E-Journal Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya
Not a member yet
711 research outputs found
Sort by
Ahimsa:Nalar Gandhi Tentang Perlawanan
Kedamaian adalah dambaan setiap makhluk, tidak hanya bagi umat manusia, tumbuhan dan binatang pun memerlukan kedamaian itu. Sayangnya, harapan itu tidak semudah yang dipikirkan. Thomas Hobbes berasumsi bahwa manusia adalah sebuah mesin anti sosial. Seluruh tindakan manusia mencakup penggabungan rasio dan keinginan dalam bentuk nafsu dan pengelakan. Keinginan memberi tujuan tindakan manusia, rasio mengintimkan sarana untuk mencapai tujuan itu, yang oleh Hobbes disebut ‘kekuasaan’. Oleh karena itu, kehidupan manusia adalah hasrat abadi yang tidak kunjung padam untuk meraih kekuasaan demi kekuasaan dan hanya berhenti ketika kematian tiba. Derasnya hasrat manusia atas banyak hal yang hadir secara alamiah adakalanya tidak sebanding dengan kemampuan pengendaliannya. Akibatnya, ia menjadi bias dan menerabas kaidah-kaidah moral, serta turut andil atas lahirnya kekerasan. Kekerasan adalah pelanggaran terhadap kebutuhan dasar kehidupan manusia. Kabar baiknya, sejarah memberikan catatan bahwa kekerasan dapat dielakkan. Inilah tujuan yang menantang setiap kita untuk memusatkan segenap akal budi, daya cipta, kekuatan jiwa dan badani pada peluang mewujudkan perdamaian. Tulisan ini adalah studi tentang pemikiran Gandhi mengenai tindakan tanpa kekerasan (Ahimsa) yang menawarkan satu gagasan dimana dilema-dilema moral mampu diselesaikan dengan mereduksi begitu banyak luka
Komunikasi Massa dalam Manajemen Pariwisata
Komunikasi massa adalah komunikasi melalui media massa. Media massa dalam cakupan pengertian komunikasi massa itu adalah surat kabar, majalah, radio, televisi, atau film. Media massa sebagai sarana komunikasi massa yang banyak dipergunakan di jaman modern ini adalah internet. Komunikasi massa di era digital saat ini berperan penting di dalam pelaksanaan manajemen pariwisata. Pemasaran produk- produk pariwisata melalui melalui unsur promosi-promosi di media massa mampu menigkatkan kedatangan wisatawan ke daerah pariwisata tersebut, selain unsur harga, tempat, dan produk pariwisata itu sendiri. Adapun untuk kesusksesan pemasaran pariwisata itu harus ada gabungan dari semua unsur – unsur tersebut yag sering disebut sebagai bauran pemasaran atau marketing mix
Bhakti Marga: Jalan Menuju Tuhan Melalui Cinta Kasih
Tulisan ini adalah studi tentang metode pendekatan diri kepada Tuhan melalui Bhakti. Di dalam agama Hindu, upaya mendekatkan diri kepada Tuhan dapat ditempuh melalui pelbagai cara atau metode. Setidaknya dikenal empat cara yang secara populer diketahui sebagai Catur Marga. Keempat itu adalah, Bhakti jalan bhakti, Jnana, Karma dan Raja. Jalan Bhakti merupakan metode pemujaan Tuhan bagi orang-orang yang bertemperamen bhakti. Ini adalah jalan yang terbatas pada Tuhan dan mereka yang mencari penyatuan melalui cinta kasih. Jalan ini merupakan kasing sayang yang mendalam kepada Tuhan, yang merupakan jalan kepatuhan atau pengabdian.
Bhakti merupakan satu pengetahuan spiritual terpenting Mereka yang mencintai Tuhan tak memiliki keinginan ataupun kesedihan. Ia tak pernah membenci makhluk atau benda apapun, dan tak pernah tertarik dengan objek-objek duniawi. Ia merangkul semuanya kedalam dekapan hangat kasing sayangnya. Kama (keinginan duniawi) dan trsna (kesenangan/kemelekatan terhadap duniawi) merupakan musuh dari rasa bhakti. Selama ada jejak-jejak keinginan dalam pikiran terhadap objek duniawi, kita tak pernah memiliki kerinduan yang mendalam terhadap Tuhan
UPACARA MANYANGGAR PADA MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI DESA TIMPAH KECAMATAN TIMPAH KABUPATEN KAPUAS
Upacara Manyanggar merupakan upacara bhuta yadnya, Upacara Manyanggar yang dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan di Desa Timpah Kecamatan Timpah merupakan salah satu momentum untuk menjaga keharmonisan dengan alam lingkungan terutama menjalin hubungan yang harmonis dengan makhluk gaib atau roh-roh jahat yang selalu mengganggu kehidupan manusia. Dengan dilaksanakan upacara manyanggar maka kita telah manyomia dan memberikan korban sehingga roh-roh jahat tersebut tidak lagi mengganggu manusia.
Pelaksanaan upacara Manyanggar tidak terlepas dengan sarana-sarana upacara baik itu berupa bangunan (rahan), maupun dalam sesajen. Pada pelaksanaan upacara Manyanggar terdiri dari beberapa tahapan prosesinya yaitu nyangiang, manawur, paturun sangaiang, mendirikan rahan lengkap dengan rangkaian upacaranya dan mabuli sangiang. Pali/pantangan diterapkan untuk tetap menjaga kesucian upacara Manyanggar. Fungsi dari upacara menyanggar yaitu fungsi religi, fungsi social, fungsi pendidikan. Sedangkan secara fisolofis makna tersebut terkandung pada sarana/upakara maupun upacaranya. Seperti beras selain sebagai sarana komunikasi terhadap roh-roh halus juga negandung makna kebijaksanaan, kemuliaan, kemakmuran serta terhindar dari malapetaka. Rahan adalah simbol keharmonisan. Dengan dilaksanakannya upacara Manyanggar maka terjalin hubungan yang harmonis baik sesama manusia maupun harmonis dengan makhluk lain yang menghuni alam sekitarnya, sehingga kedamaian dapat terwujud.Upacara Manyanggar merupakan upacara bhuta yadnya, Upacara Manyanggar yang dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan di Desa Timpah Kecamatan Timpah merupakan salah satu momentum untuk menjaga keharmonisan dengan alam lingkungan terutama menjalin hubungan yang harmonis dengan makhluk gaib atau roh-roh jahat yang selalu mengganggu kehidupan manusia. Dengan dilaksanakan upacara manyanggar maka kita telah manyomia dan memberikan korban sehingga roh-roh jahat tersebut tidak lagi mengganggu manusia.
Pelaksanaan upacara Manyanggar tidak terlepas dengan sarana-sarana upacara baik itu berupa bangunan (rahan), maupun dalam sesajen. Pada pelaksanaan upacara Manyanggar terdiri dari beberapa tahapan prosesinya yaitu nyangiang, manawur, paturun sangaiang, mendirikan rahan lengkap dengan rangkaian upacaranya dan mabuli sangiang. Pali/pantangan diterapkan untuk tetap menjaga kesucian upacara Manyanggar. Fungsi dari upacara menyanggar yaitu fungsi religi, fungsi social, fungsi pendidikan. Sedangkan secara fisolofis makna tersebut terkandung pada sarana/upakara maupun upacaranya. Seperti beras selain sebagai sarana komunikasi terhadap roh-roh halus juga negandung makna kebijaksanaan, kemuliaan, kemakmuran serta terhindar dari malapetaka. Rahan adalah simbol keharmonisan. Dengan dilaksanakannya upacara Manyanggar maka terjalin hubungan yang harmonis baik sesama manusia maupun harmonis dengan makhluk lain yang menghuni alam sekitarnya, sehingga kedamaian dapat terwujud
KONSEP NIR-SAGUNA BRAHMA DALAM PERWUJUDAN SIMBOL DI BALI
Manusia dalam hidupnya di dunia ini tidak bisa lepas dari pemakaian berbagai simbol dan istilahnya. Manusia beraktifitas mulai dari berpikir, berbuat dan berkata menyampaikan sesuatu sudah pasti melalui simbol dan beragam istilah-istilah. Dalam perkembangannya simbol dan istilah memiliki kedudukan penting di dalam manusia berinteraksi baik secara vertikal dan horizontal. Demikian pula simbol dan beragam istilah ini dalam kedudukannya oleh kelompok ataupun komunitas tertentu ada yang berlaku untuk umum dan ada yang berlaku khusus.
Permasalahannya muncul manakal umat Hindu tidak memahami hakikat pemujaan kepada Tuhan menggunakan mediasi simbol berupa arca atau pratima, gambar-gambar, huruf-huruf suci, dan simbol suci lainnya, dan celakanya lagi, ketika umat Hindu tidak dapat menjawab secara tepat, gamblang maupun rasionalistis bentuk pertanyaan mengapa memuja Tuhan menggunakan simbol-simbol tersebut, jelaslah bahwa terdapat ketidaktauannya tentang kedalaman ajaran agama Hindu itu sendiri, sehingga menyebabkan umat Hindu enggan untuk menggali makna dibalik ajaran agama Hindu. Dalam tulisan ini diuraikan tentang pengertian simbol, bentuk dan sakralisasi simbol khusunya dari pembagian wilayah teologi menurut Donder yaitu wilyah Nir-saguna Brahma sebagai wilayah peralihan dari nirguna menuju saguna, sehingga dalam wilayah ini pembahasannya mengenai wujud Tuhan yang dimanifestasikan dalam perwujudan Dewa dengan penggambaran simbol-simbol di Bali.  
Urgensi Pendidikan Karakter Bagi Generasi Bangsa di Era Perkembangan Teknologi
Pendidikan karakter bagi anak sebagai generasi bangsa merupakan suatu hal yang sangat penting karena penentu dari maju mundurnya suatu bangsa, dalam hal ini generasi bangsa perlu diberikan pendidikan karakter sehingga memiliki kepribadian yang luhur sesuai dengan nilai-nilai agama dan pancasila, Dalam pengembangan pendidikan karakter bagi generasi muda,kesadaran akan siapa dirinya,merupakan bagian yang teramat penting di dalam mewujudkan kehidupan bangsa yang lebih bermartabat, pendidikan karakter dapat dilakukan melalui pendidikan nilai atau kebajikan yang menjadi nilai dasar dan juga sebagai atribut suatu karakter pada dasarnya adalah nilai. Pengembangan karakter dalam suatu system pendidikan adalah keterkaitan antara komponen-komponen karakter yang mengandung nilai-nilai prilaku yang dapat dilakukan atau bertindak secara bertahap dan saling berhubungan nantara pengetahuan nilai-nilai prilaku
FILOSOFI MENDIRIKAN KERAMAT MENURUT AGAMA HINDU KAHARINGAN
Pengaruh agama dalam kehidupan berbudaya dan sebaliknya telah menciptakan suatu tradisi yang beraneka ragam. Dialektika hubungan agama dan tradisi terjadi dalam masyarakat yang digolongkan dalam golongan tradisional (Parlin, 2000). Hindu sebagai salah satu agama yang diakui keberadaannya di Indonesia dengan seperangkat nilainya telah mempengaruhi pola budaya dan tradisi pemeluknya. Sebagai contoh adalah Mendirikan Keramat yang mengandung nilai adat dan budaya ditinjau dari sarana dan prasarana upacara tersebut yang selalu diyakikni oleh masyarakat Hindu Kaharingan dan merupakan suatu tradisi leluhur secara turun temurun diperhatikan, dilestarikan sampai saat sekarang ini sehingga menjadi sebuah adat atau tradisi.Permasalahan pokok, yakni:(1). Bagaimana filosofi Keramat bagi umat Hindu Kaharingan. (2). Apa fungsi Keramat bagi umat Hindu Kaharingan. (3). Bagaimana syarat dan proses mendirikan Keramat bagi umat Hindu Kaharingan.Pembahasan sampai kesimpulan dalam penulisan ini, dapat dideskripsikan sebagai berikut: (1). Filosofi Keramat bagi umat Hindu Kaharingan dari dulu hingga sekarang masih di taati dan diyakini, hal itu mendapat pengakuan dari masyarakat secara turun temurun dan di dukung oleh kepercayaan agama Hindu Kaharingan terkait dengan kepercayaan yang gaib dan sakral. (2). Fungsi dan manfaat Keramat adalah berfungsi sebagai tempat pemujaan bagi umat Hindu Kaharingan untuk memohon perlindungan dan berkah dalam kehidupan umat manusia yang meyakininya, sedangkan manfaatnya sebagai tempat suci yang bersifat Keramat. (3). syarat dan proses mendirikan Keramat bagi umat Hindu Kaharingan adalah manenung/mangundik (memohon petunjuk) untuk mengetahui kapan dan dimana pendirian keramat, siapa rohaniawan yang memimpin upacara, sarana (sesajen) apa saja yang diperlukan untuk dipersembahkan. Mamapas dilokasi didirikan Keramat, Manawur bertujuan untuk memohon izin kepada penguasa alam semesta.Pengaruh agama dalam kehidupan berbudaya dan sebaliknya telah menciptakan suatu tradisi yang beraneka ragam. Dialektika hubungan agama dan tradisi terjadi dalam masyarakat yang digolongkan dalam golongan tradisional (Parlin, 2000). Hindu sebagai salah satu agama yang diakui keberadaannya di Indonesia dengan seperangkat nilainya telah mempengaruhi pola budaya dan tradisi pemeluknya. Sebagai contoh adalah Mendirikan Keramat yang mengandung nilai adat dan budaya ditinjau dari sarana dan prasarana upacara tersebut yang selalu diyakikni oleh masyarakat Hindu Kaharingan dan merupakan suatu tradisi leluhur secara turun temurun diperhatikan, dilestarikan sampai saat sekarang ini sehingga menjadi sebuah adat atau tradisi.Permasalahan pokok, yakni:(1). Bagaimana filosofi Keramat bagi umat Hindu Kaharingan. (2). Apa fungsi Keramat bagi umat Hindu Kaharingan. (3). Bagaimana syarat dan proses mendirikan Keramat bagi umat Hindu Kaharingan.Pembahasan sampai kesimpulan dalam penulisan ini, dapat dideskripsikan sebagai berikut: (1). Filosofi Keramat bagi umat Hindu Kaharingan dari dulu hingga sekarang masih di taati dan diyakini, hal itu mendapat pengakuan dari masyarakat secara turun temurun dan di dukung oleh kepercayaan agama Hindu Kaharingan terkait dengan kepercayaan yang gaib dan sakral. (2). Fungsi dan manfaat Keramat adalah berfungsi sebagai tempat pemujaan bagi umat Hindu Kaharingan untuk memohon perlindungan dan berkah dalam kehidupan umat manusia yang meyakininya, sedangkan manfaatnya sebagai tempat suci yang bersifat Keramat. (3). syarat dan proses mendirikan Keramat bagi umat Hindu Kaharingan adalah manenung/mangundik (memohon petunjuk) untuk mengetahui kapan dan dimana pendirian keramat, siapa rohaniawan yang memimpin upacara, sarana (sesajen) apa saja yang diperlukan untuk dipersembahkan. Mamapas dilokasi didirikan Keramat, Manawur bertujuan untuk memohon izin kepada penguasa alam semesta
Tradisi Ngokoi Okan Perentehu Dayak Lawangan: Pendekatan Fungsional Struktural Talcott Parson
Praktik tradisi ngokoi okan perentehu terdapat nilai-nilai, norma dan kepercayaan yang berfungsi sebagai pedoman yang memberi orientasi kepada kehidupan komunitas Dayak Lawangan. Teori fungsionalisme struktural memandang masyarakat sebagai suatu sistem, secara fungsional. Menurut Talcott Parson fungsi adalah kumpulan kegiatan yang ditujukan menunjangn keseimbangan dan pemenuhan kebutuhan sistem. Aktivitas tradisi ngokoi okan perentehu merupakan perwujudaan sebuah sistem keseimbangan yang fungsinya saling beradaptasi, pencapaian tujuan yang sama kepada Jo'us Tuha Allah Tala, berintegrasi dalam pranata kehidupan Dayak Lawangan dan pemeliharaan pola dalam tradisi yang berjalan dan dilestarikan antar generasi yang melahirkan fungsi religius, fungsi norma sosial, dan fungsi estetika
Filosofi Kepemimpinan Hindu
This writing be titled about the Philosophy Leadership of Hindu which analyzed about the philosophy leadership of Hindu namely about important for understanding and implementation of philosophy leadership of Hindu, for making leader of Hindu as be competitor and professional. Also about the concept philosophy of the catur widya, the panca tarka, the sad winayaka, the asta dasa paramiteng prabhu, the catur kotamaning nrpati, the catur naya sandhi, the nawa natya, the sad upaya guna, the panca upaya sandhi, the tri upaya sandhi, the asta brata, the panca yama brata, the dasa yama brata, the panca niyama brata, the dasa niyama brata. With some description about the philosophy leadership of Hindu be hope can to making understanding and can application about the philosophy leadership of Hindu by any leader and for any human mankind of Hindu in the society by really
ALIH FUNGSI TANAH PERTANIAN DAN AKIBAT HUKUMNYA
Kebijakan dalam peraturan Perundang-undangan yang berkaitan dengan masalah pengendalian alih fungsi tanah pertanian menjadi Kawasan Perumahaan sudah banyak dibuat, namum demikian implementasi pelaksanaan peraturan tersebut kurang efektif karena tidak didukung dengan data tanah pertanian pangan berkelanjutan yang dilindungi dan sikap proaktif sehingga alih fungsi tanah pertanian terus terjadi.Akibat hukum alih fungsi tanah pertanian pangan berkelanjuatan berdasarkan Undang-undang Nomor 41 tahun 2009 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, yang menjelaskan bagi setiap orang yang memiliki Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dan kemudian menjual atau mengalihkan hak miliknya, maka fungsi dari pada tanah tersebut tidak boleh diubah. Jika mengubah dan menyebabkan saluran irigasi, infrastruktur serta mengurangi kesuburan tanah maka berdasarkan pasal 51 ayat (2), orang tersebut berkewajiban untuk merehabilitasi lahan, dengan cara mpenyempurnaan sarana dan prasarana mencakup irigasi, jalan usaha tani, ketersedian alat pengolahan tanah mekanis dan membangun irigasi kembali agar tanah pertanian produktif.Kebijakan dalam peraturan Perundang-undangan yang berkaitan dengan masalah pengendalian alih fungsi tanah pertanian menjadi Kawasan Perumahaan sudah banyak dibuat, namum demikian implementasi pelaksanaan peraturan tersebut kurang efektif karena tidak didukung dengan data tanah pertanian pangan berkelanjutan yang dilindungi dan sikap proaktif sehingga alih fungsi tanah pertanian terus terjadi.Akibat hukum alih fungsi tanah pertanian pangan berkelanjuatan berdasarkan Undang-undang Nomor 41 tahun 2009 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, yang menjelaskan bagi setiap orang yang memiliki Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dan kemudian menjual atau mengalihkan hak miliknya, maka fungsi dari pada tanah tersebut tidak boleh diubah. Jika mengubah dan menyebabkan saluran irigasi, infrastruktur serta mengurangi kesuburan tanah maka berdasarkan pasal 51 ayat (2), orang tersebut berkewajiban untuk merehabilitasi lahan, dengan cara mpenyempurnaan sarana dan prasarana mencakup irigasi, jalan usaha tani, ketersedian alat pengolahan tanah mekanis dan membangun irigasi kembali agar tanah pertanian produktif