Universitas Pancasila Journal
Not a member yet
3327 research outputs found
Sort by
Analisis Pola Pelayanan Logistik pada PT KAI (Balai Yasa Manggarai) Menggunakan Algoritma Apriori
Manajemen logistik memegang peran penting dalam industri dengan tanggung jawab memantau pergerakan barang dari pengadaan hingga penggantian yang dikelola pada fasilitas gudang. Pemilihan lokasi penempatan barang sangat penting untuk mendukung kelancaran distribusi dan aktivitas logistik, serta mengoptimalkan waktu pengiriman dan biaya transportasi. Kekurangan stok dapat menghambat proses produksi, sementara overstock dapat meningkatkan biaya penyimpanan. Untuk mengatasi ini, PT KAI, khusunya sektor Balai Yasa, menerapkan kebijakan persediaan untuk meningkatkan respons terhadap permintaan. Data transaksi tahun 2023 mencatat fluktuasi dalam permintaan layanan, mencerminkan keragaman yang mungkin dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti perubahan ekonomi dan kebijakan industri. Melalui analisis data mining menggunakan algoritma Apriori dengan support minimum 5%, confidence 100%, dan lift ratio ≥ 1 menunjukkan bahwa kemunculan item secara bersama lebih sering daripada yang diharapkan dari aturan yang terbentuk. Dengan demikian, hasil analisis dapat dijadikan sebagai preferensi dalam distribusi penempatan barang sesuai dengan permintaan layanan dan kebutuhan pada perusahaan, sehingga meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan. Manajemen logistik memegang peran penting dalam industri dengan tanggung jawab memantau pergerakan barang dari pengadaan hingga penggantian yang dikelola pada fasilitas gudang. Pemilihan lokasi penempatan barang sangat penting untuk mendukung kelancaran distribusi dan aktivitas logistik, serta mengoptimalkan waktu pengiriman dan biaya transportasi. Kekurangan stok dapat menghambat proses produksi, sementara overstock dapat meningkatkan biaya penyimpanan. Untuk mengatasi ini, PT KAI, khusunya sektor Balai Yasa, menerapkan kebijakan persediaan untuk meningkatkan respons terhadap permintaan. Data transaksi tahun 2023 mencatat fluktuasi dalam permintaan layanan, mencerminkan keragaman yang mungkin dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti perubahan ekonomi dan kebijakan industri. Melalui analisis data mining menggunakan algoritma Apriori dengan support minimum 5%, confidence 100%, dan lift ratio ≥ 1 menunjukkan bahwa kemunculan item secara bersama lebih sering daripada yang diharapkan dari aturan yang terbentuk. Dengan demikian, hasil analisis dapat dijadikan sebagai preferensi dalam distribusi penempatan barang sesuai dengan permintaan layanan dan kebutuhan pada perusahaan, sehingga meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan
OPTIMIZATION OF CRYSTAL INPATIENT ROOM LIGHTING AT DUTA INDAH HOSPITAL NORTH JAKARTA
A hospital is a healthcare facility that provides medical care for patients, including inpatient rooms that require optimal lighting to support patient comfort and the healing process. This study uses two methods. First, a quantitative descriptive approach by measuring light intensity at specific points using an environment meter, which is then compared with SNI standards. Second, an experimental method using Surfer 11 software for spatial data analysis, followed by lighting design simulation using DIALux evo v.13.0 and design optimization. In the final stage, 3D modeling design is carried out using SketchUp. The aim of this study is to evaluate whether the lighting in inpatient rooms meets the SNI standards and to improve artificial lighting if the intensity does not meet those standards.
 
FACADE REDESIGN OF YOUTH CENTER IN BOGOR DISTRICT
Facade is an important element in architecture that not only acts as the building\u27s skin, but also as a medium for visual expression and spatial identity. The redesign of the facade of the Youth Center in Bogor Regency was carried out in response to the needs of the younger generation for an inclusive, adaptive, and architecturally representative public space. This project carries a futuristic approach that is reflected through the composition of dynamic masses and the use of expressive geometric elements. The main inspiration is taken from the movement of badminton, especially the smash technique, which is translated into an architectural form with symbolic and contextual values. The design exploration process was carried out through precedent studies, site analysis, academic discussions, and experiments with forms and materials such as perforated GRC, glass, and ACP. The transformation of the facade from a conventional form to a more open and layered system shows the success of the responsive design approach to function, tropical climate, and the active and creative character of teenagers. The final result shows the harmony between form, function, and context, making the facade an active element in creating a communicative and visionary public spac
STRATEGI MENANGANI POLARISASI DALAM PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024 DI INDONESIA
Dalam pemilihan umum sering muncul polarisasi yaitu dua kelompok atau lebih masyarakat memiliki pandangan, nilai, atau kepentingan yang berbeda dan saling bertentangan yang begitu keras yang memungkinkan akan terjadi konflik sosial, seperti pemilihan umum yang terjadi baru-baru ini ataupun yang lebih keras terasa kontestasi pemilihan Presiden pada tahun 2019 dan Kepala Daerah DKI Tahun 2014. Pada saat pemilu tersebut terjadi polarisasi yang begitu keras, dimana saling berhadapan, sangat terasa mempengaruhi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, hal berpengaruh kepada masyarakat sebagai anak bangsa. Adapun masalah yang dibahas yaitu Bagaimana Implementasi terkait dengan polarisasi dalam Penyelenggaraan Kampanye Pemilu Pada Tahun 2024 dan Bagaimana Strategi yang ideal dalam Penanganan Polarisasi Penyelenggaraan Pemilu Pada Tahun 2024. Metode penelitiam yang digunakan adalah metode Normatif atau kepustakan, sedang analisis menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian sebagai berikut Faktanya polarisasi pada pemilihan umum tahun 2024 tidak sekuat pada waktu pemilihan umum tahun 2019 dan pilkada 2014 di DKI Jakarta, di mana kondisi yang demikian itu telah adanya pemetaan dari pemerintah. Pemilihan umum 2024 ini terkait pemilihan presiden, ada tiga calon presiden yang diusung setiap partai politik dan para pendukungnnya. Pembagian kelompok pendukung tersebut sudah jelas, dan tidak membawa politik identitas para pendukung dan tokoh partai politik yang mengusung kandidat sudah sadar akan bahayannya terhadap munculnya polarisasi tahun 2019 dan tahun 2014 tersebut dan konsep agar tidak terjadi polarisasi, mengupayakan agar setiap program pembangunan dan keseluruhan aktivitas kehidupan berbangsa dijiwai oleh nilai-nilai etika dan akhlak mulia
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PENILAIAN KONDISI BANGUNAN PADA 6 KELURAHAN DI pROVINSI DKI JAKARTA
Penilaian kondisi bangunan merupakan pekerjaan penting karena penurunan kondisi bangunan merupakan sesuatu yang tidak bisa dicegah.Berbagai faktor yang mempengaruhi penurunan kondisi bangunan seperti faktor cuaca, penggunaan bangunan yang tidak sesuai fungsinya, dan proses pekerjaan pemeliharaan dan perawatan yang tidak tepat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak tahun 2022 tengah gencar melakukan survei pendataan kondisi bangunan khususnya hunian di seluruh wilayah Kelurahan. Proses survei menggunakan bantuan surveyor mahasiswa dan Dasawisma dari Kelurahan di lokasi pendataan. Sebelum pelaksanaan survei, pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Unit Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) bekerjasama dengan Universitas Pancasila untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan penilaian kondisi bangunan bertempat di Aula Fakultas Teknik, 17-18 Maret 2025 dengan peserta Dasawisma dari Kelurahan Ceger, Bale Kambang, Cipinang Besar Selatan, Cililitan, Cakung Timur dan Klender. Hasil pelaksanaan kegiatan ini diharapkan akan menjadi bekal bagi surveyor dan Dasawisma dalam melaksanakan proses pendataan kondisi bangunan hunian di 6 Kelurahan tersebut
PERTANGGUNGJAWABAN PELAKU EPILEPSI DALAM TINDAK PIDANA KECELAKAAN LALU LINTAS MENYEBABKAN HILANGNYA NYAWA ORANG LAIN (STUDI PUTUSAN NOMOR 136/PID.SUS/2020/PN.TJG)
Epilepsi adalah gangguan yang terjadi pada sistem syaraf manusia disebabkan karena adanya kegiatan listrik berlebihan yang timbul secara berkala pada sistem saraf pusat. Penyakit ini menyebabkan pengidap kehilangan kesadaran dan beberapa diantaranya kejang. Apabila penderita epilepsi melakukan tindak pidana maka dimungkinkan dihapuskan pidananya. Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia (KUHP) Pasal 44 mengatur mengenai penghapusan pertanggungjawaban pidana bagi mereka yang masuk dalam kategori gangguan kejiwaan. Dalam penelitian ini penulis merumuskan masalah yaitu bagaimana pertanggungjawaban pidana pelaku epilepsi yang melakukan tindak pidana kecelakaan lalu lintas menyebabkan hilangnya nyawa orang lain dan apakah putusan lepas oleh Majelis Hakim dalam Putusan Nomor:136/Pid.Sus/2020/Pn Tjg telah sesuai dengan pertanggungjawaban pidana. Penulis menggunakan metode penelitian yuridis normatif yang dilakukan dengan cara meneliti data sekunder terdiri dari bahan hukum primer dan skunder. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa pertanggungjawaban bagi penderita epilepsi yang melakukan tindak pidana adalah dapat diberlakukan aturan penghapus pidana tersebut. Akan tetapi harus dibuktikan apakah epilepsi yang diderita memang mengalami kekambuhan pada saat tindak pidana terjadi sehingga terdapat hubungan kasual antara tindak pidana yang dilakukan dengan efek kejang epilepsi yang memang menghilangkan penguasaan terhadap diri terdakwa. Apabila tidak dapat dibuktikan maka pelaku tindak pidana yang mengidap epilepsi tetap akan dipidana sebagai bentuk pertanggungjawaban pidananya. Putusan Majelis Hakim yang melepaskan Terdakwa tidak sesuai pertanggungjawaban pidana sebab seharusnya terdakwa tetap dijatuhi pemidanaan sesuai sanksi dalam Pasal 310 ayat (4) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagai pertanggung jawaban pidananya karena Terdakwa tidak memenuhi sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Pasal 44 ayat (1) KUHP yang mana tidak dapat dibuktikan bahwa terdakwa memang benar mengalami serangan epilepsi saat terjadinya kecelakaan lalu lintas
Komunikasi Budaya dan Sistem Pengetahuan Lokal: Tepung Tawar Bedami sebagai Resolusi Konflik Masyarakat Melayu Palembang
Penelitian ini bertujuan menganalisis komunikasi budaya dan pengetahuan lokal tradisi tepung tawar bedami (berdamai) yang dilakukan oleh masyarakat Melayu Palembang dalam menyelesaikan konflik. Konflik ini melekat dalam arus komunikasi manusia, dan konflik sering dijumpai dalam keidupan sehari-hari baik konflik dalam skala kecil maupun dalam skala besar. Dalam penyelesaian konflik, pendekatan teori yang sering digunakan adalah teori-teori ala barat, padahal dalam konteks lokal dan khas Indonesia ada banyak sekali pengetahuan lokal yang mampu untuk menyelesaikan sebuah konflik dan itu hanya dimiliki oleh masyarakat adat atau masyarakat lokal dan sangat eksklusif terbatas hanya sebagai pengetahuan mereka saja. Hal ini menarik untuk dilakukan penelitian dan di dokumentasikan sebagai bentuk ilmu pengetahuan dalam basis kelokalan, mengingat selama ini dalam penyelesaian konflik proses penyelesaian dan pendekatan menggunakan kerangka teori ala barat. Melalui sistem pengetahuan lokal Tepung Tawar bedami yang dimiliki oleh masyarakat Melayu Palembang riset ini mencoba menawarakan konsep dan model resolusi konflik yang khas keIndonesiaan. Metode penelitian dengan menggunakan kualitatif, dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan dengan wawancara dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Tepung tawar bedami adalah cara penyelesaian konflik dengan jalan musyawarah (2) Tepung tawar bedami upaya menjaga keharmonisan bagi mereka yang bertikai, (3) Tepung Tawar Bedami sebagai penyatuan dua keluarga yang berkonflik (angken-angkenan) (4) Tepung Tawar Bedami sebagai penyembuh luka fisik maupun luka batin bagi mereka yang berkonflik (5) Tepung Tawar Bedami sebagai konektivitas pada lingkungan sosial dan lingkungan sekitarnya
ANALISIS POTENSI DAN DAYA TARIK WISATA DI GOA PINDUL
Tourist potential and attraction is an important factor in tourism development. Tourism potential can be interpreted as something that a tourist spot has and has an attraction, so that many tourists will want to visit that tourist spot. Pindul Cave has several potentials and attractions that can be developed. The greater the potential and attraction that exists in Pindul Cave, the greater the opportunity for strategy development. This research is useful in order to develop the potential and tourist attractions in Pindul Cave and this research was carried out to obtain information about the potential or attractions that already exist in the field. The method used is scoring with indicators from Leopold and Avenzora. By conducting this research, it is known that the potential and attraction of Pindul Cave, located in Bejiharjo Village, Karangmojo District, Gunungkidul Regency, is divided into two, namely natural attractions and artificial attractions. Potensi dan daya tarik wisata merupakan salah satu faktor yang penting dalam pengembangan pariwisata. Potensi pariwisata dapat diartikan sebagai sesuatu yang dimiliki oleh suatu tempat wisata dan memiliki daya tarik, sehingga akan banyak wisatawan yang ingin berkunjung ke tempat wisata tersebut. Goa Pindul memiliki beberapa potensi dan daya tarik yang dapat dikembangkan. Semakin besarnya potensi dan daya tarik yang ada di Goa Pindul, maka akan semakin besar peluang untuk dilakukan pengembangan strategi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan daya tarik wisata di Goa Pindul dan penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai potensi ataupun daya tarik yang sudah ada di lapangan. Daya tarik sendiri terbagi menjadi tiga kelas yaitu: (1) rendah, (2) sedang, dan (3) tinggi. Hasil penelitian menunjukan diketahui bahwa potensi dan daya tarik Goa Pindul terletak di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, terbagi menjadi dua yaitu atraksi alam dan atraksi buatan
PROBLEMATIKA HUKUM PERALIHAN HAK ATAS TANAH WARISAN YANG MERUGIKAN PARA AHLI WARIS (STUDI PUTUSAN NOMOR 72/PDT.G/2019/Pn.Kpn)
Hukum yang mengatur mengenai harta peninggalan seseorang yang telah meninggal dunia dinamakan Hukum Waris. Harta warisan akan beralih kepada orang-orang yang masih hidup yang mempunyai hubungan sebab dan/atau syarat-syarat kewarisan yang bagian masing-masingnya telah ditentukan. Objek harta warisan jika dilakukan peralihan membutuhkan persetujuan seluruh ahli waris. Dalam Putusan Pengadilan Negeri Nomor: 72/PDT.G/2019/PN. Kpn. Terdapat ahli waris yang merasa haknya dilanggar karena hak milik yang didapatkan atas harta warisan yang ditinggalkan oleh pewaris telah dialihkan tanpa sepengetahuannya. Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini yaitu aspek hukum peralihan hak tanah warisan tanpa persetujuan ahli waris dan upaya penyelesaian pengembalian sertifikat kepada ahli waris. Dengan menggunakan metode penelitian normatif dimana mengambil data dari bahan hukum primer yaitu undang-undang, dan bahan hukum sekunder yaitu buku, jurnal dan berbagai artikel. Berdasarkan hasil penelitian perjanjian jual beli tersebut tidak sah dan merupakan suatu perbuatan melawan hukum, maka akibat hukum terhadap sertifikat tidak sah dan cacat hukum dan upaya penyelesaian pengembalian sertifikat yakni dengan mengajukan gugatan baru dengan tuntutan untuk menerbitkan sertifikat baru atau pengembalian sertifikat lama kepada ahli waris agar ahli waris dapat mempuyai tanda bukti hak atas tanah tersebut
Madurese Fathers Involvement Overview in The Care of 6-12 Years Old Children:
Father involvement is one of many aspects that play an essential role in the development of children. Father involvement plays an important role, such as in morality education, discipline, independence, self-worth, and confidence. In Madurese, a father is one of the respected people in the family. Therefore, the involvement of Madurese fathers in taking care of their children will affect their children\u27s character development. The construct of this research is father involvement, with five dimensions, namely positive activity engagement, warmth and responsiveness, control, indirect care, and process responsibility. This research aims to describe the Madurese father\u27s involvement in the care of 6-12-year-old children qualitatively, using descriptive ethnography. The participant of this research is a Madurese father with a child aged 6-12 years old. The data has been collected through interviews and using the thematic analysis method. The result of this research showed that the five participants showed the five dimensions of father involvement. The most prominent dimension is control. Besides that, one characteristic that Madurese fathers show is that they do not like it when their family is disturbed by other people. It’s because Madurese fathers saw their family dignity as part of their self-worth. It has also been instilled from an early age.Keterlibatan ayah merupakan salah satu hal yang penting bagi perkembangan anak. Keterlibatan ayah memiliki peran utama dalam hal pendidikan moralitas, disiplin, independensi, harga diri, dan kepercayaan diri. Pada etnis Madura, seorang ayah merupakan salah satu tokoh di keluarga yang dihormati. Oleh karena itu, peran ayah etnis Madura dalam mengasuh anak yang berusia 6-12 tahun akan memengaruhi pembentukan karakter anaknya. Konstruk pada penelitian ini adalah keterlibatan ayah, dengan lima dimensi yaitu positive activity engagement, warmth and responsiveness, control, indirect care, dan process responsibility. Penelitian ini menggambarkan keterlibatan ayah etnis Madura pada anak usia 6-12 tahun secara kualitatif. Desain penelitian adalah deskriptif dengan fokus pada pengetahuan etnografi. Responden pada penelitian ini merupakan seorang ayah dan memiliki anak berusia 6-12 tahun. Penelitian ini mengumpulkan data dengan metode wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian dari kelima responden menunjukkan keterlibatan ayah pada lima dimensi. Salah satu dimensi yang cukup menonjol pada ayah etnis Madura adalah dimensi control. Selain itu, etnis Madura tidak suka jika keluarganya diganggu oleh orang lain. Hal ini dikarenakan ayah Etnis Madura merasa bahwa martabat dari keluarganya merupakan bagian dari harga dirinya yang sudah ditanamkan sejak dini