Universitas Pancasila Journal
Not a member yet
3327 research outputs found
Sort by
ANALISIS KAPASITAS KOLAM TAMPUNGAN RUMAH POMPA BUKIT DURI 3 KECAMATAN TEBET
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak untuk mengevaluasi kapasitas kolam tampungan di Rumah Pompa Bukit Duri 3, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, setelah penambahan kapasitas pompa pada tahun 2022. Peningkatan kapasitas pompa ini dilakukan oleh Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan dengan menambahkan pompa baru berkapasitas 500 liter per detik untuk mengatasi masalah efisiensi pompa lama yang telah menurun akibat usia dan penggunaan terus-menerus. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menilai apakah kapasitas kolam tampungan saat ini mampu mengakomodasi peningkatan debit limpasan yang terjadi akibat penambahan kapasitas pompa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi metode rasional dan modifikasi metode rasional untuk menganalisis debit limpasan dan curah hujan. Data curah hujan dari BMKG selama 10 tahun terakhir digunakan untuk analisis hidrologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas kolam tampungan yang ada tidak mencukupi untuk menampung debit limpasan yang meningkat, sehingga diperlukan evaluasi ulang dan desain ulang kolam tampungan untuk memastikan kemampuan sistem dalam menangani limpasan air hujan secara efektif. Dari hasil analisa direkomendasikan dimensi yang sesuai agar balance antara kolam tampungan dengan pompa dengan ukuran panjang 50m, lebar 2,00 m, kedalaman 2m yang dapat menampung air dengan volume 200 m³. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa peningkatan kapasitas pompa memberikan dampak signifikan pada daya tampung kolam, yang berarti bahwa penyesuaian kapasitas kolam sangat diperlukan untuk mengoptimalkan kinerja sistem pompa dan mengurangi risiko banjir di kawasan tersebut
PENYELESAIAN SENGKETA MERTUA MELAWAN MENANTU DALAM GUGATAN HARTA BAWAAN ALMARHUM SUAMI
Putusnya perkawinan karena kematian terjadi karena salah satu pihak dalam perkawinan meninggal dunia apakah itu suami atau istri. Salah satu akibat hukum terjadinya putus perkawinan karena kematian adalah tentang harta perkawinan. sebagaimana yang terjadi dalam Kasus Putusan Nomor 04/Pdt.G/2020/Pn.Bks.). Berdasarkan latar belakang mengenai harta perkawinan, rumusan masalah dari penelitian tesis ini adalah bagaimana kedudukan harta perkawinan suami istri pasca UUP dan mengapa harta bawaan suami yang telah meninggal tidak dapat diwarisi istri dan anak-anaknya. Metode penelitian ini bersifat Deskriptif analisis yaitu penelitian yang terdiri atas satu variabel atau lebih dari satu variable. Penyajian data tersebut adalah dalam bentuk Deskripftif, yang sebelumnya dianalisis dengan kualitatif. Landasan teori yang digunakan adalah teori keadilan menurut Gustav Radbruch yang menyatakan bahwa Keadilan adalah perlakuan yang adil, tidak memihak, berpihak kepada yang benar, tidak berat sebelah, tidak merugikan seseorang dan memberikan perlakuan yang sama terhadap masing-masing pihak sesuai dengan hak yang dimilikinya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah menyatakan bahwa “begitu seorang meninggal, maka detik itu juga segala hak dan kewajibannya beralih kepada para ahli warisnya.” Sesuai dengan asas yang tercantum dalam pepatah Prancis yang berbunyi: le mort saisite le vif. Dalam kasus ini, suami meninggalkan istri dan dua orang anak, meninggalkan harta bawaan, Hakim memutus harta tersebut kembali kepada orang tua, berdasarkan Pasal 35 ayat 2 UUP. Hakim tidak mempertimbangan keadaan real antara Penggugat dan Tergugat. Sehingga timbul perbedaan antara das sollen dan das sein. Hakim dalam menciptakan keadilan seharusnya tidak hanya bersumber pada Undang-Undang saja, melainkan juga bersumber dari hukum yang berlaku di masyarakat
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP NOTARIS TERKAIT PERBUATAN MELAWAN HUKUM YANG DILAKUKAN OLEH PEGAWAI NOTARIS
Salah satu kewajiban seorang Notaris berdasarkan Undang-Undang Jabatan Notaris adalah menjaga kepentingan pihak yang terkait dalam perbuatan hukum. Notaris harus menjaga kepentingan klien dalam melakukan suatu perbuatan hukum dengan bantuannya. Sertifikat milik klien Notaris merupakan salah satu yang harus dijaga dengan baik oleh Notaris. Namun, apabila seorang pegawai kantor Notaris memberikan sertifikat kepada orang lain selain klien tanpa sepengetahuannya, maka perbuatan pegawai tersebut mengakibatkan Notaris tidak dapat memenuhi kewajiban profesinya. Perbuatan pegawai tersebut dapat dikatakan sebagai perbuatan melawan hukum. Berdasarkan hal tersebut permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana perlindungan hukum terhadap notaris dalam hal terdapat perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh pegawai notaris dalam penyerahan sertifikat tanpa sepengetahuan notaris dan bagaimana kepastian hukum serta penyelesaian perkara dalam putusan jika dikaitkan dengan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Undang-Undang Jabatan Notaris. Permasalahan tersebut dianalisis dengan menggunakan metode penelitian hukum Normatif yang berdasarkan bahan pustaka dan peraturan perundang-undangan. Adapun hasil penelitian adalah jika memang pegawai tersebut tidak dapat dikenai sanksi Pasal 1365 KUHPer, maka dapat dilakukan Pertanggungjawaban yang harus dilakukan oleh Notaris dan juga pegawainya sebagaiman harus tanggung renteng adalah berupa sanksi keperdataan yang dapat dilakukan dengan melakukan pengantian biaya, ganti rugi, dan bunga. Dalam perkara ini tidak adanya kepastian hukum yang mengatur tentang perlindungan hukum terhadap Notaris dalam hal perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh pegawai notarisnya, pemerintah seharusnya dapat membuat suatu peraturan perundang-undangan yang memberikan perlindungan hukum bagi Notaris apabila terjadi suatu perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh pegawai kantor Notaris
TANGGUNG JAWAB NOTARIS ATAS KESALAHAN DALAM PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI NOMOR 17 TERKAIT PENGALIHAN KREDIT PEMILIKAN RUMAH (TAKE OVER)
Tanggung jawab Notaris terhadap kesalahannya dalam pembuatan PPJB take over rumah. Menggunakan penelitian normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme Take Over memiliki prosedur berbeda dengan pemberian kredit biasa, dan setiap bank memiliki aturan khusus dalam pemberian KPR. Notaris harus menjalankan kewajibannya sesuai peraturan perundang-undangan. Dalam membuat akta otentik, Notaris harus merumuskan dengan rinci isi akta dan menjelaskan maksud dari isi tersebut, untuk meminimalisir perbuatan wanprestasi antara para pihak. Apabila terjadi pelanggaran, Notaris dapat dihadapkan pada tuntutan tanggung jawab yang mencakup aspek hukum administrasi, hukum perdata, hukum pidana, dan kode etik profesi Notaris
PERTANGGUNGJAWABAN NOTARIS DALAM PEMBUATAN AKTA OTENTIK HAK WARIS YANG MERUGIKAN PIHAK KETIGA
Notaris wajib dan harus mematuhi serta memahami semua ketentuan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tugas dan tanggungjawabnya berdasarkan ketentuan dalam Pasal 16 ayat (1) huruf UUJN menyebutkan bahwa dalam menjalankan jabatannya notaris wajib bertindak amanah, jujur, saksama, mandiri, tidak berpihak, dan menjaga kepentingan pihak yang terkait dalam perbuatan hukum. Rumusan masalah dalam tesis ini, perbuatan Notaris dalam pembuatan akta masuk ke dalam perbuatan pidana, tanggung jawab Notaris dalam hal akta yang dibuat merugikan pihak ketiga, akibat hukum terhadap akta yang dibuat oleh Notaris merugikan pihak ketiga. Tesis ini, menggunakan metode penelitian normatif (kepustakaan) untuk mendapatkan kesimpulan tentang perbuatan Notaris dalam pembuatan akta tidak termasuk ke dalam perbuatan pidana tetapi masuk kedalam ranah hukum perdata. Tanggung jawab Notaris dalam hal akta yang dibuat merugikan pihak ketiga secara administrasi berdasarkan dalam membuat akta otentik untuk kepentingan peralihan hak atas tanah, Notaris tidak menerapkan prinsip kehati-hatian dan tidak bersikap professional terkait membuat akta keterangan waris berdasarkan keterangan sepihak dari penghadap yang bukan bagian dari ahli waris. Akibat hukum terhadap akta yang dibuat oleh Notaris merugikan pihak ketiga yaitu batal demi hukum, dengan mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap Notaris dan Yohana Adijaya (pihak penjual) terkait perbuatan peralihan hak atas tanah merugikan hak orang lain yaitu Paulus Hartono sebagai pihak ketiga yang pertama kali membeli dari Yohana Adijaya tetapi belum dibaliknama dikarenakan alasan Yohana Adijaya surat-surat bukti kepemilikan hilang dan belum ditemukan
PERAN MAJELIS KEHORMATAN NOTARIS DIHUBUNGKAN DENGAN PASAL 66 UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG JABATAN NOTARIS
Pasal 66 ayat (1) UUJN secara jelas menentukan tentang lembaga yang memberikan persetujuan untuk dapat dipanggilnya dan/atau diambilnya Minuta Akta dan/atau surat-surat yang dilekatkan pada minuta akta atau protokol Notaris dalam penyimpanan Notaris. Tesis ini, menggunakan metode penelitian normatif dengan mengumpulkan data sekunder selanjutnya dianalisis secara kualitatif untuk mendapatkan kesimpulan tentang kekuatan hukum MKN dalam memberikan persetujuan terkait pelanggaran jabatan dalam kasus pidana berdasarkan fakta hukum dalam persidangan Notaris diperiksa dan diketahui melakukan penundaan tanggal, tidak membacakan akta, penambahan dan pengurangan minuta dan pengingkaran tanda tangan sehingga MKN memberikan persetujuan berdasarkan ketentuan Pasal 66 UUJN dan Permenkumham No. 17 Tahun 2021. Putusan Hakim terhadap Notaris terkait pelanggaran jabatan sehingga menimbulkan sanksi pidana berdasarkan pertimbangan dan fakta hukum yang relevan secara yuridis dalam persidangan bahwa perbuatan materiil Terdakwa sedemikian rupa itu telah memenuhi semua unsur tindak pidana Pasal 378 KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUH
PENJATUHAN SANKSI OLEH MAJELIS PENGAWAS NOTARIS TERHADAP NOTARIS YANG TIDAK MENJALANKAN JABATANYA
UUJN merupakan pedoman utama bagi setiap Notaris yang harus dipatuhi dalam menjalankan tugas dan jabatannya, termasuk kewajiban melaksanakan jabatannya secara nyata. Praktiknya dilapangan, masih banyak Notaris yang tidak menjalankan jabatannya. Padahal menurut Pasal 17 UUJN menegaskan bahwa Notaris dilarang meninggalkan wilayah jabatannya lebih dari 7 (tujuh) hari kerja berturut-turut tanpa alasan yang sah. Dalam Penelitian ini Permasalahan yang diangkat ialah Bagaimana mekanisme penjatuhan sanksi administratif terhadap Notaris yang tidak menjalankan jabatannya dengan menganalisis Putusan MPPN Nomor : 09/B/MPPN/IX/ 2023. Untuk menjawab permasalahan tersebut digunakan metode penelitian yuridis normatif yang didukung dengan penelitian lapangan. pendekatan hukum yuridis digunakan untuk menganalisa berbagai peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan penjatuhan sanksi administratif berupa pemberhentian Notaris dengan tidak hormat pada putusan tersebut diatas. sementara pendekatan empiris penulis gunakan untuk menganalisis sejauh mana hukum itu berjalan diwilayah lain dengan melakukan studi lapangan pada MPDN Kota Tangerang Selatan. Sehingga didapat hasil penelitian bahwa pengaturan mengenai mekanisme penjatuhan sanksi bagi Notaris sudah sedemikian lengkap pengaturannya, hanya saja implementasi disetiap wilayah dapat berbeda-beda penegakkan hukumnya. Akibat hukumnya bagi Notaris yang terbukti tidak melaksanakan jabatannya dapat dijatuhi sanksi administratif berupa pemberhentian dengan tidak hormat seperti putusan diatas.  
Pelatihan Reflective Thinking untuk Meningkatkan Kesadaran Orientasi Masa Depan Siswa SMAN 11 Pangkaje’ne Sulawesi Selatan
Adolescents are the next generation of the nation who will contribute greatly to the development of Indonesia’s human resources. The adolescent phase is an important stage to start forming a clear self-identity including in terms of future planning. However, adolescents often experience confusion regarding their future orientation, making it difficult to set goals and strategies to achieve the future. Although most of them have aspirations, it is less based on the ability to recognize themselves related to their strengths and weaknesses. According to the literature review, the reflective thinking method applied through reflection of experience is an important learning model. With this method, individuals can better recognize their potential based on the meaning of their past experiences. This training was conducted for two days on 24 - 25 May 2023 at SMA Negeri 11 Pangkaje\u27ne, with a total of 31 participants who were students of class XI. The results of this training show that the ability to think reflectively in interpreting experiences will help adolescents recognize their strengths and weaknesses, as well as their interests and talents. This can be a reference for them in setting future goals. A clear future direction can lead adolescents to set specific steps and strategies to achieve their goals. This will increase the chances for adolescents to get a decent job and have a career that suits their potential in the future.Remaja merupakan generasi penerus bangsa yang akan berkontribusi besar bagi pengembangan sumber daya manusia Indonesia. Fase remaja merupakan tahapan penting untuk mulai membentuk identitas diri yang jelas termasuk dalam hal perencanaan masa depan. Hanya saja, remaja sering kali mengalami kebingungan terkait orientasi masa depannya sehingga sulit menetapkan tujuan dan strategi untuk mencapai tujuan. Meskipun sebagian besar dari mereka telah memiliki cita-cita, namun hal tersebut kurang didasari akan kemampuan pengenalan diri terkait kekuatan dan kelemahannya. Berdasarkan tinjauan literatur, metode reflective thinking yang diterapkan melalui refleksi pengalaman menjadi suatu model pembelajaran yang penting. Dengan metode ini, individu dapat lebih mengenali potensi dirinya berdasarkan pemaknaan atas pengalamannya di masa lalu. Pelatihan ini dilakukan selama dua hari yaitu pada tanggal 24 - 25 Mei 2023 di SMA Negeri 11 Pangkaje’ne, dengan jumlah peserta pelatihan sebanyak 31 orang yang yang merupakan siswa/siswi kelas XI. Hasil pelatihan ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir reflektif dalam memaknai pengalaman akan membantu remaja mengenali kekuatan dan kelemahan, serta minat dan bakat yang dimiliki. Pemahaman ini dapat menjadi acuan bagi mereka dalam menetapkan tujuan masa depan. Arah masa depan yang jelas mampu mengarahkan remaja untuk menetapkan langkah dan strategi-strategi spesifik untuk mencapai tujuannya. Hal ini akan meningkatkan peluang bagi remaja untuk memperoleh pekerjaan yang layak dan menjalani karier yang sesuai potensinya di masa depan
Meningkatkan Literasi Kesehatan Mental sebagai Upaya Deteksi Dini Gangguan Psikologis di Desa Setia Mekar, Bekasi
Based on geographic location, the village of Setia Mekar borders Bekasi City, which means that access to new information is easy to obtain. In fact, based on the result of the assessment carried out, there are still limitations to literacy within the community, especially in literacy that related to mental health. Therefore, the aim of this activity is to increase mental health literacy in the community of Setia Mekar Village. Individuals with good mental health literacy, can carry out early detection of psychological disorders. The method that used to increase mental health literacy is by providing psychoeducation in the village of Setia Mekar. Before the intervention is given, an assessment is first conducted to determine the appropriate psychoeducation method. The results obtained through this psychoeducation activity show that residents become more aware about psychological disorders, the characteristics or symptoms, casual factors, and treatment of psychological disorders themselves.Dilihat dari letak geografisnya, Desa Setia Mekar termasuk desa yang berbatasan dengan wilayah Kotamadya Bekasi, yang berarti akses informasi terhadap hal baru mudah didapat. Faktanya, berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan, masih ditemukan keterbatasan literasi pada masyarakat, khususnya pada literasi mengenai kesehatan mental. Maka dari itu, tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan literasi kesehatan mental pada masyarakat yang ada di Desa Setia Mekar. Individu yang memiliki literasi kesehatan mental yang baik dapat melakukan deteksi dini terkait gangguan psikologis. Metode yang digunakan untuk meningkatkan literasi kesehatan mental adalah dengan memberikan psikoedukasi kepada warga di Desa Setia Mekar. Sebelum pemberian intervensi, dilakukan asesmen terlebih dahulu untuk menentukan metode psikoedukasi yang tepat. Hasil yang didapatkan melalui kegiatan psikoedukasi ini adalah warga menjadi lebih paham mengenai gangguan psikologis, ciri atau gejalanya, faktor penyebabnya, serta penangangan gangguan psikologis tersebut
Pengenalan Kompetensi Sosial Emosional: Wawasan dan Keterampilan untuk Remaja
School counselors at Dian Harapan Lippo Village are confronted with students who consistently exhibit anxiety in both academic and non-academic domains. Poorly managed emotions not only affect academic performance but also disrupt social relationships with peers, teachers, and parents. Social emotional competence is crucial for adolescents as they navigate daily life stressors. A deficiency in social emotional competence can lead to emotional instability, resulting in increased stress and anxiety among adolescents. To address this, informational and skill-based interventions were provided through a series of mini seminars. The methodology included briefings on social emotional competency skills, reflective learning, and role-playing exercises to facilitate the application of the material. The seminars were targeted at students in grades 9 and 11, who are preparing for graduation exams and selecting their academic majors. Among the participants, 84 students provided feedback, with evaluations ranging from good to very good regarding the seminar\u27s effectiveness.Konselor sekolah Dian Harapan Lippo Village menghadapi situasi di mana siswa terus menunjukkan kecemasan dalam bidang akademik dan non-akademik. Emosi yang tidak terkelola dengan baik ini berdampak tidak hanya pada prestasi akademik tetapi juga pada relasi sosial, baik dengan teman sebaya, guru, maupun orang tua. Kompetensi sosial emosional merupakan salah satu aspek penting yang dibutuhkan oleh remaja dalam mengatasi tantangan sehari-hari. Kurangnya kompetensi sosial emosional dapat menyebabkan fluktuasi emosi yang berujung pada stres bahkan kecemasan pada remaja. Oleh karena itu, diperlukan pemberian informasi dan keterampilan dalam bentuk mini seminar. Metode yang digunakan meliputi pengarahan singkat mengenai keterampilan kompetensi sosial emosional, refleksi pembelajaran, serta bermain peran untuk mengaplikasikan materi yang disampaikan. Peserta seminar terdiri dari siswa kelas 9 dan kelas 11 yang akan menghadapi ujian kelulusan (kelas 9) dan penentuan jurusan (kelas 11). Peserta yang memberikan evaluasi berjumlah 84 siswa dengan rentang nilai baik hingga sangat baik terhadap pelaksanaan seminar tersebut