E-Journal Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya
Not a member yet
711 research outputs found
Sort by
MAKNA PENGENDALIAN DIRI DAN ETIKA (Dalam Perspektif Ajaran Agama Hindu)
Kemampuan berwiweka orang dapat memilih yang baik dan benar serta menghindar dari yang buruk dan yang salah, karena itu dalam diri orang kedua hal tersebut selalu berdampingan, yaitu unsur baik dan unsur buruk, unsur raksasa dan unsur dewata, maka orang harus mengarahkan daya pikir dan daya-daya lain dalam dirinya untuk menundukkan daya-daya yang tidak baik itu. Ini berarti orang harus mampu mengendalikan diri dalam segala hal, baik berpikir, berkata dan bertindak (Tri Kaya Parisudha), sehingga segala daya menuju kepada yang baik.
Etika adalah bentuk pengendalian diri dalam pergaulan hidup bersama. Pratyaksa ialah memperoleh kebenaran atas pengamatan langsung. Anumana ialah memperoleh kebenaran atas dasar logika berpikir. Agama ialah memperoleh kebenaran atas dasar pertimbangan orang-orang lain yang dapat dipercaya. Sastratah ialah pertimbangan atas dasar ajaran-ajaran sastra, gurutah atas dasar pertimbangan ajaran-ajaran guru, dan swatah ialah pertimbangan atas dasar belajar sendiri dari pengalaman dan sebagainya.
Agama adalah kepercayaan dan keyakinan manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta segala sesuatu yang bersangkut paut dengan agama itu sendiri. Dengan definisi itu maka sembahyang, beryajna, melakukan kebajikan kepada sesama manusia adalah merupakan salah satu wujud praktek agama