Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH)
Not a member yet
    197 research outputs found

    Gerakan Transnasional Kristen: Wajah Ekonomi-Politik Agama dan Pendidikan di Indonesia

    Full text link
    oai:ojs2.ojs-jireh.org:article/4Although a number of prominent Church declared the Western imperialism and colonialism is not at all played an important role in the diffusion of the Christian religion and education in Indonesia, this paper, with a historical approach, read resource Indonesianis, Church, Islam, interviews and explanations of Christian figures competent in certain meetings, finds other things. The Christianization of Indonesia conducted through education is the historical fact of transnational movement of Christianity in Indonesia. The movement was a religious and educational shows by State actors and non-State since the days of colonialism and imperialism of Western mutual intertwinly. It's never "sterile" from the interests of the people and organizations concerning economic matters and politics.These findings contribute to the transnational studies by entering a transnational movement of Christians from Indonesia that has been more popular for the study of transnational Islamic movement or the transnational movement of world religions. This can be seen as a momentum to the start of the transnational movement studies in Christian Theological Seminary, Institute, and the Christian University in Indonesia. Meskipun sejumlah tokoh gereja menyatakan kolonialisme dan imperialisme Barat sama sekali tidak berperan penting dalam difusi agama dan pendidikan Kristen di Indonesia, tulisan ini dengan pendekatan historis membaca sumber Indonesianis, gereja, Islam, wawancara dan penjelasan tokoh Kristen berkompeten di pertemuan tertentu menemukan hal lain. Kristenisasi Indonesia yang dilakukan lewat pendidikan merupakan fakta historis adanya gerakan transnasional Kristen di Indonesia. Gerakan itu memperlihatkan agama dan pendidikan oleh aktor negara dan non-negara sejak zaman kolonialisme dan imperialisme Barat saling anyam-mengayam. Itu tidak pernah “steril” dari kepentingan umat dan organisasi menyangkut hal-hal ekonomi dan politik. Temuan ini berkontribusi untuk studi transnasional dengan memasukkan gerakan transnasional Kristen dari Indonesia yang selama ini lebih popular untuk kajian gerakan Islam transnasional ataupun gerakan transnasional agama dunia. Ini bisa dilihat sebagai momentum dimulainya studi-studi gerakan transnasional di Sekolah Tinggi Teologi, Institute, dan Universitas Kristen di Indonesia

    Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Pada Kurikulum 2013

    Full text link
    The discussion in this paper aims to dissect the problems related to the theoretical and practical aspects of learning evaluation in the 2013 Curriculum. In the theoretical aspects the teachers of Christian Religious Education are expected to understand the essence of the evaluation of learning and the nature of the 2013 curriculum. This understanding is important, because of good understanding and right the nature of the evaluation of learning and Curriculum 2013 will help and facilitate Christian Religious Education teachers in designing evaluation instruments for learning in the classroom. On the contrary, if the Christian Education teacher does not understand well the nature of the evaluation of learning and the nature of 2013 Curriculum, it can be ascertained that the Christian Religious Education teacher will have difficulty in designing and implementing classroom learning evaluations. Pembahasan dalam tulisan ini bertujuan untuk membedah problematika terkait aspek teoritis dan praktis evaluasi pembelajaran pada Kurikulum 2013. Dalam aspek teoritis guru-guru PAK diharapkan memahami dengan baik hakikat dari evaluasi pembelajaran dan hakikat Kurikulum 2013. Pemahaman ini penting, karena pemahaman yang baik dan tepat akan hakikat evaluasi pembelajaran dan Kurikulum 2013 akan menolong dan memudahkan guru PAK dalam merancang instrumen evaluasi pembelajaran di kelas. Namun sebaliknya, jika guru PAK tidak memahami dengan baik hakikat evaluasi pembelajaran dan hakikat Kurikulum 2013 dapat dipastikan guru PAK akan mengalami kesulitan dalam merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran di kelas.   Kata-kata kunci: evaluasi, pembelajaran, kurikulum 201

    Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Examples Non Examples untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa

    Full text link
    The application of cooperative learning methods types of examples non examples in classroom action research is intended to build students’ imagination and critical thinking skills in learning. It is hoped that learning outcomes in the cognitive domain will increase. This research was conducted in two cycles. The subjects of this study were students in 5th grade of SD Inpres Oesapa Kecil 1 Kota Kupang totaling 23 students and consisted of 15 male students and 8 female students. Data collection tecniques used was observation, tests, and performance. The data analysis technique used is quantitative and qualitative data analysis. The results of the research showed a significant increase in the average percentage of classical completeness. The researcher concluded that the application of the learning methods succeeded in improving learning outcomes of Christian Religious Education subjects for 5th grade students of SD Inpres Oesapa Kecil 1 Kota Kupang. Penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe examples non examples dalam penelitian tindakan kelas kali ini dimaksudkan untuk membangun imajinasi dan kemampuan berpikir kritis siswa dalam belajar dengan harapan hasil belajar pada ranah kognitif akan meningkat. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus kepada siswa kelas V SD Inpres Oesapa Kecil 1 Kota Kupang yang berjumlah 23 siswa terdiri dari laki-laki 15 siswa dan perempuan 8 siswa.  Teknik Pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan unjuk kerja. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian pada siklus pertama dan kedua menunjukkan peningkatan yang berarti pada nilai rata-rata persentasi ketuntasan klasikal. Peneliti menyimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe examples non examples berhasil meningkatkan hasil belajar kognitif Pendidikan Agama Kristen siswa kelas Vc SD Inpres Oesapa Kecil 1 Kota Kupang

    Tugas Roh Kudus Dalam Misi Berdasarkan Kitab Kisah Para Rasul

    Full text link
    This article was made with the aim of describing the duties of the Holy Spirit seen from the Book of Acts and their relation to the missionary mission. In researching this topic, the author uses a literature review of books. The results of the research related to the role of the Holy Spirit are: First, the Holy Spirit fulfills the students in the ministry. He also enabled them to witness to the name of Christ and give courage to them. Second, the Holy Spirit chooses certain people for His task. Third, the Holy Spirit leads His messengers in missionary service. Fourth, the Holy Spirit works in the church. Fifth, the Holy Spirit strengthens the disciples to witness through His faithful, steadfast and willing servants for Christ. Sixth, the Holy Spirit also fulfills Gentiles, which is evidence of equality between Jews and Gentiles. Artikel ini dibuat dengan tujuan memaparkan tugas-tugas Roh Kudus dilihat dari Kitab Kisah Para Rasul dan kaitannya dalam misi pekabaran Injil. Dalam meneliti topik ini, penulis menggunakan tinjauan kepustakaan dari buku-buku. Hasil dari penelitian kaitannya dengan peran Roh Kudus adalah: Pertama, Roh Kudus memenuhi murid-murid dalam pelayanan. Ia juga memampukan mereka untuk bersaksi bagi nama Kristus dan memberikan keberanian kepada mereka. Kedua, Roh Kudus memilih orang-orang tertentu untuk tugas-Nya. Ketiga, Roh Kudus memimpin para utusan-Nya dalam pelayanan misi. Keempat, Roh Kudus berkarya dalam jemaat. Kelima, Roh Kudus menguatkan murid-murid untuk bersaksi melalui pelayan-Nya yang setia, teguh dan rela berkorban bagi Kristus. Keenam, Roh Kudus juga memenuhi orang-orang non-Yahudi yang mana ini menjadi bukti adanya kesetaraan antara orang-orang Yahudi dan non-Yahudi

    Kepemimpinan Nehemia dan Relevansinya dalam Pengelolaan Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen di Indonesia

    Full text link
    Leadership is an instrument to achieve the vision, mission, goals, targets, and success of an organization, so we need a good leadership. With good leadership a leader can achieve goals and be able to manage conflicts / obstacles that may occur in the leadership process. From this problem the authors conducted an analysis of the concept of Nehemiah's leadership, because Nehemiah was a leader who was able to rebuild the wall of Jerusalem that had been damaged. The author analyzes the biblical texts and various literatures relevant to the topic. The analysis shows that Nehemiah's leadership is visionary and inspirational leadership. The leadership is relevant to the management of Christian Religious Colleges in Indonesia (PTKKI) because it is built on the foundation of true spirituality, guided by a clear vision, a good management process. Kepemimpinan merupakan instrumen untuk mencapai visi, misi, tujuan, target, dan kesuksesan suatu organisasi, sehingga diperlukan sebuah kepemimpinan yang baik. Dengan kepemimpinan yang baik seorang pemimpin dapat mencapai tujuan serta mampu memanajemeni konflik/rintangan yang mungkin terjadi dalam proses kepemimpinan itu. Dari masalah tersebut penulis melakukan analisis terhadap konsep kepemimpinan Nehemia, karena Nehemia merupakan tokoh pemimpin yang mampu membangun kembali tembok Yerusalem yang telah rusak. Penulis melakukan analisis pustaka terhadap teks Alkitab dan berbagai literatur yang relevan dengan topik tersebut. Dari hasil analisis tampak jika kepemimpinan Nehemia adalah kepemimpinan yang visioner dan inspiratif. Kepemimpinan tersebut relevan dengan pengelolaan Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen di Indonesia (PTKKI) karena dibangun di atas dasar spiritualitas yang benar, dituntun oleh visi yang jelas, dan proses manajemen yang baik

    Konsep Prajurit Allah Berdasarkan Efesus 6:10-20 dan Implementasinya Dalam Kehidupan Orang Percaya

    Full text link
    A soldier of God will always be identical to his armor. God's armor itself is a picture used by the Apostle Paul in his letter to the congregation at Ephesus. Paul ended this letter to the congregation by giving a description of the weapons used by the Roman army at that time. The weapons themselves are belts, armor, shoes, shields, helmets and swords. Paul gives this picture so that his readers in Ephesus can understand that it is actually one of the Roman provinces. This weapon of God does not only apply to the Ephesians, but can also be drawn into the lives of believers, namely that the war of believers against the powers of Satan must be equipped with truth, justice, willingness, faith, the word of God, and prayer. Seorang prajurit Allah akan selalu identik dengan perlengkapan senjatanya. Perlengkapan senjata Allah sendiri merupakan suatu gambaran yang dipakai oleh Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaaat di Efesus. Paulus mengakhiri suratnya ini kepada jemaat disana dengan memberikan gambaran perlengkapan senjata yang dipakai oleh tentara Romawi pada saat itu. Perlengkapan senjata itu sendiri ialah  ikat pinggang, baju zirah, kasut kaki, perisai, ketopong, dan pedang. Paulus memberikan gambaran ini agar dapat dimengerti oleh pembacanya di Efesus yang notabene adalah salah satu propinsi Romawi. Perlengkapan senjata Allah ini tidak hanya berlaku bagi jemaat di Efesus saja, tetapi juga dapat ditarik ke dalam kehidupan orang percaya yaitu bahwa peperangan orang percaya melawan kuasa-kuasa Iblis harus dilengkapi dengan kebenaran, keadilan, kerelaan, iman, firman Allah, dan doa

    Tarian “Langit-Bumi” Refleksi Pelayanan Bulan Bahasa dan Budaya di Gereja Masehi Injili Di Timor

    Full text link
    The concensus of May to become the month of language in the service of GMIT reflected as a chance to express the identity of local comonity. The exploration through dance and pray constitue psalm and proverb chant in the format of the liturgy. In this format the value of the traditional as the identity of the local community conforotd with the ecclesiastic consencus and the consencus of the nation and state. The culture encounter of the local community need a dialetic media in order to convey the message of the humanityso it will be wedely accepted by the church community. Ethnographic accentuation are use this qualitative method. Beside the library research are use to analyze the result of the research. Through emancipation dialectic, GMIT within supotive reletion between themselves the local governmentsincerely give the local community the change to expessed themselves without worry persistenly as a impact of the contention betweenthe church doctrine and the value of the local tradition from the local community. Penetapan bulan Mei setiap tahun sebagai Bulan Bahasa dalam lingkup pelayanan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) dimaknai sebagai wadah yang tepat mengekpresikan identitas masyarakat adat. Eksplorasi nilai-nilai kearifan lokal melalui tarian dan doa merupakan mazmur dan amsal yang dilantunkan dalam format tata ibadah. Dalam format inilah, nilai-nilai kearifan sebagai identitas masyarakat adat diperhadapkan pada konsensus gerejawi yang tentunya tidak bertentangan dengan konsensus bangsa dan Negara. Perjumpaan identitas masyarakat adat dalam format gerejawi membutuhkan media dialektika agar pesan-pesan kemanusiaan yang menjadi kekuatan masyarakat adat dapat diterima secara luas oleh warga gereja. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode kualitatif dengan penekanan pada pendekatan etnografi. Di samping itu, pendekatan library research digunakan untuk menganalisa hasil penelitian yang telah dilakukan. Melalui dialektika yang emansipatif, GMIT dalam relasi yang saling menopang bersama pemerintah daerah secara tulus memberi ruang bagi masyarakat adat untuk berekpresi tanpa merasa gundah gulana sebagai dampak dari benturan doktrin gerejawi dan nilai-nilai kearifan masyarakat adat. &nbsp

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇