serta orang tua dan konselor yang ingin membantu remaja madya dalam memperbaiki citra diri mereka

    Rancang Bangun Teologi Sosial Gereja

    Full text link
    This article describes the constructing social theology in the ministry of the Church. In Christian teaching said that God present in the life of human being . Suffering and poverty as reality that we are facing in life. That is why theology and ministry of the Church has been faced and questioned, how God present in suffering and poverty. Choan Seng Song offers his theology, especially in the life of Asian people and proposed God present in suffering and poverty, replacing Asian culture, so the liberation and salvation from God was accepted in in their own culture. The central of theology that was developed by Song in his Suffering God theology is the liberation and salvation that has been granted by crucified Jesus Christ the Son of God. Christ as the center of liberation from God

    Peningkatan Okupansi Mes B Gereja Kalimantan Evangelis Banjarmasin Dengan Digital Marketing

    Full text link
    The Covid-19 pandemic has caused the occupancy of Mes GKE B in Banjarmasin, South Kalimantan, to fluctuate. Business promotions that still use traditional methods cause people to be less aware of the profiles and facilities offered by the hotel. This research aims to Develop digital marketing media for the occupancy of Mes GKE B Banjarmasin; and Compare the occupancy results of Mes B GKE Banjarmasin before and after using digital marketing. The method used is R&D (Research and Development), which aims to develop and create digital marketing designs for social media types at the Mes GKE B Banjarmasin lodging business. This study data acquisition technique utilizes observation, questionnaires and documentation. The increase in occupancy is assessed using the AISAS model: Attention, Interest, Search, Action, and Share. The development results are in the form of digital marketing media designs containing business profiles and lodging facilities distributed via Instagram, WhatsApp and Facebook social media. Marketing results using digital marketing show an increase in occupancy of Mes GKE B Banjarmasin by 58% until September 2022, with a visit rate of 380 Mes GKE accounts with an average of 13 accounts visiting Instagram Mes GKE per day. Pandemi Covid 19 menyebabkan okupansi Mes GKE B di Banjarmasin, Kalimantan Selatan mengalami fluktuasi. Promosi usaha yang masih menggunakan cara tradisional menyebabkan masyarakat kurang mengetahui profil dan fasilitas hotel yang ditawarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media digital marketing untuk okupansi Mes GKE B Banjarmasin; dan  membandingkan hasil okupansi Mes B GKE Banjarmasin sebelum dan sesudah penggunaan digital marketing. Metode yang digunakan adalah R&D (Research and Development) yang mempunyai target mengembangkan dan membuat desain digital marketing jenis sosial media pada usaha penginapan Mes GKE B Banjarmasin. Teknik pemerolehan data studi ini memanfaatkan observasi, angket dan dokumentasi. Peningkatan okupansi dinilai menggunakan model AISAS yaitu: Attention, Interest, Search, Action, and Share. Hasil pengembangan berupa desain media digital marketing berisi profil usaha dan fasilitas penginapan yang disebarkan melalui media sosial Instagram, whatsapp dan Facebook. Hasil pemasaran menggunakan digital marketing menunjukan peningkatan okupansi Mes GKE B Banjarmasin sebesar 58% sampai dengan bulan September 2022 dengan tingkat kunjungan pada akun Mes GKE sebanyak 380 akun dengan rerata 13 akun yang mengunjungi Instagram Mes GKE per hari

    Paduan Suara Gereja dalam Konteks Pendidikan dan Pelayanan

    Full text link
    Music is an important part of worship because it is a tool that helps people to focus on worship. Related to this, music has functioned as a medium for people to get closer to God, both vocal and instrumental music. Vocal music involving a choir has a special character that needs to be addressed in terms of management and in the training process for improving the quality of singing. A choir is a form of group music that requires seriousness in its management. This study raises this topic related to how to manage the choir in the concept of education which is directed at improving the quality of service. This is done because the choir singers must place themselves as part of servants who have the duty to serve worship and not just as a show. The research method used is the descriptive qualitative research method. Musik merupakan bagian penting dalam peribadahan karena merupakan sarana yang membantu umat untuk fokus di dalam peribadahan. Terkait dengan hal tersebut maka music memiliki fungsi sebagai media umat untuk mendekatkan dirinya dengan Tuhan baik itu music vokal maupun instrumental. Musik vokal yang di dalamnya melibatkan paduan suara mempunyai karakter khusus yang perlu dibenahi baik secara manajemen maupun proses pelatihan peningkatan mutu bernyanyi. Paduan suara adalah bentuk bermusik secara berkelompok yang membutuhkan keseriusan di dalam pengelolannya. Penelitian ini mengangkat topik ini berkaitan dengan bagaimana mengelola paduan suara dalam konsep Pendidikan yang diarahkan kepada peningkatan kualitas pelayanan. Hal ini dilakukan karena pnyanyi paduan suara harus menempatkan dirinya sebagai bagian dari para pelayan yang memiliki tugas untuk melayani peribadahan dan bukan hanya sebagai pertunjukan saja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. &nbsp

    Studi Eksplanatori Karakteristik Pengkhotbah Misioner Menurut Injil Sinopsis dan Implikasinya bagi Misi era Postmodern

    No full text
    Postmodern menggagas gaya berpikir pluralis dan relatif. Semua bidang kehidupan telah dimasuki corak berpikir seperti ini, termasuk ranah gereja. Pola berpikir postmodern yang masuk dalam gereja menyebabkan jemaat mengalami kebingunan akan dasar kebenaran yang sahih dan kuat untuk dijadikan prinsip kehidupan sehari-hari dan misi kepada orang yang belum mengenal Tuhan. Oleh karena itu, menjadi penting tugas dari seorang pengkhotbah menyampaikan kebenaran firman Tuhan kepada jemaat sacara tegas dan berorientasi kepada misionaris. Penelitian bertujuan untuk mengungkapkan karakteristik seorang pengkhotbah untuk menghadapi era postmodern dari sudut pandang Injil Sinopsis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif eksplanatori dengan fokus kajian adalah Injil Sinopsis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik seorang pengkhotbah misioner menurut Injil synopsis adalah (i) memiliki hati untuk misi; (ii) Memiliki visi untuk melaksanakan misi; (iii) dalam khotbahnya ada konten misi; (iv) memiliki kemampuan memotivasi jemaat bekerja di ladang misi; (v) memiliki kemampuan komunikasi interpersonal; dan (vi) mampu menjadi teladan dalam menjalankan misi. Karakteristik ini harus dimiliki dan dikembangkan agar mampu menjadi pemberita Firman di era postmodern ini

    Peran Pelayanan Diakonia Terhadap Pertumbuhan Gereja Pada Masa Pandemi Covid-19

    Full text link
    One of the three ecclesiastical vocations, namely the ministry of deacons. This service is a concrete mandate from the church and the fulfillment of Christ's mandate in terms of missionary service during the Covid-19 pandemic. The method used is a qualitative method with data sources from field data and literature reviews that discuss the role of deacon services in church growth during the Covid-19 pandemic at the GKE Haleluya Nanga Bulik Congregation. The results showed that the GKE Haleluya Nanga Bulik congregation was involved in deacon services as one of the real and active actions that explained motivation and mutual understanding, both in the form of caricative deacon services, reformative deacon services and transformative deacon services for people in need. Thus, the ministry of deacons has implications for church growth. The positive impact is to strengthen friendship and testimony during the Covid-19 pandemic at the GKE Haleluya Nanga Bulik Congregation. Salah satu dari tiga panggilan gerejawi, yaitu pelayanan diakonia. Pelayanan ini merupakan amanat konkrit dari gereja dan pemenuhan amanat Kristus dalam hal pelayanan misionaris di masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan sumber data dari data lapangan yang membahas tentang peran pelayanan diakon dalam pertumbuhan jemaat pada masa pandemi Covid-19 di Jemaat GKE Haleluya Nanga Bulik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jemaah GKE Haleluya Nanga Bulik terlibat dalam kebaktian diakon sebagai salah satu tindakan nyata dan aktif yang menjelaskan motivasi dan saling pengertian, baik dalam bentuk pelayanan diakon karikatif, pelayanan diakon reformatif maupun pelayanan diakon transformatif bagi masyarakat yang membutuhkan. Dengan demikian, pelayanan diaken berimplikasi pada pertumbuhan gereja. Dampak positifnya adalah mempererat silaturahmi dan kesaksian di masa pandemi Covid-19 di Jemaat GKE Haleluya Nanga Bulik

    Pelaksanaan Pendidikan Iman Anak oleh Orangtua di Paroki Santo Yosef Delitua

    Full text link
    The objective of this study is to describe the implementation of children's faith education by parents in Paroki Santo Yosef Delitua. This study applies the descriptive qualitative method by  using interview, observation and documentation. Thus parents become role models in developing children's faith. Although the implementation is recognized by the parents, it has not been carried out optimally and has not covered all the activities of family members. Lacking time of parents and chilhdren to sit together from morning to evening as the most factor that make the implementation of the children's faith education does not run well.  However, it can be concluded that parents have understood the purpose of Catholic marriage where husband and wife are being together in the sacrament of marriage for the purpose of birth and education of children. Children who are believed as the crown of God must be guided and educated according to the Catholic faith. The family is the first and foremost educator of children. Thus, parents carry out their duties and responsibilities as a Catholic family. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan pendidikan iman anak oleh orangtua di Paroki Santo Yosef Delitua. Metode penelitian yang digunakan ialah pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik wawancara, pengamatan dan dokumentasi di tujuh wilayah Paroki Santo Yosef Delitua. Orangtua menjadi teladan dalam pengembangan iman anak. Pelaksanaan pendidikan iman anak tersebut terwujud dalam bentuk kegiatan berdoa bersama yang ditandai dengan tanda salib sebagai orang katolik, mendengarkan nyayian rohani dan membaca buku rohani serta kitab suci, memfasilitasi bakat anak serta berperan aktif dalam kegiatan rohani di gereja, sosial gereja dan retret (pedalaman iman) orang muda katolik. Meskipun pada pelaksanaanya diakui oleh orangtua belum terlaksana secara maksimal dan belum mencakup pada keseluruhan aktifitas anggota keluarga. Faktor penyebabnya adalh kurangnya waktu bersama misalnya untuk berdoa bersama. Orangtua telah memahami tujuan perkawinan katolik dimana suami dan istri dipersatukan dalam sakramen perkawinan untuk tujuan kelahiran dan pendidikan anak. Anak yang merupakan mahkota dari Tuhan wajib dibimbing dan dididik sesuai dengan iman katolik. Keluarga merupakan pendidik pertama dan utama anak. Dengan demikian, orangtua menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagai keluarga katolik

    193

    full texts

    197

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇