E-Journal Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya
Not a member yet
711 research outputs found
Sort by
Eksistensi Paguyuban Hindu Jawi di Kota Palangka Raya
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan komunitas Hindu Jawa di Kota Palangka Raya-Kalimantan Tengah. Komunitas Hindu Jawa di Kota Palangka Raya tergabung dalam sebuah kelompok paguyuban dengan nama Paguyuban Hindu Jawi (Pandu Jawi). Aspek yang dikaji terfokus pada eksistensi Paguyugan. Jenis penelitian adalah kualitatif karena data yang dibutuhkan lebih bersifat data deskriptif berupa kata-kata tertulis, lisan dan perilaku orang-orang yang dapat diamati. Bentuknya adalah studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara, yaitu; observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Penentuan informan dilakukan dengan purposive sampling.
Hasil penelitian menyimpulkan eksistensi Paguyuban Hindu Jawi di Kota Palangka Raya ditopang oleh berbagai bentuk kegiatan yang dilakukan, baik secara eksternal dan internal. Kegiatan eksternal seperti; pelatihan fermentasi makanan ternak; gotong royong; memberikan pandehen dalam persembahyangan basarah. Sedangkan secara internal, kegiatan paguyuban diarahkan pada kegiatan arisan dan berbagai ritus slametan termasuk menyelenggarakan basarah. Aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh Paguyuban Hindu Jawi memiliki fungsi-fungsi tertentu yaitu sebagai penyangga sosial-budaya dan pemberdayaan ekonomi umat Hindu di Kota Palangka Raya.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan komunitas Hindu Jawa di Kota Palangka Raya-Kalimantan Tengah. Komunitas Hindu Jawa di Kota Palangka Raya tergabung dalam sebuah kelompok paguyuban dengan nama Paguyuban Hindu Jawi (Pandu Jawi). Aspek yang dikaji terfokus pada eksistensi Paguyugan. Jenis penelitian adalah kualitatif karena data yang dibutuhkan lebih bersifat data deskriptif berupa kata-kata tertulis, lisan dan perilaku orang-orang yang dapat diamati. Bentuknya adalah studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara, yaitu; observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Penentuan informan dilakukan dengan purposive sampling.
Hasil penelitian menyimpulkan eksistensi Paguyuban Hindu Jawi di Kota Palangka Raya ditopang oleh berbagai bentuk kegiatan yang dilakukan, baik secara eksternal dan internal. Kegiatan eksternal seperti; pelatihan fermentasi makanan ternak; gotong royong; memberikan pandehen dalam persembahyangan basarah. Sedangkan secara internal, kegiatan paguyuban diarahkan pada kegiatan arisan dan berbagai ritus slametan termasuk menyelenggarakan basarah. Aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh Paguyuban Hindu Jawi memiliki fungsi-fungsi tertentu yaitu sebagai penyangga sosial-budaya dan pemberdayaan ekonomi umat Hindu di Kota Palangka Raya
Komunikasi Massa Dalam Pariwisata Religi Hindu
Komunikasi adalah sebuah proses penyampaian informasi dari pemberi berita atau komunikator yang sarat akan lambang-lambang agar si penerima pesan atau komunikan bisa memahami maksud dan tujuan dari berita yang disampaikan tersebut. Berbagai era sudah di lalui manusia untuk melakukan komunikasi di dunia ini. Salah satu jenis komunikasi adalah komunikasi massa, artinya komunikasi yang menggunakan media massa dan bisa juga diartikan komunikasi yang dilakukan dengan orang banyak. Komunikasi massa dalam Pariwisata Indonesia di era globalisasi berperan penting karena dengan adanya media massa maka pengembangan sektor pariwisata di Indonesia yang terdapat banyak hotel, restoran maupun sarana transportasi sebagai penunjang berjalannya roda perekonomian di sektor pariwisata dan bisa diakses dengan mudah. Dalam Wisata Religi, khususnya wisata religi Hindu maka produk-produk yang dapat ditawarkan antara lain produk perjalanan menuju Pura Besakih, Pura Uluwatu, Pura Batur di Bali bagi umat Hindu yang berada di luar Pulau Bali. Produk wisata religi keluar negri yang dapat di tawarkan berupa perjalanan ke India, mengunjungi Sungai Gangga dan lain sebagainya
POLITIKUS SEBAGAI KOMUNIKATOR POLITIK
Dalam perspektif panggung politik kontemporer, komunikator politik memainkan peran sosial yang utama, khususnya dalam proses pembentukan opini publik. Komunikator politik sebagai pelaku atau diidentifikasi sebagai pemimpin yang memiliki potensi dan kompetensi di atas rata-rata dibandingkan warga negara pada umumnya dalam hal menyampaikan pikiran atau gagasan di mana pun dia berada. Komunikasi Politik sendiri memiliki dua unsur kata yang sebenarnya sangat berlainan namun dapat dipadukan. Terdapat kata 'komunikasi' yang sudah pernah kami bahas sebelumnya dalam Pengantar Ilmu Komunikasi. 'Komunikasi' sendiri memiliki definisi sebagai sesuatu yang dilakukan oleh manusia atau individu dalam kehidupannya untuk memberikan pesan berupa informasi kepada individu lainnya. Perangkat komunikasi politik terdiri dari perangkat komunikator politik, seperti personal, kelompok, lembaga atau negara. Perangkat komunikan politik, yaitu masyarakat dalam ruang lingkup yang kecil atau masyarakat umum. Perangkat pesan politik, yaitu propaganda, demonstrasi dan kampanye. Perangkat media politik, yaitu media cetak dan elektronik. Perangkat efek, yaitu persuasif dan koersi. Komunikator poltik utama yang bertindak sebagai saluran organisasional dan interpersonal. Ia cukup terlibat baik dalam politik dan semiprofesional dalam komunikasi politik. Mewakili tuntutan keanggotaan suatu organisasi, melaporkan keputusan dan kebijakan pemerintah kepada anggota suatu organisasi
Pentingnya Keterampilan Berbahasa untuk Meningkatkan Softskill Umat Hindu
Dewasa ini generasi bangsa dituntut untuk semakin maju dan mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi . Disamping itu penguasaan terhadap bahasa khususnya bahasa Inggris merupakan hal yang sangat penting untuk dimiliki, mengingat tidak jarang dijumpai hampir sebagian besar buku manual ataupun bahan belajar yang menggunakan bahasa Inggris. Oleh karena itu di saat sekarang ini sangat dibutuhkan generasi yang tidak han ya memiliki keterampilan khusus dibidangnya tetapi juga memiliki soft skill/life skill untuk dapat survive di zamannya, khususnya umat Hindu. Pada akhirnya kemampuan yang lebih dalam bidang bahasa, khususnya bahasa Inggris dapat menjadikan seseorang untuk menjadi insan yang memiliki jiwa lebih mandiri dan dapat dengan mudah bersaing dalam persaingan dunia kerja. Oleh karena itu mengasah keterampilan bahasa Inggris sangatlah penting dilakukan oleh umat Hindu khususnya para generasi muda Hindu
Pola Pendidikan dalam Perspektif Pendidikan Hindu
Tujuan tulisan ini adalah untuk mengali dan memberikan deskripsi pola pendidikan yang telah diterapkan dalam pendidikan Hindu. Pola Pendidikan agama Hindu mengunakan ajaran dan konsep-konsep Hindu sebagai landasan dan inspirasi untuk mengembangkan pendidikan, baik dari visi, misi, tujuan, capaian pembelajaran (learning outcome), metode pengajaran, strategi pembelajaran serta metode evaluasi dalam pendidikan Hindu. Ajaran serta konsep-konsep pendidikan yang ideal sangat banyak dalam Hindu. Konsep-konsep pendidikan dalam Hindu sepatutnya yang dikembangkan oleh lembaga - lembaga pendidikan Hindu maupun guru-guru agama Hindu sehingga pendidikan agama Hindu benar - benar dapat mengwujudkan tujuan agama dan tujuan manusia dalam dunia ini
Internalisasi Pendidikan Karakter Hindu Melalui Pembelajaran Bhagavad Gita Digital di Pasraman Gopisvara Buleleng
Masalah karakter generasi muda kini mendapat banyak perhatian dari berbagai pihak. Mulai dari menurunnya nilai etika dan moral, hingga semakin bertambahnya masalah pergaulan bebas. Terlebih lagi, Bali dikenal sebagai kawasan wisata, di mana orang-orang muda sangat dekat dengan perkembangan zaman dan modernisasi yang cepat. Di sisi lain, sayangnya, pendidikan agama yang ditujukan pada generasi muda umat Hindu di Bali dianggap sangat rendah. Porsi pelajaran agama di sekolah masih sangat terbatas sehingga diperlukan peningkatan pemahaman agama melalui pola pasraman non-formal yang fokus pada pendidikan karakter. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk menginternalisasi pendidikan karakter Hindu melalui pembelajaran Bhagavad Gita Berbasis Digital di Pasraman Gopisvara Buleleng. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan rasionalistik. Sementara itu, data dicari melalui survei primer dan sekunder dengan tinjauan studi literatur. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling untuk mendapatkan responden yang kompeten atau berpengaruh. Tujuan diperoleh dengan menggunakan metode/metode analisis stakeholder
Pendidikan Agama Hindu Sebagai Dasar Dalam Pembentukan Karakter
Kemajuan IPTEK cenderung menimbulkan perbedaan pandangan antara generasi tua dan generasi muda. Oleh karena itu mempelajari orientasi nilai pada kalangan remaja dan peserta didik, khususnya sikap keberagamannya tentulah penting dilakukan. Pembinaan generasi muda sebagai generasi penerus adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat bangsa dan negara. Dengan Pendidikan Agama Hindu dapat menjalankan dan mengamalkan ajaran Agama Hindu sehingga terbentuknya budhi pekerti yang luhur dan berakhlak yang mulia. Individu yang memiliki karakter mulia yaitu individu yang memiliki potensi diri seperti yang ditandai dengan nilai-nilai seperti percaya diri, rasional, logis, kreatif dan inovatif, mandiri, bertanggung jawab, sabar, rela berkorban, berpikir positif, disiplin, bersemangat, dinamis, produktif. Di dalam kitab suci Bhagavadgita dinyatakan ada dua kecendrungan yang mempengaruhi karakter manusia, yaitu sifat-sifat ke-devata-an (daivi sampat) dan sifat-sifat keraksasaan (asuri sampat). Kedua kecendrungan ini secara langsung atau pun tidak langsung akan membentuk karakter manusia
Implikasi Peran Mandong Dayang Dalam Praktik Ritual Komunitas Dayak Lawangan
Peran mandong dayang merupakan realitas sosial budaya yang tak terpisahkan dari struktur sosial budaya komunitas etnis Dayak Lawangan yang beragama Hindu (Hindu Kaharingan). Peran penting mandong dayang sebagai pendamping dan membantu balian (pemimpin ritual) dalam praktik ritual. Hubungan balian dengan mandong dayang merupakan hubungan relasi kuasa dan otoritas religius. Permasalahan yang diteliti adalah bagaimana proses menjadi mandong dayang, dan implementasi perannya dalam praktik ritual komunitas Dayak Lawangan di Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen. Analisis masalah menggunakan teori kekuasaan dan pengetahuan Michael Foucault dan teori praktik sosial Pierre Bourdieu. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut modal simbolik seorang mandong dayang diperoleh melalui proses berguru. Proses belajar calon mandong dayang meliputi dua tahap yaitu: (1) berhayak dan (2) nyawit nginte. Peran mandong dayang memiliki fungsi vertikal terkait aspek ritual puja bakti kepada Juus Tuha Alah Tala dan fungsi horisontal terkait fungsi sosial di dalam pranata sosial masyarakat. Mandong dayang mendapatkan otoritas praktik ritual. Otoritas tersebut dalam bentuk kuasa pengetahuan atas prestise sebagai pembantu balian. Otoritas tersebut menjadikan mandong dayang sebagai agen pembertahanan sebuah praktik ritual
PROBLEMATIKA PENGUJIAN PENYALAHGUNAAN WEWENANG MENURUT UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2014 TENTANG ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DALAM PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI
Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan dianggap memunculkan masalah baru dikarenakan pada ketentuan Pasal 21 UUAP membuka ruang untuk melakukan pengujian terhadap tindakan pejabat yang dianggap melakukan penyalahgunaan wewenang, sedangkan berdasarkan UU Korupsi, penyalahgunaan kewenangan termasuk ke dalam tindak pidana korupsi. Sehingga pengujian penyalahgunaan wewenang dianggap menghambat penegakan dan pemberantasan korupsi. Pengujian penyalahgunaan wewenang dalam UUAP tidak akan berdampak negatif terhadap pemberantasan korupsi, karena UUAP bertujuan untuk memberikan jaminan dan kepastian hukum dalam penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia, UUAP memberikan ruang kepada Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan atau penyelenggara negara lainnya untuk memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan, selain itu juga UUAP memberikan perlindungan hukum terhadap Pejabat Pemerintah dalam melaksanakan fungsi pemerintahan, dan tidak ada konsekuensi hukum dari perbedaan hasil penegakan hukum penyalahgunaan kewenangan menurut hukum administrasi dengan penegakan hukum dalam tindak pidana korupsi, karena antara ranah administrasi dan pidana jelas berbeda, walaupun pada ranah hukum administrasi menyatakan bahwa tidak ada penyalahgunaan kewenangan, akan tetapi dalam ranah pidana ditemukan niat jahat dari pada perbuatan menyalahgunakan kewenangan tersebut maka proses pidananya tetap berjalan sehingga proses penegakan hukum administrasi tidak menghalangi proses penegakan hukum pidana. Begitu juga sebaliknya proses penegakan hukum pidana tidak melarang dan membatasi adanya penegakan hukum administrasi baik dalam hal pengujian perbuatan penyalahgunaan kewenangan dikarenakan hukum pidana merupakan Ultimum Remedium.Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan dianggap memunculkan masalah baru dikarenakan pada ketentuan Pasal 21 UUAP membuka ruang untuk melakukan pengujian terhadap tindakan pejabat yang dianggap melakukan penyalahgunaan wewenang, sedangkan berdasarkan UU Korupsi, penyalahgunaan kewenangan termasuk ke dalam tindak pidana korupsi. Sehingga pengujian penyalahgunaan wewenang dianggap menghambat penegakan dan pemberantasan korupsi. Pengujian penyalahgunaan wewenang dalam UUAP tidak akan berdampak negatif terhadap pemberantasan korupsi, karena UUAP bertujuan untuk memberikan jaminan dan kepastian hukum dalam penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia, UUAP memberikan ruang kepada Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan atau penyelenggara negara lainnya untuk memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan, selain itu juga UUAP memberikan perlindungan hukum terhadap Pejabat Pemerintah dalam melaksanakan fungsi pemerintahan, dan tidak ada konsekuensi hukum dari perbedaan hasil penegakan hukum penyalahgunaan kewenangan menurut hukum administrasi dengan penegakan hukum dalam tindak pidana korupsi, karena antara ranah administrasi dan pidana jelas berbeda, walaupun pada ranah hukum administrasi menyatakan bahwa tidak ada penyalahgunaan kewenangan, akan tetapi dalam ranah pidana ditemukan niat jahat dari pada perbuatan menyalahgunakan kewenangan tersebut maka proses pidananya tetap berjalan sehingga proses penegakan hukum administrasi tidak menghalangi proses penegakan hukum pidana. Begitu juga sebaliknya proses penegakan hukum pidana tidak melarang dan membatasi adanya penegakan hukum administrasi baik dalam hal pengujian perbuatan penyalahgunaan kewenangan dikarenakan hukum pidana merupakan Ultimum Remedium
TATANAN NILAI SOSIAL BUDAYA DAN MODRENISASI MASYARAKAT HINDU BALI DI DESA TAMBAN LUAR KECAMATAN BATAGUH KABUPATEN KAPUAS
Modernisasi berdampak terhadap perbuahan sosial budaya suatu masyarakat . Dampak modernisasi terhadap perubahan sosial budaya masyarakat dapat berupa meningkatnya produktivitas masyarakat dalam berbagai bidang.Modernisasi terjadi dominan pada bidang teknologi yang mampu meningkatkan hasil suatu produk secara kuantitatif. Namun secara kualitatif peningkatan teknologi ini juga berdampak pada ketergantungan Indonesia terhadap perusahaan asing dalam pengadaan teknologi tersebut. Sebagian besar masyarakat Indonesia adalah petani yang masih belum siap menghadapi modernisasi yang terjadi, sehingga kemampuan sumber daya petani perlu untuk ditingkatkan. Selain itu, peningkatan teknologi pertanian yang terjadi belum sama besar dengan penigkatan sumber daya petani. Modernisasi yang terjadi pun sulit untuk dibendung dan memang harus terjadi. Oleh sebab itu, untuk membangun pertanian pemerintah Indonesia perlu lebih terfokus pada pengembangan sumber daya masyarakat dalam hal pemahaman perkembangan teknologi tersebut.. Metode yang digunakan dalam pembuatan makalah ini adalah metode kuantitatif. Makalah ini dibuat dengan menggunakan data primer dan sekunder yang merupakan data yang diperoleh dari narasumber langsung di lapangan dan dokumen tertulis baik yang berupa tulisan ilmiah maupun bukuModernisasi berdampak terhadap perbuahan sosial budaya suatu masyarakat . Dampak modernisasi terhadap perubahan sosial budaya masyarakat dapat berupa meningkatnya produktivitas masyarakat dalam berbagai bidang.Modernisasi terjadi dominan pada bidang teknologi yang mampu meningkatkan hasil suatu produk secara kuantitatif. Namun secara kualitatif peningkatan teknologi ini juga berdampak pada ketergantungan Indonesia terhadap perusahaan asing dalam pengadaan teknologi tersebut. Sebagian besar masyarakat Indonesia adalah petani yang masih belum siap menghadapi modernisasi yang terjadi, sehingga kemampuan sumber daya petani perlu untuk ditingkatkan. Selain itu, peningkatan teknologi pertanian yang terjadi belum sama besar dengan penigkatan sumber daya petani. Modernisasi yang terjadi pun sulit untuk dibendung dan memang harus terjadi. Oleh sebab itu, untuk membangun pertanian pemerintah Indonesia perlu lebih terfokus pada pengembangan sumber daya masyarakat dalam hal pemahaman perkembangan teknologi tersebut.. Metode yang digunakan dalam pembuatan makalah ini adalah metode kuantitatif. Makalah ini dibuat dengan menggunakan data primer dan sekunder yang merupakan data yang diperoleh dari narasumber langsung di lapangan dan dokumen tertulis baik yang berupa tulisan ilmiah maupun buk