Universitas Pancasila Journal
Not a member yet
3327 research outputs found
Sort by
Pemberdayaan UMKM Melalui Inovasi Rendang Pepaya Sebagai Alternatif Rendang Daging di Desa Naukae
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Kelompok KKN FEB Unwira Kupang melaksanakan program pengabdian di Desa Naukae, Kecamatan Kuatnana, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Fokus utama kegiatan adalah pemberdayaan UMKM melalui inovasi produk pangan lokal, yaitu produksi Rendang Pepaya sebagai alternatif Rendang Daging. Metode pelaksanaan meliputi survei, observasi, perencana, dan sosialisasi yang melibatkan ibu-ibu PKK setempat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat dalam diversifikasi produk pangan lokal, sekaligus menumbuhkan minat kewirausahaan. Kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Naukae serta menjadi pengalaman langsung bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah
MEMBANGUN LEGAL CAPABILITY UNTUK AKSES KEADILAN: ANALISIS TRANSFORMASI KESADARAN HUKUM MELALUI PROGRAM PENYULUHAN HOLISTIK DI TINGKAT DESA
Penelitian ini menganalisis transformasi kesadaran hukum masyarakat dan keberlanjutan dampak program penyuluhan hukum terpadu berbasis intervensi komunitas di Desa Pasir Angin. Melalui pendekatan mixed-method yang mengintegrasikan studi kasus partisipatif dan pengukuran kuantitatif pre-test serta post-test, penelitian ini mengeksplorasi perubahan paradigma masyarakat dari penyelesaian sengketa berbasis adat menuju mekanisme formal-legal, sekaligus menguji efektivitas program dalam empat dimensi isu hukum utama: pertanahan, perlindungan data pribadi dan fintech, narkotika, serta hukum keluarga dan waris. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan rata-rata pemahaman hukum masyarakat dari 34 menjadi 78 poin, diiringi dengan pergeseran nilai normatif—seperti bergesernya preferensi masyarakat dari hukuman represif terhadap penyalahgunaan narkoba menuju pendekatan rehabilitatif. Program juga berhasil mendorong pembentukan spontan empat kelompok sadar hukum yang menunjukkan keberlanjutan internalisasi pengetahuan dan aksi kolektif, tanpa ketergantungan insentif eksternal. Penelitian ini juga mengidentifikasi adanya “knowledge-action gap” di mana peningkatan pengetahuan tidak otomatis berimplikasi pada perubahan perilaku konkret akibat hambatan struktural, stigma sosial, serta keterbatasan akses dan infrastruktur. Rekomendasi utama meliputi integrasi pembangunan legal capability dalam setiap penyuluhan, pendampingan berkelanjutan, penguatan kelompok sadar hukum, desentralisasi dan digitalisasi layanan, serta harmonisasi nilai hukum adat dengan mekanisme formal. Studi ini menegaskan bahwa transformasi paradigma hukum di tingkat desa menuntut intervensi partisipatif, berkelanjutan, dan sistemik yang memberdayakan komunitas menuju akses keadilan yang nyata
Komunikasi Pemasaran Digital Melalui Media Sosial dalam Meningkatkan Daya Tarik Eduwisata: Studi Kasus Madu Taman Bunga
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran digital yang diterapkan oleh Madu Taman Bunga, salah satu destinasi eduwisata di Kabupaten Sumedang, melalui pemanfaatan media sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana strategi komunikasi digital dijalankan dalam membangun daya tarik dan citra destinasi wisata edukatif di era promosi berbasis media sosial. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya tren kunjungan wisata di Sumedang serta peran media sosial yang semakin besar sebagai sarana promosi dan komunikasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, data diperoleh melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi konten di Instagram dan TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Madu Taman Bunga menerapkan komunikasi pemasaran digital berdasarkan kerangka Integrated Marketing Communication (IMC) dan bauran komunikasi pemasaran. Penggunaan fitur Instagram Story, Reels, Carousel, serta konten TikTok menonjolkan storytelling, interaktivitas, dan branding edukatif. Strategi ini terbukti mampu menarik perhatian audiens, memperluas jangkauan promosi secara organik, serta meningkatkan keterlibatan pengikut melalui interaksi dua arah. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya manusia, alat dokumentasi yang kurang memadai, perubahan algoritma media sosial, dan ketidakkonsistenan publikasi konten. Meski demikian, hasil penelitian ini menegaskan bahwa strategi komunikasi pemasaran digital melalui media sosial efektif dalam meningkatkan citra, memperluas jangkauan audiens, serta memperkuat daya tarik wisata edukatif lokal. Secara keseluruhan, penerepan IMC dan storytelling memperkuat posisi Madu Taman Bunga sebagai media promosi sekaligus sarana edukasi yang berkontribusi pada pengembangan pariwisata berbasis agrowisata
Audience Reception of Instagram Content @narasinewsroom as a Trigger for the Resistance Movement to the Draft Regional Head Election Bill (RUU Pilkada)
The draft of the latest Regional Head Election Bill (RUU Pilkada) has sparked widespread controversy among the public. The provision regarding the minimum age threshold for regional head candidates, which is perceived to benefit certain parties, is expected to be approved by the Legislative Body of the Indonesian House of Representatives (DPR RI). This controversy has emerged on social media, notably through the Instagram account @narasinewsroom, which has actively published content related to the bill. The account has posted various materials that have triggered a wave of resistance against the bill, beginning from the initial debates to the street protests that followed. These posts have generated a wide range of public responses, particularly among the account\u27s followers. The diversity of comments reflects a range of audience receptions. This study aims to analyze how the audience receives and interprets the content of the @narasinewsroom Instagram account in the context of the resistance movement against the Regional Head Election Bill.Using a qualitative approach, the study is further enriched with virtual ethnography to explore online interactions in depth. The research focuses specifically on the interactions occurring within the content presented by @narasinewsroom, analyzed through Stuart Hall’s Audience Reception Theory, which categorizes audience responses into three positions: dominant-hegemonic, negotiated, and oppositional. The findings show that the comments reflect diverse interpretations, many of which indicate resistance to the bill. The comments are spread across the three positions: initially, responses aligned with the dominant position, then gradually shifted toward the negotiated position, and eventually, as the resistance movement gained momentum, a growing number of comments were found in the oppositional position
IMPLEMENTASI PERAN PENGAWASAN DARI MAJELIS PENGAWAS DAERAH NOTARIS TERHADAP LARANGAN MEMBUKA KANTOR CABANG BAGI NOTARIS
Dalam penelitian ini permasalahan yang diangkat ialah bagaimana peran Majelis Pengawas Daerah (MPD) Notaris dalam penegakan hukum terhadap ketentuan larangan notaris yang mendirikan kantor cabang atas nama sendiri, dan bagaimana mekanisme penerapan sanksi oleh Majelis Pengawas Daerah Notaris terhadap notaris yang melanggar ketentuan Pasal 19 Undang-Undang Jabatan Notaris (UUJN) terhadap notaris yang mendirikan kantor cabang atas nama sendiri. Untuk menjawab permasalahan tersebut digunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terhadap suatu laporan/pengaduan masyarakat kepada Majelis Pengawas Notaris, Majelis Pengawas Notaris sebagai instansi yang berwenang melakukan pengawasan, pemeriksaan, dan menjatuhkan sanksi terhadap Notaris, maka peran Majelis Pengawas hanya sampai ke tingkat daerah. Peran Majelis Pengawas Daerah Notaris berwenang untuk melakukan pemanggilan Notaris terkait dengan permasalahan yang dilakukan oleh Notaris dan melaksanakan penerapan sanksi oleh Majelis Pengawas Notaris terhadap Notaris yang melanggar ketentuan Pasal 19 Undang-Undang Jabatan Notaris terhadap Notaris yang mendirikan kantor cabang atas nama sendiri. Dalam ranah MPD, peran MPD dalam melakukan pengawasan terhadap para Notaris yang bermasalah memiliki keterbatasan seperti yang tertuang dalam Pasal 70 UUJN mengenai kewenangan yang dilakukan oleh MPD tidak diatur secara terperinci. MPD menekankan pada pengawasan yang bersifat preventif, yaitu pembinaan terhadap Notaris, selain itu seharusnya MPD memonitoring dan mengevaluasi secara berkala terhadap aduan masyarakat secara intens
GUGATAN ONRECHTMATIGE DAAD TERKAIT PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI (PPJB) YANG TELAH BATALATAS SEBIDANG TANAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mengenai gugatan perbuatan melawan hukum yang didasarkan pada hubungan kontraktual antara para pihak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode riset yuridis-normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Dalam penelitian ini, sumber bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer dan sekunder. Perjanjian jual beli merupakan bentuk kontrak yang berkembang sesuai dengan kebutuhan hukum di tengah masyarakat. Khususnya, perjanjian jual beli tanah dianggap sebagai perjanjian tidak bernama karena tidak secara eksplisit diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Namun demikian, pembatalan akta Notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) bisa saja terjadi akibat kesalahan atau kelalaian dari para pihak yang terlibat dalam perjanjian tersebut. Kesalahan atau kelalaian ini dapat menjadi dasar bagi salah satu pihak untuk mengajukan gugatan. Dalam gugatan yang menyatakan bahwa akta Notaris atau PPAT tidak sah, penting untuk dibuktikan ketidakabsahannya dari berbagai aspek, yaitu aspek lahiriah, formal, dan materiil. Aspek lahiriah menyangkut keabsahan bentuk dan penampilan fisik akta, aspek formal terkait dengan prosedur pembuatan dan pengesahan akta, serta aspek materiil terkait dengan isi perjanjian yang termuat dalam akta tersebut. Pembuktian ini menjadi kunci dalam menentukan sah atau tidaknya akta tersebut di mata hukum
SIDEWALK USE AS COMMERCIAL SPACE IN THE PERSPECTIVE OF PLACE MAKING THEORY: A case study of the sidewalk in front of the Ciptomangunkusumo Hospital Jakarta
The revitalization of sidewalks in Jakarta is based on the idea that sidewalks as city infrastructure have the main function as roads for pedestrians. The facts show that the sidewalk in front of Ciptomangunkusumo Hospital, Jalan Diponegoro, Jakarta, shows that there is use for other activities on the sidewalk. The research results show that activities that occur on sidewalks occur as a result of opportunities and a mutualistic symbiotic process between sidewalk users and existing environmental activities. This condition can be explained by the place making theory that public spaces will experience increased activity if there is a mechanism that forms a supply and demand process
Design of 600 Wp Stand-alone Solar Tree Systemfor Public Charging Station
Indonesia has significant potential for solar energy utilization with a capacity of 313 MW. The solar tree system is an innovative alternative energy solution that combines functionality and aesthetics by utilizing limited space at Universitas Jenderal Achmad Yani as an electric charging station. The research methods include meteorological data, load calculations by operational time variations, component capacity analysis such as photovoltaic (PV) panels, batteries, inverters, and 3D modelling of the stand-alone Solar tree system. This paper discusses the analysis results for the most optimal operational time of 3 hours with a PV panel power requirement of 599.6 Wp, using 6 PV panels each rated at 100 Wp. The system is designed to supply daytime loads, including charging an electric bicycle 576 W and a laptop 65 W for three hours. At night, the battery supplies power for laptop charging and lighting with a total power of 317.5 Wh for twelve and a half hours. To ensure a two-day autonomy, a battery capacity of 12 V 80 Ah and a 1000 W inverter are considered in the design. The 3D solar tree system model is designed with a pole height of 4000 mm and a circular arrangement of 6 PV panels with a diameter of 4068 mm, equipped with table and chair facilities at several proposed locations, ensuring the Solar tree system design meets the desired capacity based on the selected scenario
Performance Analysis of Time Capacity and Coulomb Methods for SoC Estimation in VRLA Batteries
The climate crisis and limited energy availability in remote areas encourage the use of VRLA battery-based off-grid solar energy systems, where accurate state-of-charge (SoC) evaluation is essential for system efficiency. At middle SoC ranges, the VRLA voltage curve\u27s flatness makes voltage-based methods less effective. This research investigates the efficacy of two practical methods, Time Capacity and Coulomb Counting, in estimating the SoC of 12V 10Ah VRLA batteries at varying discharge rates (C20 to C1) using a system that incorporates Arduino Uno and ACS712 sensors. The experimental findings show that Time Capacity is the best strategy, with an inaccuracy of 0-12%. Due to sensor error and temperature sensitivity, Coulomb Counting\u27s error is 30-38.4%. Heatmap imaging proved Time Capacity\u27s stability across all C-rates, making it suitable for remote monitoring. These findings lay the groundwork for reliable and cost-effective renewable energy systems and encourage further research on hybrid algorithms and environmental optimisation
OPTIMALISASI PENGEMBANGAN TANAMAN MELALUI SISTEM HIDROPONIK SEBAGAI ASET WILAYAH DI DESA PASPAN
Pengembangan sistem hidroponik di pedesaan memiliki potensi besar untuk meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi lokal. Namun, banyak proyek hidroponik di pedesaan mengalami kesulitan dalam berlanjut setelah fase awal implementasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengembangan sistem hidroponik di Desa Paspan, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Metode pengabdian masyarakat dilakukan melalui serangkaian kegiatan: studi pendahuluan, sosialisasi, implementasi dan pendampingan, monitoring dan evaluasi, serta diseminasi hasil. Hasil pengabdian menunjukkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengembangan sistem hidroponik, dengan peningkatan pengetahuan teknis dan keterampilan praktis. Selain itu, pengabdian ini juga mempromosikan pertanian berkelanjutan dan menciptakan jaringan komunitas yang inklusif. Diharapkan hasil penelitian ini memberikan kontribusi berharga bagi pengembangan sistem hidroponik di pedesaan, serta menjadi panduan praktis bagi kebijakan dan implementasi di berbagai daerah