Universitas Pancasila Journal
Not a member yet
    3327 research outputs found

    Media Framing of Environmental Pollution Caused by Nickel Mining in Southeast Sulawesi on Mongabay Indonesia

    Get PDF
    Indonesia holds the world’s largest nickel reserves, mainly in Sulawesi and Maluku, positioning the mineral as a strategic resource for stainless-steel production and electric-vehicle battery development. Yet, the rapid expansion of nickel mining has intensified environmental problems, particularly in Southeast Sulawesi. This study examines how Mongabay Indonesia frames environmental pollution linked to nickel mining and analyzes the implications of such framing for public understanding. Through qualitative content analysis of seventeen articles published between 2023 and 2025, the study identifies dominant narratives, issue emphases, and representations of socio-ecological impacts. Guided by Entman’s (1993) Framing Theory, the findings show that Mongabay Indonesia consistently portrays nickel mining as a multidimensional environmental threat, highlighting water contamination, sedimentation, deforestation, biodiversity loss, and increasing vulnerability among coastal and Indigenous communities. The coverage frequently features community testimonies, scientific evidence, and critiques of weak regulatory enforcement. Overall, the study underscores the role of alternative environmental media in shaping discourse, amplifying affected voices, and influencing public perspectives within Indonesia’s ongoing green-energy transition.

    ANALYSIS OF OPERATIONAL PERFORMANCE OF MICROTRANS JAK 47 CIGANJUR – PASAR MINGGU

    Get PDF
    Transportation is an important aspect in supporting the economy and helping community activities. To deal with the increasing mobility of the community, the DKI Jakarta provincial government in collaboration with PT Transportasi Jakarta has innovated to create a transportation program called Jaklingko. Currently, the Jaklingko microtrans already has 83 routes, one of which is the Jak 47 route which operates in the Ciganjur - Pasar Minggu area, South Jakarta. The service of route 47 seems to be unable to serve well which causes a buildup of users during peak hours so that the load factor increases. The purpose of this study is to analyze operational performance and analyze the existing performance of the Jak 47 microtrans. Data collection was carried out using a field survey method in the form of a dynamic survey and a static survey. Then the survey results will be compared with the 2002 Minimum Service Standards (SK Ditjen Hubdat No.687 / AJ.206 / DRJD / 2002). Based on the results of the analysis, operational performance indicators such as load factor, headway, travel time, speed and frequency have performed well

    Identifikasi Risiko Keselamatan Konstruksi pada Pekerjaan Jaringan Irigasi Berbasis Work Breakdown Structure (WBS) untuk Meningkatkan Kinerja Keselamatan Konstruksi

    No full text
    The construction sector in Indonesia faces a high risk of occupational accidents, particularly in irrigation network projects. This study develops a standardized Work Breakdown Structure (WBS) for irrigation projects to improve safety performance. The WBS standard, detailed into 177 activities across five levels, enables precise identification of safety risks during project planning. Utilizing expert validation through the Delphi Method, 708 risk variables were identified, with 25 dominant risks grouped into three main categories: heavy equipment-related accidents (material lifting failures and traffic collisions) and electric shocks. This framework enhances the implementation of preventive measures and aligns safety management systems with construction activities. Findings reveal that material lifting failures with mobile cranes, traffic-related heavy equipment accidents, and electric shocks are the most significant risks. Integrating WBS-based safety planning during pre-construction improves project safety performance, reduces costs, and enhances sustainability. This research highlights the critical need for comprehensive safety strategies tailored to irrigation projects.Sektor konstruksi di Indonesia menghadapi risiko kecelakaan kerja yang tinggi, khususnya pada proyek jaringan irigasi. Penelitian ini mengembangkan struktur standar Work Breakdown Structure (WBS) untuk proyek irigasi guna meningkatkan kinerja keselamatan. Standar WBS, yang dirinci ke dalam 177 aktivitas di lima level, memungkinkan identifikasi risiko keselamatan yang lebih presisi selama perencanaan proyek. Melalui validasi ahli dengan Metode Delphi, 708 variabel risiko diidentifikasi, dengan 25 risiko dominan yang dikelompokkan menjadi tiga kategori utama: kecelakaan alat berat terkait kegagalan pengangkatan material dan tabrakan lalu lintas, serta sengatan listrik. Kerangka ini memperkuat penerapan langkah-langkah pencegahan dan menyelaraskan sistem manajemen keselamatan dengan aktivitas konstruksi. Temuan menunjukkan bahwa kegagalan pengangkatan material dengan mobile crane, kecelakaan alat berat terkait lalu lintas, dan sengatan listrik adalah risiko paling signifikan. Integrasi perencanaan keselamatan berbasis WBS pada tahap pra-konstruksi meningkatkan kinerja keselamatan proyek, mengurangi biaya, dan mendukung keberlanjutan. Penelitian ini menyoroti pentingnya strategi keselamatan komprehensif yang disesuaikan untuk proyek irigasi

    Konflik Kelas dan Komunikasi Kesadaran Kolektif dalam Sengketa Lahan Dago Elos, Bandung, Jawa Barat

    Get PDF
    Tingginya angka konflik pertanahan di Indonesia menggambarkan kompleksnya persoalan agraria seperti tumpang tindihnya kepemilikan lahan, ketidakadilan struktural, dan lemahnya penegakan hukum. Konflik Dago Elos misalnya, yang berakar pada sengketa lahan antara warga Dago Elos dan pihak yang mengklaim hak atas tanah. Konflik ini mencerminkan pertentangan kepentingan antara kelas penguasa dan kelas tertindas. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pertentangan kelas dan komunikasi kesadaran kolektif yang terjadi pada konflik agraria di Dago Elos, Bandung, menggunakan perspektif teori Karl Marx dan konsep Komunikasi Tindakan Kolektif serta metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan literature review dan analisis dokumentasi berita untuk menggali perlawanan warga serta upaya mereka dalam memperjuangkan hak atas tanah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa konflik kelas tidak hanya melibatkan aspek material, namun juga menyentuh kesadaran kolektif warga yang merupakan elemen penting dalam memperkuat solidaritas dan perjuangan melawan ketidakadilan struktural. Kesadaran kolektif tercermin melalui berbagai aksi kreatif, seperti teatrikal, musik, dan protes yang diorganisasi secara mandiri oleh warga. Mengacu pada teori Karl Marx, penelitian ini mengidentifikasi bahwa sengketa lahan di Dago Elos merupakan manifestasi nyata dari ketimpangan struktural dan relasi kekuasaan yang timpang dalam masyarakat kapitalis. Penelitian ini berkontribusi pada kajian kritis mengenai konflik agraria dan pentingnya membangun kesadaran kolektif dalam mendorong perubahan sosial

    The Correlation between Hope and Academic Resilience among Thesis of Undergraduate Students

    Get PDF
    Undergraduate students who work on their thesis often face academic challenges such as procrastination, stress, and the risk of dropping out. To cope with these pressures, strong academic resilience is essential. This study examines the correlation between hope and academic resilience among thesis students. A quantitative correlational design was employed with purposive sampling, involving 433 thesis students in Jakarta. The instruments used were The Hope Scale and the Indonesian version of the Academic Resilience Scale-30. The results revealed a significant positive correlation between hope and academic resilience. Interestingly, students whose thesis topics did not align with their interests scored higher in pathway thinking, perseverance, and adaptive help-seeking. These findings highlight the importance of hope in enhancing academic resilience, regardless of topic-interest alignment.Mahasiswa yang sedang menyusun skripsi sering menghadapi tantangan akademik seperti prokrastinasi, stres, hingga risiko drop out. Untuk bertahan dalam tekanan tersebut, diperlukan resiliensi akademik yang kuat. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara harapan (hope) dengan resiliensi akademik pada mahasiswa skripsi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan teknik convenient sampling, melibatkan 433 mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi di Jakarta. Instrumen yang digunakan adalah The Hope Scale dan Academic Resilience Scale-30 versi Indonesia. Hasil menunjukkan adanya hubungan positif antara harapan dan resiliensi akademik. Selain itu, ditemukan bahwa mahasiswa yang topik skripsinya tidak sesuai minat justru menunjukkan skor lebih tinggi pada aspek strategi pathway, perseverance, dan reflecting and adaptive help-seeking. Temuan ini menunjukkan bahwa harapan berperan penting dalam membangun ketahanan akademik, terlepas dari kesesuaian topik skripsi dengan minat pribadi

    Analisis Pengaruh Holding Time, Holding Pressure, dan Cooling Time Terhadap Nilai dan Konsistensi Lid Opening Force

    Get PDF
    Flip top cap tube merupakan tutup botol yang terdiri dari 2 bagian yaitu tutup dan topi, dibutuhkan gaya untuk melakukan gerakan membuka pada flip top cap tube yang disebut dengan lid opening force. Dalam mengatasi permasalahan rendahnya nilai lid opening force pada produk cap tube 35 mm, dilakukan penelitian pada parameter yang memiliki pengaruh terhadap nilai lid opening force yaitu tekanan tahan, waktu tahan, dan waktu pendinginan. Tekanan tahan yang diteliti memiliki nilai 25%, 30%, 35%, dan 40%. Waktu tahan dengan nilai 0,8 detik, 1 detik, 1,2 detik, dan 1,4 detik dan waktu pendinginan dengan nilai 11,5 detik dan 12,5 detik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Taguchi dan ANOVA. Analisis dari hasil penelitian menunjukan bahwa parameter tekanan tahan memberikan persentase kontribusi 72,42%, waktu pendinginan dengan persentase kontribusi 15,35%, dan waktu tahan dengan persentasi kontribusi 4,33%. Untuk mendapatkan nilai lid opening force terbaik dengan nilai 1,73 kgf, maka digunakan parameter setting tekanan tahan dengan nilai 40%, waktu tahan dengan nilai 1,4 detik, dan waktu pendinginan dengan nilai 12,5 detik

    IMPLEMENTASI KONSEP CYBER NOTARY DAN PERAN NOTARIS DALAM PERLINDUNGAN DATA PRIBADI UNTUK MENJAMIN KERAHASIAAN

    Get PDF
    Saat ini, peran notaris di era digital semakin kompleks. Notaris dituntut memiliki keahlian dalam mendokumentasikan dan menyimpan catatan penting. Mereka harus mampu menjaga keamanan dokumen digital yang bernilai sambil memastikan dokumen tersebut dapat diakses dengan mudah. Dalam menjamin kepastian, ketertiban dan perlindungan hukum yang memberikan kebenaran dan keadilan seorang notaris diatur dalam Undang-Undang Jabatan Notaris. Konsep cyber notary untuk sementara dapat dimaknai sebagai notaris yang menjalankan tugas atau kewenangan jabatannya dengan berbasis teknologi informasi, yang berkaitan dengan tugas dan fungsi notaris, khususnya dalam pembuatan akta. Maka notaris juga harus tunduk pada Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi sebagaimana menjaga kerahasiaan data pribadi.  Metode Penelitian yang digunakan yaitu Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis-empiris, yakni penelitian hukum yang menggunakan data sekunder sebagai data awalnya, yang kemudian dilanjutkan dengan data primer menggunakan studi pustka dan mengkobnasikan dengan data lapangan. Hasil penelitian dan pembahasan dalam Implementasi konsep Cyber Notary dan peran Notaris dalam perlindungan data pribadi untuk menjamin kerahasiaan data adalah Notaris dengan sistem Cyber Notary yang memanfaatkan kemajuan teknologi bagi para notaris dalam menjalankan tugas-tugasnya sehari-hari. Oleh karenanya, notaris tidak hanya melindungi para pihak yang mengikatkan dirinya dalam akta melainkan juga saksi-saksi yang identitasnya disebutkan di dalam akta. Dengan demikian, selain notaris harus tunduk pada UU Jabatan Notaris, maka notaris juga harus tunduk pada UU Pelindungan Data Pribadi sebagaimana menjaga kerahasiaan data pribadi dalam Pasal 36 UU PDP dan melakukan pemrosesan data pribadi sesuai dengan tujuannya dalam Pasal 28 UU PDP

    PENGATURAN PENERAPAN E-SIGNATURE PADA AKTA OTENTIK SEBAGAI PENGAMANAN INOVASI DIGITAL DI INDONESIA

    Get PDF
    Pengaturan penerapan e-signature pada akta otentik sebagai pengamanan inovasi digital di Indonesia menghadapi tantangan hukum yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan e-signature oleh notaris pada akta notaris di Indonesia, serta dampak hukum dan praktisnya. Dengan menggunakan pendekatan normatif empiris, penelitian ini memadukan analisis terhadap peraturan hukum yang ada dengan observasi dan wawancara dengan notaris dan akademisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat ini penerapan e-signature pada akta notaris belum sepenuhnya memungkinkan. Hal ini disebabkan oleh ketentuan hukum yang mengharuskan kehadiran fisik pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan akta notaris, sebagaimana tercantum dalam UU No. 1/2024 tentang Perubahan Kedua atas UU 11/2008 tentang ITE. Pasal 5 ayat (4) dari UU tersebut mengecualikan penggunaan e-signature pada akta notariil dan akta yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Oleh karena itu, penerapan e-signature memerlukan harmonisasi regulasi agar tidak mengurangi kekuatan hukum dan pembuktian akta. Inovasi digital dalam praktik notaris memberikan manfaat besar dalam efisiensi, seperti pengelolaan protokol dan penyimpanan minuta akta. Namun, penerapan inovasi ini harus tetap memperhatikan asas kepastian hukum agar tidak bertentangan dengan peraturan yang ada. Digitalisasi dapat meningkatkan efisiensi dan ketahanan dokumen hukum tanpa melanggar regulasi, serta menjadi landasan untuk modernisasi sistem kenotariatan di masa depan

    Strategi Pengembangan Usaha Konservasi Mangrove yang Berkelanjutan di Taman Wisata Alam Jering Menduyung Bangka Barat

    No full text
    Ekosistem mangrove memiliki fungsi penyimpanan karbon yang tinggi. Namun terjadi degradasi mangrove akibat kegiatan ekonomi salah satunya sektor pertambangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Perlunya pengembangan usaha yang berkelanjutan salah satunya usaha konservasi mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung potensi manfaat ekonomi usaha konservasi mangrove dan menyusun strategi pengembangan usaha konservasi mangrove yang berkelanjutan di TWA Jering Menduyung. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis benefit transfer faktor emisi karbon dan analisis pendapatan manfaat ekonomi usaha konservasi mangrove. Analisis strategi menggunakan interpretative structural modelling dengan software Exsimpro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha konservasi mangrove berpotensi memberikan manfaat ekonomi mencapai Rp2.609.471.451 per tahun. Strategi untuk merealisasikan manfaat ekonomi tersebut dengan meningkatkan sarana prasarana, menegakan hukum dan kebijakan, meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat, dan skema pendanaan oleh para stakeholder yaitu BKSDA Sumsel, DKP, dan Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta pihak yang berada di sekitar kawasan yaitu pemerintah desa dan masyarakat Desa Air Menduyung. Kata kunci: benefit transfer, interpretative structural modelling, stakeholder, degradasi mangrov

    Finding the Optimum Value-Added Tax Threshold of Small and Medium Businesses in Indonesia

    Get PDF
    Purpose: This study investigates the optimal Value-Added Tax (VAT) registration threshold for small and medium enterprises (SMEs) in Indonesia, aiming to enhance VAT revenue without raising the tax rate. Despite VAT being a significant source of revenue for Indonesia, the current VAT registration threshold of 4.8 billion rupiahs is relatively high compared to other countries, potentially limiting tax revenue from businesses just below this level.Methodology: The study calculates the optimal VAT threshold for various business sectors using the Keen and Mintz model and administrative data from the Directorate General of Taxes.Finding: The results show that the average optimal threshold is lower than the current threshold, with the mining and quarrying sector having the highest threshold at approximately 4.26 billion rupiahs and the accommodation and food service sectors the lowest.Implication: The implication of this study suggests that reducing the VAT threshold could expand the tax base and increase revenue without raising VAT rates.Originality: The study contributes to the ongoing discourse on optimising Indonesia\u27s VAT system and recommends revising the threshold to reflect sector-specific needs better and enhance overall tax efficiency

    3,010

    full texts

    3,327

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Pancasila Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇