Universitas Pancasila Journal
Not a member yet
3327 research outputs found
Sort by
Analisis Framing Pemberitaan Chinese Aid to African Countries pada Media Online The Washington Post dan South China Morning Post
Artikel ini membahas mengenai analisis framing pada berita Chinese Aid to African Countries pada media onlineThe Washington Post dan South China Morning Post. Penelitian ini menggunakan pisau analisis teori Konstruksi Sosial dengan menggunakan metode analisis framing Robert N. Entman. Penelitian ini mengasumsikan bahwa framing terdiri atas dua dimensi utama: pemilihan isu dan penekanan. Metode analisis kualitatif digunakan untuk mencapai tujuan penelitian, yaitu menelusuri perbedaan penyajian berita antara The Washington Post dan South China Morning Post dengan menggunakan model framing Robert N. Entman. Temuan dalam penelitian mengungkapkan perbedaan penting dalam penekanan ditempatkan pada isu-isu oleh dua media online. Secara khusus, pembingkaian berita The Washington Post mengaitkan bantuan Tiongkok cenderung lebih menekankan aspek politik dan ekonomi, penggunaan kata-kata dan pemilihan fakta tertentu mengarah pada pembentukan pandangan yang fokus pada pengaruh politik Tiongkok dan dampak ekonomi atas bantuan tersebut. Sedangkan, pada media South China Morning Post cenderung lebih seimbang dalam menyajikan berbagai aspek yang terlibat dalam hubungan bantuan Tiongkok kepada negara-negara Afrika dan framing yang digunakan membentuk gambaran yang lebih luas dan positif tentang upaya kerjasama antara Tiongkok dan Afrika
Penggunaan ChatGPT di Kalangan Mahasiswa dan Dosen Perguruan Tinggi Indonesia
Keberadaan kecerdasan buatan generatif (Gen-AI) telah membawa perubahan dalam berbagai domain keberadaan manusia. ChatGPT, yang diperkenalkan kepada publik pada November 2022, telah memberikan alternatif dalam lanskap pembelajaran. Perdebatan tentang penggunaan ChatGPT di bidang akademik berlanjut hingga hari ini, sementara penggunaannya dalam pendidikan terus meningkat. Penelitian ini berusaha menjelaskan difusi inovasi dari ChatGPT di kalangan akademisi pendidikan tinggi Indonesia dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel sebanyak 430 responden yang terdiri dari 119 dosen dan 311 mahasiswa disurvei dan tanggapan mereka dianalisis lebih lanjut berdasarkan teori Difusi Inovasi dari Roger. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dibandingkan dengan mahasiswa kalangan dosen lebih banyak yang mengetahui dan menggunakan ChatGPT, selain itu kelompok usia yang berbeda tidak berpengaruh secara signifikan terhadap adopsi dari penggunaan ChatGPT di kalangan dosen. Hasil lainnya menunjukkan bahwa kesadaran ChatGPT di kalangan akademisi sangat tinggi dengan mayoritas adalah pengadopsi awal dan mayoritas awal, di mana pengambilan keputusannya adalah keputusan inovasi opsional. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa sistem sosial mengenai penggunaan ChatGPT di bidang akademik belum terbentuk dan saat ini sebagian besar pendidik menganggap penggunaan ChatGPT tidak etis. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan data yang dijadikan rujukan bagi akademisi dan diharapkan selanjutnya dapat dilakukan penelitian mengenai ChatGPT dan etika penggunaannya dalam pendidikan
Comparison of Fact Checking Principles of Misinformation and Disinformation in Social Media in Indonesia
In the era of information abundance, especially after the advent of social media, it is more difficult toselect and sort accurate and credible information. For this reason, guidelines are needed that can guidesocial media consumers which information is accurate and which information is false. For this reason, it is necessary to fact-check the information circulating on social media. The existence of communities and fact-checker organizations is a necessity nowadays. However, how communities and fact-checking organization scarry out their standard procedures should be of particular concern. What are the principles, procedures, and mechanisms for checking facts between communities and fact-checking organizations, the focus of this research. The results of the study show that there are similarities and atthe same time differences in terms of fact checking carried out by three fact-checking entities, namely the Ministry of Communication and Informatics, Mafindo, and Jabar Saber Hoaks. The similarity ofprinciples, procedures, mechanisms and methods of checking facts indicates that there is an effort touphold the discipline of fact verification. In addition, there are similarities in terms of verification and fact-checking results due to the similarity of procedure references. However, in terms of differences, itcan be seen in the way of labeling or flagging which can have an impact on public confusion inunderstanding the results of fact-checking hoaxes on social media. The results of fact checking carriedout by the three fact-checking entities in Indonesia reflect a constructive effort to educate the public about the importance of recognizing the characteristics and types of hoaxes that often circulate on social media
Revisiting Communication in the Digital Age: Unraveling the Confluence of Dating Apps, Advertising Strategies, and Dark Patterns
This comprehensive literature review delves into the intricate interplay between dating app ecosystems, advertising strategies, and the discrete integration of dark patterns—design elements subtly influencing user behavior. By synthesizing and analyzing existing scholarly works, this review navigates the multifaceted landscape where these elements converge. The article uncovers the strategic integration of advertising within dating app ecosystems, exploring how these platforms leverage advertising to enhance user engagement, influence interactions, and generate revenue. It delves into the ethical nuances of integrating dark patterns into app interfaces, raising questions about the balance between user autonomy and design manipulation. Furthermore, the article examines the intricate realm of user data privacy within dating apps, revealing the methods by which data is collected and harnessed for targeted advertising purposes. This exploration sheds light on the potential privacy vulnerabilities users may face and considers the regulatory frameworks guiding data protection. As a synthesis of current literature, this article offers a platform for researchers, practitioners, and policy makers to engage in a comprehensive discourse about the ethical dimensions encompassing dating app ecosystems, advertising strategies, and dark patterns. By weaving to gether in sights from various perspectives, it contributes to an on going dialogue on responsible technology design that prioritizes user welfare, fosters transparency, and aligns with ethical considerations in an ever-evolving digital landscape
Collaborative Action as Strategy in “Global Climate Strike” Campaign of Greenpeace Indonesia
Numerous environmental Non-Government Organizations (NGOs) have led climate change campaigns. Many of these campaigns were developed in collaboration with other organizations and institutions concerned with environmental issues. As a globally affiliated environmental NGO in Indonesia, Greenpeace Indonesia actively engages in regular climate change campaigns. This study investigates Greenpeace Indonesia\u27s use of collaborative actions as a strategy in their ‘Global Climate Strike’ campaign. Utilizing the Planning, Organizing, Actuating, and Controlling (POAC) communication strategy concept, the study explores how these collaborative actions are implemented at each stage. A qualitative research approach was employed, with data collected through in-depth interviews. The findings reveal that Greenpeace Indonesia engages in collaborative actions at every stage of POAC, involving other environmental NGOs, civil society groups, Islamic boarding schools, schools, universities, musicians, and artists in developing campaign strategies. The campaign was designed to be informal and enjoyable, featuring music festivals and talk shows, to encourage the participation of many young people
Kesejahteraan Psikologis Pengguna Instagram ditinjau dari Peran Iri
This study was conducted to explore the role of envy on the psychological well-being of Instagram users. A total of 385 female Instagram users in the emerging adulthood stage (aged 18 to 24 years) participated in the study. Accidental sampling was used to collect data. The measuring instruments used in this study were developed based on the six dimensions of psychological well-being from Ryff and Singer (1996) and two core features of envy from Smith et al. (1999). The results of the study showed that there was a significant role of envy (inferiority and ill will features) on psychological well-being. In addition, the results of this study also showed that only two dimensions of psychological well-being could moderate envy, namely self-acceptance and autonomy.Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi peran iri terhadap kesejahteraan psikologis pada pengguna Instagram. Terdapat 385 partisipan pengguna Instagram, berjenis kelamin perempuan pada tahapan emerging adulthood (berusia 18 sampai 24 tahun). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini, disusun dengan mengacu pada enam dimensi kesejahteraan psikologis dari Ryff dan Singer (1996) dan dua fitur inti iri dari Smith dkk. (1999). Hasil penelitian membuktikan terdapat peran signifikan iri (fitur inferiority dan ill will) terhadap kesejahteraan psikologis. Selain itu, dari hasil penelitian ini, didapatkan bahwa hanya dua dimensi kesejahteraan psikologis yang bisa menguraniiri, yaitu self-acceptance dan autonomy
Peran Self-Compassion Terhadap Depresi Pada Mahasiswa Dengan Resiliensi Sebagai Mediator
The increasing responsibilities and demands faced by university students often make them vulnerable to depressive symptoms. A study was conducted to explore how self-compassion affects depressive symptoms among students, with resilience playing a mediating role. The study involved 200 university students (164 females) from a university in Jakarta. Mediation analysis was performed using the MedMod module with bootstrap estimation method, using 1000 resamples to estimate mediation effects and establish 95% confidence intervals. The results indicated that resilience partially mediated the relationship between self-compassion and depression. Students with higher self-compassion tend to be less self-critical when facing failure, perceive difficult situations as something that can happen to anyone, and maintain a balanced perspective without overgeneralizing. These characteristics of self-compassion enhance resilience, which in turn contributes to reducing depressive symptoms during challenging times.Kesulitan yang sering dialami mahasiswa karena meningkatnya tanggung jawab dan tuntutan di berbagai aspek kehidupan membuat mereka rentan terhadap gejala depresi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran self-compassion terhadap gejala depresi pada mahasiswa yang dimediasi oleh resiliensi. Partisipan penelitian ini adalah 200 mahasiswa (164 perempuan) satu universitas di Jakarta. Analisis mediasi menggunakan modul MedMod dengan metode estimasi bootstrap yang mengambil 1000 sampel ulang untuk mengestimasi efek mediasi dan menetapkan interval kepercayaan 95%. Melalui pengujian tersebut didapatkan bahwa resiliensi terbukti memediasi secara parsial peran self-compassion terhadap depresi. Mahasiswa dengan self-compassion yang lebih tinggi memiliki kecenderungan untuk tidak menyalahkan dirinya ketika mengalami kegagalan, melihat situasi sulit sebagai sesuatu yang dapat dialami siapa saja, serta mampu untuk melihat situasi secara seimbang tanpa generalisasi secara berlebihan. Karakteristik self-compassion memperkuat resiliensi yang juga memberikan dampak pada penurunan gejala depresi yang dialami ketika seseorang ada pada kondisi terpuruk
Pemanfaatan Gas Buang (Syngas) Pada Proses Pirolisis Plastik Berkapasitas 10 kg
Plastik berperan besar dalam kehidupan sehari – hari misalnya, sebagai pengemasan bahan baku. Namun plastik adalah material yang sulit terurai dan mencemari lingkungan. Penyumbang limbah plastik terbesar kedua di dunia adalah Indonesia. Hal ini yang mendorong dilakukannya penelitian agar dapat mengurangi limbah plastik. Pirolisis adalah salah satu cara untuk menanggulangi limbah plastik dengan mengubahnya menjadi bahan bakar minyak. Universitas Pancasila memiliki alat pirolisis sebagai kontribusi perguruan tinggi dalam mengurangi jumlah limbah plastik. Namun pirolisis di Laboratorium Energi Baru Terbarukan Teknik Mesin Universitas Pancasila yang berkapasitas 10 kg dengan bahan bakar LPG dan RDF menghasilkan gas (syngas) yang dibuang ke udara bebas. Oleh karena itu, dibutuhkan optimasi dengan memanfaatkan kembali gas yang dibuang sehingga dapat membantu suplai bahan bakar dan dapat mengurangi volume pemakaian LPG. Perancangan desain pemipaan diperlukan untuk mengalirkan syngas kembali ke ruang bakar dan diperlukan pengujian pemanfaatan gas tersebut terhadap 3 jenis plastic, yaitu polypropylene, polystyrene, dan polyethylene. Kemudian dibandingkan jenis plastic mana yang paling optimum dalam prespektif laju perpindahan panasnya. Hasil perhitungan empiris menunjukkan bahwa pipa yang optimum untuk mengalirkan syngas ke ruang bakar menggunakan ASTM A53 Grade A yaitu diameter 20 mm dan penurunan tekanan 1,3 bar. Hasil percobaan menunjukkan bahwa plastic yang paling baik untuk proses pirolisis dengan kebutuhan energi sebesar 55.990 kJ adalah jenis polystyrene
Perancangan Mesin Pengupas Kulit Kabel Kapasitas 10kg/Jam
Proses penguapasan kulit kabel pada umumnya dilakukan dengan cara membakar kabel atau dengan memotong kabel secara diagonal sehingga karet terkelupas. Hal ini tentu akan membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup lama. Menanggapi permasalahan ini, perlu dilakukan perancangan mesin pengupas kulit kabel agar proses pengupasan lebih efisien dalam waktu pengerjaan dan serta dapat meminimalisir terjadinya cedera saat proses pengupasan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode perancangan Pahl & Beitz dan Hasil yang telah dilakukan ini didapatkan spesifikasi setiap komponen seperti motor listrik AC 1 HP dengan kecepatan putaran 1430 rpm, jenis mata pisau Pengupas flat, menggunakan material untuk rangka, dan berkapasitas Pengupasan 10 kg/jam, pillow block UCFL 206 dan menggunakan Gearbox WPA 50 dengan ratio perbandingan 1 : 20, dari keseluruhan data rancangan tersebut sudah memenuhi syarat untuk dirancang bangu
Analisis Penetrasi Sambungan Las Gas Metal Arc Welding Material Spcc Untuk Aplikasi Bracket Hanger Muffler
Pengelasan (Welding) adalah salah satu teknik penyambungan logam dengan cara mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi dengan atau tanpa logam tambahan dan menghasilkan sambungan yang kontinu. Bracket Hanger Muffler digunakan untuk menahan knalpot pada mobil agar tidak jatuh. Dalam Penelitian ini dibuat spesimen Bracket Hanger Muffler menggunakan pengelasan GMAW (Gas Metal Arc Welding) pada material baja karbon rendah yaitu SPCC dengan thickness 1.0 mm disambung dengan rod yang memiliki diameter 10 mm dan di las menggunakan kawat las tipe ER 70S – 6 dengan diameter 1.2 mm variasi arus 90 A,110 A Serta 130 A lalu dilakukan pengujian penetrasi atau makro etsa sesuai standar ISO 17639:2003. Hasil Penelitian yang didapat dari pengujian kedalaman penetrasi (macro test) memiliki nilai yang optimum pada arus 110 A dengan hasil kedalaman penetrasi 0.78 mm atau 48,75% dan 1.05 mm atau 65.63% dari thickness part, sedangkan untuk nilai kedalaman penetrasi terendah yaitu pada 90 A dengan nilai 0 mm atau 0 % dan 0.18 mm atau 11.25% dari thickness part dan untuk keadalaman penetrasi yang tertinggi yaitu pada 130 A dengan kedalaman penetrasi 3.06 mm atau 191.25% dan 2.07 mm atatu 129.37% dari thickness par