Universitas Pancasila Journal
Not a member yet
3327 research outputs found
Sort by
Pengaruh Sales Growth, Likuiditas, dan Firm Size Terhadap Financial Leverage dan Nilai Perusahaan Perusahaan Pertambangan Yang Terdaftar Di Indonesia
Fenomena gap dalam penelitian ini adalah secara teori financial leverage yang diproksi dengan menggunakan financial leverage berpengaruh positif terhadap profitabilitas, namun pergerakan financial leverage dan profitabilitas pada tahun 2015-2021 tidak menunjukkan hal tersebut karena adanya fluktuasi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh sales growth, likuiditas, firm size terhadap financial leverage dan profitabilitas perusahaan pertambangan di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2022.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh data keuangan perusahaan pertambangan dalam periode 2015-2022 yang ada daalam Bursa Efek Indonesia. Sampel yang digunakan adalah 182 perusahaan pertambangan yang menerbitkan laporan keuangan tahunan secara lengkap selama periode pengamatan. Alat analisis yang digunakan adalah metode analisis kuantitatif, yaitu path analysis.
Berdasarkan hasil penelitian, likuiditas berpengaruh negatif terhadap financial leverage, sedangkan sales growth dan firm size tidak berpengaruh terhadap financial leverage. Sales growth, likuiditas dan firm size berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Financial leverage tidak berpengaruh terhadap profitabilitas
MIXED-USE HEALTH CONSCIOUSNESS FACILITIES IN THE DUKUH ATAS TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT AREA: HUMANISTIC ARCHITECTURE
The Dukuh Atas TOD area is one of the intermodal integration areas. TOD Dukuh Atas planning provides an opportunity for business buildings to complement each other functionally and optimally. A mixed-use building is one of the fulfillments of the needs of several building functions that are integrated into one TOD Dukuh Atas area. The characteristic users of the TOD Dukuh Atas area are office workers who work 8 hours, and the distance traveled by users between residences and workplaces takes quite a long time. TOD area users need facilities that support health consciousness. The design of the mixed-use building in TOD Dukuh Atas uses the concept of health consciousness and a humanist architectural design approach. The main objective is to create a sustainable environment and dynamic public space. By combining offices, malls, plazas, and eco-parks, the humanist architectural approach emphasizes human needs, ensuring each element supports social interaction, comfort, and user well-being. The results show the potential to increase land use efficiency, reduce the carbon footprint, and improve the quality of life of the community. The eco-park design provides refreshing and educational green spaces, while plazas and commercial areas support public activities. Key challenges include stakeholder coordination and compliance with environmental regulations. This study provides guidance for developers and urban planners in sustainable urban development.
 
SURAKARTA\u27S SRIWEDARI PARK PRESERVATION EFFORTS AS A CULTURAL HERITAGE
The Sriwedari Park in Surakarta is a cultural heritage area with high historical and cultural value, but it is abandoned and needs to be maintained due to prolonged ownership disputes. This research was conducted through a qualitative approach to explore the Solo City Government\u27s efforts to preserve and revitalize Sriwedari Park despite ongoing and unresolved legal issues. Data were collected through field observations, archival documentation, and literature studies that support and align with the research focus. The research findings show that the Solo City Government began to make revitalization efforts after winning the legal dispute in 2022. The revitalization effort began with clearing the area for the construction of the Great Mosque as part of the land reuse plan. This research focuses on the importance of the government and community working together to conserve and utilize the cultural heritage area. The results of this study also successfully demonstrate that cultural preservation requires consistent and sustained attention in addressing legal and social issues
TANDA TANGAN ELEKTRONIK SEBAGAI DATA PRIBADI YANG HARUS DILINDUNGI UNTUK MENJAMIN KEPASTIAN HUKUM DI INDONESIA
Tanda tangan pada dasarnya adalah alat untuk melakukan verifikasi dan autentifikasi atas adanya persetujuan seseorang terhadap suatu dokumen atau perjanjian, tanda tangan seseorang berarti orang tersebut telah memberikan membaca, mengerti serta persetujuan atas apa yang tertulis dalam dokumen tersebut. Berdasarkan norma hukum yang ada tanda tangan berfungsi penting dalam mengesahkan dokumen, perjanjian atau tindakan hukum tertentu. Tanda tangan juga merupakan bukti adanya perikatan diantara satu pihak dengan pihak lainnya, sehingga tanda tangan seseorang telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari diri seseorang. Dibubuhkannya tanda tangan seseorang berarti orang tersebut secara sadar telah mengikatkan diri kepada siapa dokumen tersebut ditujukan. Pada masa pasca pandemi Covid 19 penggunaan tanda tangan elektronik menjadi hal yang wajar dan dipergunakan sebagai bagian untuk kemudahan penutupan suatu transaksi bisnis. Masalah timbul karena tanda tangan berdasarkan aturan hukum yang berlaku belum dianggap sebagai bagian dari data pribadi milik seseorang yang harus mendapatkan perlindungan sama seperti data pribadi lainnya. Penelitian ini mempergunakan metode penelitian normatif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa perlindungan terhadap tanda tangan seseorang di Indonesia harus dilakukan karena tanda tangan adalah bagian dari data pribadi milik seseorang sebagai bagian dari kepastian hukum bagi pemilik tanda tangan dimaksud. Sehingga perubahan atas ketentuan dalam Undang-Undang No. 27 Tahun 2022 perlu segera dilakukan
PENYULUHAN DAN PELATIHAN HASIL PERIKANAN DI DESA SUNGAI BUNTU, KARAWANG
Abstrak
Dosen dan mahasiswa FEB UP memberikan penyuluhan dan pelatihan pembuatan produk lahan ikan berbasis sosial entreprises kepada warga Desa Sungaibuntu, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang. Pelaksana kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Dosen FEB UP. Pada kesempatan ini Tim Dosen FEB UP memberikan bantuan alat membuat olahan ikan dan alat pendukung memasak lainnya untuk dimanfaatkan Kelompok Usaha Nelayan Mutiara Bahari dan ibu ibu PKK dalam mengembangkan usaha olahan ikan menjadi usaha pendukung pemanfaatan potensi lokal di desa. Kemandirian ekonomi dengan menggiatkan potensi Desa yang ada sejalan dengan program SDGs saat ini sangat diperlukan terutama di desa-desa. Salah satunya adalah memanfaatkan hasil tangkapan nelayan berupa ikan mentah kemudian dikembangkan menjadi produk olahan ikan yang disukai oleh masyarakat. Pengolahan ikan ini dapat menjadi produk inovatif yang lebih tahan lama karena dapat dibuat menjadi Frozen Food sehingga pemasarannya dapat lebih luas. “FEB -UP dan tim PkM melalui kegiatan Pengabdian di Desa Sungai Buntu, Karawang pada selama bulan Agustus – September 2024. Dengan tema Pengembangan Derivatif Produk olahan ikan Nelayan Sungai Buntu Melalui Ekonomi Kreatif berbasis Entreprises menuju SDGs. Metode dalam kegiatan ini dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada Kelompok Usaha Nelayan Mutiara Bahari tentang olahan ikan menjadi produk inovatif yang dapat bersaing melalui transfer ilmu dan teknologi diantaranya mengenai pemilihan bahan baku produk olahan, teknik Pengolahan, pengemasan dan manajemen pemasaran. “Pelatihan dilakukan dengan memberikan demonstrasi dan praktek pengolahan ikan menjadi makanan (Nugget, Dim Sum, dan Bakso ) , memberikan cara pengemasan yang baik, menyiapkan desain kemasan yang menarik, serta melakukan pendampingan dan evaluasi.“Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta merasa sangat puas mengikuti kegiatan ini, karena capaian program dapat terealisasi dengan baik sesuai dengan harapan dan peserta merasa telah terjadi peningkatan wawasan, pengetahuan dan pemahaman tentang penerapan ilmu dan teknologi dalam menghasilkan produk derivatif pengolahan hasil perikanan.
Kata Kunci: Derivatif Produk olahan Ikan, Ekonomi Kreatif , Berbasis Entreprises
Abstract
FEB UP lecturers and students provided counseling and training in making social enterprise-based fish land products to residents of Sungaibuntu Village, Pedes District, Karawang Regency. This activity was carried out by the FEB UP Lecturer Team. On this occasion, the FEB UP Lecturer Team provided assistance with tools for making processed fish and other cooking support tools to be utilized by the Mutiara Bahari Fishermen\u27s Business Group and PKK women in developing fish processing businesses into businesses that support the utilization of local potential in the village. Economic independence by activating existing village potential in line with the SDGs program is currently very necessary, especially in villages. One way is to use fishermen\u27s catch in the form of raw fish and then develop it into processed fish products that are liked by the community. This fish processing can become an innovative product that is more durable because it can be made into Frozen Food so that its marketing can be wider. "FEB-UP and the PkM team through community service activities in Sungai Buntu Village, Karawang during August – September 2024. With theme: Development of Derivative Processed Fish Products for Buntu River Fishermen through an Entreprises-based Creative Economy towards SDGs. The method for this activity is to provide counseling and training to the Mutiara Bahari Fishermen Business Group about processing fish into innovative products that can compete through the transfer of knowledge and technology, including regarding the selection of raw materials for processed products, processing techniques, packaging and marketing management. "Training was carried out by providing demonstrations and practice of processing fish into food (Nuggets, Dim Sum and Meatballs), providing good packaging methods, preparing attractive packaging designs, as well as providing assistance and evaluation. "The evaluation results showed that the participants felt very satisfied taking part. This activity is because the program achievements can be realized well in accordance with expectations and participants feel that there has been an increase in insight, knowledge and understanding regarding the application of science and technology in producing derivative products for processing fisheries products.
 
Reaksi Duka pada Remaja: Pengukuran dan Penelusuran
The death of a parent is one of the most sorrowful life events that can happen in adolescence and can lead to potentially traumatic experiences that may impact the further developmental stages of adolescence. Measuring grief reactions in adolescents is essential, it will help identify their conditions. This study aims to construct the instrument and explore adolescent grief reactions by including cognitive responses, emotional reactions, behavioral responses, and physical sensations of adolescents after the death of their parents. Sixty-six adolescents (12 – 17 years) as participants filled out an online form consisting of 48 items related to their conditions, after experiencing a significant loss. This study applied Confirmatory Factor Analysis (CFA) to test the construct validity. The CFA result showed that the instrument is valid because the output coefficients met the acceptable values of goodness-of-fit indicators. The scale is also reliable, with a coefficient of 0.954. Therefore, it is concluded that this instrument is ready to measure the intensity of adolescent grief reactions. This study showed the intensity of grief reactions of 66 adolescents: Very Weak (3%), Weak (24%), Fairly Strong (38%), Strong (33%), and Very Strong (2%).Kematian satu atau kedua orang tua merupakan salah satu peristiwa kehidupan yang menyedihkan bagi remaja. Peristiwa duka berpotensi menimbulkan trauma pada remaja yang dapat berdampak pada tahap perkembangan selanjutnya. Pengukuran reaksi duka pada remaja sangat dibutuhkan karena dapat mengidentifikasi kondisi duka yang dialami. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun konstruk alat ukur reaksi duka dan menelusuri pengalaman duka yang mencakup pikiran, perasaan, perilaku dan sensasi fisik remaja akibat kematian orang tua. Sampel penelitian ini sebanyak 66 remaja (usia 12 – 17 tahun). Partisipan diminta untuk merespon 48 pernyataan sesuai kondisi yang dialami dan dirasakan, khususnya setelah mengalami kehilangan orang tua akibat meninggal. Teknik uji validitas konstruk yang digunakan adalah Confirmatory Factor Analysis (CFA) melalui JASP. Hasil CFA menunjukkan bahwa alat ukur valid, karena indikator-indikator goodness of fit memenuhi standar. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa alat ukur reliabel dengan koefisien sebesar 0,954. Oleh karena itu, alat ukur ini sudah dapat digunakan untuk memberikan gambaran mengenai intensitas reaksi duka yang dialami remaja. Hasil penelusuran dari 66 sampel menunjukkan intensitas reaksi duka remaja berada pada kategori Sangat Lemah (3%), Lemah (24%), Cukup Kuat (38%), Kuat (33%) dan Sangat Kuat (2%)
Work Life Balance dan Keterikatan dengan Pekerjaan pada Pekerja Wanita yang Menikah
This research aims to understand the relationship between work life balance and employee engagement among married female workers, therefore a quantitative approach is used. The purposive sampling method was used to select respondents as many as 150 married female workers in Bontang City, East Kalimantan. Data were analyzed using the Pearson Product Moment correlation test. This research shows a relationship between work life balance and employee engagement in the medium category, which means that the higher the work life balance applied, the higher the employee attachment to married female workers in Bontang City. The implications of this research are to become a basis for helping create a more inclusive, supportive and sustainable work environment for agencies and married female workers in Bontang City.Penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan work life balance dan keterikatan karyawan pada pekerja wanita yang menikah, oleh karena itu digunakan pendekatan kuantitatif. Metode purposive sampling digunakan untuk memilih responden sebanyak 150 orang pekerja wanita yang menikah di Kota Bontang, Kalimantan Timur. Data dianalisis dengan uji korelasi Pearson Product Moment. Temuan pada studi ini menunjukkan adanya korelasi positif antara work life balance dan keterikatan karyawan dengan kategori sedang, yang dimaknai bahwa semakin tinggi work life balance yang diaplikasikan, maka semakin tinggi juga keterikatan karyawan pada pekerja wanita yang telah menikah di Kota Bontang. Implikasi dari penelitian ini adalah menjadi landasan dalam membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif, mendukung, dan berkelanjutan bagi instansi dan pekerja wanita yang telah menikah di Kota Bontang
Plastic Waste Management through Pyrolysis in the Seribu Islands: Energy Efficiency and Fuel Oil Production Analysis
Plastic waste in the Seribu Islands has become a significant issue threatening marine and coastal ecosystems. This study analyzes the conversion of plastic waste into diesel fuel through pyrolysis, employing three scenarios of plastic mixture ratios: LDPE and PP, PET, PS, and HDPE. With operating temperatures of 400 °C, 480 °C, and 550 °C, the research evaluates energy efficiency, diesel output, and return on investment (ROI). Results indicate that a mixture of 50% LDPE and PP, 15% PET, 10% PS, and 25% HDPE at 550 °C produces the highest diesel yield of 0.805 tons per 1,000 kg of plastic. The annual ROI is recorded at 0.26%, highlighting the project\u27s potential to support environmental conservation while providing economic benefit
KESALAHAN DALAM PENERBITAN SERTIFIKAT HAK ATAS TANAH OLEH KEPALA KANTOR PERTANAHAN KOTA DEPOK TERHADAP OBJEK TANAH YANG SAMA
Penerbitan sertipikat hak atas tanah yakni kewajiban bagi Kepala Kantor Pertanahan pada perihal melaksanakan layanan public akan penduduk, guna memberi ketetapan hukum terhadap ha katas tanah melalui adanya kewajiban, tindakan hukum menghasilkan tanggung jawab, Kesalahan yang terjadi dalam penerbitan sertifikat hak atas tanah oleh Kepala Kantor Pertanahan terhadap objek yang sama menyebabkan ketidakpastian hukum bagi pemegang hak atas tanah. Pasal 19 ayat (1) UUPA mengatur bahwa pemerintah, berdasarkan peraturan pemerintah yang berlaku, memastikan kepastian hukum dengan melaksanakan pendaftaran tanah di seluruh wilayah Indonesia. Penelitian pertama bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kesalahan dalam penerbitan sertifikat tanah oleh Kepala Kantor Pertanahan Kota Depok untuk objek yang sama. Penelitian kedua menyoroti tanggung jawab Kepala Kantor Pertanahan Kota Depok dalam proses penerbitan sertifikat.Menurut teori kepastian hukum Gustav Radbruch, yang antara lain dikemukakannya, hukum didasarkan pada fakta, yang berarti bersumber pada kenyataan. Oleh karena itu, kepastian hukum bidang pertanahan ini penting untuk memberikan perlindungan hukum bagi warga Indonesia. Metode penelitian hukum normatif yakni menggabungkan data kualitatif dan data sekunder dari kepustakaan. Temuan menunjukkan Kepala Kantor Pertanahan Kota Depok menerbitkan sertifikat yang tidak akurat dan memuat informasi yang tidak tepat dari pihak kelurahan. Kepala Kantor Pertanahan juga bertanggung jawab untuk mengusulkan kepada Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Barat agar sertifikat yang memberikan perlindungan hukum atas hak atas tanah tersebut dicabut
PRESERVATION OF THE BAITURRAHMAN MOSQUE CULTURAL HERITAGE BUILDING IN SEMARANG
According to the Law of the Republic of Indonesia Number 11 of 2010 concerning Cultural Heritage, there are several categories of Cultural Heritage, namely Cultural Heritage Objects, Heritage Buildings, Cultural Heritage Structures, Cultural Heritage Sites, and Cultural Heritage Areas. Indonesian architecture grew and formed from the cultural roots of indigenous peoples, who became the local civilization\u27s identity, tradition, and heritage. Over time, various external influences have contributed to architecture development in the archipelago. One interesting cultural heritage to study is the Baiturrahman Mosque in Semarang City, Central Java. This mosque has architectural value and historical, social, and cultural values that are important to the community. As a Cultural Heritage Building, the Baiturrahman Mosque blends traditional architectural elements and strong Islamic influences. This research explores the mosque\u27s preservation efforts amidst the challenges of urban modernization and changes in spatial functions. The method used is descriptive qualitative with a literature study approach and field observation. The study results show that the preservation of the Baiturrahman Mosque is important not only from the physical side of the building but also from the aspect of the meaning of space and its social function for the surrounding community. Therefore, a collaborative effort between the government, the community, and other stakeholders is needed to maintain the sustainability of this Cultural Heritage as an important part of Semarang\u27s identity.